https://prosidingmhm.mitrahusada.ac.id/index.php/forisma/issue/feed Prosiding Forum Ilmiah dan Diskusi Mahasiwa 2026-02-09T11:48:54+07:00 Sri Muliana Putri Bakara, STr.Keb., Bd., M.Keb srimulianaputri@mitrahusada.ac.id Open Journal Systems <p>Melalui kegiatan Forum Ilmiah dan Diskusi diharapkan mahasiswa dapat mengasah kemampuan berfikir analitis dan logis dengan mengomunikasikannya baik secara tertulis maupun lisan dalam kelompok kerja atau melakukannya secara mandiri. dan mendukung merdeka belajar kampus merdeka (MBKM)</p> https://prosidingmhm.mitrahusada.ac.id/index.php/forisma/article/view/766 OPTIMALISASI SISTEM KEGAWATDARURATAN KESEHATAN DALAM MEMBANGUN RESILIENSI NASIONAL TERHADAP BENCANA ALAM 2026-01-12T23:01:23+07:00 Bdn. Puri Kresna Wati, SST.,M.Kes purri409@gmail.com haura ilfa haruailfa0310@gmail.com Intan Kurniasih intankurnasih0405@gmail.com Alifah Salsabila alifahsalsabila2004@gmail.com <p><em>Indonesia</em><em> termasuk negara dengan tingkat bencana yang tinggi, baik bencana alam maupun non-alam. Berdasarkan catatan Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, sepanjang tahun 2024 tercatat kurang lebih 2.700 kejadian bencana, dengan kejadian banjir sebagai yang paling dominan (857 kejadian), disusul angin puting beliung (453 kejadian) dan kebakaran hutan serta lahan (442 kejadian). Metode penelitian yang di lakukan adalah study literatur, sumber data diperoleh dari basis data ilmiah seperti Google Scholar, PubMed, dan Portal Garuda, serta dokumen yang diterbitkan oleh lembaga terkait. Hasil penelitian berdasarkan jurnal yang telah di rivew, penanganan bencana di bidang kesehatan masih menghadapi berbagai keterbatasan, terutama dalam pemenuhan kebutuhan kelompok rentan seperti perempuan, anak-anak, penyandang disabilitas, dan lanjut usia. Kesiapan sistem kesehatan dalam menghadapi situasi bencana belum sepenuhnya memadai. Maka dari itu partisipasi kelompok rentan dalam seluruh proses pengurangan risiko bencana sangat diperlukan agar penanganan bencana lebih tepat sasaran dan inklusif. Serta optimalisasi sistem kegawatdaruratan kesehatan perlu didukung oleh pemanfaatan teknologi, peningkatan kapasitas tenaga kesehatan melalui pelatihan dan simulasi secara rutin, serta kebijakan yang berkesinambungan.</em></p> 2026-01-23T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Prosiding Forum Ilmiah dan Diskusi Mahasiwa https://prosidingmhm.mitrahusada.ac.id/index.php/forisma/article/view/772 PENGARUH PIJAT OKSITOSIN PADA IBU NIFAS UNTUK MENINGKATKAN PRODUKSI ASI DI UPTD PUSKESMAS SIMPANG KIRI 2026-01-13T17:34:11+07:00 Sarmaini sarmainiramin@gmail.com Marince Kudadiri marincekudadiri82@gmail.com Ricca Nophia Amra ricca.ubudiyah@gmail.com Riana Angriani rianaangriani89@gmail.com Intan Meli Saputri TJ tanjungintan480@gmail.com Isra Prisiska israfrisiska@gmail.com <p>Keberlangsungan masa menyusui eksklusif sering kali terhambat oleh rendahnya volume produksi ASI, yang menjadi alasan bagi 38% ibu di Indonesia untuk berhenti memberikan ASI. Stimulasi melalui Pijat Oksitosin pada jalur tulang belakang hingga area costae kelima-keenam ditujukan untuk memfasilitasi pelepasan hormon oksitosin. Selain memberikan efek penenang bagi ibu, teknik ini terbukti efektif dalam mendukung kecukupan produksi air susu ibu. Analisis mengenai pengaruh intervensi pijat oksitosin terhadap kecukupan produksi ASI pada ibu nifas diselenggarakan di UPTD Puskesmas Simpang Kiri. Melalui desain non-equivalent control group dalam kerangka penelitian kuantitatif eksperimen semu, data dikumpulkan dari populasi ibu nifas yang mengalami insufisiensi laktasi di bulan Agustus. Sebanyak 20 responden dilibatkan sebagai sampel, di mana alokasi subjek dibagi menjadi dua kategori, yakni kelompok eksperimen dan kontrol dengan jumlah masing-masing 10 responden. Teknik consecutive sampling diaplikasikan untuk menentukan sampel di lokasi penelitian UPTD Puskesmas Simpang Kiri. Dalam periode lima hari, prosedur pijat oksitosin diberikan kepada kelompok eksperimen sebanyak dua kali sehari, yang dikontraskan dengan pemberian asuhan perawatan payudara pada kelompok kontrol. Melalui uji Mann-Whitney, ditemukan korelasi positif yang sangat signifikan antara pijat oksitosin dengan kelancaran produksi ASI pada tahun 2025 dengan p-value = 0,000. Saran praktis yang diajukan adalah pentingnya diseminasi informasi mengenai teknik ini kepada masyarakat oleh tenaga medis guna mendukung kemandirian keluarga dalam perawatan masa nifas.</p> 2026-02-17T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Prosiding Forum Ilmiah dan Diskusi Mahasiwa https://prosidingmhm.mitrahusada.ac.id/index.php/forisma/article/view/778 MANAJEMEN ASUHAN KEBIDANAN PADA AN. H USIA 26 TAHUN DENGAN TUBERCULOSIS DI RUANG AR’RIJAL DI RSU. HAJI MEDAN PROVINSI SUMATERA UTARA TAHUN 2025 2026-01-14T11:47:16+07:00 Saskia Anandita 2419201060@mitrahusada.ac.id Yesica Geovany Sianipar yesikageovany@mitrahusada.ac.id Siti Fadillah 2419201711@mitrahusada.ac.id Tri Husnul Khotimah Hasibuan 2519201063@mitrahusada.ac.id Valensia Rosario Sidabutar 2519201066@mitrahusada.ac.id <p>Latar Belakang: Tuberkulosis (TB) paru merupakan penyakit infeksi menular kronis yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat utama di Indonesia. Beban penyakit TB paru tidak hanya berdampak pada aspek fisik pasien, tetapi juga memengaruhi kondisi psikologis, sosial, dan kualitas hidup. Keberhasilan pengobatan TB paru sangat dipengaruhi oleh kepatuhan minum obat dan dukungan tenaga kesehatan, termasuk peran bidan dalam memberikan asuhan kebidanan yang komprehensif dan berkesinambungan. Tujuan: Artikel ini bertujuan untuk menggambarkan manajemen asuhan kebidanan pada pasien TB paru di Ruang Ar'rijal RSU Haji Medan berdasarkan pendekatan manajemen kebidanan. Metode: Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan pendekatan deskriptif. Subjek penelitian adalah Tn. H dengan diagnosis TB paru. Pengumpulan data dilakukan melalui anamnesis, pemeriksaan fisik, observasi, serta telaah rekam medis. Asuhan kebidanan diberikan menggunakan 7 langkah manajemen Varney yang meliputi pengkajian, identifikasi diagnosis dan masalah, identifikasi masalah potensial,penentuan kebutuhan segera,perencanaan,implementasi, dan evaluasi. Hasil: Hasil asuhan menunjukkan adanya perbaikan kondisi umum pasien, peningkatan pemahaman mengenai penyakit TB paru, serta meningkatnya kepatuhan terhadap pengobatan. Pasien dan keluarga menunjukkan sikap kooperatif setelah diberikan edukasi dan pendampingan secara berkelanjutan. Kesimpulan: Manajemen asuhan kebidanan yang dilakukan secara sistematis, komprehensif, dan kolaboratif berperan penting dalam mendukung keberhasilan terapi TB paru serta mencegah terjadinya komplikasi dan penularan lebih lanjut.</p> 2026-02-17T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Prosiding Forum Ilmiah dan Diskusi Mahasiwa https://prosidingmhm.mitrahusada.ac.id/index.php/forisma/article/view/780 FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPATUHAN IBU HAMIL TERHADAP PEMERIKSAAN ANTENATAL CARE DI PUSKESMAS ARAMO KABUPATEN NIAS SELATAN PROVINSI SUMATERA UTARA TAHUN 2025 2026-01-14T12:20:53+07:00 Asma Weti Ndruru 2519001112@mitrahusada.ac.id Yesica Geovany Sianipar yesikageovany@mitrahusada.ac.id Tumei Nasti F Telaumbanua 2519001795@mitrahusada.ac.id Epinurasni Ndruru 2519001220@mitrahusada.ac.id Rumsiani Hutabalian 2519001581@mitrahusada.ac.id Putri Elisa 2519001045@mitrahusada.ac.id Analisa Nasir Laia analisa@mitrahusada.ac.id <p>Kepatuhan Antenatal Care (ANC) merupakan pilar utama untuk memantau kondisi ibu dan janin serta memitigasi risiko komplikasi, meskipun tingkat kepatuhan di wilayah terpencil masih tergolong rendah. Penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional ini bertujuan untuk menginvestigasi pengaruh faktor pengetahuan dan latar belakang pendidikan terhadap keteraturan kunjungan ANC di Puskesmas Aramo, Kabupaten Nias Selatan, pada tahun 2025. Dengan melibatkan seluruh populasi ibu hamil melalui teknik total sampling, data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan diolah secara univariat serta bivariat melalui uji chi-square (p&lt;0,05). Temuan studi mengindikasikan bahwa sebagian ibu hamil belum memenuhi standar kunjungan yang ditetapkan WHO, di mana hasil analisis bivariat menunjukkan adanya korelasi signifikan antara tingkat pemahaman kesehatan (p&lt;0,05) dan jenjang pendidikan (p&lt;0,05) dengan kepatuhan pemeriksaan. Ibu dengan wawasan dan pendidikan yang lebih baik cenderung lebih konsisten melakukan kontrol rutin, sehingga dapat disimpulkan bahwa kedua faktor tersebut merupakan determinan kunci dalam perilaku kesehatan maternal. Sebagai implikasi, diperlukan penguatan edukasi kesehatan yang masif serta optimalisasi peran tenaga medis untuk meningkatkan angka kunjungan ANC guna meminimalisir risiko kehamilan dan meningkatkan derajat kesehatan ibu serta anak di wilayah tersebut secara berkelanjutan.</p> <p> </p> 2026-02-17T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Prosiding Forum Ilmiah dan Diskusi Mahasiwa https://prosidingmhm.mitrahusada.ac.id/index.php/forisma/article/view/783 MANAJEMEN ASUHAN KEPERAWATAN GAWAT DAURAT YANG SERVICE EXCELLENT PADA NY. H DENGAN HEAD INJURY BERAT DI ICU DEWASA KEMENTERIAN KESEHATAN ADAM MALIK PROVINSI SUMATERA UTARA TAHUN 2025 2026-01-15T11:57:16+07:00 Meta lestari Br Barus 2319144039@mitrahusada.ac.id Sri Mulati Nenda srimuliati@mitrahusada.ac.id Aida Wani 2519905001@mitrahusada.ac.id Hotria Riski Yanti Nainggolan 2419144055@mitrahusada.ac.id Erika Turnip 2319144007@mitrahusada.ac.id Ribka Margareth sipayung 2319144026@mitrahusada.ac.id Carel Thimothy carelthimoty@mitrahusada.ac.id <p>Head injury merupakan salah satu kasus kegawatdaruratan yang sering ditemukan di ruang instalasi gawat darurat (IGD) dan intensive care unit (ICU). Tujuan penelitian studi kasus ini bertujuan untuk menggambarkan manajemen asuhan keperawatan gawat darurat yang service excellent pada Ny.H dengan head injury berat di ruang ICU dewasa Kementerian Kesehatan RS Adam Malik Tahun 2025. Head injury berat dapat menyebabkan peningkatan tekanan intrakranial, gangguan kesadaran, serta gangguan fungsi vital yang memerlukan penanganan cepat dan tepat oleh tenaga keperawatan gawat darurat yang kompeten. Metode yang digunakan adalah studi kasus deskriftif dengan pendekatan proses keperawatan yang meliputi pengkajian, diagnosis, perencanaan, implementasi dan evaluasi. Diagnosa keperawatan yang ditemukan antara lain gangguan ventilasi spontan, Risiko perfusi serebral tidak efektif dan gangguan mobilitas fisik. Intervensi keperawatan difokuskan pada pemeliharaan ventilasi adekuat, pencegahan peningkatan tekanan intrakranial, serta peningkatan mobilitas pasien. Hasil menunjukan bahwa setelah dilakukan asuhan keperawatan selama tiga hari, kondisi pasien belum sepenuhnya menunjukkan perbaikan signifikan karena tingkat kesadaran pasien masih koma, namun terjadi stabilisasi tanda-tanda vital dan tidak ada komplikasi tambahan. Kesimpulan pelaksanaan manajemen asuhan keperawatan gawat darurat dengan prinsip service excellent dapat meningkatkan kualitas pelayanan keselamatan pasien, serta efektifitas tindakan perawat dalam menangani dengan Head injury.</p> 2026-02-17T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Prosiding Forum Ilmiah dan Diskusi Mahasiwa https://prosidingmhm.mitrahusada.ac.id/index.php/forisma/article/view/785 Artikel MANAJEMEN ASUHAN KEPERAWATAN GERONTIK YANG SERVICE EXCELLENT PADA Ny.D DENGAN INKONTINENSIA URIN DI UPTD PELAYANAN SOSIAL LANJUT USIA BINJAI DINAS SOSIAL SUMATERA UTARA TAHUN 2025 2026-01-15T12:59:04+07:00 Ella Riania Manurung 2319144006@mitrahusada.ac.id Dina Afriani dinaafriani@mitrahusada.ac.id Jane Evania Damanik 2419144007@mitrahusada.ac.id Cindi Claudia Sembiring 2519206004@mitrahusada.ac.id Fatiyah 2519201533@mitrahusada.ac.id Yuliana Mendrofa 2519201761@mitrahusadamedan.ac.id Resma Dewi 2519201198@mitrahusada.ac.id <p>Peningkatan jumlah lanjut usia berdampak pada meningkatnya masalah kesehatan degeneratif, salah satunya inkontinensia urin, yaitu gangguan eliminasi yang sering dialami lansia akibat proses penuaan, penurunan kekuatan otot dasar panggul, perubahan hormonal, dan penurunan fungsi sistem perkemihan. Meskipun tidak mengancam jiwa, inkontinensia urin berdampak signifikan terhadap kualitas hidup lansia dari aspek fisik, psikologis, sosial, dan spiritual. Di UPTD Pelayanan Sosial Lanjut Usia Binjai, Provinsi Sumatera Utara, ditemukan lansia dengan inkontinensia urin, salah satunya Ny. D yang telah mengalami kondisi tersebut selama kurang lebih tiga tahun, sehingga diperlukan asuhan keperawatan gerontik yang komprehensif dan berorientasi pada prinsip service excellent. Laporan kasus ini bertujuan menggambarkan pelaksanaan manajemen asuhan keperawatan gerontik pada Ny. D melalui proses keperawatan yang meliputi pengkajian, penetapan diagnosis, perencanaan, implementasi, dan evaluasi. Intervensi yang diberikan meliputi edukasi kesehatan, latihan berkemih (bladder training), latihan otot dasar panggul, pengaturan pola asupan cairan, serta perawatan kebersihan diri untuk mencegah komplikasi. Hasil asuhan keperawatan menunjukkan perbaikan kondisi klien, ditandai dengan penurunan frekuensi berkemih, berkurangnya episode inkontinensia, serta meningkatnya kenyamanan, kemandirian, dan pemahaman klien dalam mengelola kondisinya. Penerapan asuhan keperawatan gerontik yang sistematis dan berprinsip service excellent terbukti efektif dalam membantu mengatasi inkontinensia urin pada lansia dan meningkatkan kualitas hidup, sejalan dengan tujuan ke-3 Sustainable Development Goals (SDGs), yaitu menjamin kehidupan yang sehat dan kesejahteraan bagi semua usia</p> 2026-01-23T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Prosiding Forum Ilmiah dan Diskusi Mahasiwa https://prosidingmhm.mitrahusada.ac.id/index.php/forisma/article/view/789 ASUHAN KEPERAWATAN JIWA SERVICE EXCELLENT PADA PASIEN DENGAN GANGGUAN ISOLASI SOSIAL 2026-01-15T13:15:42+07:00 Ines Natasya Situmorang 2319144030@mitrahusada.ac.id Petra Diansari Zega petradiansari@mitrahusada.ac.id Marcus Vinensius Hia 2419144012@mitrahusada.ac.id Rayani Sinaga rayani@mitrahusada.ac.id Essy Amalia 2519201188@mitrahusada.ac.id Putri Margaretha Manullang 2419144038@mitrahusada.ac.id Marta Br Silaban 2519206009@mitrahusada.ac.id <p>Isolasi sosial adalah salah satu masalah dalam keperawatan jiwa yang sering ditemukan pada pasien dengan skizofrenia dan berdampak signifikan terhadap fungsi psikososial, kemampuan interaksi, serta kualitas hidup pasien. Kondisi tersebut ditandai dengan kecenderungan menarik diri, menurunya kemampuan berinteraksi dan berkomunikasi, rendahnya harga diri, serta adanya defisit dalam perawatan diri yang berpotensi menghambat proses pemulihan apabila tidak diberikan penatalaksanaan keperawatan secara tepat, menyeluruh, dan berkesinambungan.oleh sebab itu, dibutuhkan penerapan manajemen suhan keperawatan jiwa yang berfokus pada prinsip pelayanan prima (service excellent ) guna meningkatkan mutu pelayanan serta capaian hasil asuhan keperawatan. Penulisan artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan manajemen asuhan keperawatan jiwa berbasis service excellent pada pasien dengan gangguan isolasi sosial, serta menganalisis hasil asuhan keperawatan yang diberikan dan keterkaitannya dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan kuialitatif terhadap satu pasien dengan diagnosis medis skizofrenia paranoid yang dirawat di ruang Mawar 1 UPTD Khusus Rumah Sakit Jiwa Prof.Dr.Muhammad Ildrem provinsi sumatera utara pada tahun 2025. Asuhan keperawatan dilaksanankan berdasarkan tahapan proses keperawatan yang meliputi pengkajian, penentuan diagnosis keperawatan, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Hasil asuhan keperawatan menunjukkan bahwa pasien mengalami masalah utama berupa isolasi sosial degan perilaku menarik diri, disertai masalah harga diri rendah dan defisit perawatan diri. Setelah diberikan intervensi keperawatan secara bertahap, terapeutik, dan berorientasi pada pelayanan prima, pasien menunjukkan adanya peningkatan kemampuan dalam berinteraksi sosial, kepercayaan diri, serta kemandirian dalam melakukan aktivitas perawatan diri, meskipun masih memerlukan pendampingan dari perawat. Kesimpulan studi kasus ini menunjukkan bahwa penerapan manajemen asuhan keperawatan jiwa yang berorientasi service excellent efektif dalam meningkatkan fungsi adaptasi sosial dan mendukung proses pemulihan pasien dengan isolasi sosial. Pelaksanaan Asuhan keperawatan ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), terutama tujuan ke-3 (Good Health and Well-Being) dan tujuan ke-10 (Reduced Inequalities), melalui penyelengaraan pelayanan kesehatan jiwa yang bersifat inklusif, berorientasi pada nilai kemanusiaan, serta bebas stigma.</p> 2026-02-17T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Prosiding Forum Ilmiah dan Diskusi Mahasiwa https://prosidingmhm.mitrahusada.ac.id/index.php/forisma/article/view/797 FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN PREEKLAMSIA PADA IBU HAMIL DI RSU MITRA MEDIKA BANDAR KLIPPA KABUPATEN DELI SERDANG PROVINSI SUMATERA UTARA TAHUN 2025 2026-01-15T16:38:22+07:00 Rina Kuswati 2519201049@mitrahusada.ac.id Friza Novita Sari Situmorang frizanovita@mitrahusada.ac.id Dionisia Atirina Laila 2519201183@mitrahusada.ac.id Novita Sari 2519201042@mitrahusada.ac.id Santi Juniarsih 2519201198@mitrahusada.ac.id Suriani 2519201043@mitrahusada.ac.id Rini Sahara 2519201591@mitrahusada.ac.id <p style="font-weight: 400;">Latar Belakang: Preeklamsia masih menjadi komplikasi kehamilan utama yang menyebabkan morbiditas dan mortalitas baik pada ibu maupun janin. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi kejadian preeklamsia pada ibu hamil di RSU Mitra Medika Bandar Klippa, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, tahun 2025. Metode yang digunakan adalah desain analitik dengan pendekatan cross-sectional, melibatkan 48 ibu hamil yang dipilih secara total sampling. Variabel yang diteliti meliputi usia, paritas, riwayat hipertensi, dan IMT. Data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square. Hasilnya menunjukkan adanya hubungan signifikan antara usia ibu hamil (p = 0,032), paritas (p = 0,018), riwayat hipertensi (p = 0,005), dan IMT (p = 0,047) dengan kejadian preeklamsia. Ibu hamil yang berusia &lt;20 tahun dan ≥35 tahun, primipara, memiliki riwayat hipertensi, serta IMT ≥25 berisiko lebih tinggi mengalami preeklamsia. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa usia, paritas, riwayat hipertensi, dan IMT berhubungan dengan kejadian preeklamsia. Diharapkan tenaga kesehatan dapat meningkatkan skrining dan edukasi kepada ibu hamil yang memiliki faktor risiko agar preeklamsia dapat dicegah sejak dini.</p> 2026-01-23T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Prosiding Forum Ilmiah dan Diskusi Mahasiwa https://prosidingmhm.mitrahusada.ac.id/index.php/forisma/article/view/800 PENGARUH PEMBERIAN AROMATERAPI JAHE TERHADAP FREKUENSI MUAL MUNTAH PADA IBU HAMIL DENGAN HIPEREMESIS GRAVIDARUM DI PMB LILIS SURYANI KECAMATAN PANYABUNGAN PROVINSI SUMATERA UTARA TAHUN 2025 2026-01-15T17:34:59+07:00 Desna Dalimunthe 2519001170@mitrahusada.ac.id Friza Novita Sari Situmorang frizanovita@mitrahusada.ac.id Wita Pardosi 2519001066@mitrahusada.ac.id Vadira Amalia Puspita 2519001066@mitrahusada.ac.id Rapika Wati 2519001678@mitrahusada.ac.id Wan Safira Putri Putri Haliza 2519001685@mitrahusada.ac.id Lilis Suryani lilissuryani@mitrahusada.ac.id <p style="font-weight: 400;">Latar belakang: Hiperemesis gravidarum adalah kondisi mual dan muntah berlebihan selama kehamilan yang dapat menyebabkan dehidrasi, gangguan elektrolit, dan menurunkan kualitas hidup ibu hamil. Penanganan nonfarmakologis diperlukan sebagai alternatif yang aman selama kehamilan. Salah satu terapi komplementer yang dapat dipakai adalah aromaterapi jahe, karena memiliki efek antiemetik dan relaksasi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian aromaterapi jahe terhadap frekuensi mual dan muntah pada ibu hamil dengan hiperemesis gravidarum di PMB Lilis Suryani Kecamatan Panyabungan, Provinsi Sumatera Utara, tahun 2025. Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasi eksperimental dengan pendekatan pretest–posttest control group. Sampel berjumlah 45 ibu hamil trimester pertama yang mengalami hiperemesis gravidarum, dibagi menjadi kelompok intervensi dan kontrol. Kelompok intervensi diberikan aromaterapi jahe melalui inhalasi selama 10–15 menit, dua kali sehari, selama tiga hari. Frekuensi mual dan muntah diukur memakai kuesioner Pregnancy-Unique Quantification of Emesis and Nausea (PUQE). Analisis data dilakukan dengan uji paired t-test dan independent t-test, dengan tingkat signifikansi p &lt; 0,05. Hasil: Menunjukkan adanya penurunan signifikan dalam frekuensi mual dan muntah pada kelompok yang diberikan aromaterapi jahe dibandingkan kelompok kontrol. Rerata skor PUQE pada kelompok intervensi menurun secara signifikan setelah pemberian aromaterapi jahe, dengan p &lt; 0,05. Kesimpulan: Pemberian aromaterapi jahe secara signifikan menurunkan frekuensi mual dan muntah pada ibu hamil dengan hiperemesis gravidarum. Aromaterapi jahe dapat dipakai sebagai terapi nonfarmakologis yang aman dan efektif dalam pelayanan kebidanan.</p> 2026-01-23T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Prosiding Forum Ilmiah dan Diskusi Mahasiwa https://prosidingmhm.mitrahusada.ac.id/index.php/forisma/article/view/809 Literatur review:Hubungan Paritas, Status Gizi, dan Kepatuhan Minum Tablet Fe terhadap Anemia pada Ibu Hamil 2026-01-15T19:31:17+07:00 lidia kandau lidiaaa1805@gmail.com EMMA DOSRIAMAYA NONI BR SIMANJUNTAK emmadorsia@mitrahusada.ac.id lifernia tafonao 2219201060@mitrahusada.ac.id Eka Fitriyani 2519201165@mitrahusada.ac.id Endah Puji Setiawati 2519201175@mitrahusadamedan.ac.id Endang Sanjaya Siburian 25192011772@mitrahusadamedan.ac.id Menilia Lase menilialase@mitrahusada.ac.id <p>Anemia kehamilan merupakan masalah kesehatan global yang signifikan dengan prevalensi mencapai 38,2% di seluruh dunia. Di Indonesia, data SKI 2023 menunjukkan angka yang masih tinggi, yakni 27,7%. Kondisi ini menjadi tantangan serius karena berdampak langsung pada risiko kematian maternal dan hasil kelahiran yang buruk. Penelitian ini bertujuan mengkaji berbagai faktor risiko anemia pada ibu hamil melalui studi literatur. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa kejadian anemia dipengaruhi secara kompleks oleh interaksi faktor biologis dan perilaku, seperti usia ibu, paritas, status gizi (LILA), tingkat pendidikan, serta kepatuhan konsumsi tablet Fe. Secara fisiologis, pemicu utama anemia adalah ketidakseimbangan antara asupan nutrisi mikronutrien dengan meningkatnya kebutuhan metabolisme selama kehamilan. Kegagalan pemenuhan nutrisi ini mengganggu pembentukan hemoglobin yang berisiko memicu perdarahan postpartum, persalinan prematur, hingga bayi berat lahir rendah (BBLR).</p> 2026-02-17T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Prosiding Forum Ilmiah dan Diskusi Mahasiwa https://prosidingmhm.mitrahusada.ac.id/index.php/forisma/article/view/824 PENANGANAN ANEMIA RINGAN PADA IBU HAMIL DENGAN PELAYANAN KEBIDANAN DI PUSKESMAS KEDAI DURIAN KECAMATAN MEDAN JOHOR PROVINSI SUMATERA UTARA TAHUN 2025 2026-01-15T20:54:02+07:00 Nur ainun 2219201086@mitrahusada.ac.id Ester Simanullang estersimanullang@mitrahusada.ac.id Aqilah Desky 2419201004@mitrahusada.ac.id Aylinda Hrp 2419201006@mitrahusada.ac.id Anggi Sri Rezeki 2519201079@mitrahusada.ac.id Afrida Yanti 2519201085@mitrahusada.ac.id Tari Vivi Rezeky 2519201580@mitrahusada.ac.id <p>Anemia pada ibu hamil masih menjadi permasalahan kesehatan maternal yang signifikan terhadap terhadap risiko komplikasi kehamilan dan persalinan.Puskesmas sebagai fasilitas pelayanan kesehatan primer yang berperan penting dalam upaya pencegahan dan penanganan anemi melalui pelayanan kebidanan yang komperhensi untuk mencapai target Sustainable Development Goals(SDGS).Menurut World Health Organization (WHO, 2023),Anemia pada ibu hamil merupakan masalah kesehatan global yang serius dengan target penurunan prevelensi sebesar 50% pada tahun 2025.Artikel ini bertujuan menggambarkan hasil Praktik Belajar Lapangan(PBL) di Puskesmas Kedai Durian tahun 2025 dan analisis kejadiaan anemia ringan pada ibu hamil di wilayah kerja puskesmas Kedai Durian..Hasil data tahun 2024 menunjukkan prevelensi anemia sebesar 4,51% (28 orang) dari 617 ibu hamil yang diperiksa di tiga kelurahan.Tantangan utama karena rendahnya kepatuhan ibu hamil terhadap konsumsi tablet Fe.Upaya penanganan yang dilakukan meliputi kunjungan rumah(home visit),kelas ibu hamil dengan edukasi,pemasangan stiker Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi (P4K),serta penyuluhan pasangan usia subu(PUS). Kesimpulannya penanganan anemia ringan di Puskesmas Kedai Durian sudah berjalan cukup efektif.Meskipun,masih ditemukan angka kejadian anemia terutama di wilayah Titi Kuning.Namun,tidak menunjukkan kasus anemia berat.</p> 2026-02-17T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Prosiding Forum Ilmiah dan Diskusi Mahasiwa https://prosidingmhm.mitrahusada.ac.id/index.php/forisma/article/view/837 articel MANAJEMEN ASUHAN KEPERAWATAN GERONTIK PADA LANSIA DENGAN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI UPTD PELAYANAN SOSIAL LANJUT USIA BINJAI TAHUN 2025 2026-01-15T21:36:30+07:00 Roy Miracle Sidauruk 2319144034@mitrahusada.ac.id Rolasnih Lilista Simbolon rolasnih@mitrahusada.ac.id Rosmani Sinaga rosmanisinaga@mitrahusada.ac.id Dodi Limbong 2419144044@mitrahusada.ac.id Damian Sirait 2519144003@mitrahusada.ac.id Elseria Situmorang 2319144036@mitrahusada.ac.id Aswin Yasid 2519144005@mitrahusada.ac.id <p><em>Manajemen asuhan keperawatan gerontik pada Ny. W (61 tahun) di UPTD Pelayanan Sosial Lanjut Usia Binjai tahun 2025 menjadi urgensi kesehatan karena prevalensi Diabetes Melitus (DM) Tipe 2 yang meningkat akibat penurunan fungsi fisiologis dan resistensi insulin pada lansia. Masalah utama yang ditemukan adalah kondisi hiperglikemia pasien dengan kadar Gula Darah Sewaktu (GDS) mencapai 214 mg/dl disertai keluhan poliuria, polidipsi, pusing, serta kurangnya pengetahuan pasien karena sebelumnya tidak pernah mengetahui kondisi DM tersebut. Tujuan dari penelitian studi kasus ini adalah memberikan gambaran manajemen asuhan melalui pendekatan service excellent yang komprehensif. Intervensi yang direncanakan selama tujuh hari meliputi manajemen hiperglikemia melalui identifikasi penyebab, monitor tanda gejala, anjuran kepatuhan diet, serta edukasi kesehatan menggunakan media yang mudah dipahami. Hasil implementasi menunjukkan efektivitas yang signifikan, di mana terjadi penurunan kadar gula darah menjadi 180 mg/dl serta peningkatan kemandirian pasien dalam melakukan senam kaki diabetes secara mandiri. Kesimpulannya, asuhan keperawatan yang terstruktur efektif dalam mengontrol glukosa darah dan mencegah komplikasi kronis. Keberhasilan asuhan ini berkaitan erat dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) Poin 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera), khususnya target 3.4 untuk mengurangi kematian prematur akibat penyakit tidak menular melalui penguatan manajemen penyakit kronis dan peningkatan literasi kesehatan bagi populasi rentan di panti sosial. Dengan integrasi pelayanan yang berkelanjutan, kualitas hidup lansia dapat terjaga sejalan dengan prinsip pembangunan global yang inklusif bagi seluruh lapisan usia..</em></p> <p>&nbsp;</p> <p>.</p> <p>&nbsp;</p> <p><strong>&nbsp;</strong></p> <p>&nbsp;</p> 2026-01-23T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Prosiding Forum Ilmiah dan Diskusi Mahasiwa https://prosidingmhm.mitrahusada.ac.id/index.php/forisma/article/view/846 FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KECEMASAN DALAM MELAKUKAN MOBILISASI DINI PADA IBU PASCA PERSALINAN SECTIO CAESAREA DI RSUD dr. M. THOMSEN NIAS KABUPATEN NIAS PROVINSI SUMATERA UTARA TAHUN 2025 2026-01-15T22:10:43+07:00 Sania Ramadani Lubis 2419201866mitrahusada@ac.id Lasria Yolivia Aruan lasriayolivia@mitrahusada.ac.id Sania Ramadani Lubis 2419201064mitrahusada@ac.id Salsabila Nasywa 2419201062mitrahusada@ac.id Lasria Siahaan 2519201553mitrahusada@ac.id Romaria Pasaribu 2519201558mitrahusada@ac.id Rosmina Sihombing 2519201559mitrahusada@ac.id <p>Sectio caesarea (SC) merupakan prosedur operasi untuk mengeluarkan bayi dengan berat janin<br />&gt;1000 gram atau usia kehamilan &gt;28 minggu, dengan prevalensi di Indonesia mencapai 31% pada 2016, melebihi rekomendasi WHO 5-15%. Ibu pasca-SC sering mengalami nyeri dan kecemasan yang menghambat mobilisasi dini, meskipun manfaatnya mencakup peningkatan sirkulasi darah dan pencegahan komplikasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor yang mempengaruhi kecemasan pada saat melakukan mobilisasi dini paada ibu pasca-SC di RSUD dr. M. Thomsen Nias, Kabupaten Nias, Sumatera Utara tahun 2025. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional. Populasi sebanyak 118 ibu pasca-SC periode Januari-April 2025, dengan sampel 52 responden dipilih purposive sampling menggunakan rumus Slovin. Hasil menunjukkan mayoritas responden berusia 20-35 tahun (73,1%), pendidikan menengah (78,8%), bekerja (55,8%), dan grandemultipara (35,5%). Sebanyak 73,1% kurang dukungan keluarga, 57,6% nyeri sedang, dan 57,6% kecemasan sedang. Kesimpulannya, dukungan keluarga yang rendah dan nyeri sedang-berat berhubungan signifikan dengan kecemasan tinggi dalam mobilisasi dini pada ibu pasca-SC.</p> 2026-02-17T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Prosiding Forum Ilmiah dan Diskusi Mahasiwa https://prosidingmhm.mitrahusada.ac.id/index.php/forisma/article/view/849 MANAJEMEN ASUHAN KEBIDANAN PADA NY. D DENGAN HIPERTENSI GESTASIONAL PADA IBU HAMIL DI KLINIK PRATAMA NIRMALA SAPNI KECAMATAN MEDAN PERJUANGAN KOTA MEDAN PROVINSI SUMATRA UTARA TAHUN 2025 2026-01-15T22:28:16+07:00 Tia Widianti 2219201115@mitrahusada.ac.id Rismalia Tarigan rismaliatarigan@mitrahusada.ac.id Intan Maharani Marpaung 2219201041@mitrahusada.ac.id Sari Zubaidah Harahap 2519201585@mitrahusada.ac.id Afni Desria Purba 2519201599@mitrahusada.ac.id Rika Handayani 2519201590@mitrahusada.ac.id Nirmala Sapni nirmalasapni@mitrahusada.ac.id <p><strong>ABSTRAK </strong></p> <p>Kehamilan adalah suatu proses pembentukan janin yang dimulai dari masa konsepsi sampai lahirnya janin. lama masa kehamilan yang aterm adalah 280 hari (40 Minggu atau 9 Bulan 7 Hari) yang dihitung mulai dari hari pertama haid terakhir ibu. Hipertensi dalam kehamilan merupakan kondisi tekanan darah tinggi yaitu ≥ 140/90 mmHg yang dapat meningkatkan resiko kematian dan angka kesakitan pada ibu hamil. Hipertensi dalam kehamilan disebabkan oleh faktor risiko dan faktor predisposisi. Faktor resiko yaitu primigravida, primipaternitas, hiperplasentosis, riwayat keluarga pernah preeklamsia/eklamsia, penyakit-penyakit ginjal dan hipertensi yang sudah ada sebelum hamil, status gizi, obesitas dan kecemasan. Jumlah estimasi penderita hipertensi di Provinsi Sumatera Utara tahun 2024 yang berusia ≥ 15 tahun adalah sebanyak 3.340.835 orang. <strong>Hasil</strong> : Asuhan pada NY "D" dengan hipertensi gestasional dengan keluhan Mengatakan merasakan sering sakit kepala serta penglihatan kabur dan selama pemantauan dilakukan dengan baik akan mencegah terjadinya komplikasi lainya.<strong> Kesimpulan : </strong>Dari studi kasus setelah dilakukan pemantauan dan analisa data pada ibu dengan keluhan Mengatakan merasakan sering sakit kepala serta penglihatan kabur di Klinik Pratama Nirmala Sapni pada tahun 2025 pemantauan pada masa kehamilan berjalan dengan baik dan sesuai dengan asuhan yang diperlukan, dengan hasil tidak di temukan kesenjangan antara teori dan kasus yang di dapatkan.</p> <p>&nbsp;</p> 2026-01-23T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Prosiding Forum Ilmiah dan Diskusi Mahasiwa https://prosidingmhm.mitrahusada.ac.id/index.php/forisma/article/view/865 EKSPLORASI PERAN BUDAYA MAHASISWA DALAM MEMBENTUK PERILAKU PREVENTIF PENYAKIT DEGENERATIF DAN KESIAPSIAGAAN BENCANA SEBAGAI UPAYA RESILIENSI KESEHATAN 2026-01-15T22:56:13+07:00 Firman Jaya Zai nillaaww@gmail.com Leli Alfrian Ningsi Zega lelizega@gmail.com Nilawati nilaaww@gmail.com <p><em>The complex interaction among contemporary student culture—characterized by social gatherings (“hanging out”), consumption of instant food, digital dependency, and academic pragmatism—and the two fundamental pillars of health resilience: early prevention of degenerative diseases and disaster preparedness. Amid Indonesia's demographic transition, which promises a demographic bonus by 2045, a concerning health challenge emerges: the productive-age population, particularly university students, exhibits a significantly increasing risk profile for catastrophic diseases, alongside high vulnerability to geological and hydrometeorological disasters.Using a qualitative approach with a phenomenological design and elements of rapid ethnography, this study synthesizes data from participatory field observation, in-depth interviews, and analysis of recent literature. The main findings reveal a sharp cognitive dissonance: students possess high theoretical literacy in health and disaster preparedness, yet their daily practices are dominated by an “instant culture” and optimism bias that hinder preventive action. Social rituals such as “hanging out” are identified as a double-edged sword; they serve as a vital stress-coping mechanism (social capital) while simultaneously incubating sedentary behavior, poor nutrition intake, and disrupted circadian rhythms.In the context of disasters, the phenomenon of “illusory preparedness” impedes the translation of knowledge into concrete mitigation actions, compounded by low self-efficacy and a pre-fragile physical condition. This report proposes a new framework for culture-based health resilience, integrating students’ social capital with sustainable behavioral interventions, rejecting conventional top-down approaches in favor of more organic, participatory, and culturally relevant strategies.</em></p> <p>&nbsp;</p> 2026-01-23T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Prosiding Forum Ilmiah dan Diskusi Mahasiwa https://prosidingmhm.mitrahusada.ac.id/index.php/forisma/article/view/869 FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENGGUNAAN ALAT KONTRASEPSI INTRA UTERINE DEVICE (IUD) PADA WANITA USIA SUBUR 2026-01-15T22:49:27+07:00 Citra Octavia Nainggolan citranainggolan357@gmail.com Damayanti damayanty@mitrahusada.ac.id Fenti 2519201608@mitrahusada.ac.id Sakinah 519201438@mitrahusada.ac.id Sandi rika aprika 2519201442@mitrahusadaac.id Ermawati 25192201607@mitrahusada.ac.id Margaretha Lisna Simamora 2519201294@mitrahusadaac.id <p>Penggunaan alat kontrasepsi Intra Uterine Device (IUD) di Indonesia masih relatif rendah dibandingkan metode kontrasepsi lainnya, meskipun IUD dikenal sebagai metode kontrasepsi jangka panjang yang efektif dan aman. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa rendahnya pemanfaat &nbsp;IUD dipengaruhi oleh faktor pengetahuan, sikap, minat, dukungan pasangan, tingkat pendidikan, serta faktor sosial ekonomi. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji dan mensintesis hasil-hasil penelitian terkait faktor-faktor yang memengaruhi penggunaan IUD dalam program Keluarga Berencana (KB) berdasarkan kajian literatur dari beberapa jurnal nasional. Metode yang digunakan adalah literature review terhadap artikel penelitian yang relevan dengan topik pengetahuan, minat, edukasi, dan faktor pendukung penggunaan IUD. Hasil kajian menunjukkan bahwa peningkatan pengetahuan melalui edukasi kesehatan, dukungan suami, dan akses informasi yang tepat berperan penting dalam meningkatkan minat dan penggunaan IUD. Oleh karena itu, intervensi edukatif dan pendekatan berbasis keluarga</p> <p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;</p> 2026-02-17T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Prosiding Forum Ilmiah dan Diskusi Mahasiwa https://prosidingmhm.mitrahusada.ac.id/index.php/forisma/article/view/897 ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PEMILIHAN METODE ALAT KONTRASEPSI DI KLINIK KLINIK LIZA MEDICA KECAMATAN BABUSALAM KABUPATEN ACEH TENGGARA PROVINSI ACEH TAHUN 2025 2026-01-15T23:21:59+07:00 Anisa fitri 2419201103@mitrahusada.ac.id Mastaida Tambun mastaidatambun@mitrahusada.ac.id Elisabet Ompusunggu 2319201780@mitrahusada.ac.id Fitriani 2519201627@mitrahusada.ac.id Rita Enzellia Br Tarigan 2319201069@mitrahusada.ac.id Suci Meirani Hutabarat 2519201412@mitrahusada.ac.id Iccen Renata Nababan 2519201836@mitrahusada.ac.id <p>Program Keluarga Berencana (KB) menjadi strategi pemerintah untuk mengendalikan angka kelahiran serta meningkatkan kesejahteraan kesehatan ibu dan anak. Namun, pilihan metode kontrasepsi pada pasangan usia subur (PUS) dipengaruhi beragam faktor medis dan non-medis. Penelitian ini menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi pemilihan alat kontrasepsi di Klinik Liza Medica, Kecamatan Babussalam, Kabupaten Aceh Tenggara, Provinsi Aceh tahun 2025. Penelitian bersifat kuantitatif dengan desain cross-sectional, melibatkan 40 responden terpilih melalui purposive sampling. Data dikumpul via kuesioner, dianalisis univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square (α=0,05) temuan mengungkap hubungan signifikan antara pengetahuan (p=0,004), dukungan suami (p=0,047), dan nilai budaya (p=0,004) dengan pemilihan metode kontrasepsi. Responden pengetahuan rendah lebih memilih metode hormonal (73,7%), sementara yang didukung suami condong ke non-hormonal (61,5%). Penelitian ini menekankan perlunya edukasi KB, peran suami, dan adaptasi norma budaya untuk metode KB yang efektif(Azzahra et al., 2022)</p> 2026-02-17T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Prosiding Forum Ilmiah dan Diskusi Mahasiwa https://prosidingmhm.mitrahusada.ac.id/index.php/forisma/article/view/903 Manajemen MANAJEMEN ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU HAMIL DENGAN CA MAMMAE DI RUANGAN THA’IF RSU HAJI MEDAN SUMATERA UTARA TAHUN 2025 2026-01-15T23:43:17+07:00 Siti Nurcahaya Siagian 2319201067@mitrahusada.ac.id Ika Damayanti damayanty@mitrahusada.ac.id Elsa M Simanjuntak 2319201774@mitrahusada.ac.id Santa Malini Gultom 2519201584@mitrahusada.ac.id Rosalia V L Sihombing 2519201593@mitrahusada.ac.id Sry Iswanika 2519201789@mitrahusada.ac.id Rohmah Yuni Andriani 2519201792@mitrahusada.ac.id <p>Latar Belakang: Carcinoma Mammae ( kanker payudara) yang terjadi selama masa kehamilan atau Pregnancy-Associated Breast Cancer (PABC) merupakan kondisi klinis yang kompleks dan jarang terjadi. Keberadaan keganasan pada masa gestasi memberikan tantangan besar dalam asuhan kebidanan karena harus mempertimbangkan keselamatan jiwa ibu sekaligus kesejahteraan janin yang sedang berkembang. Penatalaksanaan yang tepat diperlukan untuk meminimalisir risiko komplikasi lebih lanjut.<br />Tujuan: Studi kasus ini bertujuan untuk melaksanakan manajemen asuhan kebidanan pada ibu hamil dengan Carcinoma Mammae di Ruang Tha’if RSU Haji Medan melalui pendekatan komprehensif 7 langkah Helen Varney dan pendokumentasian SOAP. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Subjek asuhan adalah Ny. W, seorang ibu hamil G3P2A0 usia 35 tahun dengan usia kehamilan 19 minggu yang didiagnosa menderita kanker payudara. Data dikumpulkan melalui observasi langsung, wawancara mendalam, pemeriksaan fisik, serta pemeriksaan penunjang di rumah sakit selama periode dinas 16–29 Juni 2025. Hasil: Pengkajian menunjukkan pasien mengalami nyeri akut pada payudara kanan disertai adanya massa/benjolan yang mengeras. Asuhan yang diberikan meliputi pemantauan tanda-tanda vital secara ketat, pemberian oksigenasi untuk stabilisasi, kolaborasi pemberian terapi analgesik (Ketorolac) untuk manajemen nyeri, serta dukungan psikologis. Selama masa perawatan, kondisi janin terpantau stabil dengan DJJ dalam batas normal. Penulis mengidentifikasi pentingnya kolaborasi multidisiplin antara bidan, dokter spesialis onkologi, dan dokter spesialis kandungan. Kesimpulan: Manajemen asuhan pada Ny. W telah dilaksanakan sesuai standar tanpa adanya kesenjangan yang signifikan antara teori dan praktik di lapangan. Fokus utama asuhan adalah manajemen nyeri dan kesiapan rujukan untuk penanganan kanker definitif guna meningkatkan prognosis ibu.</p> 2026-02-17T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Prosiding Forum Ilmiah dan Diskusi Mahasiwa https://prosidingmhm.mitrahusada.ac.id/index.php/forisma/article/view/914 EFEKTIFITAS MEDIA BOOKLET TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU TERHADAP PENCEGAHAN ANEMIA PADA IBU HAMIL DI PMB VENITRA GURNING KECAMATAN SIDAMANIK KABUPATEN SIMALUNGUN TAHUN 2024 2026-01-15T23:58:48+07:00 Media Marbun 2319201317@mitrahusada.ac.id Ingka Kristina Pangaribuan ingkakristin@mitrahusada.ac.id Median Marbun 2419201037@mitrahusada.ac.id Gisela Br.Panjaitan 2519201019@mitrahusada.ac.id Clara Maha Fretty Naenggolan 2519201134@mitrahusada.ac.id Riang Fitri Tafonao 2419201053@mitrahusada.ac.id Enda Agina Br Karo 2519201017@mitrahusada.ac.id <p>Anemia pada ibu hamil masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang berkontribusi terhadap meningkatnya risiko komplikasi kehamilan dan persalinan. Salah satu upaya pencegahan anemia adalah peningkatan pengetahuan dan sikap ibu hamil melalui pendidikan kesehatan.(Fauzianty et al., 2025)Media booklet merupakan salah satu media edukasi cetak yang dinilai efektif karena mudah dipahami dan dapat dipelajari secara mandiri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas media booklet terhadap peningkatan pengetahuan dan sikap ibu hamil dalam pencegahan anemia di PMB Venitra Gurning Kecamatan Sidamanik Kabupaten Simalungun tahun 2024. Penelitian menggunakan desain quasi experiment dengan pendekatan pretest–posttest with control group. Sampel penelitian berjumlah 30 ibu hamil yang dibagi menjadi kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pengetahuan dan sikap, kemudian dianalisis dengan uji Mann–Whitney. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara kelompok intervensi dan kontrol, baik pada variabel pengetahuan maupun sikap (p &lt; 0,05). Disimpulkan bahwa media booklet efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap ibu hamil terhadap pencegahan anemia. Media booklet direkomendasikan sebagai sarana edukasi kesehatan dalam pelayanan antenatal.