STRENGTHENING MULTI-STAKEHOLDER COLLABORATION FOR COMMUNITY-BASED STUNTING PREVENTION IN ACEH
Keywords:
Stunting Prevention, Multi-stakeholder Collaboration, Community Based, Bottom-up ApproachAbstract
Latar Belakang: Stunting merupakan tantangan kesehatan global dan nasional yang signifikan. Pada tahun 2023, prevalensi stunting di Provinsi Aceh mencapai 29,3%, melebihi target nasional sebesar 14% dan ambang batas Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebesar 20%. Mengatasi stunting memerlukan pendekatan konvergen, karena tidak dapat dikelola secara efektif melalui intervensi sektoral yang terisolasi.
Tujuan: Studi ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman kolaborasi multi-pemangku kepentingan dalam mencegah dan mengatasi stunting pada balita di tingkat gampong (desa) di Aceh.
Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan fenomenologi kualitatif, yang dilakukan di dua desa di Kecamatan Kutaradja, Kota Banda Aceh. Data dikumpulkan melalui Diskusi Kelompok Terfokus (FGD) dan wawancara mendalam dengan 10 partisipan, termasuk pejabat desa, pemimpin masyarakat, kader Posyandu, petugas kesehatan, dan ibu-ibu balita. Data dianalisis secara tematik.
Hasil: Temuan menunjukkan bahwa masyarakat memandang stunting sebagai tanggung jawab bersama ( ko-tanggung jawab ). Implementasi pendekatan bottom-up berhasil menumbuhkan rasa kepemilikan di tingkat lokal, yang sangat penting untuk keberlanjutan intervensi. Kepala Desa ( Geuchik ) berperan sebagai pihak yang bertanggung jawab utama, motivator, dan penyedia dukungan keuangan, sementara kader Posyandu bertindak sebagai pelaksana teknis, didukung oleh organisasi masyarakat desa seperti TP-PKK dan Karang Taruna.
Kesimpulan: Kolaborasi dan konvergensi multi-pemangku kepentingan yang terintegrasi, ditambah dengan pendekatan dari bawah ke atas, sangat penting untuk pencegahan stunting yang efektif dan berkelanjutan di tingkat desa. Model ini memperkuat struktur sosial, memastikan kesehatan dan kesejahteraan jangka panjang generasi mendatang di Aceh.
References
Buulolo, J., Santoso, H., Bancin, D., Manurung, K., Manurung, J., & Sitorus, EJ (2023). Implementation of Malnutrition Management in Toddlers: A Qualitative Study at the
Lolowa'U Community Health Center, South Nias Regency, 2022. Jurnal Ners, 7, 917–931.
Kemenkes RI. (2020). Performance Accountability Report of Community Nutrition Development Activities in 2020. Directorate of Community Nutrition.
Purbaningsih, H., & Syafiq, A. (2023). Effectiveness of Providing Supplementary Food (PMT) Made from Local Food on Toddler Weight Gain. Indonesian Health Promotion Publication Media, 6(1), 2550–2554.
Republic of Indonesia. (2021). Presidential Regulation Number 72 of 2021 concerning the Acceleration of Stunting Reduction.
Sachs, JD, et al. (2022). Sustainability and Community Empowerment in Health Interventions. [Based on the narrative in "International Manuscript 2026.docx"].
Sinaga, ES, Rasyid, IA, Mubarok, MR, Sudharma, NI, & Nolia, H. (2023). Monitoring the Consumption of Supplementary Food (PMT) in Increasing the Weight of Toddlers with Nutritional Problems. ABDI MOESTOPO: Journal of Community Service, 6(1), 1–8.
World Health Organization. (2024). Joint Child Malnutrition Estimates (JME) 2024 Edition.https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/stunting-prevalence
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Wirda Hayati, Tia, Rara, Abdurrahman Abdurrahman, Angga

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