</p> 2026-02-17T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Prosiding Forum Ilmiah dan Diskusi Mahasiwa https://prosidingmhm.mitrahusada.ac.id/index.php/forisma/article/view/921 HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP WANITA USIA SUBUR TERHADAP MINAT MELAKUKAN IVA (INSPEKSI VISUAL ASAM ASETAT) TEST DI PUSKESMAS SAWIT SEBERANG KECAMATAN SAWIT SEBERANG KABUPATEN LANGKAT PROVINSI SUMATERA UTARA TAHUN 2023 2026-01-16T00:06:49+07:00 Suriani 2219201774@mitrahusada.ac.id Ninsah Manadala Putri ninsahmandala@mitrahusada.ac.id kezia s.a bakti rajagukguk 2319201030@mitrahusada.ac.id Riska Melisa Tanjung 2419201718@mitrahusada.ac.id Noni 2519201039@mitrahusada.ac.id Azimar 2519201125@mitrahusada.ac.id Mimi Anggelina mimiangelina@mitrahusada.ac.id <p><strong>Pendahuluan: </strong>Kanker serviks adalah kanker kedua yang paling umum di kalangan wanita, dengan angka kematian mencapai 10,3% menurut WHO. Di Indonesia, terdapat 32.460 kasus kanker serviks yang didominasi oleh infeksi Human Papillomavirus (HPV). Meskipun skrining dengan metode IVA Test dianggap sederhana dan murah, penerapannya masih rendah karena kurangnya kesadaran dan persiapan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kesadaran akan pentingnya skrining kanker serviks, dengan harapan dapat meningkatkan deteksi dini dan penanganan yang lebih baik di Masyarakat. <strong>Tujuan: </strong>Untuk Mengetahui Pengetahuan dan Sikap Wanita Usia Subur Terhadap Minat Melakukan IVA Test di Puskesmas Sawit Seberang Kecamatan Sawit Seberang Kabupaten Langlat Tahun 2023. <strong>Populasi&nbsp; dan Sampel: </strong>Calon Pengantin Perempuan yang Datang Melakukan Kunjungan IVA Test Wilayah Kerja Puskesmas Sawit Seberang Kecamatan Sawit Seberang Kabupaten Langkat dari Bulan Juni sampai Desember 2023 berjumlah 36 Orang. <strong>Metode Penelitian: </strong>Penelitian ini Menggunakan Survei Analitik dengan Pendekatan Cross Sectional dengan Jenis Penelitian Kuantitatif dan Teknik Analisis Univariat dan Bivariat. <strong>Hasil: </strong>Setelah dilakukan analisis data, dapat dilihat bahwa karakteristik terbanyak pada umur 35 tahun sebanyak 39 ibu (54,12%), pendidikan menengah sebanyak 37 ibu (51,39%), ibu tidak bekerja sebanyak 51 ibu70,83%). Pengetahuan WUS tentang pemeriksaan IVA terbanyak dalam kategori pengetahuan kurang sebanyak 31 orang (43,06%). Sikap WUS tentang pemeriksaan IVA terbanyak dalam kategori sikap negatif sebanyak 41 orang (56,94%). <strong>Kesimpulan: </strong>Pengetahuan WUS tentang pemeriksaan IVA di Puskesmas Sawit Seberang sebagian besar dalam kategori pengetahuan kurang.Sikap WUS tentang pemeriksaan IVA di Puskesmas Sawit Seberang sebagian besar dalam kategori sikap negatif.Wanita usia subur yang bersikap positif sebagian besar memiliki pengetahuan yang cukup, sedangkan WUS yang memiliki sikap negatif sebagian besar memiliki pengetahuan kurang.</p> 2026-02-17T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Prosiding Forum Ilmiah dan Diskusi Mahasiwa https://prosidingmhm.mitrahusada.ac.id/index.php/forisma/article/view/936 FAKTOR RESIKO MATERNAL KEJADIAN BAYI BERAT LAHIR RENDAH (BBLR) DI RSU HKBP BALIGE KABUPATEN TOBA PROVINSI SUMATERA UTARA TAHUN 2024 2026-01-16T10:07:21+07:00 Miseri Kordias Diminim Sihombing 231901368mitrahusada@ac.id Marta Armita Silaban martaarmita@mitrahusada.ac.id Srikandi Simbolon 2319201068@mitrahusada.ac.id Surya Ningtyas 2319201070mitrahusada@ac.id Auliana Aldiga 2519201620mitrahusada@ac.id Chindya Suci Chairani 2519201621mitrahusada@ac.id Hafidhah 2519201549@mitrahusada.ac.id <p>Berat badan lahir rendah (BBLR) merupakan masalah kesehatan utama di Indonesia, menyumbang 34,5% kematian neonatal pada 2021 dan berkontribusi pada Angka Kematian Bayi (AKB) sebesar 24 per 1.000 kelahiran hidup, sejalan dengan target SDG 3 untuk kesehatan dan kesejahteraan. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor risiko maternal yang berhubungan dengan kejadian BBLR pada ibu bersalin di RSU HKBP Balige, Kabupaten Toba, Sumatera Utara tahun 2024. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi berjumlah 119 ibu bersalin dan sampel sebanyak 54 orang yang diambil dengan random sampling. Melalui pemanfaatan rekam medis sebagai sumber data primer, penelitian ini menggunakan uji Chi-Square dalam prosedur analisis data untuk mengukur tingkat signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel usia (p=0,015), paritas (p=0,023), status gizi/KEK (p=0,013), dan anemia (p=0,011) memiliki hubungan signifikan dengan kejadian BBLR. Kesimpulannya bahwa faktor risiko maternal seperti usia ibu, paritas tinggi, status gizi kurang, dan anemia berhubungan dengan meningkatnya risiko kelahiran BBLR.</p> 2026-02-17T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Prosiding Forum Ilmiah dan Diskusi Mahasiwa https://prosidingmhm.mitrahusada.ac.id/index.php/forisma/article/view/939 Kolerasi KOLERASI PENGETAHUAN, PENDIDIKAN DAN PARITAS IBU DENGAN KEJADIAN MASTITIS PADA IBU NIFAS DI PMB HEMAMALINA DESA WIHNI DURIN KECAMATAN SILIH NARA KABUPATEN ACEH TENGAH TAHUN 2025 2026-01-16T09:52:52+07:00 Okta Piara 241920167@mitrahusada.ac.id Mediana Br. Sembiring mediana@mitrahusada.ac.id ulfah lubis fahlubis31@gmail.com wandana Lisfa Nuri 2319201076@mitrahusada.ac.id nova elizabet 2419201074@mitrahusada.ac.id sondang samosir 2419201075@mitrahusada.ac.id dian rengganis 2519201157@mitrahusada.ac.id <p>Masa nifas merupakan periode penting bagi ibu setelah persalinan, di mana berbagai masalah kesehatan dapat terjadi, salah satunya adalah mastitis. Mastitis dapat menimbulkan ketidaknyamanan, mengganggu proses menyusui, serta berdampak pada kesehatan ibu dan bayi. Beberapa faktor yang diduga berhubungan dengan kejadian mastitis pada ibu nifas antara lain tingkat pengetahuan, tingkat pendidikan, dan paritas ibu. Pengetahuan yang kurang mengenai teknik menyusui dan perawatan payudara, tingkat pendidikan yang rendah, serta kurangnya pengalaman menyusui pada ibu primipara dapat meningkatkan risiko terjadinya mastitis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi tingkat pengetahuan, pendidikan, dan paritas ibu dengan kejadian mastitis pada ibu nifas di PMB Hemamalina Desa Wihni Durin Kecamatan Silih Nara Kabupaten Aceh Tengah Tahun 2025. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif analitik dengan pendekatan korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu nifas di PMB Hemamalina pada bulan Februari sampai April 2025. Sampel penelitian berjumlah 69 ibu nifas yang diambil menggunakan teknik total sampling. Variabel independen dalam penelitian ini adalah tingkat pengetahuan, pendidikan, dan paritas ibu, sedangkan variabel dependen adalah kejadian mastitis. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner terstruktur dan dianalisis secara statistik untuk mengetahui hubungan antarvariabel.</p> <p>Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam meningkatkan upaya promotif dan preventif, khususnya peran tenaga kesehatan dalam memberikan edukasi mengenai perawatan payudara dan teknik menyusui yang benar, sehingga kejadian mastitis pada ibu nifas dapat dicegah dan keberhasilan pemberian ASI dapat ditingkatkan.</p> <p>&nbsp;</p> 2026-02-17T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Prosiding Forum Ilmiah dan Diskusi Mahasiwa https://prosidingmhm.mitrahusada.ac.id/index.php/forisma/article/view/947 MANAJEMEN ASUHAN KEBIDANAN PADA PASIEN DIABETES MELITUS DI RUANGAN SHAFA MARWAH RUMAH SAKIT UMUM HAJI MEDAN TAHUN 2025 2026-01-16T11:48:25+07:00 Juwita Dalimunthe juwitarantika26@gmail.com Retno Wahyuni retnowahyuni@mitrahusada.ac.id Melanie 2519201073@mitrahusada.ac.id Zafira Aqilla 2419201038@mitrahusada.ac.id Esrawati Gulto 2519201071@mitrahusada.ac.id Nova Lianika Sianturi 2019001315@mitrahusada.ac.id Desfi Saihani desfisaihani@mitrahusada.ac.id <p>Latar Belakang: Diabetes melitus merupakan penyakit metabolik kronis yang ditandai dengan<br>peningkatan kadar glukosa darah dan berpotensi menimbulkan berbagai komplikasi apabila<br>tidak dikelola secara optimal. Keterlibatan tenaga kesehatan, termasuk bidan, sangat<br>dibutuhkan dalam memberikan asuhan yang komprehensif melalui pemantauan kondisi pasien,<br>edukasi kesehatan, serta upaya pencegahan komplikasi.<br>Tujuan: Mendeskripsikan pelaksanaan manajemen asuhan kebidanan pada pasien dengan<br>diabetes melitus di Ruang Shafa Marwah RSU Haji Medan.<br>Metode: Artikel ini disusun menggunakan metode laporan kasus. Subjek penelitian adalah<br>seorang pasien laki-laki berusia 63 tahun dengan diagnosis diabetes melitus yang menjalani<br>perawatan di Ruang Shafa Marwah RSU Haji Medan tahun 2025. Data dikumpulkan melalui<br>wawancara, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang. Pemberian asuhan kebidanan<br>dilakukan berdasarkan pendekatan manajemen 7 langkah Varney.<br>Hasil: Pelaksanaan asuhan kebidanan menunjukkan adanya perbaikan kondisi pasien,<br>penurunan keluhan yang dirasakan, kestabilan tanda-tanda vital, serta meningkatnya<br>pengetahuan pasien mengenai pengelolaan diabetes melitus dan perawatan mandiri.<br>Kesimpulan: Asuhan kebidanan yang dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan mampu<br>membantu pengendalian diabetes melitus serta mengurangi risiko terjadinya komplikasi.</p> 2026-02-17T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Prosiding Forum Ilmiah dan Diskusi Mahasiwa https://prosidingmhm.mitrahusada.ac.id/index.php/forisma/article/view/951 LITERATURE REVIEW : PERAN BIDAN UNTUK MENDETEKSI DAN MENCEGAH SYOK HIPOVOLEMIK PADA KASUS PLASENTA PREVIA 2026-01-16T12:54:36+07:00 Malona Siregar 2419201035@mitrahusada.ac.id Eka Falentina Tarigan ekafalentina@mitrahusada.ac.id Loly Frety Lumban Gaol 2419201033@mitrahusada.ac.id Inti Niat Bate'e 2519201235@mitrahusada.ac.id Irawati 2419201236@mitrahusada.ac.id Padilatul Jum'Ah 2519201634@mitrahusada.ac.id Erna 25192016746@mitrahusada.ac.id <p>Plasenta previa merupakan salah satu penyebab utama perdarahan obstetri yang berpotensi menimbulkan komplikasi serius, sekitar 20-30 kasus pendarahan antepartum seperti anemia berat, perdarahan masif, dan syok hipovolemik yang mengancam keselamatan ibu dan janin. Perdarahan akibat plasenta previa dapat terjadi pada masa antepartum maupun postpartum dan sering kali memerlukan penanganan kegawatdaruratan yang cepat dan terintegrasi. Tujuan penulisan literature review ini adalah untuk menganalisis peran tenaga kesehatan, khususnya bidan, dalam mendeteksi dini dan mencegah terjadinya syok hipovolemik pada kasus plasenta previa berdasarkan temuan ilmiah dari berbagai penelitian. Metode yang digunakan adalah literature review terhadap sepuluh artikel nasional yang dipublikasikan pada rentang tahun 2020–2025, yang diperoleh melalui pencarian Google Scholar dengan kata kunci plasenta previa, perdarahan obstetri, syok hipovolemik, dan asuhan kebidanan. Hasil telaah menunjukkan bahwa sebagian besar penelitian menggunakan desain laporan kasus dan observasional deskriptif, dengan temuan utama berupa perdarahan hebat yang berujung pada ketidakstabilan hemodinamik ibu. Penatalaksanaan yang efektif meliputi deteksi dini faktor risiko, pemantauan ketat kondisi ibu dan janin, stabilisasi hemodinamik melalui resusitasi cairan dan transfusi darah, serta terminasi kehamilan dengan seksio sesarea bila diperlukan. Peran bidan sangat krusial dalam mengenali tanda bahaya, melakukan asuhan kebidanan berkesinambungan, memberikan edukasi kepada ibu hamil, serta melakukan rujukan tepat waktu dan kolaborasi dengan tim medis. Kesimpulan dari kajian ini menunjukkan bahwa peningkatan kualitas pelayanan antenatal dan kesiapsiagaan tenaga kesehatan, terutama bidan, sangat berpengaruh dalam mencegah komplikasi berat dan menurunkan angka morbiditas serta mortalitas ibu dan janin akibat plasenta previa.</p> 2026-02-17T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Prosiding Forum Ilmiah dan Diskusi Mahasiwa https://prosidingmhm.mitrahusada.ac.id/index.php/forisma/article/view/961 MANAJEMEN ASUHAN KEBIDANAN PADA ANAK 3 TAHUN PASCA OPERASI DENGAN LABIOSKIZIS DI RUANGAN MUSDALIFAH RUMAH SAKIT UMUM HAJI MEDAN SUMATRA UTARA TAHUN 2025 2026-01-16T14:47:15+07:00 Dinda Suci Melani 2419201080@mitrahusada.ac.id Sonia Novita Sari Sonianovita@mitrahusada.ac.id Agnes Mutiara Simorangkir 2419201076@mitrahusada.ac.id Wahyu Nur Irbah 2519201068@mitrahusada.ac.id Marni Zega 2519201298@mitrahusada.ac.id Masruroh Dawolok 2519201303@mitrahusada.ac.id Rahmadani rahmadani@mitrahusada.ac.id <p>Labioskizis merupakan kelainan kongenital yang ditandai dengan adanya celah pada jaringan akibat kegagalan penyatuan struktur embrional, yang dapat berdampak pada fungsi fisiologis, kenyamanan, serta kondisi psikososial anak dan keluarganya. Penatalaksanaan utama pada kasus labioskizis adalah tindakan operasi korektif, yang memerlukan manajemen asuhan pasca operasi secara komprehensif untuk mencegah komplikasi dan mendukung proses penyembuhan optimal. Anak usia prasekolah, khususnya usia 3 tahun, memiliki karakteristik perkembangan yang menuntut pendekatan perawatan khusus karena keterbatasan kemampuan komunikasi dan tingginya ketergantungan terhadap orang tua. Laporan Clinical Exposure ini bertujuan untuk menggambarkan penerapan manajemen asuhan pada anak usia 3 tahun pasca operasi labioskizis di RSU Haji Medan Provinsi Sumatera Utara Tahun 2025. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan manajemen asuhan kebidanan berdasarkan 7 langkah Varney dan pendokumentasian SOAP, yang meliputi tahap pengkajian, penetapan diagnosis, perencanaan, implementasi, dan evaluasi. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa masalah utama yang dialami anak adalah nyeri akut pasca pembedahan, disertai risiko infeksi luka operasi dan penurunan kenyamanan. Intervensi yang diberikan meliputi pemantauan tanda-tanda vital, manajemen nyeri secara farmakologis dan nonfarmakologis, perawatan luka operasi sesuai standar, pemenuhan kebutuhan nutrisi dan cairan, serta edukasi dan dukungan emosional kepada orang tua. Evaluasi asuhan menunjukkan adanya perbaikan kondisi anak yang ditandai dengan penurunan skala nyeri, luka operasi bersih dan kering tanpa tanda infeksi, meningkatnya kenyamanan, serta kemampuan orang tua dalam melakukan perawatan lanjutan di rumah. Kesimpulan dari laporan ini menunjukkan bahwa manajemen asuhan yang holistik, terencana, dan berkesinambungan dengan melibatkan keluarga secara aktif sangat berperan dalam keberhasilan pemulihan anak pasca operasi labioskizis.</p> 2026-02-17T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Prosiding Forum Ilmiah dan Diskusi Mahasiwa https://prosidingmhm.mitrahusada.ac.id/index.php/forisma/article/view/966 OPTIMALISASI RESPON KEGAWATDARURATAN DAN PENYAKIT DEGENERATIF DALAM MENDUKUNG PENCAPAIAN SDGs (Sustainable Development Goals) MENUJU INDONESIA EMAS 2045 2026-01-16T22:12:33+07:00 zahwa zahwa aulia barata lubis zahwaauliabaratalubis@gmail.com Safira Aji Amanda firasafira1203@gmail.com Dinda Silvira dindasilvira816@gmail.com Diana Aisah Putri dianaaisahputri8@gmail.com Siti Nurhamidah snur72575@gmail.com Annisa Namirah Nasution annisanamirah96@gmail.com Nopita Yanti Sitorus nopistr27@gmail.com <p>Resiliensi kesehatan nasional menjadi pilar penting dalam menghadapi meningkatnya kejadian kegawatdaruratan kesehatan dan prevalensi penyakit degeneratif di Indonesia yang berpotensi menghambat pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) dan visi Indonesia Emas 2045 apabila tidak dilaksanakan dengan sistem kesehatan yang tangguh hingga tingkat masyarakat. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji dan menganalisis berbagai temuan ilmiah terkait kesiapsiagaan kegawatdaruratan kesehatan dan upaya pencegahan penyakit degeneratif sebagai strategi penguatan resiliensi kesehatan nasional. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan pendekatan naratif terhadap jurnal ilmiah nasional terakreditasi periode 2021–2025 yang relevan dengan topik resiliensi kesehatan, kegawatdaruratan kesehatan, penyakit degeneratif, dan SDGs bidang kesehatan. Hasil kajian menunjukkan bahwa kesiapsiagaan masyarakat di Indonesia masih berada pada kategori sedang hingga rendah, sementara penyakit degeneratif menjadi faktor dominan yang meningkatkan beban kegawatdaruratan kesehatan akibat rendahnya perilaku pencegahan dan skrining rutin. Oleh karena itu, penguatan edukasi kesehatan, optimalisasi pelayanan kesehatan primer, serta integrasi program pencegahan penyakit degeneratif menjadi kunci dalam membangun resiliensi kesehatan nasional guna mendukung pencapaian SDGs dan visi Indonesia Emas 2045.</p> 2026-02-17T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Prosiding Forum Ilmiah dan Diskusi Mahasiwa https://prosidingmhm.mitrahusada.ac.id/index.php/forisma/article/view/975 PENGARUH WOOLWICH MASSAGE TERHADAP PENGELUARAN ASI PADA IBU POST PARTUM DI PUSKESMAS MARIHAT BANDAR KECAMATAN BANDAR KABUPATEN SIMALUNGUN TAHUN 2025 2026-01-16T16:34:57+07:00 Taruli Br Manullang 2419201697@mitrahusada.ac.id Lidya Natalia Br Sinuhaji lydianatalia@mitrahusada.ac.id Gita Yanti Simamora 2319401030@mitrahusada.ac.id Kristina 2319401032@mitrahusada.ac.id Savira Sahla Aulia Ritonga 2419401026@mitrahusada.ac.id Shinta Olivia Hia 2319401038@mitrahusada.ac.id Uci Rahmadhani 2419401028@mitrahusada.ac.id <p>Pendahuluan: Kelancaran pengeluaran ASI pada ibu post partum merupakan faktor penting dalam keberhasilan menyusui, namun masih sering mengalami hambatan pada masa nifas awal. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat dilakukan adalah Woolwich massage. Metode: Penelitian ini menggunakan metode quasi eksperimen dengan desain pretest–posttest yang dilakukan pada ibu post partum di Puskesmas Marihat Bandar Kecamatan Bandar Kabupaten Simalungun Tahun 2025, dengan pengukuran pengeluaran ASI sebelum dan sesudah pemberian Woolwich massage. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan pengeluaran ASI pada sebagian besar responden setelah dilakukan Woolwich massage. Pembahasan: Woolwich massage terbukti mampu merangsang hormon oksitosin dan prolaktin serta memberikan efek relaksasi pada ibu nifas sehingga membantu kelancaran pengeluaran ASI. Kesimpulan: Woolwich massage berpengaruh terhadap pengeluaran ASI pada ibu post partum dan dapat direkomendasikan sebagai bagian dari asuhan kebidanan masa nifas untuk mendukung keberhasilan pemberian ASI.</p> 2026-02-17T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Prosiding Forum Ilmiah dan Diskusi Mahasiwa https://prosidingmhm.mitrahusada.ac.id/index.php/forisma/article/view/981 MANAJEMEN ASUHAN KEBIDANAN YANG UNGGUL DAN PADA NY. L NIFAS DI KLINIK RIZKI KEC MEDAN PERJUANGAN, KOTA MEDAN SUMATRA UTARA PADA TAHUN 2024 2026-01-16T16:26:35+07:00 Clara deltis 2319401003@mitrahusadaac.id Clinton Antoni clintonantoni@mitrahusada.ac.id Abel Amanda 0122029401@mitrahusadaac.id Klarasati 2319401001@mitrahusada.ac.id Kasihati buulolo 2419401018@mitrahusada.ac.id Nurbulan 2319401033@mitrahusada.ac.id Modesta Marpaung 2219001392@mitrahusada.ac.id <p>Manajemen nifas yang efektif terutama diukur dari keberhasilan pencegahan morbiditas dan mortalitas ibu selama masa transisi ini. Perawatan kesehatan komprehensif untuk wanita pascapersalinan sangat penting, karena proses pemulihan fisiologis biasanya berlangsung hingga delapan minggu setelah melahirkan, membuat ibu rentan terhadap berbagai komplikasi infeksi dan risiko yang mengancam jiwa. Selama kondisi fisik ibu belum sepenuhnya pulih, ia rentan terhadap berbagai penyakit menular terkait dan dapat menimbulkan risiko kematian ibu. WHO memperkirakan bahwa sekitar 10,7 juta wanita di seluruh dunia meninggal karena persalinan, dan 25-50% penyebabnya adalah masalah kesehatan yang berkaitan dengan persalinan. Studi ini bertujuan untuk menentukan hubungan antara usia, pekerjaan, pendidikan, durasi kehamilan, dan paritas dengan kunjungan pascapersalinan di wilayah layanan Puskesmas Samata Gowa pada tahun 2019-2020. Jenis penelitian ini adalah studi analitik dengan desain studi potong lintang. Populasi penelitian ini terdiri dari seluruh ibu pascapersalinan yang tercatat dalam register Puskesmas Samata Gowa dari Januari 2019 hingga Oktober 2020, berjumlah 489 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah pengambilan sampel acak sederhana, menghasilkan total sampel sebanyak 141 ibu pascapersalinan. Data dianalisis menggunakan metode univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 41,8% responden dengan data tidak lengkap melakukan kunjungan pascapersalinan, dan 58,2% dari mereka yang memiliki data lengkap melakukannya.(Sinaga et al. 2025)</p> 2026-02-17T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Prosiding Forum Ilmiah dan Diskusi Mahasiwa https://prosidingmhm.mitrahusada.ac.id/index.php/forisma/article/view/1012 ASUHAN KEBIDANAN BERKELENJUTAN (CONTINUITY OF CARE) PADA NY.S DENGAN HYPERMESIS GRAVIDARUM DI KLINIK PRATAMA ELVI DIANA KELURAHAN KWALA BEKALA KECAMATAN MEDANJOHOR SUMATERA UTARA TAHUN 2025 2026-01-16T17:12:16+07:00 Elpri Rosalita Marbun Marbun stikesmitrahusada18@gmail.com Kamelia Sinaga kameliasinaga@mitrahusada.ac.id Dewi Muarrofa 2319401026@mitrahusada.ac.id Wilma Riana 2419401027@mitrahusada.ac.id Sri Wahyuni 2418401029@mitrahusada.ac.id Iberia Lase 2519201809@mitrahusada.ac.id Yunaji Sri Rezeki yunajisrirezeki@mitrahusada.ac.id <p> </p> <p><strong>Pendahuluan </strong>Hiperemesis gravidarum merupakan kondisi mual dan muntah berlebihan pada kehamilan yang dapat menyebabkan dehidrasi, gangguan elektrolit, penurunan berat badan, serta berisiko menimbulkan komplikasi pada ibu dan janin. Asuhan kebidanan berkelanjutan (<em>Continuity of Care</em>) merupakan pelayanan kebidanan yang dilakukan secara berkesinambungan mulai dari masa kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir hingga pelayanan keluarga berencana. Studi kasus ini membahas pelaksanaan asuhan kebidanan berkelanjutan pada Ny. S dengan hiperemesis gravidarum di Klinik Elvi Diana Kecamatan Medan Johor Tahun 2025. Tujuan asuhan ini adalah untuk melaksanakan asuhan kebidanan <em>Continuity of Care</em> pada Ny. S yang dimulai dari masa kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir sampai pelayanan keluarga berencana dengan menggunakan manajemen kebidanan tujuh langkah Helen Varney dan pendokumentasian SOAP. <strong>Metode</strong> Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan deskriptif melalui pengkajian, identifikasi masalah dan kebutuhan, antisipasi masalah potensial, tindakan segera, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi asuhan kebidanan.<strong>Hasil</strong> Hasil asuhan menunjukkan bahwa dengan pelaksanaan asuhan kebidanan secara berkesinambungan, kondisi ibu dan bayi dapat dipantau secara optimal, keluhan hiperemesis gravidarum dapat ditangani sesuai standar pelayanan kebidanan, serta tidak ditemukan komplikasi lanjutan pada ibu maupun bayi. Asuhan kebidanan <em>Continuity of Care</em> memberikan kontribusi dalam meningkatkan mutu pelayanan kebidanan serta mendukung upaya peningkatan kesehataniibudabayi.<strong>Kesimpulan</strong> Pendekatan ini memungkinkan deteksi dini, penanganan yang tepat, serta pencegahan komplikasi sehingga kondisi ibu dan bayi dapat terpantau secara optimal. Asuhan kebidanan berkelanjutan berperan penting dalam meningkatkan mutu pelayanan kebidanan dan mendukung upaya peningkatan kesehatan ibu dan bayi.</p> <p> </p> 2026-01-23T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Prosiding Forum Ilmiah dan Diskusi Mahasiwa https://prosidingmhm.mitrahusada.ac.id/index.php/forisma/article/view/1031 ASUHAN KEBIDANAN BERKELANJUTAN (CONTINUITY OF CARE) PADA NY.H DENGAN HIPERMESIS GRAVIDARUM GRADE II DI KLINIK PRATAMA ELVI DIANA KEL.KWALABEKALA KEC.MEDAN JOHOR KOTA MEDAN SUMATERA UTARA TAHUN 2026 2026-01-16T18:29:25+07:00 Sindi Cantika Sianturi 2319401039@mitrahusada.ac.id Nur Azizah nurazizah@mitrahusada.ac.id Herna Rinayanti Manurung hernarinayanti@mitrahusada.ac.id Nur Ulya Siahaan 2419401009@mitrahusada.ac.id Dernita Habeahan 2419401013@mitrahusada.ac.id Niska Wati Waruwu 2319401036@mitrahusada.ac.id Perkasa Ginting perkasaginting@mitrahusada.ac.id <p><em>Hiperemesis gravidarum merupakan kondisi mual dan muntah berlebihan pada kehamilan yang dapat mengganggu kondisi umum ibu serta berdampak terhadap kesehatan ibu dan janin apabila tidak ditangani secara tepat. Asuhan kebidanan berkelanjutan (Continuity of Care) merupakan pelayanan kebidanan yang diberikan secara komprehensif dan berkesinambungan mulai dari masa kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir hingga pelayanan keluarga berencana.</em> <em>Studi kasus ini membahas pelaksanaan <strong>Asuhan Manajemen Kebidanan Berkelanjutan (Continuity of Care)</strong> pada Ny. H usia 19 tahun dengan diagnosis <strong>Hiperemesis Gravidarum Grade II</strong> di Klinik Pratama Elvi Diana, Medan Tahun 2025. Tujuan asuhan ini adalah untuk melaksanakan asuhan kebidanan berkelanjutan pada Ny. H yang dimulai sejak masa kehamilan trimester I hingga pelayanan keluarga berencana dengan menggunakan manajemen kebidanan tujuh langkah menurut Helen Varney dan pendokumentasian <strong>SOAP</strong>.</em> <em>Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan deskriptif melalui pengkajian, identifikasi masalah dan kebutuhan, antisipasi masalah potensial, tindakan segera, perencanaan, pelaksanaan, serta evaluasi asuhan kebidanan.</em> <em>Hasil asuhan menunjukkan bahwa pelaksanaan asuhan kebidanan secara berkesinambungan mampu memperbaiki kondisi kesehatan ibu, mencegah terjadinya komplikasi, meningkatkan kesiapan ibu dalam menghadapi persalinan, masa nifas, perawatan bayi baru lahir, serta membantu ibu dalam merencanakan penggunaan kontrasepsi. Pemantauan yang dilakukan secara kontinu memungkinkan bidan mendeteksi masalah sejak dini dan memberikan intervensi yang tepat sesuai prinsip evidence based practice.</em></p> 2026-01-23T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Prosiding Forum Ilmiah dan Diskusi Mahasiwa https://prosidingmhm.mitrahusada.ac.id/index.php/forisma/article/view/1047 MANAJEMEN ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU HAMIL NY S DENGAN CA MAMAE DI RUANGAN IGD RSU HAJI MEDAN SUMATRA UTARA TAHUN 2025 2026-01-16T21:11:24+07:00 Tisman Hulu 2419201066@miotrahusada.ac.id Eka Purnamasari ekapurnamasari@mitrahusada.ac.id Tri Hidayah Akma Maha 2219201120@mitrahusada.ac.id Regita Aprianda 2219201092@mitrahusada.ac.id Fetrina Tafonao 2219201034@mitrahusada.ac.id Jawarni Kogabarti 2519201246@mitrahusada.ac.id Melli Zahra mellizahra@mitrahusada.ac.id <p>Kanker payudara atau Carcinoma Mammae merupakan salah satu tantangan kesehatan terbesar bagi kaum perempuan di tingkat global maupun nasional. Kondisi ini menjadi semakin kompleks apabila terjadi pada masa kehamilan, karena memerlukan manajemen yang sangat teliti untuk menjaga keselamatan ibu sekaligus kesejahteraan janin yang dikandung. Laporan ini mengkaji asuhan kebidanan pada Ny. S, seorang ibu hamil berusia 35 tahun yang terdiagnosis menderita kanker payudara di unit gawat darurat rumah sakit.<br>Fokus utama dalam tinjauan ini adalah mengevaluasi faktor-faktor risiko yang berkontribusi terhadap kondisi pasien serta menganalisis pilihan terapi yang tersedia. Dalam kasus ini, ditemukan bahwa faktor genetik, riwayat pemakaian kontrasepsi hormonal dalam jangka waktu lama, dan kondisi obesitas menjadi pemicu signifikan perkembangan sel ganas pada jaringan payudara pasien. Deteksi dini menjadi kunci utama mengingat sebagian besar kasus di Indonesia baru ditemukan ketika sudah mencapai stadium lanjut.<br>Implementasi asuhan dilakukan dengan pendekatan manajemen kebidanan yang komprehensif, mulai dari pengkajian data subjektif dan objektif hingga evaluasi tindakan. Tenaga kesehatan, khususnya bidan, memegang peranan vital dalam memberikan edukasi mengenai teknik pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) serta memberikan dukungan psikososial bagi ibu hamil yang menghadapi penyakit berat. Hal ini bertujuan untuk menekan angka mortalitas serta meningkatkan kualitas hidup penderita.<br>Hasil dari studi kasus ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif bagi pengembangan protokol pelayanan kebidanan di RSU Haji Medan. Diperlukan kolaborasi multidisiplin yang erat antara bidan, dokter spesialis, dan tenaga medis lainnya untuk memastikan pasien mendapatkan penanganan yang aman dan sesuai dengan standar medis terkini. Pencegahan perburukan penyakit menjadi prioritas utama dalam menangani kasus kehamilan dengan komplikasi keganasan.</p> 2026-01-23T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Prosiding Forum Ilmiah dan Diskusi Mahasiwa https://prosidingmhm.mitrahusada.ac.id/index.php/forisma/article/view/1056 EDUKASI LAKTASI TERHADAP BREAST FEEDING SELF-EFFICACY IBU NIFAS DI PUSKESMAS TANJUNG LEIDONG KABUPATEN LABUHANBATU UTARA PROVINSI SUMATERA UTARA TAHUN 2025 2026-01-16T22:18:37+07:00 Nita Maria Sihotang 2519201514@mitrahusada.ac.id Lasria Simamora lasriasimamora@mitrahusada.ac.id Piony Cindy Cantika 2219201001@mitrahusada.ac.id Adelia 2419201813@mitrahusada.ac.id Gloria Elza Zebua 2319201089@mitrahusada.ac.id Ainun Mardiah 2419201703@mitrahusada.ac.id Vinny M Situmorang 2519201078@mitrahusada.ac.id <p>Masa nifas merupakan periode penting dalam menentukan keberhasilan pemberian ASI eksklusif. Salah satu faktor yang berpengaruh terhadap keberhasilan menyusui adalah <em>breastfeeding self-efficacy</em>, yaitu keyakinan ibu terhadap kemampuannya dalam menyusui. Edukasi laktasi menjadi salah satu intervensi yang dapat meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kepercayaan diri ibu nifas dalam menyusui. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh edukasi laktasi terhadap <em>breastfeeding self-efficacy</em> ibu nifas di Puskesmas Tanjung Leidong Kabupaten Labuhanbatu Utara Provinsi Sumatera Utara Tahun 2025. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan desain <em>pre-experimental</em> menggunakan pendekatan <em>one group pretest-posttest</em>. Sampel penelitian adalah ibu nifas yang memenuhi kriteria inklusi dan diberikan edukasi laktasi. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner <em>Breastfeeding Self-Efficacy Scale</em> sebelum dan sesudah pemberian edukasi laktasi. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat untuk mengetahui perbedaan tingkat <em>breastfeeding self-efficacy</em> sebelum dan sesudah intervensi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan tingkat <em>breastfeeding self-efficacy</em> ibu nifas setelah diberikan edukasi laktasi. Edukasi laktasi terbukti berpengaruh secara signifikan dalam meningkatkan kepercayaan diri ibu nifas dalam menyusui. Kesimpulan penelitian ini adalah edukasi laktasi efektif dalam meningkatkan <em>breastfeeding self-efficacy</em> ibu nifas, sehingga diharapkan dapat menjadi bagian dari program pelayanan kesehatan ibu nifas di puskesmas guna mendukung keberhasilan ASI eksklusif.</p> 2026-02-17T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Prosiding Forum Ilmiah dan Diskusi Mahasiwa https://prosidingmhm.mitrahusada.ac.id/index.php/forisma/article/view/1074 MANAJEMEN ASUHAN KEBIDANAN PADA BAYI BARU LAHIR BY, NY N. USIA 4 HARI DENGAN KEADAAN PREMATUR DI RSU HAJI MEDAN 2026-01-16T22:51:19+07:00 Riska Saskia Lumban Gaol 2419401024@mitrahusada.ac.id Ribur Sinaga ribursinaga@mitrahusada.ac.id Rosalina Simbolon 2419401025@mitrahusada.ac.id Efra Tasiya Sitio 2319401024@mitrahusada.ac.id Endang E Panjaitan 2319401025@mitrahusada.ac.id Veronika Manalu 2319401022@mitrahusada.ac.id Reni Elisabet Sihotang 2419401022@mitrahusada.ac.id <p>Pada tahun 2023 indonesia menduduki peringkat ke lima didunia untuk jumlah kelahiran prematur dari data rekam medis di RSU Haji Medan pada periode januari 2022-desember 2023 di peroleh 148 kasus untuk persalinan prematur. Dengan menggunakanuji regresi logistik, di identifikasi tiga faktor yang berhubungan kuat dengan kejadian prematur yaitu fekuensi antnatal care (OR 2.326, CL 95% ), keputihan ( OR 6,291, 95%) dan ketuban pecah dini ( OR 975,CL 95%). Penanganan pada bayi prematur di Rumah Sakit umumnya menggunakan inkubator pada bayi prematur sehingga terkadang menyebabkan lupa dengan berbagai permasalahan yang akan terjadi pada bayi prematur. Masalah yang kemungkinan akan terjadi yaitu masalah mempertahankan suhu tubuh, tingkat ketergantungan psikologis yang masih sangat tinggi dimana bayi lebih nyaman untuk didekap atau dilakukan perawatan skin to skin contact agar panas badan ibu mengalir ke bayi atau yang disebut dengan Perawatan Metode Kanguru (Tsogt et al., 2016; Cavallin et al., 2018; S. et al., 2019; Chavula et al., 2020). Kelahiran prematur adalah istilah yang digunakan untuk mendefinisikan bayi yang lahir terlalu dini, yaitu sebelum usia kehamilan ibu 37 minggu. Kelahiran dengan prematur merupakan penyumbang penyebab angka kematian bayi nomor 2. Bayi prematur beresiko menimbulkan masalah-masalah medis atau bahkan komplikasi kesehatan. Pada Bayi prematur selain umumnya memiliki berat badan yang rendah beresiko mengalami kehilangan suhu tubuh berlebih atau hipotermi.</p> 2026-02-17T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Prosiding Forum Ilmiah dan Diskusi Mahasiwa https://prosidingmhm.mitrahusada.ac.id/index.php/forisma/article/view/1083 FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KESEHATAN MENTAL REMAJA DI DESA MUARA PERTEMUAN KECAMATAN BATAHAN KABUPATEN MANDAILING NATAL TAHUN 2025 2026-01-16T23:04:43+07:00 khalisah pitri 2419201095@mitrahusada.ac.id Marlina Simbolon marlinalasmawati@mitrahusada.ac.id Khalisah Pitri 2419201030@mitrahusada.ac.id Gihonachei Monicha Damanik 2419201702@mitrahusada.ac.id Siti Khairun Nisa 2519201059@mitrahusada.ac.id Setia Gultom 2519201057@mitrahusada.ac.id Afni Yulia 2519201083@mitrahusada.ac.id <p>Latar Belakang: Kesehatan mental merupakan aspek krusial dalam kesehatan menyeluruh <br>yang memungkinkan individu mencapai potensi mereka dan mengatasi tekanan hidup. Masa <br>remaja adalah periode transisi yang rentan terhadap gangguan mental emosional karena adanya <br>perubahan fisik, kognitif, dan sosial yang pesat. masyarakat yang mengalami gangguan jiwa <br>skizofrenia/psikosis sebanyak 282.654 jiwa (6.7%), Depresi sebanyak 706.689 jiwa (6.1%) dan <br>gangguan mental emosional sebanyak 706.689 jiwa (9.9%). <br>Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi <br>kesehatan mental remaja di Desa Muara Pertemuan, Kecamatan Batahan, Kabupaten <br>Mandailing Natal tahun 2025. <br>Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif analitik. Populasi penelitian adalah <br>remaja di Desa Muara Pertemuan dengan teknik pengambilan sampel tertentu. Instrumen yang <br>digunakan meliputi kuesioner data demografi dan kuesioner kesehatan mental seperti Mental <br>Health Continuum-Short Form (MHC-SF) untuk mengukur tingkat kesejahteraan mental. <br>Populasi penelitian ini terdiri dari 59 remaja di Desa Muara Pertemuan Kecamatan Batahan <br>Kabupaten Mandailing Natal.<br>Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas remaja di Desa Muara Pertemuan <br>memiliki tingkat kesehatan mental yang tinggi. Analisis statistik menunjukkan tidak ada <br>hubungan signifikan antara jenis kelamin dengan kesehatan mental (p = 0,353), di mana remaja <br>laki-laki dan perempuan memiliki peluang yang relatif seimbang untuk memiliki kesehatan <br>mental yang baik. Namun, faktor usia, faktor psikologis dukungan sosial yang kuat cenderung <br>menunjukkan skor kesehatan mental yang lebih tinggi. <br>Kesimpulan: Sebagian besar remaja di lokasi penelitian memiliki kesehatan mental yang baik. <br>Dukungan keluarga dan hubungan sosial yang sehat menjadi faktor kunci dalam menjaga dan <br>meningkatkan stabilitas emosi serta kesehatan mental remaja.</p> 2026-02-17T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Prosiding Forum Ilmiah dan Diskusi Mahasiwa https://prosidingmhm.mitrahusada.ac.id/index.php/forisma/article/view/1099 HUBUNGAN KARAKTERISTIK RIWAYAT PERSALINAN TERHADAP TINGKAT SECTIO CAESAREA PADA IBU BERSALIN DI RSUD TANJUNG PURA LANGKAT TAHUN 2023 2026-01-16T23:51:01+07:00 Astri Setio Putri 2219201940@mitrahusada.ac.id Imran Saputra Surbakti imransurbakti@mitrahusada.ac.id Berliana Siskawati Tampubolon 2519201009@mitrahusada.ac.id Lamtiar Pasaribu 2519201266@mitrahusada.ac.id Clara Amelia Berutu 2519201603@mitrahusada.ac.id Chelsea Juniasri 2519201603mitrahusada@ac.id Lidia Putri Caroline Sitompul 2519201277mitrahusada@ac.id <p>Keinginan setiap ibu hamil pada dasarnya adalah menjalani proses melahirkan secara normal dan spontan tanpa kendala medis yang berarti. Namun, realita di lapangan menunjukkan adanya berbagai hambatan klinis yang memaksa tindakan pembedahan abdomen atau sectio caesarea sebagai jalan keluar demi keselamatan ibu dan bayi. Fenomena peningkatan angka persalinan caesar ini menjadi perhatian serius dalam dunia kesehatan karena risiko komplikasinya yang jauh lebih tinggi dibandingkan persalinan pervaginam, termasuk ancaman infeksi dan perdarahan pascaoperasi. Di RSUD Tanjung Pura Langkat sendiri, tren persalinan melalui prosedur ini tercatat terus mengalami kenaikan yang signifikan setiap tahunnya.<br />Identifikasi terhadap faktor-faktor pemicu tindakan bedah caesar menjadi krusial untuk memetakan risiko pada ibu bersalin. Karakteristik personal ibu, seperti usia yang terlalu muda di bawah 20 tahun atau usia matang di atas 35 tahun, diketahui memiliki pengaruh besar terhadap kesiapan organ reproduksi dalam menghadapi persalinan alami. Selain faktor usia, aspek paritas atau jumlah riwayat kelahiran sebelumnya serta kondisi medis penyerta turut menjadi variabel penentu apakah seorang ibu akan diarahkan untuk menjalani operasi caesar atau tetap bisa melahirkan secara normal. Temuan di lapangan melalui analisis data di RSUD Tanjung Pura Langkat menunjukkan bahwa sebagian besar ibu yang menjalani operasi caesar memiliki karakteristik kategori berisiko. Secara statistik, terdapat korelasi yang sangat nyata antara profil risiko kesehatan ibu dengan keputusan tindakan pembedahan tersebut. Hasil pengolahan data mengonfirmasi bahwa ibu hamil yang masuk dalam kategori risiko tinggi memiliki kecenderungan yang jauh lebih besar untuk melahirkan melalui jalur sectio caesarea dibandingkan dengan mereka yang tidak memiliki faktor risiko medis.<br />Lebih lanjut, riwayat komplikasi pada persalinan masa lalu, seperti adanya bekas operasi caesar sebelumnya, menjadi indikator kuat yang memengaruhi prosedur persalinan berikutnya. Kondisi klinis seperti hambatan pada kemajuan persalinan, ketuban yang pecah sebelum waktunya, hingga masalah pada posisi janin sering kali menjadi alasan medis yang tidak dapat dihindari di rumah sakit rujukan. Data menunjukkan bahwa tingginya angka rujukan dari fasilitas kesehatan tingkat pertama ke RSUD Tanjung Pura berkontribusi pada dominasi kasus persalinan caesar dibandingkan persalinan normal di institusi tersebut.</p> 2026-02-17T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Prosiding Forum Ilmiah dan Diskusi Mahasiwa https://prosidingmhm.mitrahusada.ac.id/index.php/forisma/article/view/1103 PENGARUH PEMBERIAN LABU SIAM TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH DI WILAYAH KERJA UPTD PUSKESMAS PENANGGALAN 2026-01-17T00:11:51+07:00 Wira Eka Sulistio wirakasulistio4@gmail.com Erika rabiya sinaga rikarabiya@gmail.com Reygita Lumbangaol reygitalgaol18@gmail.com Angga Syahputra syahputraangga275@gmail.com Mardhiah Mardhiah356@gmail.com Sri Dewi Siregar sridewisiregar08@gmail.com <p>Hipertensi, yang lebih dikenal dengan istilah tekanan darah tinggi, merupakan salah satu gangguan kesehatan serius yang menyerang sistem pembuluh darah dalam tubuh. Kondisi ini menyebabkan aliran darah yang membawa oksigen serta nutrisi penting menjadi terhambat, sehingga tidak sampai secara optimal ke berbagai jaringan dan organ tubuh, yang pada akhirnya dapat memicu komplikasi seperti kerusakan jantung atau stroke jika tidak ditangani dengan baik. Salah satu bahan alami yang potensial untuk membantu mengatasi masalah ini adalah labu siam, yang ternyata sangat kaya kandungan kalium sebagai mineral penting. Kalium ini berperan krusial dalam mengatur dan mengarahkan tekanan peredaran darah agar tetap stabil, sehingga efektif sebagai obat antihipertensi alami. Selain itu, mineral tersebut juga membantu proses pembersihan karbon dioksida dari dalam darah, meningkatkan kualitas sirkulasi darah secara keseluruhan dan mendukung kesehatan kardiovaskular. Tujuan publikasi ini adalah mengetahui manfaat Pemberian Labu Siam bahwa berpengaruh Terhadap Penurunan Tekanan Darah di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Penanggalan, Desain penelitian ini adalah quasi eksperiment one group. Populasi penelitian ini sebanyak 241 responden, sampel dalam penelitian ini adalah sebanyak 30 responden. Teknik penentuan jumlah sampel ditentukan dengan menggunakan tabel power analysis dengan effect size (γ) sebesar 0,5 alpha-error-probability (α) 0,05 dan power (β) sebesar 0,85, sehingga menghasilkan sampel minimal sebanyak 30-orang. paired sample t-test digunakan sebagai metode analisa data. Hasil Pelaksanaan Penelitian Analisa Dana bahwa Tekanan darah responden sebelum pemberian rebusan labu siam (pre-test) seluruhnya dengan tekanan darah tinggi sebanyak 30 orang (100%), tekanan darah responden setelah pemberian rebusan labu siam (post-test) sebagain besar tekanan darah menurun sebanyak 29 responden (97%) dan masih ada yang tetap atau meningkat sebanyak 1 responden (3%). Nilai-p-vaule 0,000&lt;0,05 artinya adanya perbedaan yang signifikan sebelum - sesudah pemberian labu siam pada pasien hipertensi di UPTD Puskesmas Penanggalan.</p> 2026-01-23T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Prosiding Forum Ilmiah dan Diskusi Mahasiwa https://prosidingmhm.mitrahusada.ac.id/index.php/forisma/article/view/1109 MANAJEMEN ASUHAN KEBIDANAN REMAJA F DENGAN KISTA OVARIUM DI RUANG MUSDALIFAH RSU HAJI MEDAN PROVINSI SUMATERA UTARA TAHUN 2025 2026-01-17T01:05:36+07:00 Fitri Enjel Manurung 2219201035@mitrahusada.ac.id Ester Simanullang estersimanullang@mitrahusada.ac.id Haura Nabila 2219201038@mitrahusada.ac.id Annisa Fitri 2419201002@mitrahusada.ac.id Djanius Mariati 2419201014@mitrahusada.ac.id Agil Hana Salsabila 2219201087@mitrahusada.ac.id Tya Novika 2519201819@mitrahusada.ac.id <p>Kista ovarium merupakan salah satu kelainan ginekologis yang sering ditemukan pada wanita usia reproduksi,termasuk remaja.Kasus ini Melibatkan remaja berusia 14 tahun dengan diagnosis kista ovarium yang dirawat di Ruangan Musdalifah RSU Haji Medan.Tujuan penulisan ini adalah untuk menjelaskan manajemen asuhan kebidanan yang dilakukan pada pasien dengan pendekatan 7 langkah varney. Metode penelitian bersifat deskriptif dengan pendekatan studi kasus melalui pengkajian subjektif dan objektif ,interpretasi data ,penegakan diagnosis ,rencana tindakan,implementasi,serta evaluasi. Hasil menjukkan bahwa pasien mengalami nyeri perut bawah,gangguan ,dan mual muntah akibat tekanan massa kristik berukuran 12,9×16,5×20,4 cm.Tindakan kebidanan meliputi kolaborasi dengan dokter,pemberian terapi simptomatik,edukasi,serta monitoring tanda vital.Kesimpulan : manajemen asuhan kebidanan secara komprehensif dapat membantu mengurangi keluhan ,mencegah komplikasi,dan meningkatkan kualitas hidup pasien remaja dengan kista ovarium.</p> 2026-02-17T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Prosiding Forum Ilmiah dan Diskusi Mahasiwa https://prosidingmhm.mitrahusada.ac.id/index.php/forisma/article/view/1116 GAMBARAN PREVALENSI ANEMIA PADA IBU HAMIL DI WILAYAH KERJA UPT PUSKESMAS MEDAN JOHOR TAHUN 2024 2026-01-17T02:13:34+07:00 Isa Bella Simanjuntak 2219201044@mitrahusada.ac.id Sri Ninta srininta@mitrahusada.ac.id Sintya Br Sidabutar 2519201618@mitrahusada.ac.id Sri Wahyuni 2519201659@mitrahusada.ac.id Irmawati Manalu 2519201667@mitrahusada.ac.id Satri Yani 2519201657@mitrahusada.ac.id Yunani Nababan 2519201537@mitrahusada.ac.id <p>Anemia pada ibu hamil masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang berdampak langsung terhadap kesehatan ibu dan janin serta menjadi salah satu penyebab tidak langsung meningkatnya angka kesakitan dan kematian ibu. World Health Organization (WHO) menyatakan bahwa anemia pada kehamilan berkaitan erat dengan risiko perdarahan, infeksi, persalinan prematur, serta berat badan lahir rendah. Puskesmas sebagai fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama memiliki peran strategis dalam pencegahan dan penanggulangan anemia melalui pelayanan antenatal care (ANC) yang komprehensif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis prevalensi serta distribusi kejadian anemia pada ibu hamil di wilayah kerja UPT Puskesmas Medan Johor tahun 2024 berdasarkan laporan praktik belajar lapangan mahasiswa kebidanan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif menggunakan analisis univariat. Data diperoleh dari laporan rutin pelayanan kesehatan ibu dan anak (KIA), pencatatan kunjungan antenatal (K1 dan K6), serta dokumentasi hasil survei Puskesmas Medan Johor periode Januari–Desember 2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 107 kasus anemia ringan pada ibu hamil dengan kadar hemoglobin 8–11 g/dL. Kejadian anemia ditemukan hampir setiap bulan dengan jumlah tertinggi pada bulan Juni dan Mei. Temuan ini menunjukkan bahwa anemia pada ibu hamil masih menjadi permasalahan yang perlu mendapatkan perhatian berkelanjutan melalui peningkatan kualitas pelayanan antenatal, edukasi gizi seimbang, serta penguatan pemantauan kepatuhan konsumsi tablet zat besi di tingkat puskesma.</p> 2026-02-17T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Prosiding Forum Ilmiah dan Diskusi Mahasiwa https://prosidingmhm.mitrahusada.ac.id/index.php/forisma/article/view/1125 PENGARUH PIJAT BAYI 3-4 BULAN TERHADAP KUALITAS TIDUR BAYI DI RS DELIMA MARTUBUNG KEC.MEDAN LABUHAN KOTA MEDAN TAHUN 2025 2026-01-17T07:28:27+07:00 Eva Ulina Lompohta Pinem 2219201030@mitrahusada.ac.id Astaria Br Ginting astariaginting@mitrahusada.ac.id Rapika Anjani Simanjuntak 2519201048@mitrahusada.ac.id Nur Zaitun Hasibuan 2519201030@mitrahusada.ac.id Nuraini D 2519201358@mitrahusada.ac.id Nurima Tampubolon 2519201357@mitrahusada.ac.id Jesy Maria Ariani Simanjuntak 2519201784@mitrahusada.ac.id <p>Latar Belakang: Gangguan tidur pada bayi usia 3-4 bulan masih menjadi permasalahan yang cukup umum di Indonesia, dengan sekitar 44% bayi mengalami gangguan tidur seperti sering terbangun di malam hari. Data dari RS Delima Martubung tahun 2024 menunjukkan ±35% bayi usia 3-4 bulan mengalami gangguan tidur. Pijat bayi merupakan salah satu metode non-farmakologis yang dapat membantu meningkatkan kualitas tidur bayi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pijat bayi terhadap kualitas tidur bayi usia 3-4 bulan di RS Delima Martubung Kec. Medan Labuhan Kota Medan Tahun 2025. Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasi experiment dengan pendekatan one group pre test and post test design. Sampel penelitian adalah 30 ibu yang memiliki bayi usia 3-4 bulan yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling.Pijat bayi dilakukan selama 5 hari berturut-turut dengan frekuensi 1 kali sehari. Kualitas tidur bayi diukur sebelum dan sesudah intervensi menggunakan kuesioner. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon dengan tingkat signifikansi α=0,05. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan rata-rata lama tidur bayi sebelum dilakukan pijat adalah 17,17 jam per hari (SD=1,020) dan meningkat menjadi 17,53 jam per hari (SD=1,306) setelah dilakukan pijat bayi selama 5 hari. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai p-value=0,032 (p&lt;0,05), yang berarti terdapat perbedaan signifikan kualitas tidur bayi sebelum dan sesudah dilakukan pijat bayi dengan mean difference sebesar 0,367. Kesimpulan: Ada pengaruh signifikan pijat bayi terhadap peningkatan kualitas tidur bayi usia 3-4 bulan di RS Delima Martubung Kec. Medan Labuhan Kota Medan. Pijat bayi dapat direkomendasikan sebagai intervensi non-farmakologis yang aman, mudah, dan efektif untuk meningkatkan kualitas tidur bayi.</p> 2026-02-17T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Prosiding Forum Ilmiah dan Diskusi Mahasiwa https://prosidingmhm.mitrahusada.ac.id/index.php/forisma/article/view/1135 REVIEW LITERATUR : MASALAH KESEHATAN REMAJA TENTANG ASPEK FISIK, MENTAL, DAN REPRODUKSI 2026-01-17T10:36:08+07:00 Desy Herawati Napitupulu 2219201020@mitrahusada.ac.id Rosmani Sinaga rosmanisinaga@mitrahusada.ac.id Emma Dosriamaya noni simanjuntak emmadorsia@mitrahusada.ac.id Clinton Antoni clintonantoni@mitrahusada.ac.id Devi Lestari 2219201146@mitrahusada.ac.id Dhea Anggellena 2219201154@mitrahusada.ac.id Feronika Lili Apriani 2219201203@mitrahusada.ac.id <p>Masalah kesehatan remaja merupakan isu kesehatan masyarakat yang kompleks dan multidimensional karena mencakup aspek kesehatan fisik, mental, dan reproduksi yang saling berkaitan. Masa remaja ditandai oleh perubahan biologis, psikologis, dan sosial yang signifikan, sehingga meningkatkan kerentanan terhadap berbagai masalah kesehatan seperti gangguan kesehatan mental, perilaku berisiko, gangguan kesehatan reproduksi, serta rendahnya pemanfaatan layanan kesehatan yang ramah remaja. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji secara komprehensif masalah kesehatan remaja dari aspek fisik, mental, dan reproduksi berdasarkan hasil-hasil penelitian terkini melalui metode review literatur. Metode yang digunakan adalah literature review dengan menelaah artikel ilmiah nasional dan internasional yang dipublikasikan dalam sepuluh tahun terakhir, meliputi penelitian cross-sectional, eksperimental, dan systematic review. Literatur yang dikaji membahas determinan kesehatan remaja, pola perilaku kesehatan, serta efektivitas berbagai intervensi promotif dan preventif. Hasil kajian menunjukkan bahwa masalah kesehatan fisik remaja berkaitan dengan rendahnya aktivitas fisik, pola makan tidak sehat, dan gaya hidup sedentari.</p> 2026-02-17T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Prosiding Forum Ilmiah dan Diskusi Mahasiwa https://prosidingmhm.mitrahusada.ac.id/index.php/forisma/article/view/1140 PENANGANAN KEKURANGAN ENERGI KRONIK (KEK) PADA IBU HAMIL DI UPT PUSKESMAS KOTA MATSUM: STRATEGI PELAYANAN BERBASIS SERVICE EXCELLENCE 2026-01-17T11:12:22+07:00 Alda Liana Nasution 2219201005@mitrahusada.ac.id Ridesman ridesman@mitrahusada.ac.id Juita Ernanda Tampubolon 2219201046@mitrahusada.ac.id Siti Azni 2519201683@mitrahusada.ac.id Ulfa Sahera 2519201684@mitrahusada.ac.id Widya Ramika 2519201685@mitrahusada.ac.id Ira Elwada Napitupulu 2519201720@mitrahusada.ac.id <p>Kekurangan Energi Kronis (KEK) bagi ibu hamil masih menjadi persoalan gizi krusial yang mengancam keselamatan ibu serta pertumbuhan janin, terutama risiko kelahiran bayi prematur dan BBLR. Penelitian ini mengkaji fenomena KEK di wilayah kerja UPT Puskesmas Kota Matsum pada tahun 2025, mencakup analisis pemicu masalah hingga efektivitas kebijakan penanganannya. Studi dilakukan melalui pendekatan deskriptif analitik berdasarkan pengalaman praktik lapangan dari tanggal 28 April sampai 24 Mei 2025. Temuan di lapangan mengungkap bahwa prevalensi KEK sangat dipengaruhi oleh rendahnya literasi mengenai nutrisi seimbang, keterbatasan kemampuan ekonomi keluarga, serta kebiasaan pola makan yang kurang sehat. Sebagai langkah solutif, pihak Puskesmas telah menjalankan rangkaian intervensi meliputi pemantauan ukuran LILA secara berkala, penyaluran makanan tambahan (PMT), pendampingan konseling gizi, dan optimalisasi kelas ibu hamil. Hasil studi menyimpulkan bahwa penguatan layanan kesehatan primer yang mengedepankan prinsip service excellence serta pengawasan yang berkesinambungan terbukti mampu memperbaiki status nutrisi ibu hamil secara signifikan.</p> 2026-02-17T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Prosiding Forum Ilmiah dan Diskusi Mahasiwa https://prosidingmhm.mitrahusada.ac.id/index.php/forisma/article/view/1143 PENGARUH PEMBERIAN EDUKASI KESEHATAN TERHADA PENGETAHUAN DAN SIKAP PADA IBU HAMIL KEKURANGAN ENERGI KRONIS (KEK) DI WILAYAH PUSKESMAS POLONIA TAHUN 2025 2026-01-17T12:05:46+07:00 Esra E Sinaga 2219201128@mitrahusada.ac.id Ariska Fauzianty ariskafauzianty@mitrahusada.ac.id Tati Yustina 2519201829@mitrahusada.ac.id Tria Julita 2519201706@mitrahusada.ac.id Heppy Murni Laoli 2519201707@mitrahusada.ac.id Rohanita Manik rohanitamanik@mitrahusada.ac.id Nova Christina Sianturi novachristina@mitrahusada.ac.id <p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Seorang ibu hamil membutuhkan lebih banyak nutrisi. Selain memenuhi kebutuhan nutrisi untuk tubuhnya sendiri, ibu hamil juga harus memastikan kecukupan nutrisi bagi janinnya. Gizi memang penting untuk kehamilan, namun masih ada ibu hamil yang kurang memperhatikan gizinya sehingga muncul berbagai masalah gizi selama kehamilan. salah satu permasalahan gizi utama di Indonesia adalah kekurangan energi kronis (KEK). KEK adalah suatu kondisi di mana seseorang menderita kekurangan gizi (kalori dan protein) yang terjadi dalam jangka panjang atau kronis, ditandai dengan pengukuran LiLA &lt;23,5 cm. Berdasarkan Laporan Kinerja Kemenkes Tahun 2022 menunjukkan jumlah Ibu hamil berisiko KEK dari 34 provinsi di Indonesia mencapai 8,7% dari 3.249.503 ibu hamil. Pemberian edukasi kesehatan berupa gizi seimbang untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap ibu hamil yang menderita kurang energi kronis untuk meningkatkan asupan gizi.Tujuan </span></span><strong><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">:</span></span></strong><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"> Mengetahui pengaruh edukasi kesehatan terhadap pengetahuan dan sikap dengan kejadian kurang energi kronis (KEK) pada ibu hamil di wilayah puskesmas Caile kabupaten Bulukumba Metode </span></span><strong><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">:</span></span></strong><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"> Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode </span></span><em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">quasi eksperimental</span></span></em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"> dengan pendekatan </span></span><em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">non equal control group pre-tes post-test design,</span></span></em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"> jumlah responden sebanyak 40 orang masing-masing kelompok kontrol dan kelompok intervensi 20 orang. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan cara </span></span><em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Non-probability sampling</span></span></em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"> dengan menggunakan teknik pengambilan sampel yaitu </span></span><em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">purposive sampling.</span></span></em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"> Pada kelompok kontrol diberikan </span></span><em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">leaflet</span></span></em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"> dan pemberian kuisioner sebelum dan setelahnya sedangkan pada kelompok intervensi diberikan edukasi kesehatan menggunakan metode ceramah dan ditunjang dengan media edukasi berupa </span></span><em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">leaflet</span></span></em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"> dan video. Hasil Penelitian </span></span><strong><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">:</span></span></strong><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"> Hasil uji statistik menggunakan </span></span><em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">uji Wilcoxon marginal homogeneity</span></span></em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"> untuk tingkat pengetahuan dan sikap nilai Pvalue = 0.000 (p&lt;α = 0.05) Kesimpulan dan Saran </span></span><strong><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">:</span></span></strong><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"> Terjadi peningkatan pengetahuan dan sikap setelah diberikan edukasi kesehatan, ini dapat memberikan gambaran pada ibu hamil yang menderita kurang energi kronis (KEK) agar selalu menjaga asupan gizinya saat hamil.</span></span></p> <p>&nbsp;</p> 2026-01-23T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Prosiding Forum Ilmiah dan Diskusi Mahasiwa https://prosidingmhm.mitrahusada.ac.id/index.php/forisma/article/view/1154 PEMANFAATAN MHEALTH DALAM PEMENUHAN KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA PASCA BENCANA : PELUANG DAN TANTANGAN DI NEGARA BERKEMBANG 2026-01-17T13:13:38+07:00 Winda Arista Gustia bidanwindaaristagustia88@gmail.com <p>Bencana alam secara secara sistemik menggangu palayanan Kesehatan primer, terutama dinegara berkembang seperti Indonesia. Sering kali meninggalkan dampak yang luas, termasuk gangguan Kesehatan Remaja (Ray Bennett.,Et al,2024). Dinegara berkembang Dimana sumber daya sering kali terbatas dan infrasrtuktur yang rapuh, remaja pada masa pasca bencana menghadapi tantangan unik dalam mengakses informasi dan layanan Kesehatan Reproduksi yang penting. Keterbatasan ini dapat menyebabkan peningkatan masalah Kesehatan reproduksi pada remaja. Remaja merupakan kelompok yang paling rentan namun sering terabaikan dalam respons pasca bencana, sehingga remaja rentan menghadapi peningkatan kesiko kehamilan tidak diinginkan, infeksi menular seksual, serta kekerasan seksual dan berbasis gender. Inovasi digital melalui mobile health (mHealth) menawarkan pendekatan adaptif untuk menjembatani pelayanan Kesehatan reproduksi remaja pasca bencana Artikel ini bertujuan untuk mengekplorasi peran, peluang dan tantangan mHealth dalam memenuhi kebutuhan Kesehatan reproduksi remaja pasca bencana di negara berkembang seperti Indonesia melalui Scoping review. Metode Scoping review mengadaptasi framework Arksey dan O’Malley. Didapatkan 10 artikel dari 286 artikel berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil analisis bukti menunjukkan bahwa mHealth melalui SMS, USSD, Aplikasi Seluler dan Platform digital interaktif efektif dalam meningkatkan pengetahuan Kesehatan reproduksi, pencegahan penyakit menular seksual, serta menjaga kesinambungan layanan (Continuity of Care) pada pelayanan Kesehatan reproduksi remaja pasca pandemi. Namun demikian, implementasi mHealth masih menghadapi tantangan yaitu, kesenjangan literasi digital, keterbatasan akses teknologi, keamanan dan kerahasiaan data, serta lemahnya integrasi pelayanan dengan system pelayanan Kesehatan dan penanggulangan bencana. Artikel ini menegaskan bahwa integrasi mHealth yang berfokus pada remaja merupakan strategi penting untuk memperkuat system pelayanan Kesehatan pasca bencana serta mempercepat tercapainya Sustainabel Developement Goals (SDGs) 3, 5 dan 10 di Indonesia.</p> 2026-02-17T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Prosiding Forum Ilmiah dan Diskusi Mahasiwa https://prosidingmhm.mitrahusada.ac.id/index.php/forisma/article/view/1164 ASUHAN KEBIDANAN BERKELANJUTAN (CONTINUITY OF CARE) PADA NY.E DENGAN RUPTUR PERENIUM DIPRAKTEK BIDAN MANDIRI SARTIKA MANURUNG S.Keb,Bd. KEC MEDAN JOHOR KOTA MEDAN TAHUN 2025 2026-01-17T14:23:56+07:00 Nasya Salwa Syanika 2319401035@gmail.ac.id Kamelia Sinaga kameliasinaga@mitrahusada.ac.id Kristin Katarina 2319401031@mitrahusada.ac.id Maria Simanjuntak 2319401034@mitrahusada.ac.id Devi Sianturi 2419401005@mitrahusada.ac.id Fitri Anggraini 2419401008@mitrahusada.ac.id Sartika Manurung 2019001232@mitrahusada.ac.id <p>Latar Belakang : Ibu mengalami robekan ini, dan proses penyembuhan biasanya terjadi dalam 6–7 hari setelah melahirkan. Namun, kecepatan penyembuhan dapat bervariasi tergantung pada faktor-faktor seperti kondisi ibu, status gizi, tingkat keparahan luka, dan perawatan yang diberikan. Tujuan : adalah memfasilitasi keluarnya kepala, bahu, dan tubuh bayi, terutama jika perineum kurang elastis atau kepala bayi terlalu besar. Metode: Continuity Of Care dilakukan dikarnakan masih banyaknya ibu yang tidak dilakukan asuhan berkelanjtan sehingga menyebabkan banyaknya masalah masalah pada ibu hamil yang mengakibatkan kematian. Continuity Of Care ini merupakan suatu asuhan yang dibentuk untuk menurunkan AKI dan AKB dengan asuhan berkelanjutan dimulai dari masa kehamilan sampai pemasangan alat kontrasepsi.Hasil : Dengan demikian, dapat meningkatkan kualitas pelayanan melalui keterampilan yang dimiliki oleh tenaga kesehatan dalam memberikan konseling selama kehamilan serta mengajarkan cara melakukan pijatan perineum kepada ibu dan keluarga, sehingga angka robekan jalan lahir pada saat melahirkan dapat menurun Kesimpulan Dari pengumpulan data yang telah dilakukan untuk menganalisis Pengaruh Pijat Perineum Terhadap Ruptur Perineum Pada Ibu Trimester III di PMB Sartika Manurung S,keb,bd.tahun 2022 didapatkan bahwa mayoritas pada kelompok kontrol ruptur perineum derajat 2 sebanyak 7 responden (46,7%) danminoritas tidak mengalai ruptur sebanyak 2 (13,3%).</p> 2026-02-17T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Prosiding Forum Ilmiah dan Diskusi Mahasiwa https://prosidingmhm.mitrahusada.ac.id/index.php/forisma/article/view/1168 MANAJEMEN ASUHAN KEBIDANAN PADA AN.A DENGAN ENCEPALOPATHY CEREBRI DI RUANG PICU/NICU DI RSU.HAJI MEDAN PROVINSI SUMATERA UTARA TAHUN 2025 2026-01-17T14:44:01+07:00 Himawari Sriyani 24192010@mitrahusada.ac.id Marliani marliani@mitrahusada.ac.id Rani Ranian Rohani Pera 2519201047@mitrahusada.ac.id Mahyuni 2519201051@mitrahusada.ac.id Lenny M.Lumbantoruan 2519201290@mitrahusada.ac.id Hilda Irmayani 2519201274@mitrahusada.ac.id <p>Encephalopathy cerebri merupakan gangguan neurologis yang terjadi akibat kerusakan otak pada masa prenatal, perinatal, atau neonatal dini dan dapat berkembang menjadi cerebral palsy, sehingga memerlukan penanganan intensif di ruang PICU/NICU. Kondisi ini menuntut manajemen asuhan kebidanan yang komprehensif, berkesinambungan, dan kolaboratif untuk menjaga stabilitas kondisi anak serta mencegah komplikasi lanjutan. Artikel ini bertujuan untuk menggambarkan manajemen asuhan kebidanan pada An. A dengan encephalopathy cerebri yang dirawat di ruang PICU/NICU RSU Haji Medan Provinsi Sumatera Utara tahun 2025. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus, menggunakan data sekunder berupa rekam medis, catatan asuhan kebidanan, dokumentasi pelayanan, serta literatur yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa asuhan kebidanan yang meliputi pengkajian menyeluruh, identifikasi masalah, perencanaan, implementasi, dan evaluasi asuhan berperan penting dalam pemantauan fungsi neurologis, pencegahan komplikasi, serta dukungan perawatan lanjutan. Kesimpulan menunjukkan bahwa manajemen asuhan kebidanan yang tepat dan terintegrasi sangat diperlukan pada anak dengan encephalopathy cerebri di ruang PICU/NICU untuk meningkatkan keselamatan dan kualitas hidup anakKegawatdaruratan pada kesehatan ibu dan anak masih menjadi permasalahan utama dalam sistem pelayanan kesehatan, khususnya di negara berkembang. Tingginya angka kematian ibu dan bayi sebagian besar disebabkan oleh keterlambatan dalam mengenali tanda bahaya, keterbatasan akses pelayanan, serta kurang optimalnya respons pelayanan kesehatan.. Kegawatdaruratan dapat meningkatkan kesiapsiagaan tenaga kesehatan, mempercepat proses penanganan dan rujukan, serta meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya deteksi dini kondisi kegawatdaruratan.. Selain itu, koordinasi antar tenaga kesehatan dan fasilitas pelayanan berperan penting dalam menurunkan risiko komplikasi berat pada ibu anak. Kesimpulan dari artikel ini menegaskan bahwa penguatan sistem respons kegawatdaruratan merupakan strategi penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan ibu dan anak, namun masih diperlukan upaya berkelanjutan dalam hal peningkatan sumber daya, monitoring dan evaluasi program.</p> 2026-02-17T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Prosiding Forum Ilmiah dan Diskusi Mahasiwa https://prosidingmhm.mitrahusada.ac.id/index.php/forisma/article/view/1183 STIMULASI TAKTIL DAN REGULASI TIDUR NEONATUS STUDI EKSPERIMENTAL EFEKTIFIAS PIJAT BAYI TERHADAP KUALITAS TIDUR DI KABUPATEN KARO 2026-01-17T18:24:45+07:00 Idasary Br. Sitepu sihombing 2419201264@mitrahusada.ac.id Eva Dona Sinaga evadonas@mitrahusada.ac.id Marito Palentina Sihombing 2419201264@mitrahusada.ac.id Latifah 2519201697@mitrahusada.ac.id Shaufiah 2519201700@mitrahusada.ac.id Siti Dhea 2519201701@mitrahusada.ac.id <p><strong>ABSTRACT</strong></p> <p><em>Sleep is a vital physiological need for the growth and development of infants aged 0-6 months, yet the prevalence of sleep disorders in Indonesia remains high at 44.2%. This study aims to analyze the effectiveness of baby massage in improving infant sleep quality at the Merdeka Public Health Center, Karo Regency. This experimental study utilized a pre-test and post-test approach with 32 infant respondents selected through purposive sampling. Sleep quality was measured using questionnaires before and after the intervention. Bivariate data analysis was performed using the Wilcoxon signed-rank test. The results showed that prior to the intervention, the majorityof infants had "Fair" sleep quality (53.1%). After receiving baby massage, there was a significant improvement, with the majority (75%) achieving "Good" sleep quality. The Wilcoxon test yielded a p-value of 0.001 (p &lt; 0.05), leading to the rejection of the null hypothesis (Ho).</em> <em>In conclusion, tactile stimulation through baby massage is significantly effective in enhancing the sleep quality of infants aged 0-6 months at the study site. The </em><em>massage stimulates the nervous system to provide relaxation and boost sleep-regulating hormones. Midwives are encouraged to provide regular education on infant massage techniques to parents to optimize child development.</em></p> <p><em><strong>Keywords: </strong>Baby Massage, Sleep Quality, Infants 0-6 Months, Tactile Stimulation</em></p> 2026-01-23T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Prosiding Forum Ilmiah dan Diskusi Mahasiwa https://prosidingmhm.mitrahusada.ac.id/index.php/forisma/article/view/1187 KONTRIBUSI BIDAN DALAM MENINGKATKAN RESILIENSI KESEHATAN IBU HAMIL MELALUI PELAYANAN KEGAWATDARURATAN PASCABENCANA LONGSOR DI DESA BONANDOLOK, KECAMATAN SITAHUIS, KABUPATEN TAPANULI TENGAH, TAHUN 2026 2026-01-17T16:29:33+07:00 Eni Angraini Situmeang eniangrainisitumeang@gmail.com Nafhani nafhany04@gmail.com Veronica Tamba tambaveronica157@gmail.com Dewi Wihana deviwihana12@gmail.com Lisa Wati lisawati77889900@gmail.com Maimunah mumunrieto@gmail.com Annisa Namirah Nasution annisanamirah96@gmail.com <p>Bencana longsor yang melanda Desa Bonandolok, Kecamatan Sitahuis, Kabupaten Tapanuli Tengah, Provinsi Sumatera Utara pada tahun 2025 telah menyebabkan wilayah tersebut mengalami kerusakan parah. Sejumlah rumah warga tertimbun material tanah dan batu, sehingga banyak keluarga kehilangan tempat tinggal dan terpaksa mengungsi. Akses jalan dan fasilitas umum juga mengalami kerusakan, yang berdampak pada terganggunya pelayanan kesehatan, khususnya bagi kelompok rentan seperti ibu hamil. Dari hasil pendataan dan pemeriksaan awal pascabencana, terlihat adanya dampak besar baik secara fisik maupun psikologis pada ibu hamil, seperti kecemasan, kelelahan, serta keluhan kehamilan yang berpotensi meningkatkan risiko komplikasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi kondisi kesehatan ibu hamil serta mendeskripsikan peran bidan dalam meningkatkan resiliensi kesehatan ibu hamil melalui pelayanan kegawatdaruratan kebidanan pascabencana longsor di Desa Bonandolok, Kecamatan Sitahuis, Kabupaten Tapanuli Tengah tahun 2025 Metode: Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil yang terdampak bencana longsor dan berada di Desa Bonandolok, Kecamatan Sitahuis, Kabupaten Tapanuli Tengah pada tahun 2025. Sampel penelitian terdiri dari 27 orang ibu hamil terdampak bencana yang mengikuti kegiatan skrining kesehatan dan pelayanan kegawatdaruratan kebidanan pascabencana. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik accidental sampling, yaitu ibu hamil yang secara kebetulan ditemui di lokasi pengungsian atau wilayah terdampak dan memenuhi kriteria inklusi pada saat pelaksanaan kegiatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 27 ibu hamil terdampak bencana longsor, sebagian mengalami tekanan darah di atas normal dan anemia, serta keluhan fisik dan psikologis seperti kelelahan, pusing, dan kecemasan pascabencana. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh stres pascabencana, keterbatasan akses pelayanan kesehatan, serta terganggunya pemenuhan gizi selama masa pengungsian.</p> 2026-02-17T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Prosiding Forum Ilmiah dan Diskusi Mahasiwa https://prosidingmhm.mitrahusada.ac.id/index.php/forisma/article/view/1193 PENERAPAN ROOMING-IN TERHADAP TINGKAT KEMANDIRIAN IBU DALAM MEMBERIKAN ASI PADA BAYI DI RUMAH SAKIT UMUM MITRA SEJATI KOTA MEDAN TAHUN 2025 2026-01-17T16:55:15+07:00 Meitari Yunika 2419201897@mitrahusada.ac.id Febriana Sari febrianasari@mitrahusada.ac.id Wusqy Nurmawaddah 2219201124@mitrahusada.ac.id hazizah sabilah siagian 2219201010@mitrahusada.ac.id irma wati 2219201043@mitrahusada.ac.id Kiki Septiantika 2519201262@mitrahusada.ac.id Silvia Mauliddina silivia@mitrahusada.ac.id <p><strong>Latar Belakang</strong>: Salah satu parameter keberhasilan dalam mencapai target <em>Sustainable Development Goals</em> (SDGs) adalah melalui program pemberian ASI eksklusif. Merujuk pada Profil Kesehatan Kabupaten/Kota tahun 2023, tercatat bahwa 49,77% atau sekitar 63.505 dari total 127.586 bayi berusia di bawah enam bulan di Provinsi Sumatera Utara telah mendapatkan ASI eksklusif. Data ini dikumpulkan melalui metode <em>recall</em> saat proses penimbangan bayi di wilayah setempat. Jika dikomparasikan dengan tahun 2022 yang berada di angka 42,73%, terjadi tren kenaikan cakupan. Adapun untuk Kota Medan, persentase pencapaian berada di angka 44,6%, sementara tiga wilayah dengan cakupan tertinggi mencapai 14,35%..(Dinkes Sumatera Utara, 2023). <strong>Tujuan: </strong>Kedekatan fisik yang intens antara ibu dan anak mampu memaksimalkan interaksi keduanya, sehingga bayi dapat menyusu kapan pun dibutuhkan. Selain itu, posisi bayi yang senantiasa berada di jangkauan ibu secara psikologis akan meningkatkan rasa tenang serta rasa aman bagi sang ibu.<strong>Metode Penelitian: </strong>Studi ini menerapkan pendekatan kuantitatif melalui rancangan <em>pre-eksperimental</em>. Desain yang dipilih adalah <em>Posttest With Control Group Design</em>, yang melibatkan kelompok intervensi dan kelompok kontrol sebagai pembanding. Pengukuran terhadap variabel dependen dilakukan pasca-pemberian perlakuan pada kedua kelompok tersebut. Adapun populasi dalam penelitian ini mencakup seluruh ibu nifas yang berjumlah 285 orang.<strong>Hasil </strong>Analisis statistik menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara karakteristik responden dengan praktik <em>rooming-in</em> dan non-<em>rooming-in</em>. Hal ini dibuktikan dengan perolehan nilai p pada variabel usia (p = 0,037), tingkat pendidikan (p = 0,044), dan status pekerjaan (p = 0,013). Sementara itu, pada kelompok ibu yang tidak menerapkan <em>rooming-in</em>, tingkat kemandirian dalam memberikan ASI cenderung berada pada kategori sedang (55% atau 12 responden) dan kategori rendah (45% atau 10 responden).</p> <p><strong>Kesimpulan: </strong>Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas ibu yang menerapkan <em>rooming-in</em> memiliki tingkat kemandirian yang tinggi, yakni mencapai 68%. Sebaliknya, pada kelompok ibu yang tidak melakukan <em>rooming-in</em>, tingkat kemandirian terbesar berada pada kategori sedang dengan persentase 55%. Analisis ini membuktikan adanya</p> <p> </p> <p> </p> <p> </p> <p> </p> <p> </p> <p>pengaruh signifikan dari praktik <em>rooming-in</em> terhadap kemandirian ibu dalam memberikan ASI. Secara komparatif, ibu yang berada dalam satu ruangan dengan bayinya menunjukkan tingkat kemandirian yang lebih unggul dibandingkan mereka yang terpisah.</p> 2026-02-17T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Prosiding Forum Ilmiah dan Diskusi Mahasiwa https://prosidingmhm.mitrahusada.ac.id/index.php/forisma/article/view/1198 HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU TERHADAP PERAWATAN TALI PUSAT DI PMB NURLINA SIKUMBANG DESA SAMPALI KABUPATEN DELI SERDANG PROVINSI SUMATERA UTARA TAHUN 2024 2026-01-17T18:14:41+07:00 Nurlina Sikumbang 2319201564@mitrahusada.ac.id Siti Nurmawan Sinaga sitinurmawan@mitrahusada.ac.id Revalina Manurung 2219201094@mitrahusada.ac.id Ade Nirwana Wulan Sari Hsb 2219201078@mitrahusada.ac.id Devi Sianturi 2419401005@mitrahusada.ac.id Suslilawati 2519201702@mitrahusada.ac.id Elin Meliyani Tanjung 2519201750@mitrahusada.ac.id <p><strong>Latar belakang</strong>: Perawatan tali pusat merupakan salah satu upaya penting dalam mencegah terjadinya infeksi neonatal, termasuk tetanus neonatorum, yang masih menjadi penyebab kematian bayi baru lahir. Salah satu faktor yang memengaruhi keberhasilan perawatan tali pusat adalah tingkat pengetahuan ibu. Kurangnya pengetahuan ibu dapat berdampak pada praktik perawatan tali pusat yang tidak sesuai standar dan meningkatkan risiko infeksi pada bayi baru lahir. <strong>Tujuan</strong>: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan ibu terhadap perawatan tali pusat di Praktik Mandiri Bidan (PMB) Nurlina Sikumbang Desa Sampali Kabupaten Deli Serdang Provinsi Sumatera Utara Tahun 2024. <strong>Metode</strong>: Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi sekaligus sampel dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang memiliki bayi di wilayah PMB Nurlina Sikumbang sebanyak 35 responden. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data meliputi analisis univariat dan bivariat dengan uji statistik <em>Chi-Square</em> pada tingkat kemaknaan α = 0,05. <strong>Hasil</strong>: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan cukup sebanyak 14 orang (40,0%). Mayoritas responden melakukan perawatan tali pusat sebanyak 20 orang (57,1%). Hasil analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan ibu dengan perawatan tali pusat, dengan nilai p-value = 0,035 (p &lt; 0,05). <strong>Kesimpulan</strong>: Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan ibu dengan perawatan tali pusat di PMB Nurlina Sikumbang Desa Sampali Kabupaten Deli Serdang Tahun 2024. Disarankan kepada tenaga kesehatan, khususnya bidan, untuk meningkatkan edukasi dan penyuluhan kepada ibu postpartum mengenai perawatan tali pusat yang benar guna mencegah terjadinya infeksi pada bayi baru lahir.</p> <p><strong>ABSTRAK </strong></p> <p><strong>Latar belakang</strong>: Perawatan tali pusat merupakan salah satu upaya penting dalam mencegah terjadinya infeksi neonatal, termasuk tetanus neonatorum, yang masih menjadi penyebab kematian bayi baru lahir. Salah satu faktor yang memengaruhi keberhasilan perawatan tali pusat adalah tingkat pengetahuan ibu. Kurangnya pengetahuan ibu dapat berdampak pada praktik perawatan tali pusat yang tidak sesuai standar dan meningkatkan risiko infeksi pada bayi baru lahir. <strong>Tujuan</strong>: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan ibu terhadap perawatan tali pusat di Praktik Mandiri Bidan (PMB) Nurlina Sikumbang Desa Sampali Kabupaten Deli Serdang Provinsi Sumatera Utara Tahun 2024. <strong>Metode</strong>: Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi sekaligus sampel dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang memiliki bayi di wilayah PMB Nurlina Sikumbang sebanyak 35 responden. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data meliputi analisis univariat dan bivariat dengan uji statistik <em>Chi-Square</em> pada tingkat kemaknaan α = 0,05. <strong>Hasil</strong>: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan cukup sebanyak 14 orang (40,0%). Mayoritas responden melakukan perawatan tali pusat sebanyak 20 orang (57,1%). Hasil analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan ibu dengan perawatan tali pusat, dengan nilai p-value = 0,035 (p &lt; 0,05). <strong>Kesimpulan</strong>: Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan ibu dengan perawatan tali pusat di PMB Nurlina Sikumbang Desa Sampali Kabupaten Deli Serdang Tahun 2024. Disarankan kepada tenaga kesehatan, khususnya bidan, untuk meningkatkan edukasi dan penyuluhan kepada ibu postpartum mengenai perawatan tali pusat yang benar guna mencegah terjadinya infeksi pad</p> <p><strong>ABSTRAK </strong></p> <p><strong>Latar belakang</strong>: Perawatan tali pusat merupakan salah satu upaya penting dalam mencegah terjadinya infeksi neonatal, termasuk tetanus neonatorum, yang masih menjadi penyebab kematian bayi baru lahir. Salah satu faktor yang memengaruhi keberhasilan perawatan tali pusat adalah tingkat pengetahuan ibu. Kurangnya pengetahuan ibu dapat berdampak pada praktik perawatan tali pusat yang tidak sesuai standar dan meningkatkan risiko infeksi pada bayi baru lahir. <strong>Tujuan</strong>: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan ibu terhadap perawatan tali pusat di Praktik Mandiri Bidan (PMB) Nurlina Sikumbang Desa Sampali Kabupaten Deli Serdang Provinsi Sumatera Utara Tahun 2024. <strong>Metode</strong>: Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi sekaligus sampel dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang memiliki bayi di wilayah PMB Nurlina Sikumbang sebanyak 35 responden. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data meliputi analisis univariat dan bivariat dengan uji statistik <em>Chi-Square</em> pada tingkat kemaknaan α = 0,05. <strong>Hasil</strong>: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan cukup sebanyak 14 orang (40,0%). Mayoritas responden melakukan perawatan tali pusat sebanyak 20 orang (57,1%). Hasil analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan ibu dengan perawatan tali pusat, dengan nilai p-value = 0,035 (p &lt; 0,05). <strong>Kesimpulan</strong>: Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan ibu dengan perawatan tali pusat di PMB Nurlina Sikumbang Desa Sampali Kabupaten Deli Serdang Tahun 2024. Disarankan kepada tenaga kesehatan, khususnya bidan, untuk meningkatkan edukasi dan penyuluhan kepada ibu postpartum mengenai perawatan tali pusat yang benar guna mencegah terjadinya infeksi pada bayi baru lahir.</p> <p><strong>ABSTRAK </strong></p> <p><strong>Latar belakang</strong>: Perawatan tali pusat merupakan salah satu upaya penting dalam mencegah terjadinya infeksi neonatal, termasuk tetanus neonatorum, yang masih menjadi penyebab kematian bayi baru lahir. Salah satu faktor yang memengaruhi keberhasilan perawatan tali pusat adalah tingkat pengetahuan ibu. Kurangnya pengetahuan ibu dapat berdampak pada praktik perawatan tali pusat yang tidak sesuai standar dan meningkatkan risiko infeksi pada bayi baru lahir. <strong>Tujuan</strong>: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan ibu terhadap perawatan tali pusat di Praktik Mandiri Bidan (PMB) Nurlina Sikumbang Desa Sampali Kabupaten Deli Serdang Provinsi Sumatera Utara Tahun 2024. <strong>Metode</strong>: Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi sekaligus sampel dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang memiliki bayi di wilayah PMB Nurlina Sikumbang sebanyak 35 responden. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data meliputi analisis univariat dan bivariat dengan uji statistik <em>Chi-Square</em> pada tingkat kemaknaan α = 0,05. <strong>Hasil</strong>: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan cukup sebanyak 14 orang (40,0%). Mayoritas responden melakukan perawatan tali pusat sebanyak 20 orang (57,1%). Hasil analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan ibu dengan perawatan tali pusat, dengan nilai p-value = 0,035 (p &lt; 0,05). <strong>Kesimpulan</strong>: Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan ibu dengan perawatan tali pusat di PMB Nurlina Sikumbang Desa Sampali Kabupaten Deli Serdang Tahun 2024. Disarankan kepada tenaga kesehatan, khususnya bidan, untuk meningkatkan edukasi dan penyuluhan kepada ibu postpartum mengenai perawatan tali pusat yang benar guna mencegah terjadinya infeksi pada bayi baru lahir.</p> <p><br /><br /><br /></p> <p><br /><br /><br /></p> 2026-02-17T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Prosiding Forum Ilmiah dan Diskusi Mahasiwa https://prosidingmhm.mitrahusada.ac.id/index.php/forisma/article/view/1201 MANAJEMEN ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU HAMIL NY S DENGAN CA MAMAE DI RUANGAN IGD RSU HAJI MEDAN SUMATRA UTARA TAHUN 2025 2026-01-17T18:32:02+07:00 Tumiar Sri Irene Lumbantobing 2419201068mitrahusada@ac.id Srilina Pinem srilinapinem@mitrahusada.ac.id Trisaputri Pasaribu 2519201508mitrahusada@ac.id Tresiska Yuliani Lawolo 2519201506mitrahusada@ac.id Tri Santi Berlian Zai 2519201508mitrahusada@ac.id Nur Ainun Baru Setepu 2419201044@mitrahusada.ac.id Mardan Siregar mardansiregar@mitrahusada.ac.id <p>Kanker payudara atau <em>Carcinoma Mammae</em> merupakan salah satu tantangan kesehatan terbesar bagi kaum perempuan di tingkat global maupun nasional. Kondisi ini menjadi semakin kompleks apabila terjadi pada masa kehamilan, karena memerlukan manajemen yang sangat teliti untuk menjaga keselamatan ibu sekaligus kesejahteraan janin yang dikandung. Laporan ini mengkaji asuhan kebidanan pada Ny. S, seorang ibu hamil berusia 35 tahun yang terdiagnosis menderita kanker payudara di unit gawat darurat rumah sakit.</p> <p>Fokus utama dalam tinjauan ini adalah mengevaluasi faktor-faktor risiko yang berkontribusi terhadap kondisi pasien serta menganalisis pilihan terapi yang tersedia. Dalam kasus ini, ditemukan bahwa faktor genetik, riwayat pemakaian kontrasepsi hormonal dalam jangka waktu lama, dan kondisi obesitas menjadi pemicu signifikan perkembangan sel ganas pada jaringan payudara pasien. Deteksi dini menjadi kunci utama mengingat sebagian besar kasus di Indonesia baru ditemukan ketika sudah mencapai stadium lanjut.</p> <p>Implementasi asuhan dilakukan dengan pendekatan manajemen kebidanan yang komprehensif, mulai dari pengkajian data subjektif dan objektif hingga evaluasi tindakan. Tenaga kesehatan, khususnya bidan, memegang peranan vital dalam memberikan edukasi mengenai teknik pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) serta memberikan dukungan psikososial bagi ibu hamil yang menghadapi penyakit berat. Hal ini bertujuan untuk menekan angka mortalitas serta meningkatkan kualitas hidup penderita.</p> <p>Hasil dari studi kasus ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif bagi pengembangan protokol pelayanan kebidanan di RSU Haji Medan. Diperlukan kolaborasi multidisiplin yang erat antara bidan, dokter spesialis, dan tenaga medis lainnya untuk memastikan pasien mendapatkan penanganan yang aman dan sesuai dengan standar medis terkini. Pencegahan perburukan penyakit menjadi prioritas utama dalam menangani kasus kehamilan dengan komplikasi keganasan.</p> 2026-02-17T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Prosiding Forum Ilmiah dan Diskusi Mahasiwa https://prosidingmhm.mitrahusada.ac.id/index.php/forisma/article/view/1229 MANAJEMEN ASUHAN KEBIDANAN PADA TN. T DENGAN KOMPLIKASI TRAKEOSTOMI DI RUANG THA’IF DI RSU. HAJI MEDAN PROVINSI SUMATERA UTARA TAHUN 2025 2026-01-17T23:43:18+07:00 fidheliaanastasya br barus 2419201017@mitrahusada.ac.id Kismiasih Adethia kismiasihaditya@mitrahusada.ac.id Sarmauli Simbolon 2419201025@mitrahusada.ac.id Intan Hervidayanti 2519201671@mitrahusada.ac.id Nurul Hidayah 2519201674@mitrahusada.ac.id Bony Manurung bonymanurung@mitrahusada.ac.id Sahnijar sahnijar@mitrahusada.ac.id <p>Trakeostomi merupakan tindakan pembedahan dengan membuat lubang pada trakea untuk mempertahankan jalan napas, terutama pada pasien dengan gangguan pernapasan, obstruksi jalan napas, atau kebutuhan ventilasi jangka panjang. Meskipun prosedur ini sangat bermanfaat dalam menyelamatkan nyawa, trakeostomi juga memiliki berbagai risiko dan komplikasi yang dapat terjadi baik pada fase awal maupun lanjut. Komplikasi trakeostomi meliputi perdarahan, infeksi, sumbatan kanul, pneumotoraks, hingga stenosis trakea. Jika tidak ditangani dengan baik, komplikasi tersebut dapat meningkatkan angka morbiditas dan mortalitas pasien. Oleh karena itu, tenaga kesehatan, khususnya perawat dan tenaga medis, perlu memahami jenis-jenis komplikasi trakeostomi serta upaya pencegahannya. Tujuan penulisan ini adalah untuk menjelaskan secara sistematis berbagai komplikasi trakeostomi serta pentingnya perawatan yang tepat guna meningkatkan keselamatan dan kualitas hidup pasien</p> <p>&nbsp;</p> 2026-02-17T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Prosiding Forum Ilmiah dan Diskusi Mahasiwa https://prosidingmhm.mitrahusada.ac.id/index.php/forisma/article/view/1233 PERAN TEKNOLOGI MHEALTH DALAM PROMOSI DAN PENCEGAHAN MATERNAL HEALTH UNTUK RESILIENSI KESEHATAN NASIOAL DI PUSKESMAS DESA LALANG 2026-01-17T21:30:18+07:00 Yesi Ardila Fatma ardilafatmayesi@gamil.com Nasywa Mumtazah luxi78859@gmail.com Nurul Fadilah nurfadilah3006@gmai.com Dini Aminarti Lubis aminartidini628@gmail.com Desi Handayani Lubis desihandayanilubis84@gmail.com Maimunah Ritonga mumunrieto@gmail.com <p class="s14">Transformasi digital layanan perawatan antenatal (ANC) telah berkembang pesat melalui platform kesehatan mobile (mHealth) dan dapat memperkuat sistem kesehatan ibu di Indonesia. Studi ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas aplikasi mHealth “Bundaqusehat” dalam meningkatkan pengetahuan, sikap, perilaku, dan kepatuhan di antara ibu hamil dalam praktik antenatal. Desain kuasi-eksperimental pretest–posttest dengan kelompok kontrol digunakan, melibatkan 30 ibu hamil yang dibagi menjadi kelompok intervensi (n=15) dan kelompok kontrol (n=15). Intervensi menggunakan Bundaqusehat untuk edukasi, pemantauan, dan pengingat, sedangkan kelompok kontrol menerima layanan ANC standar. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur dan dianalisis menggunakan uji t dan chi-square dengan tingkat signifikansi p&lt;0,05. Hasil menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam pengetahuan, sikap, dan perilaku pada kelompok intervensi (p&lt;0,05), sementara tidak ditemukan perubahan yang signifikan pada kelompok kontrol. Kepatuhan terhadap suplementasi zat besi dan pemantauan gerakan janin juga lebih tinggi pada kelompok intervensi (p&lt;0,05). Temuan ini menunjukkan bahwa mHealth dapat meningkatkan literasi kesehatan ibu, keterlibatan dalam perawatan antenatal, dan kepatuhan terhadap tindakan pencegahan. Aplikasi digital seperti Bundaqusehat dapat mendukung layanan antenatal yang optimal dan memperkuat ketahanan kesehatan ibu sejalan dengan transformasi kesehatan nasional dan target SDGs. Studi lebih lanjut dengan ukuran sampel yang lebih besar dan periode intervensi yang lebih panjang direkomendasikan.</p> 2026-02-17T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Prosiding Forum Ilmiah dan Diskusi Mahasiwa https://prosidingmhm.mitrahusada.ac.id/index.php/forisma/article/view/1236 PENGARUH EKSTRAK KOPI ARABIKA (COFFEA ARABICA L.) MENGGUNAKAN METODE PERKOLASI DALAM PENGEMBANGAN SEDIAAN GRANUL 2026-01-17T22:19:21+07:00 Albertrysia Richzchika YolaNurnazwa albertrysianurnazwanazwa@gmail.com Yola Nurnazwa yolanurnazwa@gmail.com Alifah Salsabila alifahsalsabila2004@gmail.com Siti Haura Khairunnisa sitihaura27@gmail.com Sofi Khoerunnisa sofikhoerunnisa47@gmail.com Mahardika Shaib Prayoga mahardikashaibprayoga@gmail.com <p>Tanaman kopi arabika (Coffea arabica L.) adalah komoditas yang mengandung berbagai senyawa bioaktif, terutama senyawa fenolik seperti asam klorogenat, yang memiliki potensi sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak ekstrak biji kopi arabika yang diambil melalui metode perkolasi terhadap penciptaan sediaan granul dengan teknik granulasi basah. Proses ekstraksi dilakukan dengan menggunakan pelarut etanol 96% dan menghasilkan tingkat rendemen sebesar 20,28%, yang telah memenuhi standar Farmakope Herbal Indonesia. Identifikasi senyawa dilakukan melalui kromatografi lapis tipis (KLT) dan skrining fitokimia. Hasil dari analisis KLT menunjukkan adanya senyawa antioksidan dengan nilai Rf 0,2 yang menunjukkan dominasi senyawa polifenol polar, khususnya asam klorogenat. Hasil skrining fitokimia menunjukkan reaksi positif terhadap alkaloid, terpenoid, dan tanin. Ekstrak tersebut kemudian diformulasikan menjadi granul dengan tiga variasi konsentrasi ekstrak (1%, 2%, dan 3%). Evaluasi terhadap granul mencakup uji organoleptik, kehilangan saat pengeringan, laju aliran, sudut diam, kompresibilitas, dan kadar kelembapan. Hasil menunjukkan bahwa semua formulasi memiliki karakteristik organoleptik yang memuaskan, nilai pengurangan berat yang rendah (&lt;0,1%), kadar kelembapan granul &lt;5%, serta kompresibilitas dalam rentang yang diinginkan (5–12%). Formula ketiga menunjukkan sifat aliran dan sudut diam yang paling baik dibandingkan dengan formula lainnya. Dengan demikian, ekstrak biji kopi arabika yang diperoleh melalui perkolasi berpotensi untuk dikembangkan sebagai bahan aktif dalam sediaan granul di bidang farmasi.</p> 2026-02-17T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Prosiding Forum Ilmiah dan Diskusi Mahasiwa https://prosidingmhm.mitrahusada.ac.id/index.php/forisma/article/view/1242 MANAJEMEN ASUHAN KEBIDANAN BAYI BERAT LAHIR RENDAH (BBLR) PADA BAYI NY “N” G1P0A0 DENGAN HIPOTERMI DI KLINIK PRATAMA NIAR TAHUN 2024 2026-01-17T21:38:23+07:00 Tiara Ayu Pratiwi 2219201116@mitrahusada.ac.id Magdalena Br Barus magdalena@mitrahusada.ac.id Tiurma Novelin Sitohang 2219201118@mitrahusada.ac.id Mirzatun Nisa 2519201326@mitrahusada.ac.id Morina 2519201330@mitrahusada.ac.id Muazzinah 2519201331@mitrahusada.ac.id Lulytri Simamora 2519201813@mitrahusada.ac.id <p>Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) merupakan salah satu masalah kesehatan neonatal yang berkontribusi besar terhadap angka kesakitan dan kematian bayi. Bayi dengan BBLR memiliki risiko tinggi mengalami komplikasi, salah satunya adalah hipotermia akibat ketidakmatangan sistem termoregulasi. Laporan kasus ini bertujuan untuk menggambarkan manajemen asuhan kebidanan pada bayi BBLR dengan hipotermia menggunakan pendekatan manajemen kebidanan. Metode yang digunakan adalah studi kasus pada bayi Ny. N yang lahir dengan berat badan 2400 gram di Klinik Pratama Niar tahun 2025. Pengkajian dilakukan secara komprehensif meliputi data subjektif dan objektif, identifikasi diagnosis, masalah potensial, tindakan segera, intervensi, implementasi, serta evaluasi. Hasil pengkajian menunjukkan bayi lahir spontan dengan kondisi umum baik, nilai Apgar 10, namun mengalami hipotermia dengan suhu tubuh 35,3°C. Asuhan kebidanan yang diberikan meliputi menjaga kehangatan bayi melalui inkubator dan bedong, pemberian ASI dan Inisiasi Menyusu Dini (IMD), pemantauan tanda vital, pencegahan infeksi, pemberian vitamin K, imunisasi Hepatitis B, serta edukasi perawatan tali pusat kepada ibu. Evaluasi menunjukkan kondisi bayi stabil, suhu tubuh terjaga, nutrisi terpenuhi, dan tidak ditemukan komplikasi lanjutan. Kesimpulan dari laporan kasus ini adalah manajemen asuhan kebidanan yang tepat dan komprehensif pada bayi BBLR dengan hipotermia dapat membantu mempertahankan kondisi fisiologis bayi serta mencegah terjadinya komplikasi lebih lanjut.</p> 2026-02-17T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Prosiding Forum Ilmiah dan Diskusi Mahasiwa https://prosidingmhm.mitrahusada.ac.id/index.php/forisma/article/view/1253 ASUHAN KEPERAWATAN GERONTIK SERVICE EXCELLENT PADA NY.W DENGAN DIABETES MELITUS TIPE II 2026-01-17T23:04:27+07:00 maria magdalena girsang 2319144040@mitrahusada.ac.id Sri Mulati srimulati@mitrahusada.ac.id Inri Eftiliani 2519905002@mitrahusada.ac.id Resya aura purba 2419144052@mitrahusada.ac.id Yossi Saragih 2319144042@mitrahusada.ac.id Nolani Berutu 2419144054@mitrahusada.ac.id Roy Saputra Berutu roysaputra@mitrahusada.ac.id <p>Diabetes Melitus Tipe II diklasifikasikan sebagai penyakit kronik tidak menular yang sering terjadi pada lanjut usia akibat perubahan fisiologis berupa penurunan sensitivitas insulin dan fungsi metabolik tubuh. Kondisi ini menuntut adanya asuhan keperawatan gerontik yang komprehensif dan berorientasi pada pelayanan prima (service excellent) guna mencegah komplikasi dan meningkatkan kualitas hidup lansia. Tujuan: Artikel ini bertujuan untuk menggambarkan penerapan pelayanan kesehatan pada populasi geriatri berbasis pelayanan yang excellent bagi lansia yang di diagnosis Diabetes Melitus Tipe II di UPTD Pelayanan Sosial Lanjut Usia Binjai. Metode: Penelitian ini dirancang dalam bentuk desain studi kasus dengan pendekatan deskriptif. Subjek penelitian meliputi seorang lansia perempuan berusia 61 tahun dengan diagnosis Diabetes Melitus Tipe II. Data penelitian dikumpulkan melalui metode wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, serta studi dokumentasi keperawatan. Proses asuhan keperawatan dilaksanakan berdasarkan tahapan pengkajian, perumusan diagnosis keperawatan, perencanaan, pelaksanaan tindakan keperawatan, dan evaluasi yang mengacu terhadap SDKI, SIKI, dan SLKI. Hasil: Hasil pengkajian menunjukkan klien mengalami ketidakstabilan kadar glukosa darah yang ditandai dengan keluhan pusing, mengalami rasa haus berlebihan, dan meningkatkan frekuensi miksi, serta defisit pengetahuan terkait penyakit diabetes. Intervensi keperawatan meliputi manajemen hiperglikemia dan edukasi kesehatan. Setelah asuhan keperawatan dilaksanakan selama 3×24 jam, ditemukan perbaikan kondisi klien dan peningkatan pemahaman mengenai penyakit. Kesimpulan: Asuhan keperawatan gerontik berbasis service excellent efektif dalam membantu pengendalian kadar glukosa darah dan meningkatkan pengetahuan lansia terhadap diagnosis Diabetes Melitus Tipe II.</p> 2026-02-17T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Prosiding Forum Ilmiah dan Diskusi Mahasiwa https://prosidingmhm.mitrahusada.ac.id/index.php/forisma/article/view/1257 MANAJEMEN ASUHAN KEBIDANAN BY.NY H DENGAN BAYI LAHIR DENGAN ASFIKSIA DIRUANGAN PICI NICU RUMAH SAKIT UMUM HAJI MEDAN PROVINSI SUMATERA UTARA TAHUN 2024 2026-01-17T22:45:03+07:00 Sri Juwita Stefany 2419201063@mitrahusada.ac.id Kismiasih Adethia kismiasihaditya@mitrahusada.ac.id Cinta Tri Nadya Aritonang 2319201011@mitrahusada.ac.id Nazwa Auliafiantika 2519201038@mitrahusada.ac.id Nova Elisa 2519201040@mitrahusada.ac.id Dessi Ratnawati 2519201144@mitrahusada.ac.id Hilda Immayani Lubis hildaimmayani@mitrahusada.ac.id <p>Bayi baru lahir dengan kejang dan asfiksia merupakan kondisi kegawatdaruratan neonatal yang membutuhkan penanganan cepat, tepat, dan terintegrasi. Keterlambatan atau ketidaktepatan manajemen asuhan kebidanan dapat meningkatkan risiko morbiditas dan mortalitas neonatal serta gangguan tumbuh kembang jangka panjang. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji manajemen asuhan kebidanan pada bayi baru lahir dengan kejang dan asfiksia berdasarkan pendekatan kegawatdaruratan neonatal dan prinsip service excellence. Metode penulisan menggunakan studi literatur dari jurnal nasional dan internasional serta pedoman pelayanan neonatal terkini. Hasil kajian menunjukkan bahwa manajemen asuhan kebidanan yang sistematis meliputi pengkajian cepat, stabilisasi awal jalan napas, pernapasan dan sirkulasi, pengendalian kejang, serta kolaborasi rujukan mampu menurunkan risiko komplikasi pada bayi baru lahir.</p> 2026-02-17T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Prosiding Forum Ilmiah dan Diskusi Mahasiwa https://prosidingmhm.mitrahusada.ac.id/index.php/forisma/article/view/1264 TINJAUAN ASUHAN KEBIDANAN PADA KASUS RENTAN : PEREMPUAN BERKEBUTUHAN KHUSUS DENGAN HIV – AIDS DI UPTD PUSKESMAS JAKASETIA, KOTA BEKASI TAHUN 2021 2026-01-18T13:47:02+07:00 Indira Azzahra indira25azzahraa@gmail.com Syifa Nurfadillah syifanurfadillah883@gmail.com Siti Aisy Nisrina Fijriyyah aisynisrina0608@gmail.com Lenny Irmawaty Sirait lennyirmawaty@gmail.com <p><strong>&nbsp; </strong><strong>ABSTRAK </strong></p> <p><em>Acquired Immunodeficiency Syndrome </em>atay Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) adalah sekumpulan gejala dan infeksi atau sindrom yang timbul karena rusaknya sistem kekebalan tubuh manusia akibat infeksi virus HIV atau infeksi virus-virus lain yang mirip yang menyerang spesies lainnya. Virusnya disebut Human Immunodeficiency Virus (HIV) yaitu virus yang memperlemah kekebalan pada tubuh manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa banyak data-data perempuan yang berkebutuhan khusus dengan HIV/AIDS di Puskesmas JakaSetia. Mengetahui kebijakan pemerintah dalam menanggapi perempuan yang berkebutuhan khusus dengan HIV/AIDS di Puskesmas JakaSetia. Mengetahui faktor penyebab terjadinya HIV/AIDS pada perempuan yang berkebutuhan khusus di Puskesmas JakaSetia. Mengetahui solusi yang diberikan untuk menangani HIV/AIDS pada perempuan berkebutuhan khusus di Puskesmas JakaSetia. Jenis penelitian ini adalah data kualitatif yaitu data yang bukan dalam bentuk angka-angka atau tidak dapat dihitung dan diperoleh dari hasil wawancara dengan salah satu tenaga kesehatan ( Bidan) UPTD Jaka Setia, untuk mengumpulkan informasi-informasi yang berkaitan dengan masalah yang diteliti. Teknik analisis yang digunakan adalah teknik analisis data deskriptif, yaitu dengan cara menghimpun data-data faktual dan mendiskripsikan. Data berasal dari seluruh informasi yang diperoleh dari hasil wawancara serta dokumen-dokumen melalui beberapa tahap. Setelah pengumpulan data, pencatatan data, peneliti melakukan analisis interaksi yang terdiri dari reduksi data, penyajian data dan verifikasi. Analisis dari penelitian ini berlangsung bersama dengan proses pengumpulan data, maupun dilakukan setelah data data terkumpul.</p> <p><em>Sectio Caesarea</em> (SC) merupakan prosedur bedah yang memiliki risiko komplikasi berupa infeksi luka operasi yang dapat memperlama masa pemulihan. Mobilisasi dini diidentifikasi sebagai intervensi non-farmakologis penting untuk meningkatkan sirkulasi dan mempercepat proses penyembuhan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara mobilisasi dini dengan proses penyembuhan luka pada ibu post SC di RSUD Tanjung Pura Langkat tahun 2023. Desain penelitian menggunakan studi korelasi dengan pendekatan <em>cross-sectional</em> terhadap 30 responden yang dipilih melalui teknik <em>total sampling</em>. Hasil analisis univariat menunjukkan 66,6% responden melakukan mobilisasi dini kategori cepat dan 83,3% mengalami penyembuhan luka cepat. Uji statistik <em>Chi-Square</em> menghasilkan nilai <em>p-value</em> = 0,000 (α &lt; 0,05), yang menunjukkan adanya hubungan signifikan antara kedua variabel. Disimpulkan bahwa implementasi mobilisasi dini yang tepat waktu berkontribusi positif terhadap kecepatan penyembuhan luka pasca operasi.</p> <p>&nbsp;</p> <p><strong>Kata Kunci:</strong> HIV/AIDS, Faktor Penyebab, Perempuan.</p> <p><strong>&nbsp;</strong></p> <p><strong>&nbsp;</strong></p> <p><strong>ABSTRACT</strong></p> <p>​ <em>Acquired Immunodeficiency Syndrome or Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) is a collection of symptoms and infections or syndromes that arise due to damage to the human immune system due to infection with the HIV virus or infection with other similar viruses that attack other species. The virus is called Human Immunodeficiency Virus (HIV), which is a virus that weakens immunity in the human body. This study aims to find out how much data on women with special needs with HIV/AIDS at the JakaSetia Health Center. Knowing government policies in responding to women with special needs with HIV/AIDS at the JakaSetia Health Center. Knowing the factors that cause HIV/AIDS in women with special needs at the JakaSetia Health Center. Knowing the solutions provided to deal with HIV/AIDS in women with special needs at the JakaSetia Health Center. This type of research is qualitative data, namely data that is not in the form of numbers or cannot be calculated and obtained from interviews with one of the UPTD Jaka Setia health workers (midwives), to collect information related to the problem under study. The analysis technique used is descriptive data analysis technique, namely by collecting factual data and describing it. Data comes from all information obtained from interviews and documents through several stages. After data collection, data recording, the researcher conducted an interaction analysis consisting of data reduction, data presentation and verification. The analysis from this study took place together with the data collection process,or was carried out after the data was collected.</em></p> <p><strong>Keywords</strong>: HIV/AIDS, Causative Factors, Women.</p> 2026-02-17T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Prosiding Forum Ilmiah dan Diskusi Mahasiwa https://prosidingmhm.mitrahusada.ac.id/index.php/forisma/article/view/1271 IDENTIFIKASI MASALAH ANEMIA PADA IBU HAMIL DAN UPAYA PENINGKATAN LITERASI KESEHATAN DI WILAYAH KERJA UPT PUSKESMAS MEDAN JOHOR TAHUN 2025 2026-01-17T23:34:46+07:00 Sodiria Zega 2219201106@mitrahusada.ac.id Laura Margaretha Simanjuntak 2219201130@mitrahusada.ac.id Erma Suryani 2519201181@mitrahusada.ac.id Esa Hikmah Sari Waruwu 2519201186@mitrahusada.ac.id Eva Rahmadani 2519201189@mitrahusada.ac.id Tetti Seriati Situmorang tettiseriaty@mitrahusada.ac.id Ribur Sinaga ribursinaga@mitrahusada.ac.id <p>Pemerintah menargetkan penurunan prevalensi anemia pada ibu hamil melalui distribusi 90 tablet tambah darah, namun pada kenyataannya masih terdapat kesenjangan berupa tingginya angka kejadian anemia dan rendahnya kepatuhan konsumsi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi masalah anemia serta mengevaluasi upaya peningkatan literasi kesehatan melalui penyuluhan di wilayah kerja UPT Puskesmas Medan Johor tahun 2025. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif observasional dengan pendekatan survei lapangan. Populasi penelitian adalah seluruh ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Medan Johor dengan sampel sebanyak 35 responden yang diambil melalui teknik <em>purposive sampling</em>. Kriteria inklusi meliputi ibu hamil yang melakukan kunjungan antenatal dan bersedia menjadi responden, sedangkan kriteria eksklusi adalah ibu hamil dengan komplikasi medis berat. Data primer dikumpulkan melalui wawancara, pemeriksaan kadar hemoglobin digital, dan evaluasi hasil penyuluhan, sementara data sekunder diperoleh dari laporan Kesehatan Ibu&nbsp; dan Anak tahun 2024. Analisis data menggunakan analisis univariat untuk menggambarkan distribusi frekuensi variabel penelitian. Hasil penelitian menunjukkan adanya kesenjangan klinis di mana ditemukan 107 kasus anemia ringan sepanjang tahun 2024 dengan puncak 9 kasus pada Desember 2024. Masalah utama yang teridentifikasi adalah rendahnya kepatuhan akibat efek samping obat dan minimnya dukungan keluarga. Namun, upaya peningkatan literasi melalui seminar menunjukkan hasil positif di mana 80% audiens mampu memahami definisi, gejala, dan pencegahan anemia pasca-intervensi. Sebagai kesimpulan, identifikasi masalah menunjukkan bahwa anemia dipengaruhi oleh faktor perilaku dan pengetahuan, yang dapat diperbaiki melalui edukasi terstruktur. Penguatan Kelas Ibu Hamil dan monitoring tablet tambah darah secara digital sangat direkomendasikan untuk menutup kesenjangan antara target program dan realitas di lapangan.</p> <p>&nbsp;</p> 2026-02-17T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Prosiding Forum Ilmiah dan Diskusi Mahasiwa https://prosidingmhm.mitrahusada.ac.id/index.php/forisma/article/view/1289 PENGARUH PERAWATAN BERAT BAYI LAHIR RENDAH DENGAN PERKEMBANGAN ANAK DI RSUD AEK KANOPAN KECAMATAN KUALUH SELATAN KABUPATEN LABUHAN BATU UTARA SUMATERA UTARA TAHUN 2025 2026-01-18T09:27:08+07:00 Susiana 2419201548@mitrahusada.ac.id Asnita Sinaga asnitasinaga@mitrahusada.ac.id Nurul Aisyah 2519201076@mitrahusada.ac.id Desi Kumala Sari 2519201140@mitrahusada.ac.id Desie Elgia 2519201142@mimtrahusada.ac.id Cristoboy Vasius Bakara cristoboy@mitrahusada.ac.id <p style="font-weight: 400;">Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) merupakan salah satu masalah kesehatan bayi yang berisiko meningkatkan angka kesakitan dan keterlambatan perkembangan. Bayi dengan riwayat BBLR memerlukan perawatan optimal dan pemantauan berkelanjutan agar tumbuh kembangnya sesuai usia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran hasil perawatan bayi BBLR terhadap perkembangan anak di RSUD Aek Kanopan Tahun 2025. Penelitian menggunakan desain observasional dengan pendekatan deskriptif. Populasi sekaligus sampel berjumlah 5 anak dengan riwayat BBLR. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP). Hasil penelitian menunjukkan 3 anak (60%) memiliki perkembangan sesuai usia dan 2 anak (40%) memiliki perkembangan meragukan tanpa penyimpangan. Dapat disimpulkan bahwa perawatan optimal sejak dini berperan penting dalam mendukung perkembangan anak dengan riwayat BBLR, sehingga diperlukan pemantauan tumbuh kembang dan edukasi berkelanjutan kepada orang tua.</p> 2026-01-23T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Prosiding Forum Ilmiah dan Diskusi Mahasiwa https://prosidingmhm.mitrahusada.ac.id/index.php/forisma/article/view/1294 MANAJEMEN ASUHAN KEBIDANAN IBU BERSALIN PADA NY. R USIA 37 TAHUN DENGAN KEMATIAN JANIN DALAM KANDUNGAN (KJDK) DI KLINIK PRATAMA NIAR KOTA MEDAN TAHUN 2024 2026-01-18T11:15:12+07:00 Masyuni Simanjuntak 2219201068@mitrahusada.ac.id Siti Mardiah Hsb 2519201466@mitrahusada.ac.id Siti Parida Hasibuan 2519201468@mitrahusada.ac.id Siti Sania Siregar 2519201472@mitrahusada.ac.id Sony Alvionita 2519201475@mitrahusada.ac.id Debby Cyntia Yun debbycintyayun@mitrahusada.ac.id Dewi Sartika Hutabarat dewisartika@mitrahusada.ac.id <p>Kematian Janin Dalam Kandungan (KJDK) merupakan salah satu komplikasi obstetri yang <br>berdampak serius terhadap kondisi fisik dan psikologis ibu, serta menjadi indikator mutu <br>pelayanan kebidanan. Penatalaksanaan yang tepat dan komprehensif sangat diperlukan untuk <br>mencegah komplikasi lebih lanjut, termasuk perdarahan, infeksi, dan gangguan psikologis. <br>Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan manajemen asuhan kebidanan pada ibu bersalin <br>dengan KJDK menggunakan pendekatan manajemen kebidanan tujuh langkah Varney. Metode <br>penelitian yang digunakan adalah studi kasus deskriptif dengan pendekatan kualitatif terhadap <br>Ny. R usia 37 tahun dengan usia kehamilan 38 minggu 4 hari yang mengalami KJDK di Klinik <br>Pratama Niar Kota Medan tahun 2024. Data diperoleh melalui anamnesis, pemeriksaan fisik, <br>observasi klinis, dan dokumentasi medis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa asuhan <br>kebidanan yang diberikan secara sistematis dan sesuai standar mampu mencegah komplikasi <br>maternal serta memberikan dukungan psikologis yang optimal bagi ibu. Penerapan manajemen <br>kebidanan Varney terbukti efektif dalam pengambilan keputusan klinis pada kasus KJDK.</p> 2026-02-17T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Prosiding Forum Ilmiah dan Diskusi Mahasiwa https://prosidingmhm.mitrahusada.ac.id/index.php/forisma/article/view/1300 ANALISIS FAKTOR YANG MEMENGARUHI KEJADIAN BAYI BERAT BADAN LAHIR RENDAH DI RS REGINA MARIS KECAMATAN MEDAN MAIMUN KOTA MEDAN PROVINSI SUMATERA UTARA TAHUN 2025 2026-01-18T13:06:01+07:00 Elwina Sanny Br.Surbakti 2419201794@mitrahusada.ac.id Damayanty damayanty@mitrahusada.ac.id Agnes Monica Purba 2219201003@mitrahusada.ac.id Intan Aulia Zahra 2219201040@mitrahusada.ac.id Ruth Renatha Purba 2219201434@mitrahusada.ac.id Santika 2219201443@mitrahusada.ac.id Sari Donni Hasibuan 2219201445@mitrahusada.ac.id <p>Berat badan lahir rendah (BBLR) masih merupakan salah satu isu kesehatan bayi baru lahir yang berperan dalam tingginya tingkat kesakitan dan kematian pada neonatal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian bayi dengan berat badan rendah di RS Regina Maris, Kecamatan Medan Maimun, Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara, pada Tahun 2025. Penelitian ini diterapkan dengan metode kuantitatif melalui desain cross-sectional dan pendekatan survei retrospektif. Populasi yang diteliti adalah seluruh ibu yang melahirkan di RS Regina Maris sebanyak 150 orang, dan jumlah sampel yang diambil sebanyak 60 responden menggunakan rumus Slovin. Data yang dipergunakan adalah data sekunder yang diambil dari rekam medis rumah sakit. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan menggunakan uji Chi-Square pada tingkat kepercayaan 95% (α = 0,05. Temuan dalam penelitian ini mengkonfirmasi adanya korelasi yang sangat kuat antara variabel usia ibu (p = 0,003), derajat paritas (p = 0,025), kondisi nutrisi ibu (p = 0,009), serta riwayat hipertensi gestasional (p = 0,003) terhadap fenomena berat badan lahir rendah. Kesimpulan penelitian ini adalah faktor usia ibu, paritas, status gizi, dan hipertensi memiliki hubungan yang bermakna terhadap kejadian BBLR. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan kualitas pelayanan antenatal care melalui skrining dini faktor risiko untuk mencegah terjadinya BBLR.</p> 2026-02-17T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Prosiding Forum Ilmiah dan Diskusi Mahasiwa https://prosidingmhm.mitrahusada.ac.id/index.php/forisma/article/view/1307 FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERAWATAN LUKA PERINEUM PADA IBU NIFAS DI BPM INDAH SARI DESA NAGA TIMBUL KECAMATAN TANJUNG MORAWA KABUPATEN DELI SERDANG TAHUN 2023 2026-01-18T13:51:15+07:00 Indah Sari 2219201515@mitrahusada.ac.id Imarina Tarigan imarinatarigan@mitrahusada.ac.id Elestra Natalia Butar Butar 2319201016@mitrahusada.ac.id Safira Sarnima 2319201059@mitrahusada.ac.id Juliani 2519201251@mitrahusada.ac.id Julianti 2519201252@mitrahusada.ac.id Rasmiati 2519201788@mitrahusada.ac.id <p>Masa nifas merupakan fase krusial pascapersalinan yang ditandai dengan proses involusi atau pemulihan organ reproduksi. Penatalaksanaan luka perineum yang tidak adekuat berisiko memicu infeksi sekunder, hemoragi, serta menghambat durasi penyembuhan jaringan. Mengingat masih terbatasnya pemahaman ibu nifas mengenai teknik perawatan luka yang tepat, penelitian mengenai faktor-faktor yang memengaruhi perilaku perawatan luka perineum menjadi sangat esensial. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi berbagai faktor yang berhubungan dengan praktik perawatan luka perineum pada ibu nifas di BPM Indah Sari, Desa Naga Timbul, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang, Tahun 2023. Temuan menunjukkan mayoritas responden berada pada kategori usia tidak berisiko (57,7%), berpendidikan tinggi (57,7%), memiliki tingkat pengetahuan baik (55,8%), dan berstatus bekerja (59,6%). Hasil analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan yang signifikan secara statistik antara variabel usia ($p=0,025$), pengetahuan ($p=0,001$), dan tingkat pendidikan ($p=0,001$) terhadap perawatan luka perineum. Sebaliknya, variabel status pekerjaan ($p=0,826$) tidak menunjukkan hubungan yang signifikan. Dapat disimpulkan bahwa usia, tingkat pendidikan, dan pengetahuan merupakan faktor determinan dalam perawatan luka perineum pada ibu nifas, sementara faktor pekerjaan tidak memiliki pengaruh yang signifikan. Tenaga kesehatan disarankan untuk mengoptimalkan pemberian edukasi serta penyuluhan secara intensif guna membekali ibu nifas dengan kemampuan perawatan mandiri yang tepat.</p> 2026-02-17T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Prosiding Forum Ilmiah dan Diskusi Mahasiwa https://prosidingmhm.mitrahusada.ac.id/index.php/forisma/article/view/1315 FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN PERNIKAHAN DINI DI DESA FANEDANU KECAMATAN ULU IDANOTAE KABUPATEN NIAS SELATAN TAHUN 2024 2026-01-18T17:41:14+07:00 Meistin Suryani Giawa 2319201353@mitrahusada.ac.id Lusiatun lusiatun@mitrahusada.ac.id Yunita Aprianti 2319201081@mitrahusada.ac.id Rika Sari Sitorus manalu 2519201409@mitrahusada.ac.id Rina Wahyuni Simbolon 2519201418@mitrahusada.ac.id Romsine Manalu 2519201425@mitrahusada.ac.id Nurpalah 2519201370@mitrahusada.ac.id <p style="font-weight: 400;">Latar Belakang: Pernikahan dini bukanlah masalah yang hanya terjadi di Indonesia, melainkan fenomena global yang bisa dialami di berbagai belahan dunia. Hal ini sering kali membawa risiko eksploitasi, pemikiran, dan kekerasan terhadap anak, sekaligus melanggar hak-hak dasar mereka. Di kalangan remaja, dampak negatifnya bisa terlihat dari sisi sosial ekonomi, kesehatan mental dan psikologis, serta fisik, terutama yang berkaitan dengan reproduksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya pernikahan usia dini di Desa Fanedanu, Kecamatan Ulu Idanotae, Kabupaten Nias Selatan, pada tahun 2024. Metodenya menggunakan survei analitik dengan pendekatan studi cross sectional, dimana pengambilan sampel dilakukan melalui teknik total sampling, melibatkan 30 remaja berusia 17 hingga 20 tahun. Dari hasil penelitian, terungkap bahwa di antara 30 responden, sebanyak 20 orang (66,7%) memiliki pendidikan menengah ke atas, sementara 10 responden (33,3%) melanjutkan ke perguruan tinggi, dan ada hubungan signifikan antara tingkat pendidikan dengan kejadian pernikahan dini, dengan nilai p-value sebesar 0,01. Untuk status pekerjaan, 10 responden (33,3%) bekerja dan 20 responden (66,7%) tidak bekerja mengalami pernikahan dini, dengan pengaruh yang signifikan ditunjukkan oleh p-value 0,01. Sementara itu, variabel pengaruh teman sebaya menunjukkan 16 orang (53,4%) memiliki teman yang kurang baik dan 14 orang (46,6%) memiliki teman yang baik, dengan p-value 0,001 yang menandakan hubungan signifikan. Secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan bahwa ada pengaruh penting dari status pendidikan, pekerjaan, dan teman sebaya terhadap terjadinya pernikahan dini.</p> 2026-01-23T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Prosiding Forum Ilmiah dan Diskusi Mahasiwa https://prosidingmhm.mitrahusada.ac.id/index.php/forisma/article/view/1325 ANALISIS SKRINING GANGGUAN KESEHATAN MENTAL PADA MASA PRAKONSEPSI DENGAN SELF-REPORT QUESTIONNAIRE-20 (SRQ-20) DI PUSKESMAS KAMPUS KOTA PALEMBANG TAHUN 2025 2026-01-18T19:03:43+07:00 Karya Puspita 2219201075@mitrahusada.ac.id Herna Rinayanti Manurung hernarinayanti@mitrahusada.ac.id Naila Kamila 2419201824@mitrahusada.ac.id Alya Armalia Lubis 2219201006@mitrahusada.ac.id Agustina Sigalingging 2219201004@mitrahusada.ac.id Chandra Siagian CandraSiagian@mitrahusada.ac.id Akhe Aunala 2519201002@mitrahusada.ac.id <p>Kesehatan mental prakonsepsi adalah faktor kunci dalam mewujudkan kehamilan sehat guna mendukung SDGS 2030 poin ke-3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) serta mempersiapkan Generasi Emas 2045 yang memiliki karakter unggul berbasis <em>Multiple Intelligenc. </em>Skrining kesehatan mental pada masa prakonsepsi sangat krusial namun sering terabaikan karena kurangnya akses informasi bagi Wanita Usia Subur (WUS), padahal gangguan mental emosional yang tidak tertangani dapat memicu komplikasi kehamilan, risiko kelahiran prematur, hingga gangguan perkembangan karakter pada anak di masa depan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis skrining gangguan kesehatan mental pada wanita masa prakonsepsi menggunakan instrumen Self-Reporting Questionnaire-20 (SRQ-20) di Puskesmas Kampus Kota Palembang Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2025. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif, di mana instrumen SRQ-20 yang terdiri dari 20 pertanyaan "Ya/Tidak" digunakan untuk mendeteksi gejala seperti depresi, kecemasan, dan gangguan somatoform dengan ambang batas nilai ≥ 10 untuk indikasi gangguan. Hasil penelitian menekankan bahwa penggunaan SRQ-20 sebagai alat deteksi dini sangat efektif membantu tenaga kesehatan, khususnya bidan, untuk mengidentifikasi risiko psikologis lebih awal dan memberikan intervensi atau motivasi yang tepat bagi wanita prakonsepsi. Kesimpulannya, skrining kesehatan mental prakonsepsi di tingkat pelayanan primer merupakan langkah strategis yang harus rutin dilaksanakan untuk memastikan ibu berada dalam kondisi emosional optimal guna mewujudkan kehamilan sehat dan generasi masa depan yang berkualitas.</p> <p>&nbsp;</p> <p>&nbsp;</p> 2026-01-23T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Prosiding Forum Ilmiah dan Diskusi Mahasiwa https://prosidingmhm.mitrahusada.ac.id/index.php/forisma/article/view/1341 MANAJEMEN ASUHAN KEBIDANAN PADA NY.S G2 P1 A0 USIA KEHAMILAN 9 MINGGU DENGAN MORNING SIKCNESS DI BPM HANNA SIMBOLON TAHUN 2025 2026-01-18T20:26:44+07:00 Anita Sirait 2419001080@mitrahusada.ac.id Siti Nurmawan Sinaga sitinurmawan@mitrahusada.ac.id Amelia Inryani 2319201807@mitrahusada.ac.id Repi Mariska Purba 2219201007@mitrahusada.ac.id Alfina 2219201093@mitrahusada.ac.id Ayu Reva yanti Lumban Tobing 2519201006@mitrahusada.ac.id Bebi Wahyuni 2519201565@mitrahusada.ac.id <p>Emesis gravudarum atau atau dikenal sebagai morning sikcness adalah kondisi mual muntah yang umum terjadi pada trimester pertama kehamilan pada wanita hamil. Menurut organisasi kesehatan dunia (WHO), emesis gravidarum atau mual muntah pada kehamilan terjadi pada setidaknya 15% wanita hamil. Emesis gravidarum adalah gejala kehamilan yang disebabkan oelh peningkatan kadar hormon estrogen dan progesteron. Gejala ini biasanya muncul pada trimester pertama kehamilan, yaitu pada minggu 9 hingga ke 13. Emesis gravidarum adalah kondisi umum yang dialami sebagian besar wanita hamil, khususnya pada trimester pertama kehamilan. Kondisi ini ditandai oleh mual dan muntah yang sering kali dikenal sebagai "morning sickness." Emesis gravidarum berbeda dari kondisi yang lebih parah, hyperemesis gravidarum (HG), yang menyebabkan muntah berlebihan hingga mengakibatkan penurunan berat badan, dehidrasi, dan bahkan gangguan keseimbangan elektrolit.</p> 2026-02-17T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Prosiding Forum Ilmiah dan Diskusi Mahasiwa https://prosidingmhm.mitrahusada.ac.id/index.php/forisma/article/view/1344 PENGARUH SMARTPHONE TERHADAP PERILAKU SEKSUAL DI PMB ULINA BR. SITEPU KECAMATAN SUNGGAL KABUPATEN DELI SERDANG PROVINSI SUMATRA UTARA TAHUN 2025 2026-01-18T21:00:41+07:00 Tuminah Saroh Rambe 2419201572mitrahusada@ac.id Lisa Putri Utami Damanik lisaputriutami@mitrahusada.ac.id Mifta Hulzanah 2219201070@mitrahusada.ac.id Rosmani Sinaga rosmanisinaga@mitrahusada.ac.id Ome Bancin 2219201089@mitrahusada.ac.id Juliachya juliachya@mitrahusada.ac.id Destiny Wellyana Siregar 2519201145@mitrahusada.ac.id <p style="font-weight: 400;">Meningkatnya penggunaan smartphone di kalangan remaja dapat menimbulkan berbagai dampak, termasuk terhadap perilaku seksual. Akses informasi yang tidak terkontrol melalui smartphone berpotensi meningkatkan perilaku seksual berisiko pada remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan smartphone terhadap perilaku seksual remaja di PMB Ulina Br. Sitepu, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang Tahun 2025. Metode kuantitatif digunakan dalam penelitian ini, yang menggunakan desain deskriptif analitik dan teknik cross-sectional. Metode purposive sampling digunakan untuk memilih 34 remaja untuk penelitian. Dengan nilai p-value 0,04 (p &lt; 0,05), hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh penggunaan smartphone terhadap perilaku seksual remaja. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kepercayaan 95%. Sebagian besar responden memiliki tingkat penggunaan smartphone kategori cukup, sementara perilaku seksual remaja umumnya berada pada kategori buruk. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penggunaan smartphone berpengaruh terhadap perilaku seksual remaja, sehingga diperlukan peran orang tua dan tenaga kesehatan dalam memberikan edukasi serta pengawasan penggunaan smartphone pada remaja.</p> 2026-01-23T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Prosiding Forum Ilmiah dan Diskusi Mahasiwa https://prosidingmhm.mitrahusada.ac.id/index.php/forisma/article/view/1348 KEPATUHAN KONSUMSI TABLET TAMBAH DARAH DAN KEJADIAN ANEMIA PADA IBU HAMIL DI PUSKESMAS SENTOSA BARU DIKECAMATAN MEDAN PERJUANGAN KOTA MEDAN TAHUN 2025 2026-01-18T21:23:11+07:00 Muji Rahayu 2219201072@mitrahusada.ac.id Ernamari ernamari@mitrahusada.ac.id Nadia Shafira Fuad 2219201074@mitrahusada.ac.id Yessy Oseva Samosir 2519201528@mitrahusada.ac.id Vivi Wulandari 2519201515@mitrahusada.ac.id Nurjannah Hasibuan 2519201542@mitahusada.ac.id Tia Erviani tiaerviani@mitrahusada.ac.id <p>Angka kematian ibu(AKI) merupakan indikator utama derajat kesehatan masyarakat, khususnya kualitas pelayanan kesehatan ibu. AKI merupakan indikator yang mengukur jumlah kematian perempuan selama masa kehamilan hingga masa nifas per 100.000 kelahiran hidup. Kematian yang dihitung adalah yang berkaitan langsung dengan gangguan kehamilan atau penanganannya, namun tidak mencakup penyebab eksternal seperti kecelakaan atau insiden fatal lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kejadian anemia pada ibu hamil serta menganalisis upaya penanganan yang dilakukan oleh UPT Puskesmas Sentosa Baru, Sei Kera Hilir I, Kec. Medan Perjuangan, Kota Medan, Sumatera Utara Tahun 2025. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil di UPT Puskesmas Sentosa Baru, Sei Kera Hilir I, Kec. Medan Perjuangan, Kota Medan, Sumatera Utara Tahun 2025. Dan sampel pada penelitian ini sebanyak 97 orang. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder. Didapatkan hasil Cakupan pemberian tablet zat besi (Fe 90) pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Sentosa Baru pada tahun 2024 telah mencapai angka 1.528 dari target 1.588 sasaran, atau secara persentase telah terealisasi sebesar 96,22%. Berdasarkan hasil pembahasan, dapat disimpulkan bahwa kejadian anemia tidak hanya dipengaruhi oleh ketersediaan tablet Fe, tetapi lebih dominan terkait dengan rendahnya kepatuhan ibu hamil dalam mengonsumsi tablet Fe sesuai anjuran.</p> 2026-01-23T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Prosiding Forum Ilmiah dan Diskusi Mahasiwa https://prosidingmhm.mitrahusada.ac.id/index.php/forisma/article/view/1350 FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KECEMASAN IBU HAMIL MENGHADAPI PERSALINAN DI PMB NORA MELISA MARPAUNG, DELI SERDANG, SUMATERA UTARA TAHUN 2025 2026-01-18T21:44:58+07:00 Ai Sry Maelani 2419201089@mitrahusada.ac.id Lasria Yolivia Aruan lasriayolivia@mitrahusada.ac.id Frafma Mursila 2319201021@mitrahusada.ac.id Agnes Anggraini 2519201547@mitrahusada.ac.id Dewi Kurnia 2519201548@mitrahusada.ac.id Mayang Sari 2519201556@mitrahusada.ac.id Nora Melisa Marpaung noramelisa@mitrahusada.ac.id <p><strong>ABSTRAK </strong></p> <p>Kecemasan merupakan respon emosional yang sering muncul pada ibu hamil menjelang persalinan akibat perubahan fisik, psikologis, dan sosial selama masa kehamilan. Kondisi ini dapat mempengaruhi kesejahteraan ibu dan janin, serta berdampak pada proses persalinan yang kurang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kecemasan ibu hamil dalam menghadapi persalinan. Metode penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional study. Populasi penelitian berjumlah 44 orang ibu hamil trimester III yang melakukan pemeriksaan kehamilan di PMB tersebut, dan seluruhnya dijadikan sampel dengan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner Hamilton Rating Scale for Anxiety (HRS-A) yang terdiri dari 14 item pertanyaan untuk mengukur tingkat kecemasan ibu hamil. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi Square dengan tingkat kemaknaan 0,05. Hasil penelitian uji statistik menggunakan uji Chi-Square menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara umur (p=0,001), pendidikan (p=0,037), pekerjaan (p=0,024), status ekonomi (p=0,026), dan pemeriksaan antenatal care (ANC) (p=0,000) dengan tingkat kecemasan ibu hamil dalam menghadapi persalinan. Dapat disimpulkan bahwa faktor umur, pendidikan, pekerjaan, status ekonomi, dan pemeriksaan ANC berpengaruh terhadap tingkat kecemasan ibu hamil. Diharapkan tenaga kesehatan, khususnya bidan, dapat meningkatkan dukungan psikologis, komunikasi terapeutik, serta edukasi selama pemeriksaan kehamilan untuk mengurangi tingkat kecemasan ibu hamil menjelang proses persalinan.</p> <p> </p> 2026-01-23T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Prosiding Forum Ilmiah dan Diskusi Mahasiwa https://prosidingmhm.mitrahusada.ac.id/index.php/forisma/article/view/1354 ASUHAN MANAJEMEN KEBIDANAN BERKELANJUTAN (CONTINUITY OF CARE) PADA NY. N DENGAN ANEMIA RINGAN DI KLINIK BERSALIN DAMAIYANTI KEC. MEDAN DENAI PROVINSI SUMATERA UTARA TAHUN 2025 2026-01-18T22:36:51+07:00 Febi Natalia Sianipar 2319401007@mitrahusada.ac.id Siska Suci Triana Ginting siskaginting@mitrahusada.ac.id Evi Masri 2419401006@mitrahusada.ac.id Dina Sandriana Br Tumangger 2419401005@mitrahusada.ac.id Valentina Lusia Berutu 2319401040@mitrahusada.ac.id Elisa Cibro 2419401032@mitrahusada.ac.id Amanda Salsyahbillah 2419401004@mitrahusada.ac.id <p>Anemia pada ibu hamil masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang dapat meningkatkan risiko komplikasi kehamilan, persalinan, serta berdampak pada kesehatan ibu dan bayi. Asuhan kebidanan berkelanjutan (Continuity of Care) merupakan pendekatan pelayanan yang menekankan kesinambungan asuhan sejak masa kehamilan hingga keluarga berencana sebagai upaya peningkatan kualitas pelayanan kebidanan.Tujuan:<br />Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan pelaksanaan asuhan kebidanan berkelanjutan pada ibu hamil dengan anemia ringan di Klinik Bersalin Damayanti Kecamatan Medan Denai Kota Medan. Metode: Penelitian ini menggunakan desain studi kasus deskriptif dengan pendekatan asuhan kebidanan berkelanjutan. Subjek penelitian adalah seorang ibu hamil dengan anemia ringan. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan studi dokumentasi. Asuhan kebidanan dilaksanakan berdasarkan tujuh langkah manajemen kebidanan Varney dan dianalisis secara deskriptif dengan membandingkan hasil temuan dengan teori dan standar pelayanan kebidanan. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan asuhan kebidanan berkelanjutan pada ibu dengan anemia ringan dapat dilakukan sesuai standar pelayanan kebidanan. Selama masa kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir, hingga pelayanan keluarga berencana, kondisi ibu dan bayi berada dalam batas normal tanpa komplikasi. Pemberian tablet tambah darah, edukasi gizi, pemantauan rutin, serta konseling kesehatan berperan dalam menjaga stabilitas kondisi ibu hingga masa nifas. Kesimpulan: Asuhan kebidanan berkelanjutan pada ibu hamil dengan anemia ringan efektif dalam mendukung kesehatan ibu dan bayi serta meningkatkan kualitas pelayanan kebidanan. Pendekatan ini penting untuk diterapkan secara optimal sebagai upaya pencegahan komplikasi dan peningkatan derajat kesehatan ibu dan anak. </p> 2026-02-17T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Prosiding Forum Ilmiah dan Diskusi Mahasiwa https://prosidingmhm.mitrahusada.ac.id/index.php/forisma/article/view/1361 FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN MOBILISASI DINI PADA IBU POST SECSIO CAESAREA DI RSU HKBP BALIGE KABUPATEN TOBA PROVINSI SUMATERA UTARA TAHUN 2024 2026-01-18T23:27:32+07:00 windi simanjuntak 2319201609@mitrahusada.ac.id marta armita br silaban martaarmita@mitrahusada.ac.id sri aisah Sabar ridho munthe 2519001058@mitrahusada.ac.id wetriyanis laia 2519001689@mitrahusada.ac.id willi puspita sari 2519001695@mitrahusada.ac.id hasna septiany saputri nainggolan 2519001278@mitrahusada.ac.id angelina br sembiring 2519001775@mitrahusada.ac.id <p>Latar Belakang : Mobilisasi dini merupakan intervensi krusial untuk mempercepat involusi uterus dan mencegah komplikasi tromboemboli pada ibu pasca-Seksio Sesarea (SC). Meskipun demikian, kecemasan terhadap integritas luka operatif dan persepsi nyeri sering menjadi hambatan dalam pelaksanaannya. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor- faktor yang berhubungan dengan mobilisasi dini pada ibu pasca-SC di RSU HKBP Balige, Kabupaten Toba, tahun 2024. Metode : Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode survei analitik dan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu post SC sebanyak 320 orang, dengan sampel 75 responden menggunakan teknik accidental sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil : Penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional. Populasi berjumlah 320 ibu pasca- SC dengan sampel 75 responden yang diambil secara accidental sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square (α = 0,05). Hasil: Temuan statistik menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu (p=0,000), peran tenaga kesehatan (p=0,020), dan dukungan keluarga ($p=0,010$) dengan kepatuhan mobilisasi dini. Kesimpulan: Pengetahuan yang memadai serta penguatan dukungan eksternal merupakan determinan utama dalam keberhasilan mobilisasi dini. Tenaga kesehatan disarankan untuk mengoptimalkan edukasi pre-operatif dan melibatkan keluarga sebagai sistem pendukung utama dalam asuhan pasca-SC.</p> 2026-02-17T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Prosiding Forum Ilmiah dan Diskusi Mahasiwa https://prosidingmhm.mitrahusada.ac.id/index.php/forisma/article/view/1369 Pengembangan Aplikasi “Fetal Movement” 2026-01-19T08:10:27+07:00 Nurul Komariah nknurulkomariah@gmail.com Sari Wahyuni sariwahyuni@poltekkespalembang.ac.id <p>Penurunan yang bermakna atau perubahan mendadak pada gerak janin merupakan tanda klinis yang berpotensi penting. Studi fisiologi janin menggunakan ultrasonografi (USG) menunjukkan adanya hubungan antara penurunan gerak janin dengan luaran perinatal yang buruk. Penurunan gerak janin sejak lama dikaitkan dengan luaran kehamilan yang merugikan, seperti gangguan pertumbuhan janin dan lahir mati. Kondisi ini dapat disebabkan oleh disfungsi plasenta yang tercermin dari berkurangnya gerak janin. Peran ibu sangat penting dalam menilai gerak janin. Faktor yang memengaruhi ibu dalam menghitung gerak janin antara lain persepsi ibu, pengetahuan ibu, dan faktor lupa. Ibu dapat menghitung gerak janin melalui aplikasi gerak janin. Selain itu, aplikasi juga memuat edukasi tentang alasan perlunya menghitung gerak janin, cara menghitung gerak janin, serta tindakan yang harus dilakukan ibu bila gerak janin tidak mencukupi. Terdapat pula ikon hipnosis untuk membantu ibu lebih rileks serta afirmasi positif bagi ibu. Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan aplikasi “Fetal Movement” berbasis Android pada tahun 2022. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan (research and development) untuk menghasilkan produk. Tahapan yang digunakan adalah ADDIE: Analyze (Analisis), Design (Perencanaan), Development (Pengembangan), Implementation (Implementasi), dan Evaluation (Evaluasi). Hasil uji kelayakan aplikasi “Fetal Movement” dinyatakan sangat layak oleh ahli media dengan skor 97%, ahli materi dengan skor 99%, serta ibu hamil dengan skor 93%.</p> 2026-01-23T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Prosiding Forum Ilmiah dan Diskusi Mahasiwa https://prosidingmhm.mitrahusada.ac.id/index.php/forisma/article/view/1378 MANAJEMEN ASUHAN KEBIDANAN PADA NY.S G2 P1 A0 USIA KEHAMILAN 9 MINGGU DENGAN MORNING SIKCNESS DI BPM HANNA SIMBOLON TAHUN 2025 2026-01-19T16:07:16+07:00 Sopi Aribah 2319401021@mitrahusada.ac.id Ribur sinaga ribursinaga@mitrahusada.ac.id Deli putriani 2319401023@mitrahusada.ac.id Reni samosir 2419401023@mitrahusada.ac.id Ranum Hatika 2419401021@mitrahusada.ac.id Efika Dewi 2519201100@mitrahusada.ac.id Hanna Simbolon 2019001074@mitrahusada.ac.id <p>Emesis gravudarum atau atau dikenal sebagai morning sikcness adalah kondisi mual muntah yang umum terjadi pada trimester pertama kehamilan pada wanita hamil. Menurut organisasi kesehatan dunia (WHO), emesis gravidarum atau mual muntah pada kehamilan terjadi pada setidaknya 15% wanita hamil. Emesis gravidarum adalah gejala kehamilan yang disebabkan oelh peningkatan kadar hormon estrogen dan progesteron. Gejala ini biasanya muncul pada trimester pertama kehamilan, yaitu pada minggu 9 hingga ke 13. Emesis gravidarum adalah kondisi umum yang dialami sebagian besar wanita hamil, khususnya pada trimester pertama kehamilan. Kondisi ini ditandai oleh mual dan muntah yang sering kali dikenal sebagai "morning sickness." Emesis gravidarum berbeda dari kondisi yang lebih parah, hyperemesis gravidarum (HG), yang menyebabkan muntah berlebihan hingga mengakibatkan penurunan berat badan, dehidrasi, dan bahkan gangguan keseimbangan elektrolit.</p> 2026-02-17T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Prosiding Forum Ilmiah dan Diskusi Mahasiwa https://prosidingmhm.mitrahusada.ac.id/index.php/forisma/article/view/1383 ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF PADA IBU HAMIL DENGAN KEKURANGAN ENERGI KRONIK DI PUSKESMAS KAMPUNG BARU KECAMATAN MEDAN MAIMUN PROVINSI SUMATERA UTARA TAHUN 2025 2026-01-19T17:53:19+07:00 Suci indah Lestari 2219201109@mitrahusadamedanac.id Magdalena Br. Barus magdalena@mitrahusada.ac.id Dyanti Butarbutar dyanti@mitrahusada.ac.id Meriati 2519201317@mitrahusada.ac.id Mira Andriani 2519201324@mitrahusada.ac.id Melu Syafrinda Elda 2519201314@mitrahusada.ac.id Mauladani 2519201306@mitrahusada.ac.id <p>Latar Belakang : Menurut World Health Organization (WHO), Kekurangan gizi pada ibu hamil masih menjadi masalah global yang signifikan dan berkontribusi pada tingginya angka kelahiran bayi dengan berat badan rendah, stunting, dan gangguan kesehatan ibu. Data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) Tahun 2023 Prevalensi KEK pada Wanita Usia Subur (WUS) adalah 20,6% dan pada ibu hamil sebesar 16,9%, sedangkan anemia pada ibu hamil mencapai 27,7%. (Kemenkes RI 2024), Salah satu masalah kesehatan maternal yang masih signifikan di Indonesia adalah Penyakit Kekurangan Energi Kronis (KEK) pada ibu hamil merujuk pada kondisi di mana ibu hamil mengalami kekurangan asupan energi dan protein dalam jangka waktu lama yang berdampak terhadap kesehatan ibu dan janin (Unicef 2023). Tujuan : untuk memenuhi kebutuhan gizi seimbang(Dwijayanti, Husna, and Pratiwi 2024). Upaya penatalaksanaan yang dilakukan meliputi pemberian makanan tambahan (PMT), edukasi gizi melalui kelas ibu hamil, serta kunjungan rumah (home visit) sebagai bentuk pemantauan status gizi(Unicef 2023). Metode Penelitian: Berdasarkan data puskesmas, cakupan pemeriksaan LILA trimester pertama hanya mencapai 58%, sementara cakupan PMT ibu KEK kurang dari 50% dari target sasaran. Hal ini menunjukkan bahwa program belum berjalan optimal, Data yang digunakan dalam kajian ini bersumber dari laporan tahunan Program Kesehatan. Hasil : Berdasarkan hasil survei data pada tahun 2024 yang diperoleh Dari Puskesmas Kampung Baru mencakup 6 kelurahan dan 66 lingkungan dengan luas 334,5 dan 41.000 jiwa penduduk. Dari 750 ibu hamil yang di periksa terdapat 20 0rang atau 2,67% ibu hamil yang mengalami KEK. Kesimpulan: Berdasarkan hasil Puskesmas Kampung Baru dapat disimpulkan Upaya penanggulangan KEK pada ibu hamil masih menghadapi berbagai tantangan dalam pencapaian target nasional. Rendahnya cakupan deteksi dini, kurangnya kesadaran masyarakat, terbatasnya tenaga gizi, serta kendala dalam distribusi makanan tambahan menjadi faktor utama yang mempengaruhi pencapaian program.</p> 2026-02-17T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Prosiding Forum Ilmiah dan Diskusi Mahasiwa https://prosidingmhm.mitrahusada.ac.id/index.php/forisma/article/view/1390 FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PEMILIHAN ALAT KONTRASEPSI IMPLANT PADA PASANGAN USIA SUBUR DI KELURAHAN DOLOK SINUMBAH KABUPATEN SIMALUNGUN PROVINSI SUMATERA UTRA TAHUN 2024 2026-01-19T21:34:12+07:00 Muzyati 2319201378@mitrahusada.ac.id Marliani marliani@mitrahusada.ac.id Indira Virli Ananda 2419201024@mitrahusada.ac.id Siti Nurmawan Sinaga sitinurmawan@mitrahusada.ac.id Sapta Fadila Karin saptafadila@mitrahusada.ac.id Santi Olivia Lumbantoruan santiolivia@mitrahusada.ac.id ria larasati 2419201782@mitrahusada.ac.id <p><br />Program Keluarga Berencana (KB) merupakan inisiatif strategis pemerintah Indonesia untuk meningkatkan taraf kesejahteraan masyarakat melalui edukasi pernikahan dan pengaturan jarak kelahiran. Upaya ini bertujuan utama membantu pasangan usia subur dalam merencanakan kehamilan sekaligus mencegah kehamilan yang tidak direncanakan guna meningkatkan kesehatan ibu dan anak. Implementasi program KB juga menjadi kunci dalam mengendalikan angka kelahiran dan pertumbuhan penduduk yang masif di Indonesia. Selain aspek kependudukan, KB berperan krusial dalam menekan angka kematian ibu yang sering kali dipicu oleh kondisi "4 Terlalu" (4T). Kondisi tersebut mencakup usia melahirkan yang terlalu muda atau tua, jumlah anak yang terlalu banyak, serta jarak antar kehamilan yang terlalu rapat. Melalui pengaturan reproduksi yang tepat, keluarga diharapkan dapat memiliki masa depan yang lebih terjamin dan berkualitas.Salah satu pilihan metode jangka panjang yang efektif adalah kontrasepsi implan, yaitu batang plastik kecil berisi hormon progestin yang dipasang di bawah kulit lengan. Metode ini sangat efisien karena mampu mencegah kehamilan dengan tingkat kegagalan yang sangat rendah, yakni hanya 0,05 persen. Hormon yang dilepaskan secara bertahap bekerja dengan cara mengentalkan lendir serviks sehingga sperma sulit menembus rahim.</p> <p><br /><br /></p> 2026-02-17T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Prosiding Forum Ilmiah dan Diskusi Mahasiwa https://prosidingmhm.mitrahusada.ac.id/index.php/forisma/article/view/1408 HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN SOSIAL DENGAN TINGKAT DEPRESI PADA PASIEN DENGAN PENYAKIT KRONIS DIABETES MELITUS DI RUMKITAL DR KOMANG MAKES I BELAWAN 2026-01-20T13:55:38+07:00 Iqrom Faridah miqrom31@gmail.com Wira Aguestio Satria Str wira.19.04i@cloud.com Adi Purnomo adipurnomo2023@gmail.com Fitrilia Ningsih fitrilia@gmail.com Jun Edy Samosir Pakpahan junedy1985@gmail.com Elsa Rizky Safitri Matondang elsa.rizkymtd@gmail.com <p>Diabetes Melitus merupakan penyakit kronis yang memerlukan pengelolaan jangka panjang dan sering menimbulkan dampak psikologis berupa depresi. Dukungan sosial berperan penting dalam menjaga kesehatan mental pasien Diabetes Melitus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan sosial dengan tingkat depresi pada pasien penyakit kronis Diabetes Melitus di Rumkital Dr. Komang Makes Lantamal I Belawan. Metode penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan <em>cross-sectional</em>. Sampel penelitian berjumlah 45 responden yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Instrumen yang digunakan adalah Multidimensional <em>Scale of Perceived Social Support (MSPSS) dan Patient Health Questionnaire-9 (PHQ-9)</em>. Analisis data menggunakan uji Spearman Rho. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden memiliki tingkat dukungan sosial pada kategori sedang, yaitu sebanyak 27 orang (60,0%), mayoritas responden mengalami depresi pada kategori berat sebanyak 25 orang (55,6%). Berdasarkan hasil uji statistik spearman-rho terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan sosial dengan tingkat depresi (<em>p</em>= 0,000 &lt; 0,05). Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa dukungan sosial berperan penting dalam menurunkan tingkat depresi pada pasien diabetes melitus.</p> 2026-01-23T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Prosiding Forum Ilmiah dan Diskusi Mahasiwa https://prosidingmhm.mitrahusada.ac.id/index.php/forisma/article/view/1412 ASUHAN MANAJEMEN KEBIDANAN BERKELANJUTAN (CONTINUITY OF CARE) PADA NY. Y DENGAN BENDUNGAN ASI DI KLINIK PRATAMA SARFINA KEC. MEDAN POLONIA PROVINSI SUMATERA UTARA TAHUN 2025 2026-01-22T15:18:56+07:00 junida laia 2319401009@mitrahusada.ac.id nur azizah nurazizah@mitrahusada.ac.id marsa adelia 2319401028@mitrahusada.ac.id Elsamonika Nduru 2419401016@mitrahusada.ac.id Rahayu Arwin 2519201388@mitrahusada.ac.id Pitriana Tanjung 2519201380@mitrahusada.ac.id Sarfina Sembiring sarfinasembiring@mitrahusada.ac.id <p>Bendungan Asi merupakan&nbsp; kondisi payudara bengkak, keras, nyeri, dan terasa penuh karena penumpukan ASI akibat produksi berlebih dan pengosongan payudara yang tidak sempurna Penelitian ini menyoroti keterkaitan antara pengetahuan ibu tentang Teknik menyusui dalam mengatasi bendungan asi dan memperlancar produksi asi selama menyusui. Studi kasus ini membahas penatalaksanaan bendungan asi dengan Teknik menyusui yang benar dan tepat dapat mencegah terjadinya bendungan asi. Tindakan yang diberikan meliputi edukasi tentang Teknik menyusui yang benar, pemberian asi eksklusip secara ondemen dan bresh care. Tujuan dari&nbsp; asuhan ini adalah untuk meningkatkan pemahaman ibu tentang Teknik menyusui yang benar sehingga mencegah dan mengatasi terjadinya bendungan asi di klinik sarfina&nbsp; Metode yang digunakan mencakup penyuluhan dan mengajarkan secara langsung Teknik menyusui yang tepat. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan ibu nifas dalam menyusui bayinya dan cara mengatasi bendungan asi. Dapat disimpulkan bahwa Teknik menyusui yang tidak tepat dapat menyebabkan bendungan asi</p> 2026-02-17T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Prosiding Forum Ilmiah dan Diskusi Mahasiwa https://prosidingmhm.mitrahusada.ac.id/index.php/forisma/article/view/1415 OPTIMALISASI PELAYANAN KEBIDANAN KOMUNITAS INTEGRASI MANAJEMEN KEGAWATDARURATAN BENCANA DAN SKRINING PENYAKIT DEGENERATIF DALAM MENDUKUNG CAPAIAN SDGS MENUJU INDONESIA EMAS 2045 2026-01-23T14:53:17+07:00 Fasya Amanda 2419201016@mitrahusada.ac.id Isyos Sari Sembiring isyossari@mitrahusada.ac.id Desi D. Siburian 2419201010@mitrahusada.ac.id Epi Putriani Zebua 2219201026@mitrahusada.ac.id Neysa Rhatdamy Saragih 2219201077@mitrahusada.ac.id Friska Rosaulina Sitorus 2519201212@mitrahusada.ac.id Sarinaek Pulungan 251920175@mitrahusada.ac.id <p>Transformasi pelayanan kesehatan di Indonesia menghadapi tantangan ganda berupa tingginya risiko bencana alam dan pergeseran beban penyakit ke arah penyakit degeneratif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis urgensi integrasi manajemen kegawatdaruratan bencana serta skrining penyakit degeneratif dalam pelayanan kebidanan komunitas guna mendukung capaian Sustainable Development Goals (SDGs) menuju Indonesia Emas 2045. Metode yang digunakan adalah literature review dengan pencarian sistematis pada database jurnal terakreditasi Sinta 1-4 melalui kata kunci terkait dalam rentang tahun 2021-2026. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa peran bidan di komunitas masih dominan pada asuhan maternal-neonatal konvensional, sementara kompetensi dalam mitigasi bencana pada kelompok rentan dan deteksi dini penyakit tidak menular (seperti hipertensi dan diabetes pada perempuan usia subur) masih memerlukan penguatan kapasitas yang sistematis. Integrasi layanan ini terbukti efektif dalam memperkuat resiliensi kesehatan masyarakat dan menurunkan risiko komplikasi kesehatan jangka panjang yang dapat menghambat kualitas sumber daya manusia masa depan. Simpulan penelitian ini menekankan bahwa optimalisasi peran bidan melalui perluasan kompetensi komunitas merupakan pilar krusial dalam mencapai target SDGs. Diperlukan pembaruan kebijakan kurikulum pendidikan kebidanan dan dukungan regulasi praktik mandiri yang lebih adaptif terhadap tantangan global untuk mewujudkan visi Indonesia Emas 2045</p> 2026-02-17T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Prosiding Forum Ilmiah dan Diskusi Mahasiwa https://prosidingmhm.mitrahusada.ac.id/index.php/forisma/article/view/1422 MANAJEMEN ASUHAN KEBIDANAN PADA NY.R KEHAMILAN RISIKO TINGGI DENGAN PLASENTA PREVIA USIA KEHAMILAN 35-36 MINGGU DI RSUP HAJI ADAM MALIK TAHUN 2025 2026-01-26T11:30:46+07:00 Lenny Rayana Katarina Sitanggang 2219201058@mitrahusada.ac.id Deby Cyntia Yun debycintyayun@mitrahusada.ac.id Salni Agustina Siregar 2519201440@mitrahusada.ac.id Septiani Sinaga 2519201451@mitrahusada.ac.id Silpana Elisabet Tampubolon 2519201454@mitrahusada.ac.id Marlita Lumban Gaol 2219201067@mitrahusada.ac.id Ika Sari Rahmawati 2519201228@mitrahusada.ac.id <p>Data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tahun 2023 menunjukkan bahwa perdarahan antepartum, terutama yang berkaitan dengan plasenta previa, merupakan penyebab sekitar 15–20% kematian maternal. Selain itu, di Indonesia plasenta previa dilaporkan berkontribusi sekitar 3% terhadap seluruh kematian ibu yang disebabkan oleh perdarahan.Plasenta previa merupakan keadaan implantasi plasenta yang terjadi pada segmen bawah rahim, sehingga dapat menutupi sebagian maupun seluruh ostium uteri internum dan meningkatkan risiko terjadinya perdarahan antepartum sejak usia kehamilan memasuki 20 minggu. Kondisi tersebut memerlukan penanganan kebidanan yang menyeluruh dan dilakukan secara kolaboratif untuk meminimalkan risiko terjadinya komplikasi berat selama masa kehamilan hingga persalinan.artikel ini bertujuan untuk menggambarkan manajemen asuhan kebidanan pada Ny.R 39 tahun dengan kehamilan risiko usia kehamilan risiko tinggi usia kehamilan 35-36 minggu disertai plasenta previa di Poli Kebidanan RSUP H. Adam Malik tahun 2024. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan manajemen kebidanan yang meliputi pengkajian, penegakan diagnosis, perencanaan, implementasi, dan evaluasi asuhan. Hasil asuhan menunjukkan bahwa dengan pemantauan ketat, edukasi, istirahat total, serta perencanaan persalinan secara seksio sesarea, kondisi ibu dan janin dapat dipertahankan dalam keadaan stabil. Manajemen asuhan kebidanan yang tepat dan kolaboratif berperan penting dalam mencegah komplikasi pada kasus plasenta previa</p> 2026-02-17T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Prosiding Forum Ilmiah dan Diskusi Mahasiwa https://prosidingmhm.mitrahusada.ac.id/index.php/forisma/article/view/1426 Hubungan efikasi diri dengan kualitas hidup penderita diabetes melitus tipe II di klinik Nurainun 2026-01-27T13:25:17+07:00 Yennimar Zai ennyyzai@gmail.com Jerniati Sihombing mailtoJrnihsihombing15@gmail.com Metrina Lugu luguimmet@gmail.com Farima Purnama Sari purnamasarifarima@gmail.com Yulia Safitri fatlipi2t@gmail.com Nuraidah Br Kaban nurhaidakaban@gmail.com Wilda Yunita wildayunita0306@gmail.com <p>Efikasi diri merupakan faktor psikologis utama yang memengaruhi kemampuan individu dalam mengatur perilaku dan mempertahankan praktik kesehatan, khususnya dalam pengelolaan penyakit kronis seperti Diabetes Mellitus (DM) tipe II. Efikasi diri yang adekuat memungkinkan penderita untuk menetapkan tujuan yang realistis, mempertahankan motivasi, serta secara konsisten melakukan perilaku perawatan diri, termasuk pengaturan pola makan, kepatuhan minum obat, aktivitas fisik, dan pemantauan kadar glukosa darah. Sebaliknya, efikasi diri yang rendah dapat berdampak negatif terhadap kepatuhan pengobatan dan kualitas hidup secara keseluruhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara efikasi diri dengan kualitas hidup pada penderita Diabetes Mellitus tipe II di Klinik Nurainun. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian terdiri dari 30 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi yang telah ditetapkan. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner efikasi diri dan instrumen kualitas hidup yang telah divalidasi dan relevan bagi penderita dengan penyakit kronis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 9 responden (30%) memiliki efikasi diri rendah, sedangkan 21 responden (70%) memiliki kualitas hidup cukup hingga baik. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat. Uji Spearman Rank (rho) digunakan untuk menilai hubungan antara efikasi diri dan kualitas hidup. Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan yang signifikan secara statistik namun dengan kekuatan korelasi yang lemah antara efikasi diri dan kualitas hidup pada penderita Diabetes Mellitus tipe II. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa efikasi diri berhubungan dengan kualitas hidup penderita Diabetes Mellitus tipe II, meskipun kekuatan hubungannya tergolong lemah. Oleh karena itu, tenaga kesehatan, khususnya perawat, diharapkan dapat mengembangkan intervensi yang berfokus pada peningkatan efikasi diri melalui edukasi berkelanjutan, konseling, serta strategi pemberdayaan penderita guna mendukung manajemen diabetes jangka panjang dan meningkatkan kualitas hidup penderita.</p> 2026-02-17T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Prosiding Forum Ilmiah dan Diskusi Mahasiwa https://prosidingmhm.mitrahusada.ac.id/index.php/forisma/article/view/1433 ASUHAN KEPERAWATAN JIWA PADA NY. E DENGAN DEFISIT PERAWATAN DIRI DI RUANGAN MAWAR 1 UPTD KHUSUS RSJ PROF. DR. MUHAMMAD ILDREM PROVSU TAHUN 2025 2026-02-03T18:22:07+07:00 Pasca Elfita Zebua 2319144033@mitrahusada.ac.id Rolasnih Lilista Simbolon rolasnih@mitrahusada.ac.id Dinna Olifia Nainggolan 2319144043@mitrahusada.ac.id Yesika Eka Hani Tarigan 2519206012@mitrahusada.ac.id Dodi Pana Losa Limbong 2319144034@mitrahusada.ac.id Furi Estie Honez furi@mitrahusada.ac.id Perkasa Ginting perkasaginting@mitrahusada.ac.id <p>Latar Belakang: Keterbatasan dalam pemenuhan kebutuhan perawatan diri secara mandiri (defisit perawatan diri) merupakan salah satu hambatan psikososial yang umum dijumpai pada populasi pasien dengan gangguan kesehatan mental dan berkontribusi terhadap penurunan tingkat kemandirian, kondisi kesehatan fisik, serta fungsi sosial. Tujuan: Laporan ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan asuhan keperawatan jiwa pada pasien dengan defisit perawatan diri di Ruang Mawar 1 UPTD RSJ Prof. Dr. Muhammad Ildrem Provinsi Sumatera Utara Tahun 2025. Metode: Pendekatan proses keperawatan digunakan dalam studi kasus ini sebagai kerangka metodologis, yang secara sistematis dimulai dari tahap pengkajian dan penetapan diagnosa keperawatan, hingga pada tahap perencanaan, pelaksanaan, serta evaluasi asuhan keperawatan jiwa. Hasil: Hasil pengkajian pada Ny. E menunjukkan kondisi diri yang kurang terawat, tidak rapi, serta mengarah pada masalah Defisit Perawatan Diri. Intervensi keperawatan yang diberikan difokuskan pada penerapan strategi pelaksanaan (SP) yang mencakup pelatihan aktivitas perawatan diri, seperti mandi, berpakaian dan berhias, makan dan minum, serta eliminasi, yang disertai dengan pembinaan hubungan saling percaya dan pemberian penguatan positif. Evaluasi menunjukkan adanya peningkatan kemampuan pasien dalam melakukan aktivitas perawatan diri secara bertahap, khususnya pada aspek makan, eliminasi, dan sebagian kebersihan diri, meskipun pasien masih memerlukan pendampingan dan motivasi secara berkelanjutan. Kesimpulan: Penerapan asuhan keperawatan jiwa yang sistematis, terstruktur, dan berkesinambungan terbukti dapat meningkatkan kemandirian pasien dengan defisit perawatan diri serta mendukung proses pemulihan dan peningkatan kualitas hidup pasien secara optimal.</p> 2026-02-17T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Prosiding Forum Ilmiah dan Diskusi Mahasiwa https://prosidingmhm.mitrahusada.ac.id/index.php/forisma/article/view/1436 PENERAPAN TRI CORE BREASTFEEDING MODELS TERHADAP KEMAUAN IBU MENYUSUI DI KLINIK ELVIDIANA KECAMATAN MEDAN JOHOR KOTA MEDAN TAHUN 2025 2026-02-04T15:27:29+07:00 Zulfa Zahira 2419201071@mitrahusada.ac.id Febriana Sari febrianasari@mitrahusada.ac.id Leli Sulastri Manalu 2419201328@mitrahusada.ac.id Trinawati Lumbanbatu 2419201067@mitrahusada.ac.id Endang Laura Malau 2519201713@mitrahusada.ac.id Nabila Sabania Br Tarigan 2519201714@mitrahusada.ac.id Siska Wulandari Telaumbanua 2519201461@mitrahusada.ac.id <p>Latar belakang: ASI eksklusif menjadi salah satu strategi penting dalam memastikan pertumbuhan dan perkembangan bayi berlangsung secara optimal. Namun, kemauan ibu untuk menyusui seringkali dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk pengetahuan, dukungan sosial, dan keterampilan praktis dalam menyusui. Tri Core Breastfeeding Models adalah pendekatan yang mengintegrasikan tiga komponen utama: pengetahuan, sikap, dan keterampilan ibu dalam mendukung keberhasilan menyusui. Kajian ini difokuskan pada analisis hubungan antara penerapan Tri Core Breastfeeding Models dan kemauan ibu dalam menyusui di Klinik Elvidiana Kecamatan Medan Johor Kota Medan pada tahun 2025. Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian terdiri dari 100 ibu yang datang untuk pemeriksaan menyusui di Klinik Elvidiana. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang mengukur tingkat pengetahuan, sikap, dan keterampilan ibu terhadap menyusui, serta kemauan ibu untuk memberikan ASI eksklusif. Data dianalisis menggunakan uji statistik deskriptif untuk melihat pengaruh penerapan Tri Core Breastfeeding Models terhadap kemauan ibu menyusui. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif antara peningkatan pengetahuan, sikap yang mendukung, dan keterampilan menyusui ibu dengan kemauan untuk memberikan ASI eksklusif. Penerapan Tri Core Breastfeeding Models secara signifikan meningkatkan keyakinan ibu dalam melaksanakan ASI eksklusif dan mengurangi hambatan yang sering ditemui selama proses menyusui. Kesimpulan: Tri Core Breastfeeding Models yang diterapkan secara optimal mampu mendorong peningkatan kemauan ibu dalam praktik pemberian ASI eksklusif. Oleh karena itu, pendekatan ini direkomendasikan untuk diterapkan di klinik-klinik kesehatan guna mendukung keberhasilan pemberian ASI eksklusif.</p> 2026-02-17T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Prosiding Forum Ilmiah dan Diskusi Mahasiwa https://prosidingmhm.mitrahusada.ac.id/index.php/forisma/article/view/1450 MANAJEMEN ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU BERSALIN DENGAN RETENSIO PLASENTA DI KLINIK TUTUN SEHATI SUMATERA UTARA TAHUN 2026 2026-02-05T17:49:00+07:00 Henny Saragih 2519001027@mitrahusad.ac.id Marta Armita Silaban martaarmita@mitrahusada.ac.id Salimah 2519201216@mitrahusada.ac.id Ernika Manurung 2519001444@mitrahusada.ac.id Misbah Nasution 2519001228@mitrahusada.ac.id Yastri Puspitasari 2519001402@mitrahusada.ac.id Mutiara Nanda 2519001455@mitrahusada.ac.id <p>Latar Belakang: Retensio plasenta adalah kondisi terlambatnya kelahiran plasenta lebih dari 30 menit setelah bayi lahir, yang disebabkan oleh penurunan elastisitas uterus dan gangguan kontraksi. Faktor risiko yang memengaruhi kejadian ini meliputi paritas, usia, jarak kehamilan, anemia, status sosial ekonomi, makrosomia, serta komplikasi kehamilan. Tujuan: Penelitian ini berfokus pada analisis deskriptif mengenai manifestasi klinis serta evaluasi prosedur penatalaksanaan pada ibu bersalin yang mengalami retensio plasenta. Metode: Jenis penelitian ini adalah menggambarkan observasional melalui metode laporan kasus (case report). Teknik mengumpulkan data dilakukan melalui manajemen asuhan kebidanan berkelanjutan (Continuity of Care) mulai dari masa kehamilan hingga penggunaan kontrasepsi melalui rumah klien. Hasil: Manajemne asuhan Kebidanan di lakukan di Klinik Tutun Sehati. Responden mengalami retensio plasenta. Asuhan yang dilakukan meliputi memasang infus, penyuntikan oksitosin 10 IU secara intramuskular, dan tindakan manual plasenta. Kesimpulan: Plasenta berhasil dilahirkan secara manual diikuti dengan edukasi masase uterus kepada keluarga untuk menjaga kontraksi tetap adekuat. Faktor risiko dominan pada yang memicu kondisi ini adalah obesitas. Pendampingan yang tepat terbukti mencegah terjadinya perdarahan pascapersalinan. Diharapkan adanya penguatan sinergi antara praktisi kesehatan dan masyarakat dalam mengoptimalkan deteksi dini terhadap risiko komplikasi sejak masa antenatal.</p> <p> </p> 2026-02-17T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Prosiding Forum Ilmiah dan Diskusi Mahasiwa https://prosidingmhm.mitrahusada.ac.id/index.php/forisma/article/view/758 EFEKTIVITAS METODE PEER EDUCATION TERHADAP PENINGKATAN BREASTFEEDING SELF-EFFICACY (BSE) DI DESA FADORO LASARA KOTA GUNUNG SITOLI PROVINSI SUMATERA UTARA TAHUN 2025 2026-01-12T15:50:58+07:00 Peniadi Mendrofa 2419201865@mitrahusada.ac.id Ariska Fauzianty ariskafauzi@mitrahusada.ac.id Isabella Amandine Br Siregar 2319201027@mitrahusada.ac.id Annisa Ussabilla 2219201009@mitrahusada.ac.id Arfadilla Umroh 2319201004@mitrahusada.ac.id Cantika Rahmadani 2219201013@mitrahusada.ac.id Karina Hummairoh 2519201808@mitrahusada.ac.id <p>Menyusui secara eksklusif selama 6 bulan pertama merupakan standar normatif WHO yang menurunkan risiko penyakit, kematian maternal-infantil, dan stunting hingga 30,1%, meskipun cakupan di Indonesia hanya 44,36% (2018), dengan target 63,9% (2023) dan 41,8% di Sumatera Utara. Rendahnya breastfeeding self-efficacy (BSE) menjadi faktor utama, dipengaruhi kurangnya pengetahuan dan dukungan. Sebagaimana survei pendahuluan di Desa Fadoro Lasara, Kota Gunung Sitoli sebanyak 36 ibu hamil pada tahun 2025 dan 30 bayi non-ASI eksklusif pada tahun 2024 karena kurangnya pengetahuan. . Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas metode peer education terhadap peningkatan Breastfeeding Self-Efficacy (Bse) di Desa Fadoro Lasara Kota Gunung Sitoli. Metode penelitian menggunakan rancangan quasi-eksperimental Pre-Post Test Design, dengan populasi seluruh ibu hamil di Desa Fadoro Lasara sebanyak 36 orang dan sampel diambil dari seluruh populasi menggunakan teknik total sampling. Hasil penelitian menunjukkan karakteristik responden mayoritas usia 26-35 tahun pendidikan menengah, tidak bekerja, dan nullipara.</p> 2026-02-17T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Prosiding Forum Ilmiah dan Diskusi Mahasiwa https://prosidingmhm.mitrahusada.ac.id/index.php/forisma/article/view/771 UPAYA PROMOTIF PENCEGAHAN STUNTING MELALUI EDUKASI GIZI SEIMBANG DI RUNDENG KOTA SUBULUSSALAM TAHUN 2026 2026-01-13T17:02:23+07:00 Khairani Lingga khairanilingga9@gmail.com Fitriani Bancin fitribancin03@gmail.com Rahayu Ningsih rahayuningsihrakasiwi@gmail.com Santiana shantiana0104@gmail.com Eli Suyiyanti elisuyiyanti882@gmail.com Suang suanggajah@gmail.com <p>Manifestasi status gizi individu dipengaruhi secara linear oleh pola konsumsi pangan, sehingga implementasi nutrisi seimbang menjadi instrumen krusial dalam mitigasi stunting. Selain faktor asupan, kondisi patologis seperti penyakit infeksi turut memberikan kontribusi langsung terhadap profil nutrisi. Upaya pemenuhan gizi di tingkat rumah tangga sangat bergantung pada literasi kesehatan orang tua, khususnya peran ibu dalam mengkurasi asupan nutrisi yang proporsional bagi balita. Urgensi intervensi edukatif mengenai nutrisi berimbang didasari oleh rendahnya literasi gizi orang tua serta implikasi negatif yang ditimbulkannya. Program edukasi ini idealnya diinisiasi sejak fase pra-konsepsi hingga anak mencapai usia dua tahun (1000 Hari Pertama Kehidupan) guna menjamin kematangan tumbuh kembang yang optimal. Lebih lanjut, internalisasi prinsip gizi seimbang harus diadopsi oleh seluruh unit keluarga secara inklusif di setiap jenjang usia. Sebagai langkah konkret, program penyuluhan dilakukan bagi orang tua di PAUD Terpadu Sabila untuk mengakselerasi pemahaman mendalam mengenai pola konsumsi sehat. Keberhasilan intervensi edukatif ini diukur melalui instrumen evaluasi pre-test dan post-test yang didistribusikan kepada responden. Hasil komparasi data mengungkapkan adanya transformasi pemahaman gizi yang sangat signifikan di kalangan orang tua. Secara spesifik, tingkat literasi gizi dalam kategori "baik" yang awalnya hanya mencapai 51% pada fase awal, mengalami eskalasi yang impresif hingga mencapai angka 100% setelah seluruh rangkaian penyuluhan dituntaskan.</p> 2026-02-17T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Prosiding Forum Ilmiah dan Diskusi Mahasiwa https://prosidingmhm.mitrahusada.ac.id/index.php/forisma/article/view/776 PENERAPAN ASUHAN KEPERAWATAN GERONTIK BERBASIS SERVICE EXCELLENT PADA LANSIA DENGAN STROKE : STUDI KASUS DI UPTD PELAYANAN SOSIAL LANJUT USIA BINJAI TAHUN 2025 2026-01-13T21:26:22+07:00 Elseria Situmorang 2319144036@mitrahusada.ac.id Rosmega Rosmega@mitrahusada.ac.id Fira Fauziah 2419144048@mitrahusada.ac.id Siti Zulaiha 2519206018@mitrahusada.ac.id Hotma Ritonga 2319144012@mitrahusada.ac.id Erni Br Sirait 2319144008@mitrahusada.ac.id Heppy Damayanti Br Sitepu 2519201707@mitrahusada.ac.id <p>Stroke adalah gangguan fungsi otak yang terjadi secara mendadak akibat gangguan aliran darah ke otak, baik secara sumbatan (stroke iskemik) maupun pecahnya pembuluh darah otak (stroke hemoragik). Peningkatan jumlah lanjut usia (lansia) berkontribusi terhadap meningkatnya prevalensi penyakit kronik degeneratif, salah satunya stroke, yang berdampak pada penurunan fungsi fisik, kognitif, dan kemandirian lansia. Kondisi ini menuntut penerapan asuhan keperawatan gerontik yang komprehensif dan berorientasi pada service excellent. Upaya tersebut selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs) Tujuan 3: Good Health and Well-Being, khususnya Target 3.4 yang menekankan pengurangan angka kematian dini akibat penyakit tidak menular melalui pencegahan dan perawatan. Permasalahan dalam laporan ini adalah bagaimana penerapan asuhan keperawatan gerontik berbasis service excellent pada Ny. H dengan stroke di UPTD Pelayanan Sosial Lanjut Usia Binjai Provinsi Sumatera Utara. UPTD ini menampung 197 lansia, dengan 24 orang di antaranya mengalami stroke, menunjukkan bahwa stroke merupakan masalah kesehatan yang signifikan pada kelompok lansia di institusi tersebut. Tujuan penulisan laporan ini adalah untuk melaksanakan dan mendeskripsikan proses asuhan keperawatan gerontik secara sistematis meliputi pengkajian, diagnosis, perencanaan, implementasi, dan evaluasi keperawatan. Hasil asuhan keperawatan menunjukkan bahwa klien mengalami gangguan mobilitas fisik, gangguan komunikasi verbal, serta risiko perfusi serebral tidak efektif. Penerapan intervensi keperawatan secara berkesinambungan, empatik, dan berfokus pada pelayanan prima menunjukkan adanya peningkatan kemampuan fungsional dan kenyamanan klien. Kesimpulan laporan ini adalah bahwa asuhan keperawatan gerontik berbasis service excellent berperan penting dalam mendukung pencapaian SDGs Tujuan 3, meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, serta memperbaiki kualitas hidup lansia dengan stroke di pelayanan sosial lanjut usia</p> 2026-02-17T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Prosiding Forum Ilmiah dan Diskusi Mahasiwa https://prosidingmhm.mitrahusada.ac.id/index.php/forisma/article/view/779 MANAJEMEN ASUHAN KEBIDANAN MASA NIFAS PADA NY. P USIA 28 TAHUN DENGAN POST SECTIO CAESAREA ATAS INDIKASI CEPHALOPELVIC DISPROPORTION DI RUANG FITRAH RSU HAJI MEDAN 2026-01-14T12:05:22+07:00 Tesya Ledistri Sibarani 2419201712@mitrahusada.ac.id Yesica Geovany Sianipar yesikageovany@mitrahusada.ac.id Viona Manik 2519201067@mitrahusada.ac.id Wulandari Situmorang 2519201070@mitrahusada.ac.id Lidena Nurul Gianta Pelawi 2519201030@mitrahusada.ac.id Evelina Sihombing 2519201193@mitrahusada.ac.id Muhammad Doni muhammaddoni@mitrahusada.ac.id <p><em>Sectio Caesarea </em>(SC) merupakan prosedur intervensi bedah mayor untuk melahirkan janin melalui insisi abdomen dan uterus, yang sering kali dilakukan atas indikasi <em>Cephalopelvic Disproportion </em>(CPD). Kondisi CPD yang memaksa persalinan dialihkan ke jalur operatif memberikan dampak signifikan terhadap periode nifas ibu, termasuk risiko tinggi terjadinya perdarahan pasca operasi, infeksi luka bedah, serta hambatan involusi uterus akibat aktivitas fisik yang terbatas. Manajemen asuhan kebidanan yang sistematis sangat diperlukan untuk memitigasi komplikasi serta memastikan pemulihan fisiologis dan psikologis ibu berjalan optimal. Penelitian ini bertujuan untuk melaksanakan manajemen asuhan kebidanan pada Ny. P masa nifas post SC hari ke-1 atas indikasi CPD di RSU Haji Medan dengan mengaplikasikan standar manajemen kebidanan tujuh langkah Varney yang komprehensif. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus deskriptif analitik. Subjek penelitian adalah Ny. P, usia 28 tahun. Instrumen pengumpulan data meliputi teknik wawancara mendalam (anamnesis), observasi klinis, pemeriksaan fisik menyeluruh (<em>head-to-toe</em>), serta studi dokumentasi rekam medis pasien untuk validasi data penunjang. Implementasi asuhan selama masa nifas menunjukkan kemajuan klinis yang signifikan.</p> 2026-01-23T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Prosiding Forum Ilmiah dan Diskusi Mahasiwa https://prosidingmhm.mitrahusada.ac.id/index.php/forisma/article/view/782 MANAJEMEN ASUHAN KEPERAWATAN GERONTIK YANG SERVICE EXCELLENT PADA Ny.W DENGAN DEMENSIA DI UPTD PELAYANAN SOSIAL LANJUT USIA BINJAI DINAS SOSIAL PROVINSI SUMATERA UTARA TAHUN 2026 2026-01-15T11:04:49+07:00 Ribka Sipayung 2319144026@mitrahusada.ac.id Lisdayanti Simanjuntak lisdayantisimanjuntak@mitrahusada.ac.id Sanni Sihombing 2319144027@mitrahusada.ac.id Aliando Berutu 2419144032@mitrahusada.ac.id Nia Imaniar Banuarea 2519144021@mitrahusada.ac.id Nanda Ayu Nintias 2519905004@mitrahusada.ac.id Abdillah Haris 2519206015@mitrahusada.ac.id <p>ABSTRAK Lansia merupakan seseorang yang telah memasuki usia 60 tahun atau lebih dianggap lansia dan memasuki fase kehidupan yang paling akhir. Lansia sering mengalami penurunan memori, pemikiran, perilaku, dan kemampuan untuk melakukan aktivitas sehari-hari. Demensia juga melibatkan penurunan fungsi kognitif dan kepribadian selain memori atau ingatan. Berdasarkan data dari World Health Organization (WHO), menyatakan bahwa demensia atau penyakit Alzheimer masuk ke dalam 10 penyebab kematian utama dan demensia berada di urutan ke-6. Jumlah kasus demensia diperkirakan akan terus meningkat dan diperkirakan akan mencapai 82 juta pada tahun 2030 dan 152 juta pada tahun 2050. Tujuan Penelitian untuk melaksakan Manajemen Asuhan Keperawatan menggambarkan Manajemen Asuhan Keperawatan Gerontik Yang Service Excellent Pada Ny.W Dengan Demensia Di UPTD Pelayanan Sosial Lanjut Usia Binjai. Metode Penelitian yang digunakan adalah studi kasus deskriptif dengan pendekatan proses keperawatan yang mencakup pengkajian, diagnosis, intervensi, implementasi, dan evaluasi. Hasil Penelitian asuhan keperawatan menunjukkan adanya peningkatan fungsi kognitif dan fisik klien setelah dilakukan berbagai intervensi, seperti latihan memori, edukasi. Kesimpulannya, manajemen keperawatan gerontik yang tepat dan terintegrasi dapat meningkatkan kualitas hidup lansia dengan demensia serta mendukung tercapainya misi institusi dalam mewujudkan lansia yang sejahtera dan bahagia.</p> 2026-01-23T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Prosiding Forum Ilmiah dan Diskusi Mahasiwa https://prosidingmhm.mitrahusada.ac.id/index.php/forisma/article/view/784 MANAJEMEN ASUHAN KEBIDANAN PADA Tn. B DENGAN STROKE HAEMORAGIK ISKEMIK DISERTAI HIPERTENSI DI RUANGAN SCU UPTD KHUSUS RSU HAJI MEDAN PROVINSI SUMATERA UTARA 2026-01-15T12:47:49+07:00 Nayla Safitri 2419201041@mitrahusada.ac.id Friza Novita Sari Situmorang frizanovita@mitrahusada.ac.id Ilda Eltarisa Br Tarigan 2419201023@mitrahusada.ac.id Selpianna Br Sinambela 2519201056@mitrahusada.ac.id Rizky Aprilia Wulandary 2519201415@mitrahusada.ac.id Helen Muliana Pane 2519201753@mitrahusada.ac.id Lili Fitriani lilifitriani@mitrahusada.ac.id <p style="font-weight: 400;">Latar Belakang: Stroke merupakan penyebab utama kematian dan kecacatan. Hipertensi adalah faktor risiko utama yang menyebabkan kerusakan pembuluh darah otak, baik iskemik maupun hemoragik, sehingga membutuhkan penanganan menyeluruh untuk mencegahnya komplikasi. Tujuan: Menganalisis manajemen asuhan kebidanan pada pasien stroke hemoragik iskemik dengan hipertensi di Ruang SCU RSU Haji Medan serta membandingkannya dengan teori yang ada. Metode: Deskriptif dengan pendekatan studi kasus dan studi pustaka, melalui pengkajian langsung serta penelaahan dokumentasi medis. Hasil: Penerapan asuhan kebidanan yang sistematis (dari pengkajian hingga evaluasi) terbukti efektif dalam menstabilkan kondisi umum, mengontrol tekanan darah, dan meningkatkan kenyamanan pasien. Kesimpulan: Manajemen asuhan yang sistematis dan kolaboratif sangat penting untuk menunjang keberhasilan perawatan, mencegah komplikasi, dan meningkatkan kualitas hidup pasien stroke.</p> 2026-02-17T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Prosiding Forum Ilmiah dan Diskusi Mahasiwa https://prosidingmhm.mitrahusada.ac.id/index.php/forisma/article/view/787 MANAJEMEN ASUHAN KEBIDANAN PADA NY. S G3 P2 A0 DENGAN HIPEREMESIS GRAVIDARUM PADA IBU HAMIL TRIMESTER I DI RUANG IGD UPTD KHUSUS RSU HAJI MEDAN 2026-01-15T13:03:07+07:00 Nita Nasefa 2419201043@mitrahusada.ac.id Friza Novita Sari Situmorang frizanovita@mitrahusada.ac.id Nurannisa 2419201045@mitrahusada.ac.id Salsavira Nazla 2519201052@mitrahusada.ac.id Ririn Rosalina Sihombing 2519201049@mitrahusada.ac.id Ronia Rika Siagian 2519201420@mitrahusada.ac.id Tambok Rosmawati Br Gultom 2519201497@mitrahusada.ac.id <p>Latar Belakang: Hiperemesis Gravidarum (HG) merupakan manifestasi klinis mual dan muntah berat yang melampaui kondisi fisiologis emesis gravidarum pada umumnya. Kondisi patologis ini secara sistemik memicu dehidrasi berat, ketidakseimbangan elektrolit, defisit nutrisi, hingga penurunan berat badan yang signifikan, sehingga sering kali memerlukan intervensi medis di lingkungan rumah sakit. Secara global, prevalensi HG tercatat pada kisaran 0,8%–3,2% dari total kehamilan. Namun, disparitas data yang tajam ditemukan di wilayah lokal, di mana angka kejadian di Provinsi Sumatera Utara dilaporkan mencapai 59% dan Kota Medan sebesar 35%. Tingginya prevalensi ini di tingkat regional menunjukkan urgensi klinis yang memerlukan pendekatan preventif, deteksi dini yang presisi, serta manajemen asuhan yang tepat guna. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran komprehensif mengenai penatalaksanaan asuhan kebidanan pada kasus Hiperemesis Gravidarum dan menganalisis urgensi asuhan terintegrasi dalam menekan angka morbiditas maternal di tatanan klinis. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan laporan kasus (case study) dengan metode manajemen kebidanan komprehensif. Lokus penelitian berada di RSU Haji Medan selama periode tahun 2024, di mana data klinis dianalisis secara deskriptif untuk memberikan wawasan tentang pola penanganan pasien HG. Hasil: Di RSU Haji Medan pada tahun 2024, insidensi HG dilaporkan berada pada angka 0,5%–2% dari total kunjungan ibu hamil, dengan 0,32% di antaranya merupakan kasus berat yang memerlukan rawat inap intensif akibat gangguan metabolisme yang mengancam stabilitas hemodinamik ibu. Temuan ini mengindikasikan bahwa meskipun angka hospitalisasi relatif rendah dibandingkan prevalensi kota, tingkat keparahan kasus yang ada tetap memerlukan pengawasan ketat. Kesimpulan: Tingginya kesenjangan data antara tingkat nasional dan lokal di Sumatera Utara menekankan perlunya standarisasi edukasi antenatal dan penanganan dini. Implementasi asuhan kebidanan yang terintegrasi dan berkesinambungan terbukti menjadi instrumen vital dalam meminimalkan risiko komplikasi sistemik pada ibu hamil dengan Hiperemesis Gravidarum, sekaligus memastikan optimalisasi kesejahteraan janin selama masa gestasi.</p> 2026-02-17T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Prosiding Forum Ilmiah dan Diskusi Mahasiwa https://prosidingmhm.mitrahusada.ac.id/index.php/forisma/article/view/796 PENGARUH PIJAT BAYI TERHADAP KUALITAS TIDUR BAYI USIA 0-6 BULAN DI PMB BIDAN YULI KECAMATAN BANDAR KABUPATEN SIMALUNGUN PROVINSI SUMATERA UTARA TAHUN 2025 2026-01-15T16:39:44+07:00 Elisabet Simamora 2419201192@mitrahusada.ac.id Eva Ratna Dewi evaratnadewi@mitrahuasada.ac.id Hotnida Nasution 2319201026@mitrahusada.ac.id Lis Jamila 2519201027@mitrahusada.ac.id irhamni 2519101238@mitrahusada.ic.id Ronika Gultom fitri 2519201095@mitrahusada.ac.id <div><strong><em><span lang="EN-US">Latar belakang:</span></em></strong></div> <div><em><span lang="EN-US"> Tidur merupakan kebutuhan mendasar bagi bayi usia 0–6 bulan, karena berperan penting dalam mendukung pertumbuhan fisik, pematangan neurologis, dan perkembangan tubuh secara keseluruhan. Meskipun penting, gangguan tidur masih umum terjadi pada bayi dan dapat menyebabkan dampak buruk jika tidak ditangani dengan tepat. Pijat bayi adalah salah satu pendekatan nonfarmakologis yang dapat diterapkan untuk meningkatkan kualitas tidur pada bayi. Penelitian ini dilakukan untuk menguji pengaruh pijat bayi terhadap kualitas tidur bayi usia 0–6 bulan di PMB Bidan Yuli. Penelitian ini menggunakan desain eksperimental dengan pendekatan pretest–posttest satu kelompok. Populasi dan sampel terdiri dari 30 bayi usia 0–6 bulan yang dipilih melalui purposive sampling. Analisis statistik menunjukkan nilai Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0,000 (p&lt; 0,05), yang menunjukkan peningkatan signifikan dalam kualitas tidur bayi setelah intervensi pijat bayi. </span><span lang="SV">Kesimpulan: Terdapat dampak signifikan pijat bayi terhadap peningkatan kualitas tidur bayi usia 0–6 bulan. Saran: Diharapkan pijat bayi dapat diterapkan secara rutin sebagai salah satu tindakan pencegahan dan promosi yang dilakukan oleh tenaga kesehatan dan individu untuk meningkatkan kualitas tidur dan mengembangkan kembang bayi.</span></em></div> 2026-01-23T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Prosiding Forum Ilmiah dan Diskusi Mahasiwa https://prosidingmhm.mitrahusada.ac.id/index.php/forisma/article/view/799 ASUHAN KEBIDANAN BERKELANJUTAN (CONTIUNITY OF CARE) PADA NY.S DENGAN ANEMIA RINGAN DI BPM RIMENDA TARIGAN KECAMATAN MEDAN DENAI KOTA MEDAN PROVINSI SUMATERA UTARA TAHUN 2025 2026-01-15T16:58:35+07:00 Elisa Christina Nopita Sihombing 2319401043@mitrahusada.ac.id Eva Ratna Dewi evaratnadewi@mitrahusada.ac.id Rosmeylinda Bulolo 2319401045@mitrahusada.ac.id Dwi hasanah 2319401044@mitrahusada.ac.id Rabune 2519201729@mitrahusada.ac.id Tressika Yuliani Lawolo 2519201506@mitrahusada.ac.id Rimenda Tarigan 2019001207@mitrahusada.ac.id <p>Pendahuluan: Anemia pada ibu hamil tetap menjadi masalah kesehatan yang signifikan yang dapat menyebabkan komplikasi selama kehamilan, persalinan, dan periode pascapersalinan jika tidak ditangani dengan benar. Salah satu pendekatan yang direkomendasikan dalam layanan kebidanan untuk mengatasi kondisi ini adalah Kontinuitas Perawatan (COC), yang menyediakan perawatan komprehensif dan berkelanjutan untuk ibu dan bayi. Metode: Studi ini menggunakan metode studi kasus deskriptif dengan pendekatan perawatan berkelanjutan untuk Ny. S, seorang wanita hamil berusia 26 tahun dengan status obstetri G3P2A0 yang mengalami anemia ringan. Perawatan kebidanan diberikan secara berkelanjutan mulai dari trimester ketiga kehamilan, persalinan, periode pascapersalinan, perawatan bayi baru lahir, hingga layanan keluarga berencana. Data dikumpulkan melalui anamnesis, pemeriksaan fisik, penilaian kadar hemoglobin, observasi berkelanjutan, dan dokumentasi SOAP. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa anemia ringan yang dialami oleh Ibu S dapat dikelola dengan baik melalui pemantauan rutin, edukasi gizi, dan kepatuhan terhadap suplementasi zat besi. Proses persalinan berlangsung normal tanpa komplikasi, dan kondisi ibu dan bayi baru lahir selama periode pascapersalinan berada dalam batas normal. Diskusi: Implementasi perawatan berkelanjutan memungkinkan pemantauan komprehensif kondisi ibu dan deteksi dini potensi komplikasi, sehingga mencegah dampak buruk anemia selama kehamilan. Kesimpulan: Layanan kebidanan perawatan berkelanjutan efektif dalam meningkatkan kualitas perawatan dan menjaga kesehatan ibu hamil dengan anemia ringan dan bayi mereka.</p> 2026-02-17T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Prosiding Forum Ilmiah dan Diskusi Mahasiwa https://prosidingmhm.mitrahusada.ac.id/index.php/forisma/article/view/808 Literatur review:Masalah kesehatan remaja tentang aspek fisik,mental,dan reproduksi 2026-01-15T19:30:53+07:00 Desy Herawati Napitupulu desynapitupulu64@gmail.com Emma Dosriamaya noni simanjuntak emmadorsia@mitrahusada.ac.id Latifa Azzahra latifaazzahra223@gmail.com Devi Lestari 2219201146@mitrahusada.ac.id Dhea Anggellena 2519201154@mitrahusada.ac.id Feronika Lili Apriani 2219201203@mitrahusada.ac.id Mastika Lase mastikalase@mitrahusada.ac.id <p>Masalah kesehatan remaja merupakan isu kesehatan masyarakat yang kompleks dan multidimensional karena mencakup aspek kesehatan fisik, mental, dan reproduksi yang saling berkaitan. Masa remaja ditandai oleh perubahan biologis, psikologis, dan sosial yang signifikan, sehingga meningkatkan kerentanan terhadap berbagai masalah kesehatan seperti gangguan kesehatan mental, perilaku berisiko, gangguan kesehatan reproduksi, serta rendahnya pemanfaatan layanan kesehatan yang ramah remaja. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji secara komprehensif masalah kesehatan remaja dari aspek fisik, mental, dan reproduksi berdasarkan hasil-hasil penelitian terkini melalui metode review literatur. Metode yang digunakan adalah literature review dengan menelaah artikel ilmiah nasional dan internasional yang dipublikasikan dalam sepuluh tahun terakhir, meliputi penelitian cross-sectional, eksperimental, dan systematic review. Literatur yang dikaji membahas determinan kesehatan remaja, pola perilaku kesehatan, serta efektivitas berbagai intervensi promotif dan preventif. Hasil kajian menunjukkan bahwa masalah kesehatan fisik remaja berkaitan dengan rendahnya aktivitas fisik, pola makan tidak sehat, dan gaya hidup sedentari.</p> 2026-02-17T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Prosiding Forum Ilmiah dan Diskusi Mahasiwa https://prosidingmhm.mitrahusada.ac.id/index.php/forisma/article/view/815 PEMANFAATAN LAYANAN ANTENATAL CARE (ANC) SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN DINI TERHADAP RISIKO DAN KOMPLIKASI KEHAMILAN DI FASILITAS KESEHATAN 2026-01-15T21:53:04+07:00 Lasti Sianturi 2219201054@mitrahusada.ac.id Edi Subroto edisubroto@mitrahusada.ac.id Lastri Sapitri 2219201056@mitrahusada.ac.id Dame Hotmauli Sirait 2519201137@mitrahusada.ac.id Alvi Yani Sinaga 2519201098@mitrahusada.ac.id Bellah Sekar Arabiyah 2519201127@mitrahusada.ac.id Marpiani Gulo 2519201299@mitrahusada.ac.id <p>Antenatal Care (ANC) merupakan layanan kesehatan esensial bagi ibu hamil yang bertujuan untuk menjaga kesehatan ibu dan janin, melakukan deteksi dini terhadap risiko kehamilan, serta mencegah terjadinya komplikasi yang dapat meningkatkan angka kematian ibu dan bayi. Di Indonesia, tingginya angka komplikasi kehamilan masih berkaitan erat dengan rendahnya kualitas pelayanan ANC serta ketidakteraturan kunjungan selama masa kehamilan. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji secara komprehensif peran ANC dalam deteksi dini risiko kehamilan dan komplikasi pencegahan berdasarkan tinjauan literatur. Metode penelitian yang digunakan adalah tinjauan pustaka dengan menelaah artikel ilmiah nasional dan internasional . Sumber data diperoleh dari jurnal terakreditasi yang membahas tentang pelaksanaan ANC, kualitas pelayanan, kehadiran kunjungan, serta dampaknya terhadap luaran kesehatan ibu. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa ANC memiliki peran yang signifikan dalam pemantauan kesehatan ibu dan janin, mengidentifikasi faktor risiko seperti preeklamsia, anemia, dan kehamilan risiko tinggi, serta peningkatan kesiapan persalinan melalui edukasi kesehatan. Keberhasilan penyelenggaraan ANC dipengaruhi oleh kualitas pelayanan, kompetensi tenaga kesehatan khususnya bidan, ketersediaan sarana dan prasarana, serta dukungan keluarga. Disimpulkan bahwa optimalisasi pelayanan ANC yang berkualitas dan berkesinambungan dapat menurunkan risiko komplikasi kehamilan serta meningkatkan keselamatan ibu dan bayi. Oleh karena itu, penguatan mutu pelayanan ANC dan edukasi berkelanjutan bagi ibu.</p> 2026-02-17T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Prosiding Forum Ilmiah dan Diskusi Mahasiwa https://prosidingmhm.mitrahusada.ac.id/index.php/forisma/article/view/834 ASUHAN MANAJEMEN BERKELANJUTAN (COUINTUNITY OF CARE) DENGAN KEHAMILAN PREKLAMSIA RINGAN PADA NY H DI KLINIK PRATAMA NIAR KECAMATAN MEDAN AMPLAS KOTA MEDAN 2025 2026-01-15T22:55:22+07:00 Fanny Fitrianti 2319401028@mitrahusada.ac.id Nur Azizah Lubis nurazizah@mitrahusada.ac.id Rahma Putri Wulandari 2419401011@mitrahusada.ac.id Apriyanis Waruwu 2419401012@mitrahusada.ac.id Romenta Evalina 2419401010@mitrahusada.ac.id Anita Pertiwi Br Sitepu 2519201106@mitrahusada.ac.id Juniarsih juniarsih@mitrahusada.ac.id <p>Pre-eklampsia ringan merupakan salah satu komplikasi kehamilan yang ditandai dengan peningkatan tekanan darah ≥140/90 mmHg setelah usia kehamilan 20 minggu disertai proteinuria ringan atau tanpa gejala berat lainnya. Kondisi ini dapat berdampak pada kesehatan ibu dan janin apabila tidak terdeteksi dan ditangani secara tepat. Tujuan penulisan ini adalah untuk menggambarkan gambaran klinis, faktor risiko, serta penatalaksanaan kehamilan dengan pre-eklampsia ringan. Metode yang digunakan adalah studi literatur dari berbagai sumber buku kebidanan dan pedoman klinis. Hasil kajian menunjukkan bahwa faktor risiko pre-eklampsia ringan meliputi primigravida, usia ibu ekstrem, riwayat hipertensi, obesitas, dan jarak kehamilan yang terlalu dekat. Penatalaksanaan pre-eklampsia ringan difokuskan pada pemantauan tekanan darah, kondisi ibu dan janin, istirahat cukup, edukasi ibu, serta pemeriksaan antenatal yang teratur.</p> 2026-02-17T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Prosiding Forum Ilmiah dan Diskusi Mahasiwa https://prosidingmhm.mitrahusada.ac.id/index.php/forisma/article/view/843 MANAJEMEN ASUHAN KEBIDANAN PADA TN.M USIA 30 TAHUN DENGAN DSYPNEA EC TB PARU DI RUANGAN AR-RIJAL RUMAH SAKIT UMUM HAJI MEDAN SUMATERA UTARA 2025 2026-01-15T22:16:03+07:00 Gracea Adventria Lumban Gaol 2419202021@mitrahusada.ac.id Kas’il Aufa Nasution 2519201027@mitrahusada.ac.id Sri Muliana Putri Bakara Srimuliana@mitrahusada.ac.id Lely Enjel Zhenita Manurung 2519201029@mitrahusada.ac.id Margareta 2519201630@mitrahusada.ac.id Linda Meda Sari 2519201284@mitrahusada.ac.id Luwes Rizky Andriani luwesrizky@mitrahusada.ac.id <p><strong><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">&nbsp; Dsypnea Ec Tb Paru atau sesak nafas merupakan salah satu yang sering ditemukan pada berbagai penyakit paru,termasuk tuberkulosis(TB) paru.Who menjelaskan bahwa TB Paru menyebabkan peradangan kronis,kerusakan jaringan alveolus,pembentukan kavitas,fibrosis paru,serta penurunan elastisitas paru,yang mempengaruhi gangguannya pada pertukaran gas antara oksigen dan karbondioksida.Artikel ini untuk menggambarkan penerapan manajemen bantuan kebidanan pada Tn.M usia 30 Tahun dengan Dspnea Ec Tb Paru yang di Ruangan Ar-rijal Rumah Sakit Umum Haji Medan Dengan keluhan sesak nafas,penurunan berat badan,berkurangnya nafsu makan,susah tidur dan batuk berdahak bercampur darah.Metode Yang digunakan Adalah Studi Kasus Dengan Pendekatan Deskriptif dan Asuhan Kebidanan yang dilaksanakan berdasarkan 7 langkah varney serta dokumentasikan menggunakan SOAP. Hasil Pengkajian yang diperoleh bahwa adanya bakteri mycobacterium sehingga menyebabkan peradangan kronis yang mengakibatkan kerusakan jaringan paru dan dalam perubahan patologis menyebabkan luas permukaan alveolus yang berfungsi sebagai pertukaran gas,peningkatan resistensi jalan napas akibatnya terjadi gangguan oksigenasi dan eliminasi karbon dioksida yang menimbukan sesak nafas atau Dyspnea.</span></span></strong></p> 2026-01-23T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Prosiding Forum Ilmiah dan Diskusi Mahasiwa https://prosidingmhm.mitrahusada.ac.id/index.php/forisma/article/view/848 MANAJEMEN ASUHAN KEBIDANAN PADA Nn.L DENGAN FIBROADENOMA MAMAE DI RUANG THAIF UPTD KHUSUS RSU HAJI MEDAN PROVSU TAHUN 2025 2026-01-15T22:34:21+07:00 Nurlela Pasaribu 2319201777@mitrahusada.ac.id Kismiasih Adethia kismiasihaditya@mitrahusada.ac.id Mela Saputri 2319201036@mitrahusada.ac.id Desy aryeni Sembiring 2519201642@mitrahusada.ac.id Ida adriany Pungkut 2519201646@mitrahusada.ac.id Khalidah Sopiana 2519201649@mitrahusada.ac.id <p>Fibroadenoma mammae (FAM) merupakan tumor jinak payudara yang sering ditemukan pada wanita usia muda, khususnya usia 14–35 tahun. Tumor ini ditandai dengan benjolan yang kenyal, berbatas tegas, mudah digerakkan, dan umumnya tidak menimbulkan nyeri. Menurut World Health Organization (WHO), kejadian FAM paling banyak ditemukan pada perempuan usia 15–25 tahun dan cenderung menurun setelah menopause. Di Indonesia, prevalensi FAM terus meningkat setiap tahun. Meskipun bersifat jinak, FAM dapat meningkatkan risiko kanker payudara, terutama pada fibroadenoma kompleks, sehingga diperlukan penanganan dan asuhan kebidanan yang tepat.Tujuan: Studi kasus ini bertujuan untuk melaksanakan manajemen asuhan kebidanan pada remaja dengan fibroadenoma mammae di Ruang Tha’if RSU Haji Medan melalui pendekatan 7 langkah Helen Varney dan pendokumentasian SOAP. Metode: Penelitian ini menggunakan desain studi kasus dengan pendekatan deskriptif. Subjek penelitian adalah Nn. L usia 18 tahun dengan diagnosis Fibroadenoma Mamae yang dirawat di Ruang Thaif UPTD Khusus RSU Haji Medan Tahun 2025. Pengumpulan data dilakukan melalui data subjektif, data objektif, dan catatan medis, kemudian dianalisis dengan membandingkan teori dan praktik asuhan kebidanan. Hasil: Hasil pengkajian menunjukkan bahwa pasien mengalami Fibroadenoma Mamae dan dilakukan tindakan eksisi fibroadenoma. Asuhan kebidanan dilaksanakan sesuai standar tanpa ditemukan kesenjangan antara teori dan praktik. Kondisi pasien pascaoperasi membaik, luka operasi kering, tanda vital dalam batas normal, dan pasien diperbolehkan pulang.Kesimpulan Manajemen asuhan kebidanan pada pasien Fibroadenoma Mamae telah dilakukan secara tepat, sistematis, dan komprehensif sesuai 7 langkah Varney, serta efektif dalam mendukung pemulihan pasien.</p> 2026-02-17T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Prosiding Forum Ilmiah dan Diskusi Mahasiwa https://prosidingmhm.mitrahusada.ac.id/index.php/forisma/article/view/854 MANAJEMEN ASUHAN KEBIDANAN BY NY. F DENGAN DISTRES PERNAFASAN NEONATUS DI RUANGAN PICU/NICU RUMAH SAKIT UMUM HAJI MEDAN PROVINSI SUMATERA UTARA TAHUN 2025 2026-01-15T22:31:32+07:00 Delima Manik 2419201009@mitrahusada.ac.id Juliana Munthe julianamunthe@mitrahusada.ac.id Azizah Hasnah 2519201010@mitrahusada.ac.id Chindy Feliany 2519201011@mitrahusada.ac.id Desiani Gulo 2519201567@mitrahusada.ac.id Nurul Fitri Damayanti 2519201807@mitrahusada.ac.id Mika mika@mitrahusada.ac.id <p>Distres pernapasan neonatus merupakan salah satu masalah klinis yang sering terjadi pada bayi baru lahir dan berkontribusi terhadap tingginya angka morbiditas dan mortalitas neonatal, terutama pada awal kehidupan pada proses adaptasi fisiologis belum berlangsung optimal. Laporan kasus ini bertujuan untuk menggambarkan penerapan manajemen asuhan kebidanan secara komprehensif pada bayi baru lahir dari Ny F yang mengalami distres pernapasan neonatus dan dirawat diruangan PICU/NICU RSU Haji Medan tahun 2025. Metode yang digunakan adalah studi kasus deskriptif dengan menggunakan pendekatan tujuh langkah manajemen asuhan kebidanan yang meliputi pengkajian, penetapan diagnosis, perencanaan, penatalaksanaan dan evaluasi asuhan. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi langsung, pemeriksaan fisik. Bayi baru lahir melalui sectio caesarea dan menunjukkan tanda gangguan pernapasan segera setelah lahir, seperti takipenia dan kebutuhan oksigen tambahan. Asuhan kebidanan difokuskan pada pemeliharaan jalan nafas, pemberian terapi oksigen, pemantauan tanda-tanda vital, menjaga kestabilan suhu tubuh, pemenuhan kebutuhan cairan dan nutrisi, serta kolaborasi dengan tim kesehatan. Hasil asuhan menunjukkan bahwa penatalaksanaan yang tepat, sistematis, dan kolaboratif, kondisi pernapasan neonatus dapat distabilkan, saturasi oksigen terjaga dalam batas normal, dan resiko komplikasi dapat diminimalkan. Kesimpulannya, manajemen asuhan kebidanan yang komprehensif dan berkesinambungan memiliki peran penting dalam penanganan distres pernapasan neonatus. Deteksi dini, intervensi yang cepat dan tepat, serta evaluasi berkelanjutan sangat diperlukan untuk meningkatkan luaran kesehatan neonatus dan mutu pelayanan kebidanan di ruang perawatan intensif neonatal.</p> 2026-02-17T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Prosiding Forum Ilmiah dan Diskusi Mahasiwa https://prosidingmhm.mitrahusada.ac.id/index.php/forisma/article/view/868 ANALISIS IMUNISASI LANJUTAN DI WILAYAH KERJA DI PUSKESMAS BEUTONG ATEUH KECAMATAN BEUTONG ATEUH BANGGALANG KABUPATEN NAGAN RAYA TAHUN 2025 2026-01-15T22:57:41+07:00 Rini Yuliyanti 2419202378@mitrahusada.ac.id Asnita Sinaga asnitasinaga@mitrahusada.ac.id Christine Dwi Octhaviani Panjaitan 2319101009@mitrahusada.ac.id Jasmine Arimby Zaskia Panjaitan 2519201025@mitrahusada.ac.id Herudia Saputri Panjaitan 2519201023@mitrahusada.ac.id Hanna Dea Emilda Silalahi 2519201021@mitrahusada.ac.id Juwinda Panjaitan juwinda@mitrahusada.ac.id <p>Imunisasi lanjutan merupakan upaya krusial untuk menjaga imunitas bayi terhadap penyakit seperti difteri, pertusis, tetanus, hepatitis B, Hib, dan campak, sesuai Permenkes No. 12 Tahun 2022. Di Indonesia, cakupan imunisasi dasar lengkap mencapai 93,7% pada 2023, tetapi cakupan lanjutan sering rendah di daerah seperti Sumatera Utara (86,2%), dipengaruhi pandemi COVID-19, pendidikan ibu, pekerjaan, jarak fasilitas kesehatan, dan jumlah anak (Azizah et al., 2022; Istriyati, 2023). Di wilayah kerja Puskesmas Beutong Ateuh, Kabupaten Nagan Raya, cakupan imunisasi belum optimal, memicu penelitian.Tujuan: Penelitian bertujuan menganalisis hubungan pendidikan ibu, pekerjaan ibu, jarak ke puskesmas, dan jumlah anak dengan imunisasi lanjutan bayi usia 12-24 bulan tahun 2025. Metode: Penelitian kuantitatif observasional cross-sectional di Puskesmas Beutong Ateuh, Mei-Juni 2025, dengan sampel 50 ibu bayi dipilih simple random sampling (rumus Lemeshow). Data primer dari wawancara kuesioner dan KMS, sekunder dari register puskesmas. Analisis univariat (frekuensi/persentase) dan bivariat (chi-square, α=0,05).Hasil: Sebagian besar responden berpendidikan rendah-tinggi, ibu rumah tangga/bekerja, jarak dekat/jauh (&lt;700m/&gt;700m), dan jumlah anak sedikit/banyak. Uji chi-square menunjukkan hubungan signifikan (p&lt;0,05) antara pendidikan ibu (OR tinggi), pekerjaan, jarak tempuh, dan jumlah anak dengan kelengkapan imunisasi lanjutan (lengkap: DPT-HB-Hib &amp; campak dosis 2). Kesimpulan: Faktor pendidikan ibu, pekerjaan, jarak puskesmas, dan jumlah anak berhubungan signifikan dengan imunisasi lanjutan bayi. Saran: Puskesmas tingkatkan edukasi ibu berpendidikan rendah/bekerja/jauh/beranak banyak via posyandu/kader, fasilitasi transportasi, dan monitoring KMS untuk capai target 95%.</p> <p> </p> 2026-01-23T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Prosiding Forum Ilmiah dan Diskusi Mahasiwa https://prosidingmhm.mitrahusada.ac.id/index.php/forisma/article/view/886 Senam Hamil Dan Relaksasi Pernapasan Untuk meningkatkan Kesehatan Ibu Dan Janin Di Wilayah Martubung, Kecamatan Medan Labuhan Provinsi Sumatera Utara Tahun 2025 2026-01-15T23:13:34+07:00 merrygrace simanjuntak 2319201038@mitrahusada.ac.id Nurmalina Hutahaean Nurmalina@mitrahusada.ac.id Polmaria Panjaitan 2519201589@mitrahusada.ac.id Fazila Itawari 2219201031@mitrahusada.ac.id Anggi Mutiah 2519201796@mitrahusada.ac.id Nazibah Saridatun Nahla 2519201805@mitrahusada.ac.id Aisyah aisyah@mitrahusada.ac.id <p>Latar Belakang: Senam hamil dapat meningkatkan fleksibilitas otot, memperlancar sirkulasi darah, dan menurunkan risiko komplikasi persalinan. Sementara itu, teknik relaksasi pernapasan membantu persalinan lebih lancar, mengurangi kecemasan, mengendalikan perasaan, dan menjalani persalinan lebih mudah. Sayangnya, banyak ibu hamil di pedesaan, termasuk di Wilayah Martubung Kecamatan Medan Labuhan, belum menerima pelatihan atau informasi tentang manfaat senam hamil dan relaksasi pernapasan yang benar. Tujuan kami adalah untuk meningkatkan pemahaman ibu hamil tentang pentingnya senam hamil dan relaksasi pernapasan untuk mengurangi nyeri di Wilayah Martubung Kecamatan Medan Labuhan Metode: Penelitian ini adalah analitik observasional dengan desain cross-sectional, yang bertujuan untuk mempelajari dinamika korelasi antara faktor risiko efek. Populasi penelitian adalah seluruh ibu hamil yang usia kehamilannya 20 minggu ke atas, yang terdiri dari 21 orang yang tinggal di Wilayah Martubung Kecamatan Medan Labuhan, dan 35 orang pada peristiwa yang berbeda.Hasil: menunjukkan bahwa skor penurunan nyeri persalinan kala 1 fase aktif dari sepuluh responden adalah 2,60 (SD:0,699) (min: 2) (max: 4), sedangkan skor setelah teknik relaksasi nafas dalam adalah 2,50 (SD:0,707) (min: 1) (max: 3).Kesimpulan: Ini menunjukkan bahwa teknik relaksasi nafas dalam senam hamil memiliki dampak pada nyeri persalinan kala 1 fase aktif dan kesehatan ibu dan janin di Wilayah Martubung Kecamatan Medan Labuhan pada tahun 2025.</p> 2026-02-17T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Prosiding Forum Ilmiah dan Diskusi Mahasiwa https://prosidingmhm.mitrahusada.ac.id/index.php/forisma/article/view/898 MANAJEMEN ASUHAN KEBIDANAN PADA BAYI NY. D DENGAN PROLAPS RECTUM DI RUANGAN PICU RSUP ADAM MALIK KOTA MEDAN PROVINSI SUMATRA UTARA TAHUN 2024 2026-01-16T00:04:04+07:00 Riah Ate 2219201098@mitrahusada.ac.id Eka purnama Sari ekapurnamasari@mitrahusada.ac.id Rismawati Pasaribu 2519201361@mitrahusada.ac.id Nurhandayani Br Nandeak 2519201363@mitrahusada.ac.id Nurhati Manik 2519201363@mitrahusada.ac.id Nurianti Ritonga 2519201365@mitrahusada.ac.id Darliyana 2519201824@mitrahusada.ac.id <p style="font-weight: 400;">Prolaps rektum merupakan kondisi keluarnya sebagian atau seluruh dinding rektum melalui anus yang dapat terjadi pada bayi, terutama dengan kondisi bawaan, prematuritas, gangguan neurologis, dan status gizi yang kurang. Penanganan prolaps rektum pada bayi memerlukan asuhan kebidanan yang komprehensif dan kolaboratif untuk mencegah komplikasi lebih lanjut. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan manajemen asuhan kebidanan pada bayi Ny. D dengan prolaps rektum yang dirawat di Ruangan Pediatric Intensive Care Unit (PICU) RSUP Haji Adam Malik Kota Medan tahun 2024. Metode yang digunakan adalah studi kasus deskriptif dengan pendekatan manajemen kebidanan tujuh langkah Helen Varney. Subjek penelitian adalah bayi perempuan usia 1 bulan 8 hari dengan diagnosis prolaps rektum disertai mikrocephali dan spina bifida. Pengumpulan data dilakukan melalui anamnesis, pemeriksaan fisik, observasi, dan telaah dokumentasi medis. Hasil asuhan menunjukkan bahwa setelah dilakukan pemantauan tanda-tanda vital, manajemen peningkatan tekanan intrakranial, pemberian nutrisi, serta terapi medis dan tindakan operatif secara kolaboratif, kondisi umum bayi mengalami perbaikan dan prolaps rektum dapat teratasi. Kesimpulan dari studi kasus ini menunjukkan bahwa penerapan manajemen asuhan kebidanan yang sistematis, berkesinambungan, dan kolaboratif efektif dalam mendukung stabilisasi kondisi bayi dengan prolaps rektum serta mencegah terjadinya komplikasi.</p> 2026-01-23T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Prosiding Forum Ilmiah dan Diskusi Mahasiwa https://prosidingmhm.mitrahusada.ac.id/index.php/forisma/article/view/904 ANALISIS ANALISIS FAKTOR RESIKO PARTUS TAK MAJU PADA IBU BERSALIN DI DESA LUBUK BAYAS KECAMATAN PERBAUNGAN KABUPATEN SERDANG BEDAGAI PROVINSI SUMATERA UTARA TAHUN 2025 2026-01-15T23:38:18+07:00 Fia apriani 2419201228@mitrahusada.ac.id juliana munthe ulianamunthe@mitrahusada.ac.id nurlela Fitria 2519201557@mitrahusada.ac.id miranda hutagaol 2319201085@mitrahusada.ac.id Isria Helena sinurat 2519201242@mitrahusada.ac.id ita purnama 2519201243@mitrahusada.ac.id Mutia Arinti 2419201841@mitrahusada.ac.id <p>Pada tahun 2025, Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia tercatat sebesar 189 kematian per 100.000 kelahiran hidup. Angka ini menempatkan Indonesia sebagai negara dengan AKI tertinggi kedua di kawasan Asia Tenggara, hanya di bawah Timor Leste, dan masih jauh dari target Sustainable Development Goals (SDGs) yang menetapkan AKI di bawah 70 per 100.000 kelahiran hidup pada tahun 2030.(1).Peran ibu sangat penting dalam kesehatan mengupayakan kesehatan keluarga seperti berkontribusi dalam memberikan pola asuh di dalam keluarga.Tujuan :Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis Faktor Resiko Partus Tak Maju Pada Ibu Bersalin di Desa Lubuk Bayas Kecamatan Perbaungan Kabupaten Serdang Bedagai Provinsi Sumatera Utara Tahun 2025.Metode penelitian ini yaitu observasional/survei yaitu data yang dikumpulkan dari responden menggunakan kuesioner atau angket tanpa melakukan intervensi terhadap subjek penelitian. Jenis penelitiannya yaitu kuantitatif dengan menggunakan skala likert yang merupakan Teknik dalam mengevaluasi suatu program atau kebijakan perencanaan untuk mengukur sikap sesorang atau sekelompok orang.(12)Metode Pengukuran data dilakukan melalui jawaban responden dari pertanyaan tentang karakteristik (Usia, Pendidikan, pekerjaan,), Riwayat Persalinan, yang tercatat di Desa Lubuk Bayas Kecamatan Perbaungan Kabupaten Serdang Bedagai Provinsi Sumatera Utara Tahun 2025 Hasil Uji dan Pembahasan Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi faktor resiko yang berkontribusi terhadap kejadian partus tak maju pada ibu bersalin di Desa Lubuk Byas, Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Begadai, Provinsi Sumatera Utara. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif karena seluruh sampel merupakan kasus partus tak maju. Oleh karena itu, analisis dilakukan secara univariat terhadap masing-masing faktor resiko.Kesimpulan Sebagian besar ibu bersalin dengan partus tak maju berada dalam kelompok usia 20-35 tahun yaitu sebanyak 66,7%.Sebagian besar responden memiliki tingkat pendidikan dasar (60%). Rendahnya tingkat pendidikan dapat memengaruhi kemampuan ibu dalam memahami informasi tentang tanda bahaya persalinan dan pentingnya periksaan kehamilan.Mayoritas ibu bersalin merupakan ibu rumah tangga (73,3%). Jenis pekerjaan dapat mempengaruhi status ekonomi keluarga dan akses terhadap layanan kesehatan.</p> 2026-02-17T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Prosiding Forum Ilmiah dan Diskusi Mahasiwa https://prosidingmhm.mitrahusada.ac.id/index.php/forisma/article/view/917 MANAJEMEN ASUHAN KEBIDANAN PADA PASIEN TUBERKULOSIS PARU DI RUANGAN AR-RIJAL RSU HAJI MEDAN TAHUN 2024 2026-01-16T00:23:19+07:00 Meila Novita meilanovita762@gmail.com Ernamari ernamari@mitrahusada.ac.id Nabila Rara Putri 2519201519@mitrahusada.ac.id Watinam Rasmita Haloho 2519201519@mitrahusada.ac.id Yeni Tari Ginting 2519201523@mitrahusada.ac.id Vivi Wulandari 2519201515@mitrahusada.ac.id Maghfirah Kuswandari maghfirahkuswandari@mitrahusada.ac.id <p>Tuberkulosis paru (TB paru) merupakan penyakit infeksi menular yang masih menjadi masalah kesehatan global,</p> <p>termasuk di Indonesia. Penyakit ini berdampak signifikan terhadap kualitas hidup pasien dan memerlukan</p> <p>penatalaksanaan komprehensif, termasuk peran tenaga kesehatan dalam pemberian asuhan kebidanan yang</p> <p>holistik. Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk menggambarkan penerapan manajemen asuhan kebidanan</p> <p>pada pasien TB paru di Ruangan Ar-Rijal RSU Haji Medan tahun 2024. Metode yang digunakan adalah studi</p> <p>kasus dengan pendekatan asuhan kebidanan komprehensif yang meliputi pengkajian, penegakan diagnosis</p> <p>kebidanan, perencanaan, implementasi, dan evaluasi. Subjek dalam studi ini adalah Ny. S, pasien perempuan usia</p> <p>54 tahun dengan diagnosis medis TB paru kronis. Hasil asuhan menunjukkan bahwa setelah dilakukan intervensi</p> <p>kebidanan berupa pemantauan tanda vital, manajemen jalan napas, dukungan perawatan diri, serta kolaborasi</p> <p>dengan tenaga medis, kondisi pasien mengalami perbaikan ditandai dengan penurunan keluhan sesak napas dan</p> <p>peningkatan kemampuan perawatan diri. Kesimpulan dari studi ini adalah bahwa manajemen asuhan kebidanan</p> <p>yang komprehensif dan kolaboratif berperan penting dalam mendukung proses penyembuhan pasien TB paru</p> <p>serta meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan.</p> 2026-01-23T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Prosiding Forum Ilmiah dan Diskusi Mahasiwa https://prosidingmhm.mitrahusada.ac.id/index.php/forisma/article/view/929 MANAJEMEN ASUHAN PADA TN. USIA 48 TAHUN DENGAN STROKE ISKEMIK PADA RUANGAN STROKE CARE UNIT DI RS HAJI MEDAN TAHUN 2024 2026-01-16T01:03:25+07:00 Theresia Arliyani Sianturi Theresia Arliyani Sianturi theresiasianturi91@gmail.com Plora Novita Febrina Sinaga plorasinaga@mitrahusada.ac.id Anela Desmi Siregar 2519201103@mitrahusada.ac.id Anggun Sri Lestari 2519201104@mitrahusada.ac.id Cahaya Mutiha Pasaribu 2519201130@mitrahusada.ac.id Aulia Siti 2519201118@mitrahusada.ac.id Desi Arrijal desiarrijal@mitrahusada.ac.id <p>Stroke iskemik tetap menjadi penyebab utama morbiditas dan mortalitas yang memerlukan penanganan intensif di <em>Stroke Care Unit</em> (SCU) guna mencegah kerusakan neurologis lebih lanjut. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi manajemen asuhan komprehensif pada Tn. US, seorang pria berusia 48 tahun dengan diagnosis stroke iskemik akut di SCU RS Haji Medan tahun 2024. Metode yang digunakan adalah studi kasus deskriptif dengan pendekatan asuhan multidisiplin yang berfokus pada pemantauan hemodinamik, observasi neurologis, dan pemenuhan kebutuhan dasar. Pasien datang dengan keluhan hemiparesis kanan, afasia (gangguan bicara), dan disfagia, dengan tekanan darah awal 142/100 mmHg dan skor GCS 11 (somnolen). Intervensi yang diberikan meliputi pemberian terapi oksigen 5 lpm, pemasangan <em>nasogastric tube</em> (NGT) untuk dukungan nutrisi, serta pengawasan ketat terhadap perfusi jaringan serebral. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penatalaksanaan terstruktur di ruang SCU berhasil menjaga stabilitas hemodinamik dan mencegah komplikasi sekunder, meskipun pemulihan fungsi motorik memerlukan rehabilitasi jangka panjang. Simpulan dari studi ini menegaskan bahwa perawatan dini di unit stroke khusus sangat krusial bagi pasien usia produktif untuk mengoptimalkan stabilisasi klinis dan mengurangi risiko kecacatan permanen.</p> <p><strong>Kata Kunci : </strong>Stroke Iskemik, <em>Stroke Care Unit</em>, Manajemen Klinis, Hipertensi, Studi Kasus.</p> <p>&nbsp;</p> 2026-01-23T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Prosiding Forum Ilmiah dan Diskusi Mahasiwa https://prosidingmhm.mitrahusada.ac.id/index.php/forisma/article/view/937 PERAN MAKANAN SIAP SAJI TERHADAP DISMINORE PADA REMAJA PUTRI DI WILAYAH PUSKESMAS TANAH JAMBO AYE, KABUPATEN ACEH UTARA, PROVINSI ACEH TAHUN 2025 2026-01-16T09:09:58+07:00 Ulfa Mahera 2419201651@mitrahusada.ac.id Sri Rezeki srirezeki@mitrahusada.ac.id Mintaria Harefa 2419201079@mitrahusada.ac.id Juita Deli Ndruru 2519201610@mitrahusada.ac.id Yulisna Sembiring 2519201535@mitrahusada.ac.id Yuspidawati Br Lembong 2519201539@mitrahusada.ac.id Yusyanti 2519201540@mitrahusada.ac.id <p>Masa remaja merupakan fase transisi perkembangan yang krusial, dicirikan oleh kematangan organ reproduksi. Namun, fenomena gangguan menstruasi masih prevalen terjadi, di mana sekitar 75% remaja melaporkan keluhan dismenore (nyeri haid). Faktor gaya hidup, khususnya tingginya frekuensi konsumsi makanan siap saji (fast food) yang kaya akan lemak jenuh namun rendah serat, disinyalir berkontribusi terhadap peningkatan sekresi prostaglandin yang menjadi mediator utama timbulnya nyeri haid. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis korelasi antara pola konsumsi makanan siap saji dengan prevalensi kejadian dismenore pada remaja putri di wilayah kerja Puskesmas Tanah Jambo Aye, Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh, pada tahun 2025. Penelitian ini menerapkan desain analitik korelasi melalui pendekatan cross-sectional. Populasi studi mencakup seluruh remaja putri di wilayah kerja Puskesmas Tanah Jambo Aye, dengan penentuan sampel menggunakan teknik total sampling sehingga diperoleh 30 responden. Instrumen penelitian berupa kuesioner digunakan untuk pengumpulan data, yang selanjutnya diuji secara statistik menggunakan uji Chi-Square guna menentukan signifikansi hubungan antar variabel. Hasil analisis univariat menyatakan mayoritas responden selalu mengonsumsi makanan siap saji sebanyak 25 orang (83,3%) dan mayoritas mengalami dismenore berat sebanyak 17 orang setara dengan 56,7%. Hasil analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara konsumsi makanan siap saji dengan kejadian disminore, di mana mayoritas remaja yang selalu mengonsumsi makanan siap saji mengalami dismenore berat (53,4%) dengan nilai p-value 0,018 (&lt; 0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumsi makanan siap saji berperan secara signifikan terhadap terjadinya disminore pada remaja putri di Wilayah Kerja Puskesmas Tanah Jambo Aye. Remaja diharapkan dapat mengurangi perilaku konsumsi makanan siap saji untuk menjaga kesehatan reproduksi.</p> 2026-02-17T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Prosiding Forum Ilmiah dan Diskusi Mahasiwa https://prosidingmhm.mitrahusada.ac.id/index.php/forisma/article/view/944 ASUHAN KEPERAWATAN JIWA YANG SERVICE EXCELLENT PADA NY. M DENGAN HALUSINASI PENDENGARAN 2026-01-16T11:21:15+07:00 kelsi wati pakpahan Pakpahan 231914403@mitrahusada.ac.id Petra Diansari Zega Petradiansari@mitrahusada.ac.id Putri Mergaretha Manullang 2419144038@mitrahusada.ac.id Iin Nina Padang 2319144013@mitrahusada.ac.id Putri Angelina Br Hutahean 2419144057@mitrahusada.ac.id Andri Gunawan 2519206001@mitrahusada.ac.id Nurlina Hasibuan 2519905005@mitrahusada.ac.id <p>Halusinasi pendengaran merupakan salah satu gejala utama pada pasien dengan gangguan jiwa skizofrenia yang dapat mengganggu fungsi kognitif, emosional, dan sosial pasien. Prevalensi gangguan jiwa, khususnya skizofrenia dengan halusinasi pendengaran, masih cukup tinggi di Indonesia dan memerlukan penatalaksanaan keperawatan jiwa yang komprehensif dan berorientasi pada pelayanan service excellent. Laporan kasus ini bertujuan untuk menggambarkan manajemen asuhan keperawatan jiwa yang service excellent pada Ny. M dengan masalah gangguan persepsi sensori berupa halusinasi pendengaran di Ruang Mawar 1 UPTD Khusus RSJ Prof. Dr. Muhammad Ildrem Provinsi Sumatera Utara. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan yang meliputi pengkajian, penetapan diagnosis keperawatan, perencanaan intervensi, implementasi, dan evaluasi. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan status mental, dan studi dokumentasi rekam medis. Hasil pengkajian menunjukkan Ny. M mengalami halusinasi pendengaran berupa suara yang memerintah, dengan riwayat ketidakpatuhan minum obat dan perawatan berulang. Diagnosa keperawatan utama adalah gangguan persepsi sensori: halusinasi pendengaran. Intervensi keperawatan dilakukan melalui strategi pelaksanaan (SP) meliputi identifikasi halusinasi, teknik menghardik, kepatuhan minum obat, bercakap-cakap dengan orang lain, serta aktivitas terjadwal. Evaluasi menunjukkan adanya penurunan intensitas halusinasi, peningkatan kemampuan klien dalam mengontrol halusinasi, dan perbaikan interaksi sosial. Kesimpulan dari laporan kasus ini adalah penerapan manajemen asuhan keperawatan jiwa yang service excellent mampu membantu klien mengontrol halusinasi pendengaran dan meningkatkan kualitas perawatan secara holistik.</p> 2026-02-17T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Prosiding Forum Ilmiah dan Diskusi Mahasiwa https://prosidingmhm.mitrahusada.ac.id/index.php/forisma/article/view/950 MANAJEMEN ASUHAN KEBIDANAN PADA KASUS MYOMA UTERI DI RUANG JABAL UHUD (MATERNITAS) RSU HAJI MEDAN TAHUN 2025 2026-01-16T12:14:18+07:00 Asi Esterina Sarumpaet 2419201005@mitrahusada.ac.id Basaria Manurung basariamanurung@mitrahusada.ac.id ayumi asti azzahra 2419201007@mitrahusada.ac.id defa festa triana 2519201013@mitrahusada.ac.id Maya Irianti 2519201571@mitrahusada.ac.id Tri Sutrisna Rohana Nst 2519201704@mitrahusada.ac.id Meli Zahra meliazahara@mitrahusada.ac.id <p>Myoma uteri merupakan tumor jinak ginekologi yang paling sering ditemukan pada wanita usia reproduksi hingga perimenopause dan dapat menimbulkan keluhan seperti perdarahan uterus abnormal, nyeri panggul, serta benjolan di perut bagian bawah. Kondisi ini memerlukan penatalaksanaan yang tepat untuk mencegah komplikasi dan menurunkan kualitas hidup pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan manajemen asuhan kebidanan pada kasus myoma uteri di Ruang Jabal Uhud (Maternitas) RSU Haji Medan Tahun 2025. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan deskriptif. Subjek penelitian adalah seorang pasien perempuan usia 56 tahun dengan diagnosis myoma uteri. Pengumpulan data dilakukan melalui anamnesis, pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang, serta pendokumentasian asuhan kebidanan menggunakan manajemen kebidanan 7 langkah Varney dan SOAP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan asuhan kebidanan yang komprehensif melalui pemantauan kondisi umum, pengkajian nyeri dan perdarahan, edukasi kesehatan, serta kolaborasi dengan dokter spesialis obstetri dan ginekologi mampu menjaga kondisi pasien tetap stabil dan mencegah terjadinya komplikasi. Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa manajemen asuhan kebidanan yang tepat dan berkesinambungan berperan penting dalam penanganan kasus myoma uteri dan peningkatan kualitas pelayanan kebidanan.</p> <p> </p> 2026-02-17T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Prosiding Forum Ilmiah dan Diskusi Mahasiwa https://prosidingmhm.mitrahusada.ac.id/index.php/forisma/article/view/956 FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KECEMASAN IBU POST PARTUM PADA MASA PERSALINAN DI RSU ARUN LHOKSEUMAWE KECAMATAN MUARA SATU KOTA LHOKSEUMAWE TAHUN 2024 2026-01-16T14:13:04+07:00 Laili Nurhidayanti 2319201733@mitrahusada.ac.id Imarina Tarigan imarinatarigan@mitrahusada.aac.id Grace Adelia Putri 2319201024@mitrahusada.ac.id Emiya Agustina Surbakti 2319201018@mitrahusada.ac.id Leni Safrita 2519201272@mitrahusada.ac.id Lisnatur Rahmi 2519201285@mitrahusada.ac.id Desliana Siregar 2519201746@mitrahusada.ac.id <p>Latar Belakang Gangguan kecemasan sering muncul sebagai masalah psikologis pada ibu yang sedang bersalin, baik primipara maupun multipara. Usia, tingkat pengetahuan, dan paritas dicurigai berkaitan dengan derajat kecemasan pada ibu postpartum. Tujuan studi ini adalah mengeksplorasi faktor-faktor yang memengaruhi kecemasan ibu postpartum saat persalinan di RSU Arun Lhokseumawe, Kecamatan Muara Satu, Kota Lhokseumawe, tahun 2024. Metode penelitian bersifat kuantitatif dengan desain potong lintang, mengukur variabel independen (usia, pengetahuan, paritas) dan dependen (kecemasan) pada waktu yang sama. Pengumpulan data melibatkan kuesioner dan wawancara langsung dengan 54 ibu postpartum di RSU tersebut. Hasil utama mengungkap bahwa sebagian besar responden berada dalam rentang usia 20–35 tahun (53,7%), memiliki pengetahuan baik (57,4%), serta paritas ≥1 (68,5%). Analisis statistik menunjukkan hubungan signifikan antara usia dan pengetahuan dengan kecemasan ibu postpartum (p&lt;0,05), sedangkan paritas tidak berhubungan (p&gt;0,05). Kesimpulannya bahwa usia yang lebih matang dan pengetahuan yang lebih baik cenderung menekan tingkat kecemasan persalinan. Tenaga kesehatan dianjurkan untuk mengintensifkan penyuluhan, edukasi, dan pendampingan persiapan persalinan beserta penanganan kecemasan mulai dari masa kehamilan, agar ibu siap menghadapi kelahiran secara fisik, mental, dan emosional dengan aman serta nyaman.</p> 2026-02-17T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Prosiding Forum Ilmiah dan Diskusi Mahasiwa https://prosidingmhm.mitrahusada.ac.id/index.php/forisma/article/view/962 PENGARUH NILAI BUDAYA DAN KEPERCAYAAN TRADISIONAL TERHADAP PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI PUSKESMAS KUALA TADU KECAMATAN TADU RAYA KABUPATEN NAGAN RAYA PROVINSI ACEH TAHUN 2025 2026-01-16T14:47:59+07:00 Nurdewi Yanti 2419201417@mitrahusada.ac.id Parningotan Simanjuntak parningotan@mitrahusada.ac.id Tasya Lamtiur Simanjuntak 2419201065@mitrahusada.ac.id Dia Astami 2419201720@mitrahusada.ac.id Radiyanti 2019001190@mitrahusada.ac.id Riska Sari 2519201393@mitrahusada.ac.id Ratna Dewi ratnadewi@mitrahusada.ac.id <p>Penelitian kuantitatif analitik observasional cross-sectional ini mengkaji pengaruh nilai budaya dan kepercayaan tradisional terhadap praktik pemberian ASI eksklusif pada 48 ibu dengan bayi usia 6-12 bulan di Puskesmas Kuala Tadu, Kecamatan Tadu Raya, Kabupaten Nagan Raya, Aceh (April-Juni 2025). Data primer dari kuesioner skala Likert dianalisis chi-square (p&lt;0,05), menunjukkan 54,2% praktik ASI eksklusif; nilai budaya berpengaruh signifikan (χ²=10,714, p=0,001) dan kepercayaan tradisional juga (χ²=3,848, p=0,049). Hambatan utama: norma keluarga mendukung tambahan madu/ta jin dan mitos kolostrum "kotor". Rekomendasi intervensi cultural-sensitive untuk tingkatkan cakupan ke target nasional 80%.</p> 2026-02-17T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Prosiding Forum Ilmiah dan Diskusi Mahasiwa https://prosidingmhm.mitrahusada.ac.id/index.php/forisma/article/view/967 Articel MANAJEMEN ASUHAN KEPERAWATAN GERONTIK YANG SERVICE EXCELLENT PADA Ny. S DENGAN DEMENSIA DI UPTD PELAYANAN SOSIAL LANJUT USIA BINJAI DINAS SOSIAL PROVISI SUMATRA UTARA TAHUN 2026 2026-01-16T15:29:31+07:00 yuen pardosi 2319144024@mitrahusada.ac.id Lisbet Gurning Lisbetgurning@mitrahusada.ac.id Tiamri Lubis 2419144031@mitrahusada.ac.id Paulus Zalukhu 2519144018@mitrahusada.ac.id Fatiyah 2519103007@mitrahusada.ac.id Khoirul Azmi Rambe 2519201260@mitrahusada.ac.id juspina Apriyanti Siahaan 2519201253@mitrahusada.ac.id <p><em>Demensia merupakan salah satu masalah kesehatan pada lanjut usia yang ditandai dengan penurunan fungsi kognitif secara progresif, sehingga berdampak terhadap kemampuan berpikir, mengingat, berkomunikasi, dan melakukan aktivitas sehari-hari. Kondisi ini membutuhkan manajemen asuhan keperawatan gerontik yang komprehensif dan berorientasi pada pelayanan service excellent. Karya Tulis Ilmiah ini bertujuan untuk menggambarkan manajemen asuhan keperawatan gerontik pada Ny. A dengan demensia di UPTD Pelayanan Sosial Lanjut Usia Binjai Kota Binjai Provinsi Sumatera Utara tahun 2024. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan telaah dokumentasi keperawatan. Proses asuhan keperawatan meliputi pengkajian, penetapan diagnosa keperawatan, perencanaan intervensi, implementasi, evaluasi, serta dokumentasi keperawatan. Hasil pengkajian menunjukkan Ny. A mengalami penurunan fungsi kognitif yang ditandai dengan mudah lupa, disorientasi, dan keterbatasan dalam aktivitas sehari-hari. Diagnosa keperawatan utama yang ditegakkan meliputi kebingungan akut, gangguan pola tidur, dan risiko jatuh. Intervensi keperawatan dilakukan secara bertahap dengan melibatkan pendekatan terapeutik, manajemen lingkungan, serta dukungan psikososial. Evaluasi menunjukkan adanya perbaikan dalam orientasi, pola tidur, dan penurunan risiko jatuh. Kesimpulan dari studi kasus ini adalah bahwa manajemen asuhan keperawatan gerontik yang komprehensif dan berkesinambungan dapat membantu meningkatkan kualitas hidup lansia dengan demensia. Diharapkan hasil KTI ini dapat menjadi referensi dalam meningkatkan mutu pelayanan keperawatan gerontik khususnya pada lansia dengan demensia.</em></p> 2026-02-17T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Prosiding Forum Ilmiah dan Diskusi Mahasiwa https://prosidingmhm.mitrahusada.ac.id/index.php/forisma/article/view/978 PERAWATAN TALI PUSAT ASI DAN TEKNIK TERBUKA TERHADAP WAKTU PELEPASAN TALI PUSAT PADA NEONATUS DI KLINIK NIRMALA SAPNI KEC. MEDAN PERJUANGAN KOTA MEDAN SUMATERA UTARA TAHUN 2025 2026-01-16T15:58:57+07:00 Krisdayanti Pardosi 2219201053@mitrahusada.ac.id Riska Susanti Pasaribu riskasusanti@mitrahusada.ac.id Julia Anggraini 2219201047@mitrahusada.ac.id Zunifa Rahayu 2519201686@mitrahusada.ac.id Asnidar Ningsih 2519201687@mitrahusada.ac.id Cici Anika 2519201688@mitrahusada.ac.id <p>Latar Belakang: Fenomena infeksi tali pusat pada bayi baru lahir di Indonesia masih menjadi pemicu utama kasus <em>Tetanus Neonatorum</em> yang fatal, di mana spora bakteri <em>Clostridium tetani</em> mengontaminasi tali pusat yang belum lepas. Kondisi ini menuntut adanya inovasi perawatan yang efektif, salah satunya dengan memanfaatkan ASI sebagai agen topikal dibandingkan hanya menggunakan metode terbuka. Penelitian ini bertujuan untuk membedah perbedaan durasi lepasnya tali pusat antara kedua teknik tersebut menggunakan desain <em>Quasi Eksperimen</em> dengan pendekatan <em>Post Test-Only Non Equivalent Control Group</em>. Dilaksanakan di Klinik Nirmala Sapni pada medio April hingga Juni 2022, riset ini melibatkan 30 subjek yang dipilih melalui <em>purposive sampling</em> dan dibagi ke dalam dua kelompok intervensi. Data yang dihimpun melalui observasi sistematis menunjukkan bahwa pada kelompok yang menggunakan ASI, sekitar 40% bayi mengalami pelepasan tali pusat dalam waktu 6 hari. Sebaliknya, pada kelompok perawatan terbuka, durasi pelepasan cenderung lebih lambat, yakni berkisar antara 7 hingga 8 hari pada 26,7% responden. Hasil uji <em>Independent T-test</em> menghasilkan nilai signifikansi p = 0.000,.yang menegaskan adanya perbedaan efektivitas yang sangat nyata di antara kedua metode tersebut. Dengan demikian, penggunaan ASI secara topikal terbukti lebih unggul dalam mempercepat proses puput tali pusat dan sangat direkomendasikan untuk diimplementasikan di berbagai tatanan pelayanan kesehatan, mulai dari Rumah Sakit hingga Praktik Mandiri Bidan</p> 2026-02-17T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Prosiding Forum Ilmiah dan Diskusi Mahasiwa https://prosidingmhm.mitrahusada.ac.id/index.php/forisma/article/view/985 ANALISI FAKTOR SOSIAL EKONOMI YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN ANEMIA PADA IBU HAMIL DI PUSKESMAS SIMPANG ULIM KAB. ACEH TIMUR PROV.ACEH TAHUN 2025 2026-01-17T20:57:50+07:00 Nia Akmala 2219201042@mitrahusada.ac.id Herna Rinayanti Manurung hernarinayanti@mitrahusada.ac.id Irma Suryani 2419201390@Mitrahusada.ac.id Lestari Manalu 2419201518@mitrahusada.ac.id Sinta Rahayuningsih 2119201043@mitrahusada.ac.id Mawarni Gea mawanigea@mitrahusada.ac.id Mastari Br Juntak juntak@mitrahusada.ac.id <p>Anemia pada masa kehamilan merupakan ancaman serius bagi kesehatan masyarakat glonal karena kontribusinya terhadap peningkatan angka kematian ibu dan bayi. Diindonesia Prevalensi ibu yang mengalami anemia sangat tinggi mencapai 63,5%. Kondisi ini disebabkan oleh factor fisiologis oleh dinamika social ekonomi. Tujuan : penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh factor-faktor ekonomi. Metode yang digunakan desain analitik dengan pendekatan cross-sectional.Populasi penelitian ini mencakup seluruh ibu hamil diwilayah kerja puskesmas Simpang Ulim, dengan teknik total sampling sebanyak 40 respondent,Data dikumpulkan melalui kuesioner dan analisi yang digunakan uji statistic Chi-Square. Hasil : Temuan mengalami anemia dengan kadar hemoglobin &lt; 11~gr/dL. Hasil uji bivariat mengungkapkan adanya hubungan signifikan secara statistik antara tingkat pendidikan (p=0,000), dukungan keluarga (p=0,001), pendapatan keluarga (p=0,001), serta ketersediaan makanan bergizi (p=0,001) dengan kejadian anemia pada ibu hamil.</p> <p> </p> 2026-02-17T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Prosiding Forum Ilmiah dan Diskusi Mahasiwa https://prosidingmhm.mitrahusada.ac.id/index.php/forisma/article/view/1020 FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN RUPTUR PERINEUM PADA IBU BERSALIN DI RSU WAMPU NORITA STABAT KABUPATEN LANGKAT TAHUN 2023 2026-01-16T17:35:21+07:00 Suryani Dewi 2219201907@mitrahusada.ac.id Anna Waris Nainggolan annawaris@mitrahusada.ac.id alya helsi marpaung Alya Helsi 2319201003@mitrahusada.ac.id Aulia Febri Andesma 2319201005@mitrahusada.ac.id Gina Nailah Batubara 2519201018@mitrahusada.ac.id Gracia Angelina Purba 2519201020@mitrahusada.ac.id Neysa Veronika Simanjuntak 2519201347@mitrahusada.ac.id <p>Ruptur perineum merupakan robekan pada jaringan perineum yang terjadi saat persalinan dan dapat menimbulkan perdarahan serta meningkatkan risiko infeksi pada ibu bersalin. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berkaitan dengan terjadinya ruptur perineum pada ibu bersalin di RSU Wampu Norita Stabat Kabupaten Langkat Tahun 2023.Manfaat penelitian ini diharapkan dapat menambah pengetahuan ibu bersalin dan tenaga kesehatan serta menjadi bahan referensi bagi institusi pendidikan kebidanan dan penelitian selanjutnya. Metode yang diterapkan dalam penelitian ini adalah survei analitik dengan desain cross sectional. dengan populasi sekaligus sampel sebanyak 35 ibu bersalin normal yang diambil secara total sampling, Pengolahan data dilakukan melalui analisis univariat dan bivariat dengan uji chi-square,Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas ibu bersalin mengalami ruptur perineum (74,3%),serta terdapat hubungan yang signifikan antara paritas dan cara meneran dengan kejadian ruptur perineum, sedangkan umur ibu dan berat badan lahir bayi tidak menunjukkan hubungan yang signifikan Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa paritas dan cara meneran merupakan Faktor yang memiliki hubungan dengan kejadian ruptur perineum pada ibu bersalin, sehingga perlu dilakukan edukasi dan pendampingan teknik meneran yang benar untuk menurunkan risiko terjadinya rupture perineum.</p> <p> </p> 2026-02-17T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Prosiding Forum Ilmiah dan Diskusi Mahasiwa https://prosidingmhm.mitrahusada.ac.id/index.php/forisma/article/view/1038 Artikel MANAJEMEN ASUHAN KEPERAWATAN JIWA PADA TN. D DENGAN HALUSINASI PENDENGARAN DI RUMAH SAKIT JIWA PROF. DR. MUHAMMAD ILDREM SUMATERA UTARA PADA BULAN NOVEMBER 2025 2026-01-16T20:13:44+07:00 linda mardiyanti waruwu waruwu 2319144017@mitrahusada.ac.id Indra Agussamad indraagussamad@mitrahusad.ac.id Helda Mayanti 2319144022@mitrahusad.ac.id Repika Marianti Siregar 2519144013@mitrahusad.ac.id Rotua Margaretta Sihombing 2319144020@mitrahusada.ac.id Ice Suharti Sitorus 2419144024@mitrahusada.ac.id Hariati Eliana Purba hariati@mitrahusada.ac.id <p> ABSTRAK <br />Halusinasi pendengaran merupakan salah satu gejala utama pada pasien dengan skizofrenia yang ditandai dengan adanya persepsi suara tanpa rangsangan eksternal. Kondisi ini dapat mengganggu fungsi psikososial, menurunkan kemampuan aktivitas sehari-hari, serta meningkatkan risiko perilaku berbahaya apabila tidak ditangani secara tepat (WHO, 2018). Perawat memiliki peran strategis dalam memberikan asuhan keperawatan jiwa yang komprehensif dan berkesinambungan melalui pendekatan proses keperawatan (Kemenkes RI, 2023). Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk menggambarkan manajemen asuhan keperawatan jiwa pada Tn. D dengan halusinasi pendengaran di Rumah Sakit Jiwa Prof. Dr. Muhammad Ildrem Sumatera Utara. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan status mental, serta studi dokumentasi. Intervensi keperawatan diberikan melalui strategi pelaksanaan (SP) 1 sampai SP 4. Hasil asuhan keperawatan menunjukkan adanya penurunan frekuensi halusinasi, peningkatan kemampuan pasien dalam mengenali dan mengontrol halusinasi, peningkatan interaksi sosial, serta peningkatan kepatuhan minum obat. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa manajemen asuhan keperawatan jiwa secara sistematis efektif dalam membantu pasien mengontrol halusinasi pendengaran</p> 2026-02-17T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Prosiding Forum Ilmiah dan Diskusi Mahasiwa https://prosidingmhm.mitrahusada.ac.id/index.php/forisma/article/view/1049 MANAJEMEN ASUHAN KEBIDANAN PADA NY. R USIA 27 TAHUN GIPOAO DENGAN PLASENTA PREVIA DIRUANG BERSALIN FITRAH RUMAH SAKIT UMUM HAJI 26-30 JUNI 2024 2026-01-16T21:16:15+07:00 Dia Sandriana 2319401005@mitrahusada.ac.id Siska Suci Triana Ginting siskassucitriana@mitrahusada.ac.id Safriani Lo'i 2319401046@mitrahusada.ac.id Aiga Asri Amanda 2419491002@mitrahusada.ac.id Nurkaya 2519201368@mitrahusada.ac.id Tasnim Miska 2519201499@mitrahusada.ac.id Sitti Nurasiyah sittinuraisyah@mitrahusada.ac.id <p>Plasenta previa merupakan salah satu komplikasi obstetri yang memiliki implikasi serius terhadap kesehatan maternal dan perinatal. Kondisi ini ditandai dengan implantasi plasenta pada segmen bawah uterus yang menutupi sebagian atau seluruh ostium uteri internum, sehingga berpotensi menghambat proses persalinan normal dan memicu perdarahan antepartum. Perdarahan akibat plasenta previa sering terjadi secara tiba-tiba, tanpa disertai nyeri, dan dapat berulang dengan volume yang bervariasi, sehingga meningkatkan risiko anemia, syok hipovolemik, hingga kematian ibu dan janin.</p> <p>Secara epidemiologis, plasenta previa dilaporkan terjadi pada sekitar 0,3–0,5% dari seluruh kehamilan dan menjadi salah satu penyebab utama perdarahan trimester ketiga. Beberapa faktor risiko yang berperan dalam kejadian plasenta previa antara lain usia maternal lanjut, multiparitas, riwayat operasi sesar, tindakan kuretase berulang, serta riwayat plasenta previa pada kehamilan sebelumnya. Kombinasi faktor-faktor tersebut dapat menyebabkan perubahan struktur endometrium yang memengaruhi proses implantasi plasenta.</p> <p>Dalam praktik kebidanan, penanganan kasus plasenta previa memerlukan kewaspadaan tinggi serta penerapan manajemen asuhan kebidanan yang komprehensif dan berbasis bukti. Bidan memiliki peran strategis dalam melakukan deteksi dini, pemantauan kondisi ibu dan janin, pemberian edukasi kesehatan, serta kolaborasi interprofesional dengan dokter spesialis obstetri dan ginekologi. Manajemen asuhan kebidanan yang sistematis diharapkan mampu meminimalkan risiko komplikasi dan meningkatkan luaran kehamilan.</p> <p>Berdasarkan latar belakang tersebut, artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan secara ilmiah penerapan manajemen asuhan kebidanan pada kasus plasenta previa pada Ny. R usia 27 tahun G1P0A0 di RSU Haji Medan, serta membandingkan praktik klinik yang dilakukan dengan teori dan pedoman kebidanan yang berlaku.</p> <p>&nbsp;</p> 2026-01-23T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Prosiding Forum Ilmiah dan Diskusi Mahasiwa https://prosidingmhm.mitrahusada.ac.id/index.php/forisma/article/view/1057 ASUHAN KEPERAWATAN YANG SERVICE EXCELLENT PADA PASIEN DENGAN CORONARY ARTERIAL DESEASE (CAD) 2026-01-17T00:01:42+07:00 Jonahtan Suntara Mendrofa 241914049@mitrahusada.ac.id Rosmega rosmega@mitrahusada.ac.id Lenni Senawati 2519206019@mitrahusada.ac.id Frengki Anugerah Eli Gulo 2319144038@mitrahusada.ac.id Justiman Horiana Siringoringo 2419144050@mitrahusada.ac.id Bungaria Sihombing 2519201129@mitrahusada.ac.id Markus Vincensius Hia 2419144012@mitrahusada.ac.id <p>Coronary Artery Disease (CAD) merupakan salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas di dunia. Penyakit ini terjadi akibat penyempitan atau sumbatan pada arteri koroner yang mengakibatkan penurunan aliran darah ke miokardium. Penyakit jantung Koroner/ Coronary Artery Disease (CAD) merupakan suatu kondisi terbentuknya plak yang membesar di dinding pembuluh arteri Koroner dan menyebabkan minimnya aliran darah ke otot jantung. Faktor risiko penyakit jantung koroner (PJK) salah satunya adalah diabetes mellitus yang perlu dilakukan perawatan yang baik untuk mencegah kematian. Peran perawat sangat penting dalam memberikan asuhan keperawatan yang komprehensif mulai dari pengkajian, penegakan diagnosis, intervensi, hingga evaluasi. Artikel ini bertujuan untuk menggambarkan penerapan asuhan keperawatan pada pasien dengan CAD berdasarkan pendekatan proses keperawatan. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan deskriptif. Hasil menunjukkan bahwa penerapan asuhan keperawatan yang tepat dapat membantu menurunkan keluhan nyeri dada, meningkatkan toleransi aktivitas, serta mencegah komplikasi lebih lanjut. Kesimpulan dari artikel ini adalah bahwa asuhan keperawatan yang terencana dan berkesinambungan berperan penting dalam meningkatkan kualitas hidup pasien CAD.</p> 2026-02-17T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Prosiding Forum Ilmiah dan Diskusi Mahasiwa https://prosidingmhm.mitrahusada.ac.id/index.php/forisma/article/view/1077 ASUHAN KEBIDANAN BERKELANJUTAN (Continuity Of Care ) PADA NY.B DENGAN RUPTUR PERINEUM DETAJAT II DI PMB DESNA ELFITA S.Keb, Bd KEC.MEDAN DENAI KOTA MEDAN SUMATERA UTARA TAHUN 2026 2026-01-16T23:06:34+07:00 Septiani Chintiya 2319401020@mitrahusada.ac.id Kamelia Sinaga kameliasinaga@mitrahusada.ac.id Rosdiana Ginting 2319401019@mitrahusada.ac.id Dewi Chyntia Pasaribu 2419401014@mitrahusada.ac.id Dwi Agustina 2419401007@mitrahusada.ac.id Dinda Fitri Haruni 2419401006@mitrahusada.ac.id Desna Elfita 2119001032@mitrahusada.ac.id <p>Ruptur perineum merupakan komplikasi persalinan yang dapat menyebabkan perdarahan, nyeri, dan risiko infeksi pada ibu postpartum, sehingga memerlukan penatalaksanaan yang tepat melalui asuhan kebidanan berkelanjutan (Continuity of Care). Studi kasus ini bertujuan menerapkan asuhan kebidanan berkelanjutan pada Ny. B usia 25 tahun dengan ruptur perineum derajat II di Praktik Mandiri Bidan Desna Elfita, Medan Denai, Kota Medan tahun 2025.Metode penelitian menggunakan studi kasus dengan pendekatan deskriptif berdasarkan manajemen kebidanan Helen Varney dan pendokumentasian SOAP. Asuhan diberikan secara komprehensif mulai dari kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir, hingga pelayanan keluarga berencana melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan dokumentasi. Hasil menunjukkan bahwa ruptur perineum derajat II pada kala II persalinan ditangani dengan penjahitan laserasi secara adekuat. Selama masa nifas, dilakukan pemantauan kondisi ibu dan bayi serta konseling perawatan luka perineum, kebersihan diri, pemenuhan nutrisi, dan mobilisasi dini, dan senam kagel. Kondisi ibu dan bayi hingga pemilihan kontrasepsi berada dalam keadaan baik tanpa komplikasi.Penerapan asuhan kebidanan berkelanjutan terbukti efektif dalam mendukung penyembuhan ruptur perineum, mencegah komplikasi, serta meningkatkan kesehatan ibu dan bayi</p> 2026-02-17T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Prosiding Forum Ilmiah dan Diskusi Mahasiwa https://prosidingmhm.mitrahusada.ac.id/index.php/forisma/article/view/1089 Faktor-faktor yang mempengaruhi kecemasan Dalam melakukan mobilisasi dini pada ibu pasca Persalinan sectio caesarea di RSUD H. Sahudin Kutacane kabupaten aceh tenggara provinsi Aceh tahun 2025 2026-01-16T23:37:39+07:00 Kamerayani 2419201309@mitrahusada.ac.id Ariska Fauzianty ariskafauzi@mitrahusada.ac.id Ruth Febiyola Hutahaean 2319201058@mitrahusada.ac.id Putri ariaty 2319201046@mitrahusada.ac.id Wirna Parida 2319201077@mitrahusada.ac.id Antikah Nasution 2519201797@mitrahusada.ac.id Leli ardiani 2519201803@mitrahusada.ac.id <p>Tingginya frekuensi persalinan melalui bedah sesar di Indonesia, yang kini melampaui batas rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), menghadirkan tantangan tersendiri dalam perawatan pascaoperasi. Pasien yang menjalani Sectio Caesarea (SC) sering kali menghadapi kendala nyeri intens pada luka insisi, yang kemudian memicu hambatan psikologis berupa kecemasan dan ketakutan untuk bergerak. Faktor emosional ini kerap menghambat mobilisasi dini, padahal aktivitas fisik pascaoperasi sangat krusial untuk mencegah komplikasi serius seperti kekakuan otot, gangguan sirkulasi darah, dan infeksi. Di RSUD H. Sahudin Kutacane, ditemukan fenomena di mana banyak ibu nifas merasa enggan melakukan mobilisasi karena kekhawatiran yang tidak tepat bahwa jahitan operasi akan terlepas atau robek. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis berbagai faktor yang memengaruhi tingkat kecemasan ibu nifas dalam melakukan mobilisasi dini di RSUD H. Sahudin Kutacane pada tahun 2025. Dengan menggunakan desain kuantitatif analitik, studi ini mengeksplorasi bagaimana variabel nyeri dan dukungan informasi berkontribusi terhadap kondisi psikologis pasien. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi panduan bagi tenaga kesehatan dalam mengoptimalkan edukasi dan manajemen nyeri. Penanganan kecemasan yang tepat sangat penting untuk mempercepat proses pemulihan ibu dan meningkatkan kualitas layanan kesehatan pasca-persalinan.</p> 2026-02-17T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Prosiding Forum Ilmiah dan Diskusi Mahasiwa https://prosidingmhm.mitrahusada.ac.id/index.php/forisma/article/view/1101 MANAJEMEN ASUHAN KEBIDANAN PADA Tn.Z DENGAN INDIKASI HIPERTENSI DI RUANGAN STROKE CARE UNIT RUMAH SAKIT HAJI MEDAN TAHUN 2025Hipertensi merupakan penyakit kronis yang menjadi faktor risiko utama terjadinya stroke dan komplikasi kardiovaskular. Kondisi ini 2026-01-17T00:04:20+07:00 Jihan Muthia 2419201717@mitrahusada.ac.id Retno Wahyuni retnowahyuni@mitrahusada.ac.id Masnia Gultom 2519201717@mitrahusada.ac.id Nurjannah 2419201046@mitrahusada.ac.id Maria Indani 2519201716@mitrahusada.ac.id Dwi Ellyana Damanik 2519201164@mitrahusada.ac.id <p>Hipertensi merupakan penyakit kronis yang menjadi faktor risiko utama terjadinya stroke dan komplikasi kardiovaskular. Kondisi ini sering disebut <em>silent killer</em> karena dapat berkembang tanpa gejala yang jelas. Laporan kasus ini bertujuan untuk mengevaluasi penerapan manajemen asuhan kebidanan pada pasien Tn. Z dengan hipertensi yang dirawat di Ruangan Stroke Care Unit (SCU) RSU Haji Medan tahun 2025. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan manajemen asuhan kebidanan. Pasien berusia 57 tahun datang dengan penurunan kesadaran, sakit kepala, muntah, kelemahan anggota gerak kanan, dan tekanan darah 193/135 mmHg dengan hasil CT-Scan menunjukkan infark lakunar. Hasil asuhan menunjukkan pemantauan ketat, kolaborasi medis, dan edukasi mampu menstabilkan kondisi pasien serta mencegah komplikasi. Disimpulkan bahwa asuhan kebidanan yang komprehensif dan kolaboratif berperan penting dalam pengendalian hipertensi pada pasien di ruang perawatan intensif.</p> <p>&nbsp;</p> 2026-01-23T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Prosiding Forum Ilmiah dan Diskusi Mahasiwa https://prosidingmhm.mitrahusada.ac.id/index.php/forisma/article/view/1106 MANAJEMEN ASUHAN KEBIDANAN PADA NY. L 42 TAHUN DENGAN CA MAMMAE DI RSU RUANG AN-NISA HAJI MEDAN TAHUN 2024 2026-01-17T00:50:00+07:00 Henny Nurul Syafika Henny Nurul Syafika 2219201039@mitrahusada.ac.id Juliana Munthe julianamunthe@mitrahusada.ac.id Sumita Ramadani 2219201110@mitrahusada.ac.id Theresia Arliyani Sianturi 2219201114@mitrahusada.ac.id Afriani Sinamo 2519201084@mitrahusada.ac.id Afriska Amalia 2519201086@gmail.ac.id Ridesman ridesman@mitrahusada.ac.id <p>Latar Belakang: Meskipun protokol perawatan kebidanan telah ditetapkan, pengelolaan Karsinoma Payudara (Ca Mammae) di fasilitas rujukan tersier sering menghadapi 'kesenjangan metodologis' yang signifikan antara model kebidanan standar (misalnya, Tujuh Langkah Varney) dan kenyataan patologis onkologi yang kompleks dan multidisipliner. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi manajemen kebidanan komprehensif bagi Ny. L, pasien berusia 42 tahun yang didiagnosis dengan Karsinoma Payudara di RSU Haji Medan, dengan fokus pada integrasi dukungan psikososial dan navigasi klinis. Metodologi: Pendekatan studi kasus deskriptif kualitatif digunakan. Data dikumpulkan melalui wawancara klinis mendalam, pemeriksaan fisik, dan analisis dokumen rekam medis. Kesenjangan metodologis utama yang diidentifikasi adalah ketidakcukupan langkah-langkah manajemen kebidanan konvensional dalam menangani transisi cepat dari skrining primer ke intervensi onkologi lanjutan di rumah sakit rujukan dengan sumber daya terbatas. Presentasi Kasus: Ibu L (42) datang dengan massa tetap yang tidak menimbulkan rasa sakit di kuadran luar atas payudara kiri. Perawatan kebidanan dilakukan melalui kerangka SOAP (Subjektif, Objektif, Penilaian, Perencanaan). Namun, studi ini menunjukkan adanya kesenjangan pada fase "Penilaian", di mana beban psikologis akibat kemungkinan mastektomi diremehkan oleh protokol standar, sehingga memerlukan pendekatan paliatif-empatik yang dimodifikasi.</p> 2026-01-23T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Prosiding Forum Ilmiah dan Diskusi Mahasiwa https://prosidingmhm.mitrahusada.ac.id/index.php/forisma/article/view/1110 IMPLEMENTASI ASUHAN KEPERAWATAN GERONTIK DALAM PENATALAKSANAAN HIPERTENSI PADA LANSIA PROVINSI SUMATERA UTARA MEDAN JOHOR TAHUN 2025 2026-01-17T00:41:39+07:00 Ave Grace Yael Cintya Br Simbolon simbolon 2319144027@mitrahusada.ac.id Lisdayanti Simanjuntak lisdayantisimanjuntak@mitrahusada.ac.id Najwa Norena 25191440192@mitrahusada.ac.id Vina Tambunan 2319144028@mitrahusada.ac.id Daniel Capah 2419144034@mitrahusada.ac.id Netty Hutasoit 2519144020@mitrahusada.ac.id Sanni Sihombing 2419144033@mitrahusada.ac.id <p>Hypertension is one of the most common non-communicable diseases among the elderly and is often referred to as a silent killer due to its minimal symptoms and high risk of complications. Elderly individuals are particularly vulnerable to hypertension because of physiological changes associated with the aging process. This article aims to describe the implementation of gerontic nursing care based on a service excellent approach for an elderly patient with hypertension at the UPTD Pelayanan Sosial Lanjut Usia Binjai, North Sumatra Province. This study employed a case study method using the nursing process approach, which included assessment, nursing diagnosis, planning, implementation, and evaluation. The results showed that the main nursing problems identified were acute pain related to increased cerebral vascular pressure and the risk of falls associated with postural blood pressure changes. Nursing interventions focused on pain management, blood pressure monitoring, fall prevention, health education, and emotional support. The application of holistic and patient-centered nursing care contributed to improved comfort, better blood pressure control, and increased patient understanding of hypertension management. In conclusion, gerontic nursing care based on service excellent principles plays an important role in improving the quality of nursing services and supporting the health and well-being of elderly patients with hypertension.</p> <p>&nbsp;</p> <p>Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang paling banyak dialami oleh lanjut usia dan sering disebut sebagai silent killer karena gejalanya yang minimal namun berisiko tinggi menimbulkan komplikasi. Lansia sangat rentan mengalami hipertensi akibat perubahan fisiologis yang terjadi selama proses penuaan. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan asuhan keperawatan gerontik berbasis service excellent pada seorang pasien lansia dengan hipertensi di UPTD Pelayanan Sosial Lanjut Usia Binjai, Provinsi Sumatera Utara. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan yang meliputi pengkajian, diagnosis keperawatan, perencanaan, implementasi, dan evaluasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masalah keperawatan utama yang ditemukan adalah nyeri akut berhubungan dengan peningkatan tekanan vaskuler serebral dan risiko jatuh akibat perubahan tekanan darah postural. Intervensi keperawatan difokuskan pada manajemen nyeri, pemantauan tekanan darah, pencegahan risiko jatuh, edukasi kesehatan, serta dukungan emosional. Penerapan asuhan keperawatan yang holistik dan berpusat pada pasien terbukti meningkatkan kenyamanan, mengontrol tekanan darah, serta meningkatkan pemahaman pasien mengenai pengelolaan hipertensi. Kesimpulannya, asuhan keperawatan gerontik berbasis service excellent memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan keperawatan dan mendukung kesehatan serta kesejahteraan lansia dengan hipertensi.</p> 2026-01-23T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Prosiding Forum Ilmiah dan Diskusi Mahasiwa https://prosidingmhm.mitrahusada.ac.id/index.php/forisma/article/view/1117 MANAJEMEN ASUHAN KEBIDANAN PADA BAYI NY.S DENGAN ASFIKSIA NEONATORUM DI KLINIK SITI KHOLIJAH TAHUN 2025 2026-01-17T02:15:51+07:00 DwiGita Sabrina 2219201022mitrahusada@ac.id Anggi afni Salsabila 2519201005@mitrahusada.ac.id Leni Santika 2519201273@mitrahusada.ac.id Lina Rahmi 2519201282@mitrahusada.ac.id Lukri Napitupulu 2519201282@mitrahusada.ac.id Dessy Ratna Sari Sembiring dessyratnasari@mitrahusada.ac.id Siti Kholijah Hasibuan sitikholijah@mitrahusada.ac.id <p>Asfiksia neonatorum adalah salah satu jenis keadaan darurat pada bayi baru lahir yang sering terjadi dan menjadi faktor utama penyebab masalah kesehatan serta kematian pada neonatus. Keadaan ini ditandai dengan ketidakmampuan bayi untuk bernafas secara mandiri dan teratur segera setelah kelahiran, sehingga memerlukan intervensi yang cepat dan tepat. Penanganan darurat neonatal sangat penting untuk mencegah komplikasi serius dan meningkatkan keselamatan bayi yang baru lahir.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguraikan bagaimana manajemen kegawatdaruratan neonatal pada penanganan bayi dengan asfiksia neonatorum di Klinik Siti Kholijah pada tahun 2025. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kasus. Subjek dalam penelitian ini adalah bayi yang baru lahir dan mengalami asfiksia neonatorum serta menerima perawatan darurat di Klinik Siti Kholijah.Data dikumpulkan melalui metode observasi, wawancara, dan analisis dokumentasi medis. Data tersebut dianalisis secara deskriptif untuk menunjukkan langkah-langkah penanganan kegawatdaruratan neonatal, termasuk penilaian awal terhadap bayi baru lahir, tindakan resusitasi neonatus, pemantauan kondisi bayi, serta evaluasi hasil dari tindakan yang dilakukan.Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa penerapan manajemen kegawatdaruratan neonatal yang sesuai dengan standar pelayanan dapat memperbaiki keadaan bayi yang mengalami asfiksia neonatorum dan mencegah komplikasi lebih lanjut. Oleh sebab itu, pelaksanaan manajemen kegawatdaruratan neonatal yang optimal sangat penting untuk meningkatkan mutu pelayanan dan menjaga keselamatan bayi baru lahir.</p> 2026-02-17T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Prosiding Forum Ilmiah dan Diskusi Mahasiwa https://prosidingmhm.mitrahusada.ac.id/index.php/forisma/article/view/1127 URGENSI SKRINING PRAKONSEPSI SEBAGAI PILAR UTAMA MEWUJUDKAN GENERASI EMAS DI ERA MODERN 2026-01-17T08:11:13+07:00 fifin umairoh 2219201087@mitrahusada.ac.id Gusti artha nainggolan gustiartha@mitrahusada.ac.id Nuryanti 2519201728@mitrahusada.ac.id Risna yanti 2519201730@mitrahusada.ac.id Sasa ariska 2519201731@mitrahusada.ac.id Putri amanda sari 2219201090@mitrahusada.ac.id Laura Marbun 2419201084@mitrahusada.ac.id <p><span data-path-to-node="7,0">Kesehatan prakonsepsi merupakan fase krusial yang menentukan kualitas kesehatan ibu dan calon bayi. </span><span data-path-to-node="7,2"><span class="citation-112">Artikel ini bertujuan untuk membahas pentingnya skrining prakonsepsi bagi calon pengantin sebagai langkah preventif terhadap berbagai risiko medis dan sosial</span></span><span data-path-to-node="7,4">. </span><span data-path-to-node="7,6"><span class="citation-111">Berdasarkan studi kasus di KUA Kecamatan Kubu, ditemukan bahwa edukasi yang komprehensif mengenai nutrisi, imunisasi, dan kesiapan mental sangat diperlukan untuk menurunkan angka kematian ibu dan bayi</span></span><span data-path-to-node="7,8">. </span><span data-path-to-node="7,10"><span class="citation-110">Kesimpulannya, skrining prakonsepsi secara signifikan membantu deteksi dini masalah kesehatan sebelum menjadi komplikasi kehamilan</span></span><span data-path-to-node="7,12">.</span></p> 2026-02-17T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Prosiding Forum Ilmiah dan Diskusi Mahasiwa https://prosidingmhm.mitrahusada.ac.id/index.php/forisma/article/view/1138 MANAJEMEN ASUHAN KEBIDANAN PADA NY. L USIA 42 TAHUN DENGAN DIAGNOSA CA MAMMAE DI RUANGAN AN-NISA RUMAH SAKIT HAJI MEDAN TAHUN 2024 2026-01-17T10:59:28+07:00 Julita Sari Sitompul 2219201048@mitrahusada.ac.id Tetti seriati situmorang tettiseriaty@mitrahusada.ac.id yonike ginting 2219201129@mitrahusada.ac.id Ella Santika Aulia Desfita 2519201171@mitrahusada.ac.id Endah Lestari 2519201174@mitrahusada.ac.id enny ettikawati 2519201180@mitrahusada.ac.id Rohasianti Sagala rohhasianti@mitrahusada.ac.id <p>Kanker payudara atau Ca Mammae saat ini masih menjadi tantangan besar dalam dunia kesehatan di Indonesia, menempati urutan tertinggi sebagai jenis keganasan yang menyerang kaum wanita dengan angka mortalitas yang sangat signifikan. Kondisi tersebut menuntut adanya penanganan yang tepat dan terpadu, yang mendasari dilakukannya penelitian ini untuk menelaah secara mendalam mengenai pelaksanaan asuhan kebidanan pada pasien dengan diagnosa tersebut di Rumah Sakit Umum Haji Medan. Melalui penelitian ini, diharapkan diperoleh gambaran nyata mengenai efektivitas prosedur medis dan perawatan yang diberikan kepada pasien di lapangan. Dalam pelaksanaannya, penelitian ini menerapkan metode deskriptif melalui pendekatan studi kasus yang sistematis mengikuti alur pengasuhan kebidanan secara menyeluruh. Proses pengasuhan tersebut dimulai dari tahap pengkajian mendalam untuk mengumpulkan data subjek maupun objek, dilanjutkan dengan interpretasi data untuk menentukan diagnosa yang akurat. Lebih lanjut, dilakukan pula identifikasi terhadap diagnosa atau masalah potensial yang mungkin muncul, penentuan tindakan segera guna mencegah kondisi darurat, hingga perencanaan perencanaan matang yang kemudian diwujudkan melalui implementasi serta evaluasi kekeringan yang berkala.Proses pengambilan perumahan ini dilaksanakan di ruang rawat inap salah satu rumah sakit umum di Kota Medan, dengan Pembagian waktu penelitian yang terbagi ke dalam dua periode, yakni dari tanggal 2 hingga 4 April serta tanggal 16 hingga 18 April 2024. Seluruh data yang diperoleh selama masa observasi dan tindakan kemudian diolah menggunakan teknik analisis deskriptif. Hasil analisis tersebut disajikan dalam bentuk narasi yang mendetail guna memberikan pemahaman komprehensif mengenai dinamika kondisi pasien selama menjalani masa perawatan. Berdasarkan hasil dan pembahasan, ditemukan bahwa penerapan pendekatan berbasis bukti (evidence-based practice ) memegang peranan penting dalam manajemen pasien kanker payudara stadium lanjut. Integrasi antara intervensi farmakologis, seperti pemberian analgesik untuk mengontrol rasa sakit, dengan teknik non-farmakologis seperti pemberian kompres hangat dan teknik relaksasi napas dalam, terbukti memberikan dampak positif yang nyata. Kombinasi metode ini dinilai sangat efektif dalam menurunkan skala nyeri serta mereduksi</p> <p>tingkat ansietas atau kecemasan yang dialami pasien. Sebagai kesimpulan, pemberian asuhan komprehensif tidak hanya bertujuan untuk menstabilkan kondisi fisik, tetapi juga diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup pasien secara holistik serta meminimalkan risiko komplikasi yang mungkin timbul pasca tindakan medis.</p> 2026-02-17T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Prosiding Forum Ilmiah dan Diskusi Mahasiwa https://prosidingmhm.mitrahusada.ac.id/index.php/forisma/article/view/1142 MANAJEMEN ASUHAN KEBIDANAN PADA An.D USIA 1 TAHUN DENGAN HIDROCEPHALUS DI RUANGAN PICU/NICU UPTD KHUSUS RUMAH SAKIT UMUM HAJI MEDAN PROVINSI SUMATRA UTARA TAHUN 2025 2026-01-17T11:32:39+07:00 Fahrunnisa Herawati 2419201015@mitrahusada.ac.id Dewi Sartika Hutabarat dewisartikahutabarat@mitrahusada.ac.id Listisari Panjaitan 2519201032@mitrahusada.ac.id Nazla Al Husnah 2519201631@mitrahusada.ac.id Nessy Supianti manik 2519201632@mitrahusada.ac.id Maria Linelig kilaola 2519201296@mitrahusada.ac.id Armila Sari 2519201743@mitrahusada.ac.id <p>Hidrosefalus merupakan kelainan sistem saraf pusat yang terjadi akibat gangguan keseimbangan reproduksi dan absorpsi cairan serebrospinal di dalam ventrikal otak, sehingga menyebabkan penigkatan tekanan intrakranial dan gangguan fungsi neurologis, khususnya pada bayi dan balita. Artikel ini bertujuan untuk mendeksripsikan penerapan manajemen asuhan kebidanan pada balita usia 1 tahun dengan hidrosefalus yang dirawat di ruang PICU/NICU Rumah Sakit Umum Haji Medan. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan deksriptif, dan asuhan kebidanan dilaksanankan berdasarkan tujuh langkah varney serta didokumentasikan menggunakan SOAP. Hasil pengkajian menunjukkan adanya penurunan kesadaran yang disertai demam berulang serta risiko kejang akibat akibat gangguan perfusi jaringan serebral. Artikel ini dapat disimpulkan bahwa penerapan manajemen asuhan kebidanan secara sistematis dan kolaboratif berperan dalam menjaga stabilisasi kondisi balitaa dengan hidrosefalus dan mencegah komplikasi neurologis lebih lanjut.</p> 2026-02-17T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Prosiding Forum Ilmiah dan Diskusi Mahasiwa https://prosidingmhm.mitrahusada.ac.id/index.php/forisma/article/view/1151 Literatur Review Analisis Faktor Resiko Terjadinya Blight Ovum Pada Kehamilan Trimester 1 2026-01-17T13:55:37+07:00 Fri Yanti Simatupang 0127018702@mitrahusada.ac.id Siti Nurmawan Sinaga sitinurmawan@mitrahusada.ac.id Eka Falentina Tarigan ekafalentina@mitrahusada.ac.id Dia Ade Triana 2519201605@mitrahusada.ac.id Deby Nilva Lase 2519201604@mitrahusada.ac.id Nurul Jannah 2519201633@mitrahusada.ac.id Insawani Manalu 2519201232@mitrahusada.ac.id <p>Blighted ovum (BO) merupakan salah satu kelainan kehamilan yang ditandai dengan tidak terbentuknya janin, sehingga kondisi ini dikenal sebagai kehamilan anembrionik. Pada keadaan ini, hasil pembuahan telah mengalami implantasi di dalam uterus, namun perkembangan embrio tidak terjadi. Oleh karena itu, di dalam rahim hanya ditemukan kantong kehamilan dan cairan ketuban tanpa adanya embrio. Ekacahyaningtyas dan Mustikarani (2021) menjelaskan bahwa blighted ovum terjadi ketika proses pembuahan tidak diikuti dengan perkembangan janin, sehingga kehamilan tidak dapat berlanjut secara normal.<br>Angka kejadian blighted ovum dilaporkan cukup tinggi di berbagai wilayah, baik secara regional maupun nasional. Di kawasan ASEAN, blighted ovum menyumbang sekitar 51% dari seluruh kejadian abortus. Sementara itu, di Indonesia, kondisi ini ditemukan pada sekitar 37 dari setiap 100 kehamilan. Data tingkat daerah menunjukkan bahwa prevalensi blighted ovum di Provinsi Lampung mencapai 30%. Bahkan, di Kota Metro, angka kejadiannya tercatat lebih tinggi, yaitu sebesar 43,3% (Kemenkes RI, 2021). Tingginya prevalensi tersebut menunjukkan bahwa blighted ovum masih menjadi permasalahan kesehatan reproduksi yang memerlukan perhatian serius, khususnya dalam upaya deteksi dini dan penanganan yang tepat.<br>Sebagian besar ibu hamil yang mengalami blighted ovum umumnya mendapatkan penatalaksanaan berupa tindakan kuretase untuk mengeluarkan jaringan kehamilan yang tidak berkembang dan mencegah terjadinya komplikasi lanjutan (Ananda P.F.K., 2020). Pada kondisi normal, kehamilan merupakan proses fisiologis yang diawali oleh pembuahan dan implantasi sel telur di dalam rahim, kemudian berlanjut dengan pertumbuhan dan perkembangan embrio hingga menjadi janin yang sehat. Namun, pada kondisi tertentu dapat terjadi gangguan pada tahap awal perkembangan embrio, sehingga pertumbuhan embrio terhenti dan kehamilan tidak dapat dipertahankan. Kehamilan anembrionik ditandai dengan pertumbuhan kantong kehamilan yang tampak normal, tetapi tidak disertai dengan perkembangan embrio. Kondisi ini diduga terjadi karena embrio berhenti berkembang sejak fase awal kehamilan dan selanjutnya diserap kembali oleh tubuh ibu (Sukarni, 2014).</p> 2026-02-17T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Prosiding Forum Ilmiah dan Diskusi Mahasiwa https://prosidingmhm.mitrahusada.ac.id/index.php/forisma/article/view/1161 MANAJEMEN ASUHAN KEBIDANAN PADA BAYI NY. S DENGAN BERAT BADAN LAHIR RENDAH (BBLR) DI RUANG NICU RUMAH SAKIT UMUM HAJI MEDAN PROVINSI SUMATERAUTARA TAHUN 2025 2026-01-17T14:04:36+07:00 Naezsa Adelia Suherman 2419201039@mitrahusada.ac.id Kismiasih Adethia kismiasihaditya@mitrahusada.ac.id Sarispi 2419201059@mitrahusada.ac.id Mala Pianti Manik 2519201034@mitrahusada.ac.id Nabila Hafiza 2519201036@mitrahusada.ac.id Cinta Flora Tambunan 2519201133@mitrahusada.ac.id <p>Latar belakang: Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) merupakan salah satu masalah kesehatan neonatal yang masih menjadi penyumbang utama tingginya angka kesakitan dan kematian bayi baru lahir, khususnya pada bayi yang memerlukan perawatan di ruang Neonatal Intensive Care Unit (NICU), karena keterbatasan adaptasi fisiologis akibat ketidakmatangan sistem organ. Tujuan: ntuk menggambarkan penerapan manajemen asuhan kebidanan pada bayi dengan BBLR di ruang NICU RSU Haji Medan Provinsi Sumatera Utara Tahun 2025.Metode: Penelitian ini menggunakan desain studi kasus dengan pendekatan deskriptif terhadap satu bayi BBLR dengan berat badan lahir 1600 gram, dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara dengan tenaga kesehatan, serta telaah dokumentasi rekam medis, dan analisis data berdasarkan tujuh langkah Varney. Hasil: asuhan menunjukkan bahwa penerapan manajemen asuhan kebidanan yang sistematis dan berkesinambungan, meliputi pengaturan suhu menggunakan inkubator, pemantauan tanda-tanda vital, pemberian nutrisi secara bertahap sesuai toleransi, pencegahan infeksi, serta pemberian stimulasi perkembangan, mampu menjaga stabilitas kondisi bayi, mendukung proses adaptasi fisiologis, serta mencegah terjadinya komplikasi. Kesimpulan: manajemen asuhan kebidanan yang optimal dan berbasis bukti ilmiah berperan penting dalam meningkatkan luaran kesehatan bayi dengan BBLR. Saran: agar bidan dan tenaga kesehatan terus meningkatkan kualitas asuhan kebidanan neonatal serta melibatkan keluarga secara aktif dalam perawatan bayi dengan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR).</p> 2026-02-17T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Prosiding Forum Ilmiah dan Diskusi Mahasiwa https://prosidingmhm.mitrahusada.ac.id/index.php/forisma/article/view/1167 ANALISIS FAKTOR KONSELING KELUARGA BERENCANA TERHADAP PEMILIHAN METODE KONTRASEPSI PADA PASANGAN USIA SUBUR DI UPTD PUSKESMAS LUMBAN LOBU KECAMATAN BONATUA LUNASI KABUPATEN TOBA TAHUN 2025 2026-01-17T14:22:08+07:00 Necia Pratilia Siagian 2419201818@mitrahusada.ac.id Mastaida Tambun mastaidatambun@mitrahusada.ac.id Siti Alza 2419201710@mitrahusada.ac.id Era Irene Limbong 2519201625@mitrahusada.ac.id Erika Tona Simanjuntak 2519201626@mitrahusada.ac.id Nenang Manik 2519201346@mitrahusada.ac.id Lely Maria Hutapea 2519201785@mitrahusada.ac.id <p>Latar belakang Tingginya angka pertumbuhan penduduk di Indonesia menjadi perhatian serius, salah satunya ditangani dalam program Keluarga Berencana (KB), pemilihan metode kontrasepsi pada pasangan usia subur (PUS) tidak hanya dipengaruhi oleh faktor tertentu saja. ketersediaan alat kontrasepsi, melainkan juga oleh kualitas konseling yang diberikan oleh petugas kesehatan. Konseling yang efektif berperan penting dalam membantu individu memahami jenis-jenis kontrasepsi, manfaat, kontraindikasi, serta efek sampingnya, sehingga dapat mengambil keputusan secara rasional dan sukarela. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh konseling keluarga berencana terhadap pemilihan metode kontrasepsi pada pasangan usia subur di UPTD Puskesmas Lumban Lobu, Kecamatan Bonatua Lunasi, Kabupaten Toba tahun 2025. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah quasi eksperimen dengan desain pretest–posttest with control group. Jumlah sampel sebanyak 67 responden yang ditentukan menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner, sedangkan analisis data dilakukan dengan uji paired sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konseling keluarga berencana memiliki pengaruh yang signifikan terhadap pemilihan metode kontrasepsi.Sebagian besar responden mengalami peningkatan pemahaman dan perubahan keputusan dalam memilih jenis kontrasepsi setelah menerima konseling. Kesimpulan Konseling keluarga berencana terbukti berpengaruh signifikan terhadap peningkatan pengetahuan, pengambilan keputusan, serta pemilihan metode kontrasepsi pada pasangan usia subur. Konseling yang efektif mampu membantu responden memahami jenis, manfaat, dan efek samping kontrasepsi sehingga mereka dapat memilih metode yang paling sesuai dengan kebutuhan. (Nurjanah &amp; Adriana, 2022) Saran Disarankan agar tenaga kesehatan meningkatkan kualitas konseling KB melalui pendekatan yang lebih komunikatif dan sesuai kebutuhan klien. Pasangan usia subur juga diharapkan lebih aktif mencari informasi dan mengikuti sesi konseling sebelum menentukanmetode kontrasepsi.</p> 2026-02-17T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Prosiding Forum Ilmiah dan Diskusi Mahasiwa https://prosidingmhm.mitrahusada.ac.id/index.php/forisma/article/view/1181 PENDEKATAN PELAYANAN PRIMA DALAM ASUHAN KEPERAWATAN JIWA PADA PASIEN SKIZOFRENIA DENGAN HALUSINASI PNDENGARAN DI RSJ PROF. DR. MUHAMMAD ILDREM SUMATERA UTARATAHUN 2025 2026-01-17T16:07:03+07:00 janeevanik damanik 2419144007mitrahusada@gmail.ac.id tahan hasibuan tahan@mitrahusada.ac.id Sawir Amra 2419144028mitrahusada@gmail.ac.id prima asna olivia febriyanti pasaribu 2419244056@mitrahusada.ac.id Suci Rani Amelia 2319144023mitrahusada@gmail.ac.id Cindy Claudia Br Sembiring 2519206004mitrahusada@gmail.ac.id seisa Lusia lestari manullang 2419144029@mitrahusada.ac.id <p>Gangguan persepsi berupa halusinasi pendengaran sering ditemukan pada pasien skizofrenia dan dapat memengaruhi kemampuan berpikir, kondisi emosional, serta hubungan sosial individu. Prevelensi gangguan jiwa,khususnya skizofrenia dengan halusinasi pendengaran, masih cukup tinggi di Indonesia dan memerlukan penatalaksanaan keperawatan jiwa yang komprehensif dan berorientasi pada pelayanan service excellent. Laporan kasus ini bertujuan untuk menggambarkan manajemen asuhan keperawatan jiwa yang service excellent pada Tn.A dengan masalah gangguan persepsi sensori berupa halusinasi pendengaran di Ruang Sorik Merapi 2 UPTD Khusus RSJ Prof. Dr. Muhammad Ildrem Provinsi Sumatera Utara. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan yang meliputi pengkajian, penetapan diagnosis keperawatan, perencanaan intervensi, implementasi, dan evaluasi. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan status mental, dan studi dokumentasi rekam medis. Hasil pengkajian menunjukkan Tn.A mengalami halusinasi pendengaran berupa suara bisik-bisikan yang menyuruh dia untuk menjauh pada semua orang,dengan riwayat tidak kepatuhan minum obat dan pasien ini pun perawatan berulang. Masalah keperawatan utama yang diidentifikasi pada pasien adalah gangguan pada persepsi sensori yang ditandai dengan munculnya halusinasi pendengaran. Intervensi keperawatan dilakukan melalui strategi pelaksanaan (SP) meliputi identifikasi halusinasi, teknik menghardik, kepatuhan minum obat, bercakap-cakap dengan orang lain, serta aktivitas terjadwal. Evaluasi menunjukkan adanya penurunan intensitas halusinasi, peningkatan kemampuan klien dalam mengontrol halusinasi, dan perbaikan interaksi sosial. Kesimpulan dari laporan kasus ini adalah penerapan manajemen asuhan keperawatan jiwa yang service excellent mampu membantu</p> 2026-02-17T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Prosiding Forum Ilmiah dan Diskusi Mahasiwa https://prosidingmhm.mitrahusada.ac.id/index.php/forisma/article/view/1186 FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEGAGALAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF PADA IBU MENYUSUI DI DAERAH BENCANA DI DESA KALASEGI, KECAMATAN BINTANG, KABUPATEN ACEH TENGAH. TAHUN 2025 2026-01-17T16:28:59+07:00 Annisa Tiara annisatiaraa10@gmail.com Wan Dinda Maharani maharanidinda996@gmail.com Fatimah Az-Zahra fatimahimahaz@gmail.com Rita Permata Sari permatasari22088@gmail.com Sofhia Akemi sofhiaakemi24@gmail.com Nopita Yanti Sitorus nopistr27@gmail.com Desi Handayani Lubis desihandayanilubis84@gmail.com <p>Pemberian ASI ekslusif diwilayah bencana merupakan intervensi vital untuk menurunkan angka kesakitan dan kematian bayi. Bertujuan mengidentifikasi faktor kegagalan ASI eksklusif pada 50 ibu menyusui di pengungsian desa kalasegi, aceh tengah. Metode pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif dan rancangan cross-sectional, di mana variabel diukur dan diobservasi dalam satu waktu. Hasil penilitian menunjukkan 35% responden gagal memberikan ASI eksklusif. Faktor penghambat utama meliputi tingginya tingkat stres maternal yang menghambat hormon oksitosin, ketiadaan fasilitas "pojok laktasi" yang mengurangi frekuensi menyusui karena kurangnya privasi, serta distribusi susu formula yang tidak terkontrol pada 40% responden dalam 48 jam pertama pasca-bencana. Disimpulkan bahwa faktor psikologis, lingkungan, dan akses susu formula yang terlalu mudah menjadi penyebab utama kegagalan tersebut. Diperlukan peran aktif bidan dalam manajemen laktasi dan pengawasan ketat bantuan susu formula sesuai indikasi medis di situasi darurat.</p> 2026-02-17T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Prosiding Forum Ilmiah dan Diskusi Mahasiwa https://prosidingmhm.mitrahusada.ac.id/index.php/forisma/article/view/1191 LITERATURE RIVIEW HUBUNGAN KETUBAN PECAH DINI DENGAN KEJADIAN ASFIKSIA PADA NEONATORUM 2026-01-17T17:50:16+07:00 Elisyah Nova Siagian 2519103004@mitrahusada.ac.id Dr. Drs Imran Saputra Surbakti imransurbakti@mitrahusada.ac.id E.Tiomarlina Sitorus Pane 2519103001@mitrahusada.ac.id Eka Kristiyanti Gea 2519103002@mitrahusada.ac.id Eka Masita Dongma Tampubolon 2519103003@mitrahusada.ac.id Ramadani Syahfitri Sitepu 2519103018@mitrahusada.ac.id Ade Rachmat Yudiyanto aderachmat@mitrahusada.ac.id <p>Asfiksia neonatorum merupakan salah satu penyebab utama mordibitas dan mortalitas pada bayi baru lahir, terutama di negara-negara berkembang. Risiko asfiksia pada bayi dipengaruhi oleh kondisi kesehatan ibu selama kehamilan, termasuk adanya komplikasi obstetri. Ketuban pecah dini (KPD) telah diidentifikasi sebagai salah satu faktor yang berperan dalam meningkatkan kejadian asfiksia neonatorum. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi hubungan antara kejadian ketuban pecah dini (KPD) dan risiko asfiksia pada bayi baru lahir melalui pendekatan tinjauan literatur. Metode penelitian adalah tinjauan literatur dilakukan dengan mencari artikel dan jurnal ilmiah dari database seperti PubMed dan Google Scholar yang diterbitkan antara tahun 2016 hingga 2024. Kata kunci yang digunakan meliputi "ketuban pecah dini" dan "Asfiksia Neonatorum." Studi yang memenuhi kriteria inklusi dianalisis secara deskriptif untuk menilai hubungan antara KPD dan asfiksia neonatorum</p> 2026-02-17T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Prosiding Forum Ilmiah dan Diskusi Mahasiwa https://prosidingmhm.mitrahusada.ac.id/index.php/forisma/article/view/1196 P 2026-01-17T17:40:12+07:00 Endang Rostina 2419201769@mitrahusada.ac.id Herna Rinayanti Manurung hernarinayanti@mitrahusada.ac.id Syahrin Sakinah Haslim 2219201111@mitrahusada.ac.id Adelia Ramadani 2219201002@mitrahusada.ac.id As Syifa Zahra assyifazahra@mitrahusada.ac.id Angelus Sinta angelussinta@mitrahusada.ac.id <p>Latar Belakang: Public Safety Center (PSC) 119 hadir sebagai layanan cepat tanggap darurat 24 jam untuk membantu masyarakat dalam situasi kritis (seperti kecelakaan atau kegawatdaruratan kebidanan) agar segera mendapatkan penanganan medis dan transportasi ke fasilitas kesehatan. Tujuan: Mewujudkan pelayanan kesehatan yang cepat tanggap darurat bagi masyarakat guna meningkatkan pelayanan kesehatan, khususnya di Kecamatan Tanjung Medan tahun 2025. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus deskriptif untuk mendapatkan pemahaman mendalam tentang suatu fenomena atau situasi. Menggunakan teknik Non Probability Purposive Sampling, yaitu pemilihan responden berdasarkan kriteria atau komponen yang dianggap paling relevan dengan tujuan penelitian. Instrumen utama adalah peneliti sendiri (human instrument) yang didukung oleh alat bantu seperti pedoman wawancara. Hasil: Layanan PSC 119 tersedia dan dapat diakses selama 24 jam penuh untuk melayani kondisi gawat darurat tanpa membeda-bedakan kalangan masyarakat. Alur dimulai dari tim PSC di Puskesmas yang menerima informasi/panggilan (dari masyarakat atau bidan desa), meminta data pasien (nama, alamat, kebutuhan medis), lalu segera menuju lokasi pasien .Kesimpulan: Sasaran layanan ini mencakup seluruh lapisan masyarakat tanpa membeda-bedakan golongan, dengan fokus utama pada penanganan cepat untuk kasus gawat darurat, termasuk ibu hamil, bersalin, nifas, bayi baru lahir, dan korban kecelakaan.</p> 2026-01-23T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Prosiding Forum Ilmiah dan Diskusi Mahasiwa https://prosidingmhm.mitrahusada.ac.id/index.php/forisma/article/view/1199 Manajemen asuhan kebidanan pada by Ny. S dengan Asfiksia Neonaturum di Ruanga Picu Rumah sakit Haji medan 2026-01-17T19:14:19+07:00 natalya rut naomi nainggolan 2419201040@mitrahusada.ac.id Sonia Novita Sari sonianovita@mitrahusada.ac.id Retno Wahyuni retnowahyuni@mitrahusada.ac.id Hilda Irmayani 2519201072@mitrahusada.ac.id Vika Anasyah Sipayung vikaanasyah@gmail.com Uci Putri Marsha 2519201065@mitrahusada.ac.id Marhamah Siregar 2519201295@mitrahusada.ac.id Lia Susanti Wijaya 519201275@mitrahusada.ac.id <p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Abstrak</span></span></p> <p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Asfiksia neonatorum merupakan keadaan kegawatdaruratan pada bayi baru lahir yang ditandai dengan kegagalan pernapasan spontan dan teratur setelah lahir sehingga menyebabkan hipoksia, hiperkapnia, dan asidosis. Kondisi ini dapat menyebabkan gangguan fungsi organ vital bahkan kematian apabila tidak ditangani secara cepat dan tepat. Tujuan studi kasus ini adalah untuk menggambarkan manajemen pengasuhan kebidanan pada bayi Ny. S dengan asfiksia neonatorum di ruang PICU RSU Haji Medan Provinsi Sumatera Utara Tahun 2025. Metode penelitian menggunakan pendekatan studi kasus dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, pemeriksaan fisik, dan telaah rekam medis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bayi lahir dengan kondisi tidak menangis, pernafasan tidak teratur, sianosis, tonus otot menurun, nilai APGAR rendah, dan memerlukan tindakan resusitasi serta oksigenasi intensif. Setelah dilakukan penatalaksanaan sesuai standar pelayanan kebidanan dan pedoman resusitasi neonatus, kondisi bayi mengalami perbaikan bertahap dengan peningkatan respon, stabilitas respirasi, dan perbaikan tanda vital. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu penanganan yang cepat, tepat, serta sesuai standar sangat berpengaruh dalam meningkatkan outcome bayi dengan asfiksia neonatorum.</span></span></p> <p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Kata kunci: Asfiksia Neonatorum, Manajemen Asuhan Kebidanan, Bayi Baru Lahir, PICU</span></span></p> 2026-02-17T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Prosiding Forum Ilmiah dan Diskusi Mahasiwa https://prosidingmhm.mitrahusada.ac.id/index.php/forisma/article/view/1203 KESIAPSIAGAAN KESEHATAN REMAJA DALAM MENGHADAPI BENCANA ALAM SEBAGAI UPAYA MENDUKUNG INDONESIA EMAS 2045 2026-01-17T19:01:04+07:00 Marni Br Karo marnikaro.stikesmi@gmail.com Khana Anandita Wibisono khana@gmail.com Nabilah Putri Ariyani ariyaninabilah@gmail.com Azra Alina Najwah azraalinanajwah@gmail.com Nanda Maulina Wulandari nandamaulina1320@gmai.com <p>Indonesia merupakan negara yang memiliki tingkat kerawanan bencana alam yang tinggi akibat kondisi geografis dan iklimnya. Bencana alam tidak hanya menimbulkan kerugian materiil, tetapi juga berdampak pada kesehatan masyarakat, termasuk remaja sebagai kelompok yang rentan. Remaja berada pada fase perkembangan fisik dan psikologis yang memerlukan kesiapsiagaan kesehatan yang baik agar mampu menghadapi situasi darurat bencana. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kesiapsiagaan kesehatan remaja dalam menghadapi bencana alam sebagai upaya mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan kuantitatif-univariat. Responden penelitian adalah mahasiswa/i STIKes Medistra Indonesia. Pengumpulan data dilakukan pada Januari 2026 melalui kuesioner daring menggunakan Google Form yang mencakup aspek pengetahuan, sikap, dan praktik kesiapsiagaan kesehatan. Data dianalisis secara deskriptif dengan menyajikan distribusi frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan dan sikap yang baik mengenai kesiapsiagaan kesehatan dalam menghadapi bencana alam. Namun, pada aspek praktik kesiapsiagaan, responden masih berada pada kategori cukup. Hal ini menunjukkan adanya kesenjangan antara pengetahuan dan sikap dengan penerapan kesiapsiagaan kesehatan dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, diperlukan upaya penguatan kesiapsiagaan kesehatan remaja melalui edukasi berkelanjutan, pelatihan, dan simulasi bencana. Peningkatan kesiapsiagaan kesehatan remaja diharapkan mampu membentuk generasi muda yang sehat, tangguh, dan siap menghadapi berbagai tantangan, sehingga dapat berkontribusi dalam mendukung visi Indonesia Emas 2045.</p> 2026-02-17T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Prosiding Forum Ilmiah dan Diskusi Mahasiwa https://prosidingmhm.mitrahusada.ac.id/index.php/forisma/article/view/1231 PENGARUH PEMBERIAN JAHE EMPRIT DALAM MENGURANGI HIPEREMESIS GRAVIDARUM PADA IBU HAMIL 2026-01-17T22:02:56+07:00 Nuryani Nuriyani@mitrahusada.ac.id Sri Muliana Putri Bakara srimulianaputri@mitrahusada.ac.id Dea Nuarista Perangin-Angin 2319201078@mitrahusada.ac.id Yarni Kristiani Zai 2319201078@mitrahusada.ac.id Lulaika Zahara 23192011773@mitrahusada.ac.id Putri Marfina 2519201383@mitrahusada.ac.id Pitri Cahayana Panjaitan 2519201379@mitrahusada.ac.id <p>Hiperemesis gravidarum secara patofisiologis berkaitan erat dengan peningkatan hormon Human Chorionic Gonadotropin (hCG) yang memicu sensasi mual dan muntah hebat. Selain itu, tingginya kadar progesteron menyebabkan relaksasi otot polos pada sistem gastrointestinal. Kondisi ini mengakibatkan penurunan motilitas lambung dan gangguan pada proses pengosongan lambung, yang memperparah gejala pada ibu hamil. Jahe emprit memiliki keunggulan terapeutik melalui kandungan minyak atsiri yang memberikan efek menyegarkan sekaligus memblokir refleks muntah. Komponen aktif lainnya, yaitu gingerol, berperan dalam melancarkan sirkulasi darah dan mendukung optimalisasi fungsi saraf. Atas dasar tersebut, penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi pengaruh intervensi jahe emprit dalam mereduksi intensitas hiperemesis gravidarum. Studi ini menggunakan desain quasi-experiment dengan rancangan one group pretest-posttest. Pengambilan sampel dilakukan melalui teknik total sampling yang melibatkan 32 responden di Wilayah Puskesmas Rusip Antara, Kabupaten Aceh Tengah, pada tahun 2022. Data yang terkumpul kemudian dianalisis menggunakan uji statistik paired T-test. Hasil uji statistik menunjukkan nilai t=14,051 dengan p-value=0,000 (α&lt;0,05). Temuan ini mengindikasikan adanya perbedaan signifikan pada frekuensi hiperemesis gravidarum sebelum dan sesudah pemberian jahe emprit. Dengan demikian, konsumsi minuman jahe emprit terbukti efektif dalam meminimalkan gejala mual muntah berlebih dan dapat direkomendasikan sebagai alternatif terapi herbal yang aman bagi ibu hamil.</p> 2026-02-17T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Prosiding Forum Ilmiah dan Diskusi Mahasiwa https://prosidingmhm.mitrahusada.ac.id/index.php/forisma/article/view/1234 PENYEBARAN PENYAKIT MALARIA PASCA BENCANA DI DESA HAMPARAN PERAK 2026-01-17T21:11:21+07:00 nur ajaziyah nurajaziyah24@gmail.com Yuni Sonata tyunisonata@gmail.com Cut Nadzwa com2cutnazdwa163@gmail.com Nurhaida Br.Kaban nurhaidakaban@gmail.com Yulia Safitri fatlipi2t@gmail.com Putri pratiwi.2188@gmail.com Nazla Hanifah nzlhanifah@gmail.com <p> Kesehatan Manusia sangat tergantung pada interaksi antara manusia dan aktivitasnya dengan lingkungan fisik, kimia, serta biologi. infeksi malaria dan faktor-faktor yang mempengaruhinya di masyarakat merupakan interaksi dinamis antara paktor host. Malaria adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh sporozoa genus plazodium di tularkan oleh nyamuk spesies Anopeles. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi pengetahuan masyarakat tentang malaria di Desa Hamparan Perak Kecamatan Hamparan Perak Kabupaten Deli Serdang. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif. Teknik sampel yang digunakan adalah non probability sampel yaitu purposive sampling jumlah sampel sebanyak 52 orang. Data diperoleh dengan menggunakan lembaran kuesioner yang dibagikan dan di isi langsung oleh responden. Analisa data yang digunakan adalah analisa univariat yaitu untuk mengetahui secara sistematis gambaran pengetahuan masnyarakat tentang malaria. Hasil penelitian diketahui sebagian besar pengetahuan responden rendah yaitu sebanyak 25 orang (48,1%) dan sebagian kecil pengetahuan responden baik yaitu sebanyak 10 orang (19,2%).Berdasarkan hasil penelitian dapat disarankan kepada pihak puskesmas hendaknya sesering mungkin megadakan penyuluhan yang berkaitan dengan pencegahan penyakit terutana penyakit malaria kepada masyarakat guna untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang kesehatan.</p> <p> </p> <p> </p> <p> </p> <p> </p> 2026-02-17T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Prosiding Forum Ilmiah dan Diskusi Mahasiwa https://prosidingmhm.mitrahusada.ac.id/index.php/forisma/article/view/1241 ANALISIS PELAYANAN KESEHATAN DAN ASUHAN KEPERAWATAN KOMUNITAS TERHADAP PREVALENSI DIABETES MELITUS DI WILAYAH KERJA UPT PUSKESMAS DARUSSALAM TAHUN 2025 2026-01-17T21:29:16+07:00 Laura Gultom 2319144016@mitrahusada.ac.id Erika 2419144017@mitrahusada.ac.id Nurcahaya Lumbantoruan 2419144017@mitrahusada.ac.id Gresia Indriana Lumban gaol 2519144012@mitrahusada.ac.id Saida Rugun Silitonga 2519201830@mitrahusada.ac.id Eka Sri Wahyuni ekawahyuni@mitrahusada.ac.id Netti Triana Sitompul nettitriana@mitrahusada.ac.id <p>memanfaatkan insulin secara optimal yang ditandai dengan tingginya kadar glukosa darah (Purba 2025). Penyakit ini menjadi masalah kesehatan serius dengan estimasi penderita di Indonesia mencapai lebih dari 20 juta orang pada tahun 2024. Di wilayah kerja UPT Puskesmas Darussalam, prevalensi Diabetes Melitus mencapai 684 kasus pada periode Januari hingga April 2025, menjadikannya penyakit dengan urutan tertinggi. Masalah utama yang ditemukan adalah rendahnya kepatuhan pasien dalam menjalankan diet dan kontrol rutin, serta kurangnya aktivitas fisik terstruktur. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelayanan kesehatan primer dan memberikan asuhan keperawatan komunitas yang komprehensif melalui tahapan pengkajian, diagnosa, intervensi, implementasi, dan evaluasi. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan desain studi kasus melalui pendekatan proses keperawatan komunitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa intervensi berupa edukasi "Diet 3J" dan demonstrasi senam kaki diabetik berhasil meningkatkan pemahaman responden mengenai pengelolaan gula darah serta keterampilan perawatan kaki mandiri. Evaluasi melalui metode SOAP menunjukkan bahwa masalah komunitas teratasi sebagian, dengan adanya peningkatan kemandirian lansia dalam memahami penyakitnya. Kesimpulannya, tingginya angka Diabetes Melitus di Puskesmas Darussalam sangat dipengaruhi oleh faktor kepatuhan manajemen diet, namun penerapan strategi service excellent melalui upaya promotif dan preventif terbukti efektif meningkatkan kualitas hidup pasien. Hal ini secara nyata mendukung pencapaian target SDGs Tujuan 3.4 dalam menekan angka kematian akibat penyakit tidak menular. melalui upaya promotif dan preventif, seperti penyuluhan kesehatan, kemandirian klien dalam menjaga kesehatan dapat ditingkatkan.</p> 2026-02-17T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Prosiding Forum Ilmiah dan Diskusi Mahasiwa https://prosidingmhm.mitrahusada.ac.id/index.php/forisma/article/view/1247 Faktor FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENGAMBILAN KEPUTUSAN MENJADI AKSEPTOR KB SUNTIK DMPA DI PMB AZRI YANI KELURAHAN SUKA MAKMUR KABUPATEN DELI SERDANG PROVINSI SUMATERA UTARA TAHUN 2025 2026-01-17T22:17:47+07:00 Sri yuni panjaitan 2419201536@mitrahusada.ac.id Erin Padila Siregar erinpadilla@mitrahusada.ac.id Ernita Agustina Sitindaon ernitaagustinasitindaon@gmail.com Supini 2319201778@mitrahusada.ac.id Ruhaida 2519201432@mitrahusada.ac.id Saftinah 2519201436@mitrahusada.ac.id Azri Yani azriyani@mitrahusada.ac.id <p>Angka Kematian Ibu (AKI) merupakan indikator utama dalam mengukur efektivitas pelayanan kesehatan maternal. Data nasional menunjukkan eskalasi jumlah kematian ibu, yakni dari 4.221 kasus pada tahun 2019 menjadi 4.627 kasus pada tahun 2020. Upaya akselerasi penurunan AKI dilakukan dengan menjamin akses terhadap pelayanan kesehatan berkualitas, yang mencakup asuhan antenatal, persalinan oleh tenaga kesehatan di fasilitas medis, asuhan pascapersalinan, manajemen rujukan komplikasi, serta pelayanan Keluarga Berencana (KB). Kontrasepsi suntik Depot Medroxyprogesterone Acetate (DMPA) menjadi salah satu metode hormonal pilihan karena efektivitas dan praktisitasnya. Namun, keputusan menjadi akseptor dipengaruhi oleh berbagai faktor multidimensi seperti usia, pendidikan, pengetahuan, paritas, dan dukungan suami. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam faktor-faktor yang memengaruhi pengambilan keputusan menjadi akseptor KB suntik DMPA di PMB Azri Yani, Kelurahan Suka Makmur, Kabupaten Deli Serdang, Tahun 2025. Penelitian ini menerapkan desain kuantitatif dengan pendekatan belah lintang (cross-sectional). Sampel penelitian terdiri dari 30 responden yang diambil menggunakan teknik total sampling. Analisis data dilakukan secara bivariat dengan uji chi-square dan secara multivariat menggunakan regresi logistik ganda. Terdapat hubungan yang signifikan antara usia (p=0,002), pendidikan (p=0,004), pengetahuan (p=0,003), paritas (p=0,026), dan dukungan suami (p=0,001) dengan pengambilan keputusan menjadi akseptor KB suntik DMPA. Faktor yang paling dominan adalah usia ≤ 35 tahun (RR=6,3). Variabel usia, tingkat pendidikan, akumulasi pengetahuan, Jumlah Kelahiran, serta dukungan suami terbukti memiliki korelasi signifikan terhadap keputusan menjadi akseptor DMPA, dengan faktor usia sebagai yang paling dominan.</p> 2026-02-17T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Prosiding Forum Ilmiah dan Diskusi Mahasiwa https://prosidingmhm.mitrahusada.ac.id/index.php/forisma/article/view/1256 HUBUNGAN MOBILISASI DINI DENGAN PROSES PENYEMBUHAN LUKA POST SECTIO CAESAREA DI RSUD TANJUNG PURA LANGKAT TAHUN 2023 2026-01-17T22:58:48+07:00 Gusik Sugiarti 2219201940@mitrahusada.ac.id Imran Saptra Surbakti imransaputrasurbakti@mitrahusada.ac.id Azzahra azzahra 2519201007@mitrahusada.ac.id Deri Puspita 2519201012@mitrahusada.ac.id Krisdayanti Duha 2519201277@mitrahusada.ac.id Bella Nafiza 2519201601@mitrahusada.ac.id Immanuel Pinepti immanuelpinepti@gmail.com <p><em>Sectio Caesarea</em> (SC) merupakan prosedur bedah yang memiliki risiko komplikasi berupa infeksi luka operasi yang dapat memperlama masa pemulihan. Mobilisasi dini diidentifikasi sebagai intervensi non-farmakologis penting untuk meningkatkan sirkulasi dan mempercepat proses penyembuhan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara mobilisasi dini dengan proses penyembuhan luka pada ibu post SC di RSUD Tanjung Pura Langkat tahun 2023. Desain penelitian menggunakan studi korelasi dengan pendekatan <em>cross-sectional</em> terhadap 30 responden yang dipilih melalui teknik <em>total sampling</em>. Hasil analisis univariat menunjukkan 66,6% responden melakukan mobilisasi dini kategori cepat dan 83,3% mengalami penyembuhan luka cepat. Uji statistik <em>Chi-Square</em> menghasilkan nilai <em>p-value</em> = 0,000 (α &lt; 0,05), yang menunjukkan adanya hubungan signifikan antara kedua variabel. Disimpulkan bahwa implementasi mobilisasi dini yang tepat waktu berkontribusi positif terhadap kecepatan penyembuhan luka pasca operasi.</p> 2026-02-17T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Prosiding Forum Ilmiah dan Diskusi Mahasiwa https://prosidingmhm.mitrahusada.ac.id/index.php/forisma/article/view/1261 STRATEGI PENGENDALIAN HIPERTENSI PRAKTIK KEPERAWATAN KOMUNITAS DI PUSKESMAS KEDAI DURIAN 2026-01-17T23:41:21+07:00 Kevin Batubara 2319144015@mitrahusada.ac.id Erika SKM., M.Kes 01158630erika@mitrahusada.ac.id Sri Murttini srimurtini@mitrahusada.ac.id Rahmat Rafli 2419144019@mitrahusada.ac.id Jista Maria Artauli 2419144019@mitrahusada.ac.id Pegi Astri 2319144014@mitrahusada.ac.id Dwi Amelia 2419144018@mitrahusada.ac.id <p><em>Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) adalah fasilitas pelayanan kesehatan primer yang berperan penting dalam pelaksanaan layanan kesehatan masyarakat dan individu dengan fokus pada upaya promotif dan preventif. UPT Puskesmas Kedai Durian di Kecamatan Medan Johor menghadapi tantangan kesehatan masyarakat yang signifikan, ditandai dengan tingginya prevalensi penyakit tidak menular, khususnya hipertensi. Hingga tahun 2024, tercatat sebanyak 1.081 kasus hipertensi di wilayah kerja puskesmas tersebut, yang dipicu oleh faktor gaya hidup tidak sehat dan keterbatasan aksesibilitas layanan.</em></p> 2026-02-17T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Prosiding Forum Ilmiah dan Diskusi Mahasiwa https://prosidingmhm.mitrahusada.ac.id/index.php/forisma/article/view/1269 KONSEP KIE DAN PROMOSI KESEHATAN PEREMPUAN DALAM SIKLUS REPRODUKSI NORMAL DAN KEBUTUHAN KHUSUS 2026-01-17T23:55:03+07:00 Lenny Irmawaty Sirait lennyirmawaty@gmail.com Epril Dwi Maharani eprildwimaharani16@gmail.com Rahayu ayyurara63@gmail.com Aufa Nala Rahmatia aufanala37@gmail.com Rita Indika ritaindika234@gmail.com Faliha Zahira falihazhr@gmail.com Auliya Zahro auliyazhrh0706@gmail.com <p>Kesehatan perempuan dalam siklus reproduksi berperan penting terhadap kualitas generasi mendatang. Literature review ini bertujuan mengkaji pengembangan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) serta promosi kesehatan pada perempuan dalam siklus reproduksi normal dan kondisi berkebutuhan khusus. Metode yang digunakan adalah literature review terhadap sepuluh jurnal nasional dan internasional sepuluh tahun terakhir. Hasil kajian menunjukkan bahwa KIE dan promosi kesehatan meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilaku kesehatan perempuan secara signifikan. Pemanfaatan teknologi informasi terbukti memperluas jangkauan dan efektivitas promosi kesehatan.</p> 2026-02-17T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Prosiding Forum Ilmiah dan Diskusi Mahasiwa https://prosidingmhm.mitrahusada.ac.id/index.php/forisma/article/view/1272 ASUHAN KEPERAWATAN JIWA SERVICE EXCELLENT PADA PASIEN DENGAN GANGGUAN ISOLASI SOSIAL 2026-01-17T23:27:07+07:00 kesya situmorang 2419144037@mitrahusada.ac.id Petra Diansari Zega petradiansari@mitrahusada.ac.id Marta Boru Silaban 2519206009@mitrahusada.ac.id Ines Natasya Situmorang 2319144030@mitrahusada.ac.id Laura Gultom 2319144016@mitrahusada.ac.id Putri Margaretha Manullang 2419144038@mitrahusada.ac.id Siti Nurfadila sitinurfadila@mitrahusada.ac.id <p>Isolasi sosial adalah salah satu masalah dalam keperawatan jiwa yang sering ditemukan pada pasien dengan skizofrenia dan berdampak signifikan terhadap fungsi psikososial, kemampuan interaksi, serta kualitas hidup pasien. Kondisi tersebut ditandai dengan kecenderungan menarik diri, menurunya kemampuan berinteraksi dan berkomunikasi, rendahnya harga diri, serta adanya defisit dalam perawatan diri yang berpotensi menghambat proses pemulihan apabila tidak diberikan penatalaksanaan keperawatan secara tepat, menyeluruh, dan berkesinambungan.oleh sebab itu, dibutuhkan penerapan manajemen suhan keperawatan jiwa yang berfokus pada prinsip pelayanan prima (service excellent ) guna meningkatkan mutu pelayanan serta capaian hasil asuhan keperawatan. Penulisan artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan manajemen asuhan keperawatan jiwa berbasis service excellent pada pasien dengan gangguan isolasi sosial, serta menganalisis hasil asuhan keperawatan yang diberikan dan keterkaitannya dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan kuialitatif terhadap satu pasien dengan diagnosis medis skizofrenia paranoid yang dirawat di ruang Mawar 1 UPTD Khusus Rumah Sakit Jiwa Prof.Dr.Muhammad Ildrem provinsi sumatera utara pada tahun 2025. Asuhan keperawatan dilaksanankan berdasarkan tahapan proses keperawatan yang meliputi pengkajian, penentuan diagnosis keperawatan, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Hasil asuhan keperawatan menunjukkan bahwa pasien mengalami masalah utama berupa isolasi sosial degan perilaku menarik diri, disertai masalah harga diri rendah dan defisit perawatan diri. Setelah diberikan intervensi keperawatan secara bertahap, terapeutik, dan berorientasi pada pelayanan prima, pasien menunjukkan adanya peningkatan kemampuan dalam berinteraksi sosial, kepercayaan diri, serta kemandirian dalam melakukan aktivitas perawatan diri, meskipun masih memerlukan pendampingan dari perawat. Kesimpulan studi kasus ini menunjukkan bahwa penerapan manajemen asuhan keperawatan jiwa yang berorientasi service excellent efektif dalam meningkatkan fungsi adaptasi sosial dan mendukung proses pemulihan pasien dengan isolasi sosial. Pelaksanaan Asuhan keperawatan ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), terutama tujuan ke-3 (Good Health and Well-Being) dan tujuan ke-10 (Reduced Inequalities), melalui penyelengaraan pelayanan kesehatan jiwa yang bersifat inklusif, berorientasi pada nilai kemanusiaan, serta bebas stigma.</p> <p> </p> 2026-02-17T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Prosiding Forum Ilmiah dan Diskusi Mahasiwa https://prosidingmhm.mitrahusada.ac.id/index.php/forisma/article/view/1291 OPTIMALISASI PERAN BIDAN DALAM DETEKSI DINI PREEKLAMPSIA SEBAGAI UPAYA PENGUATAN KESEHATAN IBU MENUJU INDONESIA EMAS 2045 2026-01-18T10:44:36+07:00 Febronia Marinta febrionamarnita@mitrahusada.ac.id Isyos Sari Sembiring isyossari@mitrahusada.ac.id Niken Ernanda 2219201080@mitrahusada.ac.id Novia Awalyah 2219201080@mitrahusada.ac.id Dewi Fatimatuzzahro 2419201012@mitrahusada.ac.id Fitri Arrahmi 2419201018@mitrahusada.ac.id Halimah 2519201016@mitrahusada.ac.id <p>Preeklampsia merupakan salah satu penyebab utama kematian ibu di Indonesia dan secara global. Deteksi dini melalui pelayanan antenatal care (ANC) yang berkualitas menjadi strategi penting untuk mencegah komplikasi maternal dan perinatal. Bidan berperan sebagai tenaga kesehatan lini terdepan dalam melakukan skrining, pemantauan, edukasi, dan rujukan ibu hamil yang berisiko preeklampsia, khususnya di tingkat pelayanan kesehatan primer. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bukti ilmiah mengenai optimalisasi peran bidan dalam deteksi dini preeklampsia sebagai upaya penguatan kesehatan ibu menuju Indonesia Emas 2045. Metode penelitian yang digunakan adalah literature review dengan pendekatan. Hasil kajian menunjukkan bahwa peningkatan kompetensi bidan melalui pelatihan berkelanjutan, penerapan skrining tekanan darah dan proteinuria secara terstandarisasi, continuity of midwifery care, serta edukasi ibu hamil yang efektif berkontribusi signifikan terhadap peningkatan deteksi dini preeklampsia. Optimalisasi peran bidan melalui dukungan kebijakan dan penguatan kapasitas sangat penting dalam menurunkan angka kematian ibu dan mendukung pembangunan kesehatan ibu yang berkelanjutan.</p> 2026-01-23T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Prosiding Forum Ilmiah dan Diskusi Mahasiwa https://prosidingmhm.mitrahusada.ac.id/index.php/forisma/article/view/1299 HUBUNGAN HUBUNGAN PENDIDIKAN DAN PENGETAHUAN IBU TENTANG ANEMIA DENGAN KETERATURAN KONSUMSI TABLET DARAH WILAYAH KERJA PUSKESMAS PENANGGALAN PROVINSI ACEH TAHUN 2023 2026-01-18T13:09:41+07:00 Fitri Wulandari Sinaga 2219201322@mitrahusada.ac.id Herna Rinayanti Manurung hernarinayanti@mitrahusada.ac.id Azrina Fetta Tanjung 2319201006@mitrahusada.ac.id Nola Anggraini 2519201652@mitrahusada.ac.id Eka Berlianti Mendrofa 2519201643@mitrahusada.ac.id Habiah 2519201644@mitrahusada.ac.id Deviria Natalia Sitompul devirianatalia@mitrahusada.ac.id <p>Indonesia merupakan salah satu negara berkembang dengan prevalensi anemia saat hamil yang terus mengalami peningkatan dari 37,1% hingga 48,9%, selama kurun waktu lima tahun terakhir (2013-2018)<em>. </em>Bebera.pa. fa.ktor ya.ng mempenga.ruhi kepa.tuha.n ibu ha.mil da.la.m mengkonsumsi ta.blet ta.mba.h da.ra.h ya.itu pendidika.n da.n pengeta.hua.n ibu tenta.ng a.nemia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan Pendidikan Dan Pengetahuan Ibu Tentang Anemia Dengan Keteraturan Konsumsi Tablet Darah Wilayah Kerja Puskesmas Penanggalan Provinsi Aceh. penelitian analitik cros-sectional, menggunakan <em>purposive sampling homogen, </em>terdiri dari 52 responden. Analisis data dengan chi square. Ha.mpir seba.gia.n da.ri ibu ha.mil ya.ng memiliki pengeta.hua.n kura.ng tida.k pa.tuh da.la.m konsumsi ta.blet ta.mba.h da.ra.h (Fe) seba.nya.k 19 ora.ng (36,5%), ha.mpir seba.gia.n da.ri ibu ha.mil ya.ng berpendidika.n tinggi tida.k pa.tuh da.la.m konsumsi ta.blet ta.mba.h da.ra.h seba.nya.k 16 ora.ng (30,8%). Ha.sil uji <em>chi squa.re</em> denga.n dera.ja.t keperca.ya.a.n 95% dida.pa.tka.n nila.i <em>p va.lue</em>= 0,078 (pendidikan), <em>p va.lue</em>= 0,003 (pengetahuan). tida.k a.da. hubunga.n ya.ng signifika.n a.nta.ra. pendidika.n namun terda.pa.t hubunga.n ya.ng signifika.n a.nta.ra. pengeta.hua.n ibu denga.n kepa.tuha.n konsumsi ta.blet ta.mba.h da.ra.h. Bidan diharapkan dapat lebih menekankan konseling dan memilih kata dan bahasa yang lebih sederhana dapat lebih mengoptimalkan media edukasi secara berkesinambungan saat konseling.</p> <p> </p> 2026-01-23T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Prosiding Forum Ilmiah dan Diskusi Mahasiwa https://prosidingmhm.mitrahusada.ac.id/index.php/forisma/article/view/1304 MANAJEMEN ASUHAN KEBIDANAN PADA BALITA 2 TAHUN DENGAN HIV DIRUANGAN POLI ANAK RSUP H. ADAM MALIK TAHUN 2024 2026-01-18T13:34:35+07:00 Jesyca Syahrani 2219201045@mitrahusada.ac.id Ade Rachmat Yudianto aderachmat@mitrahusada.ac.id Muhammad Riezky Anindhitya Laksmana riezky@mitrahusada.ac.id Halimah Tusakdiah 2519201826@mitrahusada.ac.id Yuni sarah Sibarani 2219101127@mitrahusada.ac.id Nurjannah 2519201806@mitrahusada.ac.id Sopi Arita Br Sembiring 2519201476@mitrahusada.ac.id <p>Human Immunodeficiency Virus (HIV) merupakan agen virus yang menargetkan system pertahanan tubuh,khususnya limfosit T CD4,yang memicu kerentanan terhadap beragam infeksi oportunistik,penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendokumentasikan implementasikan manajemen asuhan kebidanan yang berkualitas bagi pasien balita berumur 2 tahun dengan diagnosa HIV di unit Poli Anak RSUP H.Adam Malik Medan.Metode ini menerapkan desain laporan kasus deskriptif dengan kerangka kerja manajemen asuhan kebidanan menurut tujuh langkah varney .proses dimulai dari pengumpulan data dasar melalui anamnesa dan pemeriksaan fisik, penentuan diagnosa, identifikasi risiko potensial,penentuan tindakan darurat atau kolaboratif ,penyusunan rencana tindakan,palaksanaan intervensi, hingga peninjauan kembali hasil asuhan (evaluasi). Hasil temuan dalam studi ini menunjukkan bahwa fokus utama asuhan pada balita dengan HIV adalah pengawasan klinis yang ketat dan penguatan kepatuhan terhadap rejimen obat ARV (seperti Abacavir,Nevirapine, dan Lamivudine) guna menekan virus dalam tubuh melalui pemberian layanan yang prima,resiko munculnya komplikasi penyeta seperti infeksi paru (pneumonia) atau tuberkolosis yang berisiko fatal bagi pasien imunokompromis dapat diminimalisir.Kesimpulan: penatalaksanaan asuahn pada kasus HIV anak memerlukan sinergi manajemen yang terstuktur dan berkesinambungan.Bidan dan tenaga medis lainnya memegang peran strategis dalam memberikan pendampingan edukatif bagi keluarga serta memastikan protokol intervensi berjalan optimal demi menunjang kualitas hidup serta tumbuh kembang anak.</p> 2026-02-17T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Prosiding Forum Ilmiah dan Diskusi Mahasiwa https://prosidingmhm.mitrahusada.ac.id/index.php/forisma/article/view/1308 PERAN DUKUNGAN KELUARGA TERHADAP TINGKAT KECEMASAN IBU DALAM MEMPERSIAPKAN PERSALINAN PADA IBU HAMIL TM III DI PUSKESMAS NAGA TIMBUL KECAMATAN LEUSER KABUPATEN ACEH TENGGARA PROVINSI ACEH TAHUN 2025 2026-01-18T15:16:38+07:00 Roslina Br Sembiring 2419201628@mitrahusada.ac.id Lisa Putri Utami Damanik lisaputriutami@mitrahusada.ac.id Christina Sirait 2319201008@mitrahusada.ac.id Deva 2519201117@mitrahusada.ac.id Nadya Elsany L. Tobing 2119201050@mitrahusada.ac.id Kesuma Sibagariang 2519201551@mitrahusada.ac.id Editha Kasih Laia 2519201772@mitrahusada.ac.id <p>Kecemasan pada ibu hamil trimester III menjelang persalinan merupakan masalah psikologis yang dapat mempengaruhi kondisi ibu maupun janin. Dukungan keluarga menjadi faktor penting dalam mengurangi tingkat kecemasan ibu hamil. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga terhadap tingkat kecemasan ibu dalam mempersiapkan persalinan. Desain penelitian ini adalah survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah 153 ibu hamil trimester III di Puskesmas Naga Timbul Kecamatan Leuser Kabupaten Aceh Tenggara, dengan jumlah sampel sebanyak 38 orang yang dipilih menggunakan purposive sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner dukungan keluarga dan Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS). Analisis data menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara dukungan keluarga dengan tingkat kecemasan ibu hamil trimester III (p &lt; 0,05). Kesimpulan: Dukungan keluarga berperan penting dalam mengurangi kecemasan ibu hamil menjelang persalinan. Disarankan tenaga kesehatan melibatkan keluarga dalam pemberian asuhan antenatal untuk meningkatkan kesiapan ibu menghadapi persalinan.</p> 2026-02-17T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Prosiding Forum Ilmiah dan Diskusi Mahasiwa https://prosidingmhm.mitrahusada.ac.id/index.php/forisma/article/view/1323 PENANGANAN DAN ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF PADA IBU HAMIL DENGAN ANEMIA DI PMB PERA KOTA MEDAN TAHUN 2025 2026-01-18T18:48:32+07:00 adela 2319401002@mitrahusada.ac.id rosmani sinaga rosmanisinaga@mitrahusada.ac.id Nova Isabella Mariance Napitupulu novaisabella@mitrahusada.ac.id Rahmah 2319401017@mitrahusada.ac.id Alfrida Octavia Josephin Napitupulu 2319401012@mitrahusada.ac.id Afni Mustika Simanjuntak 2519201082@mitrahusada.ac.id Anita Perawati Singarimbun anitaperawati@mitrahusada.ac.id <p><em>Anemia in pregnant women remains a significant public health problem that can increase the risk of bleeding, complications during childbirth, and maternal and neonatal mortality. Government Regulation Number 28 of 2024 emphasizes that maternal health services must be provided comprehensively, continuously, and integrated from pregnancy to </em></p> <p><em>postpartum care. This study aimed to describe comprehensive midwifery care and health education for pregnant women with anemia at PMB Pera, Medan City, in 2025.</em></p> <p><em>This study used a descriptive method with a case study approach. The subject was a pregnant woman (Ny. E) who experienced mild anemia. Data collection was carried out through interviews, physical examinations, hemoglobin level measurements, and medical record reviews. Comprehensive midwifery care was provided, including antenatal care, nutritional education, iron supplementation (Fe tablets), monitoring during pregnancy, childbirth assistance, postpartum care, newborn care, and family planning services.</em></p> <p><em>The results showed that the pregnant woman experienced mild anemia during pregnancy. After receiving regular antenatal care, health education, and iron supplementation, the mother’s condition gradually improved. The mother showed increased knowledge and compliance in consuming iron tablets. The delivery process occurred normally without complications, the postpartum period ran smoothly, and the baby was born in good health.</em></p> <p><em>In conclusion, comprehensive midwifery care combined with health education and iron supplementation is effective in managing anemia in pregnant women and preventing complications. This approach plays an important role in improving maternal and neonatal health outcomes.</em></p> <p>&nbsp;</p> 2026-01-23T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Prosiding Forum Ilmiah dan Diskusi Mahasiwa https://prosidingmhm.mitrahusada.ac.id/index.php/forisma/article/view/1332 MANAJEMEN ASUHAN KEHAMILAN PADA NY.A 21 HARI DENGAN PNEUMONIA NEONATAL DI RUANGAN PICU NICU RUMAH SAKIT HAJI MEDAN PROVINSI SUMATERA UTARA TAHUN 2025 2026-01-18T19:41:55+07:00 JaslinFionaGultom jaslinfiona224@gmail.com Diah Pitaloka diahpitaloka@mitrahusada.ac.id sumiati 2519201672@mitrahusada.ac.id enlis sigiro 2519201675@mitrahusada.ac.id depi sartika 2519201673@mitrahusada.ac.id Katrin sihite 2419201029@mitrahusada.ac.id Hilda Immayani Lubis hilda@mitrahusada.ac.id <p>Pneumonia neonatal merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada neonatus, terutama yang berusia kurang dari 28 hari. Penyakit ini sering disebabkan oleh infeksi bakteri, virus, atau aspirasi, dengan manifestasi klinis yang tidak spesifik sehingga memerlukan kewaspadaan tinggi dalam diagnosis dan penanganan. Laporan kasus ini bertujuan untuk menggambarkan kejadian pneumonia neonatal pada pasien perempuan berusia 21 hari dengan berat 2.700 gram yang dirawat di Rumah Sakit Haji. Pasien datang dengan keluhan utama berupa sesak napas, termasuk sesak napas, napas cepat, dan retraksi dinding dada. Pemeriksaan fisik menunjukkan tanda-tanda sesak napas, sementara pemeriksaan pendukung mendukung diagnosis pneumonia neonatal. Pasien menerima terapi antibiotik empiris, terapi oksigen, dan perawatan suportif sesuai dengan kondisi klinisnya. Selama perawatan, kondisi pasien menunjukkan perbaikan klinis secara bertahap. Kesimpulan dari laporan kasus ini menekankan pentingnya deteksi dini, diagnosis akurat, dan penanganan pneumonia neonatal yang cepat dan memadai untuk mengurangi risiko komplikasi dan meningkatkan prognosis pasien.</p> <p>&nbsp;</p> 2026-02-17T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Prosiding Forum Ilmiah dan Diskusi Mahasiwa https://prosidingmhm.mitrahusada.ac.id/index.php/forisma/article/view/1343 EFIKASI LAKTOGENIK ARENGA PINNATA TERHADAP VOLUME PRODUKSI ASI: SEBUAH EVALUASI KUANTITATIF DALAM ASUHAN MATERNITAS KWALA BEKALA 2026-01-18T21:00:01+07:00 Lisa Putri Utami Damanik Harahap lisaputriutami@mitrahusada.ac.id Herna Rinayanti Manurung hernarinayanti@mitrahusada.ac.id Febriana Sari febrianasari@mitrahusada.ac.id Ade Ramadhani Harahap 2519201073@mitrahusada.ac.id Putri Setia Halawa 2519001046@mitrahusada.ac.id Lusiatun lusiatun@mitrahusada.ac.id Anita Perawati 2519201640@mitrahusada.ac.id <p style="text-align: justify;">Background: Failure of exclusive breastfeeding is a critical determinant of stunting and malnutrition in the first 1000 days of life. Physiological barriers, such as inadequate milk production, often trigger early cessation of lactation. Although palm sap water (Arenga pinnata) is empirically believed to be a galactagogue, quantitative clinical validation regarding its effectiveness remains limited in medical literature.Objective: This study aims to evaluate the efficacy of Arenga pinnata supplementation on increasing breast milk volume and accelerating lactogenesis II in postpartum mothers.Methods: The study employed a quasi-experimental design with a non-equivalent control group pretest-posttest design. The sample consisted of 100 breastfeeding mothers in the Kwala Bekala area selected via purposive sampling. The intervention group was given 200–250 ml of fresh Arenga pinnata daily for 14 days. Data were analyzed using the Wilcoxon Signed-Rank Test.Results: There was a significant difference in breast milk volume before and after intervention ($p=0.00$). Prior to the intervention, 78.3% of respondents had low milk production. Post-intervention, 93.3% of respondents experienced a statistically significant increase in breast milk volume.Conclusion: Arenga pinnata is proven effective as a safe plant-based galactagogue in increasing breast milk production. These findings provide scientific legitimacy for integrating local wisdom into evidence-based midwifery care as a sustainable stunting prevention strategy.</p> 2026-01-23T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Prosiding Forum Ilmiah dan Diskusi Mahasiwa https://prosidingmhm.mitrahusada.ac.id/index.php/forisma/article/view/1345 DETERMINAN KEJADIAN HIPERTENSI PADA IBU HAMIL TRIMESTER KEDUA DAN KETIGA DI PUSKESMAS LAU BALANG KABUPATEN KARO TAHUN 2025 2026-01-18T20:56:08+07:00 Novi Kristiani Zai novikristianizai06@gmail.com Mediana Sembiring mediana@gmail.com Nur Della Syahputri dellasyahputri511@gmail.com Rosa Ningsih rosya@gmail.com Qanita shaliha Qanita@gmail.com Widiawati widiawati@gmail.com Henny Rista hennyrista@mitrahusada.ac.id <p>Latar belakang Oleh tingginya Angka Kematian Ibu di Indonesia, di mana hipertensi atau tekanan darah tinggi menjadi salah satu penyebab utama kematian ibu setelah perdarahan dan infeksi. Ibu hamil pada usia kandungan trimester kedua dan ketiga sangat rentan mengalami kenaikan tekanan darah karena adanya perubahan besar dalam kerja jantung dan volume darah. Di Puskesmas Lau Balang sendiri, survei awal menunjukkan bahwa hampir separuh dari ibu hamil yang diperiksa menderita hipertensi kehamilan. Oleh karena itu, penelitian ini Bertujuan untuk mencari tahu faktor-faktor apa saja yang menyebabkan atau berhubungan dengan kejadian darah tinggi pada ibu hamil di wilayah tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian observasional analitik dengan pendekatan waktu satu titik atau cross sectional. Penelitian melibatkan total 96 responden ibu hamil yang terdiri dari 48 ibu dengan hipertensi dan 48 ibu tanpa hipertensi sebagai pembanding. Data dikumpulkan melalui pengisian kuesioner dan pemeriksaan fisik, kemudian dianalisis menggunakan uji statistik untuk melihat hubungan antar variabel yang diteliti.. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar ibu hamil yang menderita hipertensi berada pada usia berisiko, yaitu di bawah 20 tahun atau di atas 35 tahun. Selain itu, faktor keturunan atau riwayat darah tinggi dalam keluarga juga ditemukan sangat berpengaruh terhadap kondisi ibu saat hamil10101010. Ibu dengan berat badan berlebih atau obesitas serta mereka yang memiliki kebiasaan mengonsumsi garam secara berlebihan juga terbukti memiliki risiko yang jauh lebih tinggi untuk mengalami kenaikan tekanan darah. Kurangnya aktivitas fisik harian juga menjadi salah satu pemicu terjadinya hipertensi pada responden di lokasi penelitian. Kesimpulan dari penelitian ini adalah faktor usia yang berisiko, adanya riwayat kesehatan keluarga, berat badan yang tidak ideal, serta gaya hidup yang kurang sehat seperti konsumsi garam berlebih dan kurang gerak merupakan penentu utama terjadinya hipertensi pada ibu hamil di Puskesmas Lau Balang13. Sebagai saran, pihak puskesmas diharapkan dapat melakukan pemeriksaan dini yang lebih ketat bagi ibu hamil yang memiliki risiko-risiko tersebut agar komplikasi kehamilan dapat dicegah lebih awal. Para ibu hamil juga sangat dianjurkan untuk lebih menjaga pola makan dan tetap aktif bergerak selama masa kehamilan.</p> 2026-01-23T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Prosiding Forum Ilmiah dan Diskusi Mahasiwa https://prosidingmhm.mitrahusada.ac.id/index.php/forisma/article/view/1349 DETERMINAN MATERNAL DALAM SKRINING TRIPLE ELIMINASI: EVALUASI KESIAPAN IBU HAMIL DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS LAU BALENG KABUPATEN KARO PROVINSI SUMATERA UTARA 2026-01-18T21:34:47+07:00 Artina Br Kaban 2419201115@mitrahusada.ac.id Eva Dona Sinaga Br Kaban evadonas@mitrahusada.ac.id Lusi Aulia Sari Br Silaban 2219201063@mitrahusadaac.id Mariyatul Akmal Daulay Sinaga 2219201066@mitrahusadaac.id Halla Wirda Daulay 2510201694@mitrahusadaac.id Hesti Hajijah 2519201695@mitrahusadaac.id Mulya Ramadaningsih Velissiya 2519201696@mitrahusadaac.id <p>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya program <em>triple elimination</em> untuk mencegah penularan HIV, Sifilis, dan Hepatitis B dari ibu ke anak, di mana data awal menunjukkan masih banyak ibu hamil yang belum memahami manfaat skrining tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis determinan ibu hamil (usia, paritas, pengetahuan, dan pekerjaan) dalam melakukan <em>screening triple</em> eliminasi di wilayah Puskesmas Lau Baleng Kabupaten Karo tahun 2025. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode analitik korelasional dan pendekatan <em>cross-sectional</em> terhadap 40 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden berada pada usia 20-35 tahun (40%), memiliki pengetahuan kategori cukup (45%), dan berstatus bekerja (52,5%). Uji statistik menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara usia (p=0,021), pengetahuan (p=0,016), dan pekerjaan (p=0,002) dengan pemeriksaan <em>triple</em> eliminasi, sedangkan variabel paritas (p=0,393) tidak menunjukkan hubungan yang signifikan. Kesimpulannya, faktor usia, pengetahuan, dan pekerjaan merupakan determinan penting yang memengaruhi kepatuhan ibu hamil dalam melakukan skrining. Tenaga kesehatan disarankan untuk meningkatkan pemberian informasi dan penyuluhan guna meningkatkan kesadaran ibu hamil mengenai pentingnya deteksi dini ketiga penyakit menular tersebut.</p> 2026-01-23T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Prosiding Forum Ilmiah dan Diskusi Mahasiwa https://prosidingmhm.mitrahusada.ac.id/index.php/forisma/article/view/1352 FAKTOR RISIKO KEJADIAN ANEMIA PADA IBU HAMIL DI PMB DESI S SEMBIRING KABUPATEN DELI SERDANG PROVINSI SUMATERA UTARA TAHUN 2025 2026-01-18T22:21:08+07:00 Darmayati 2419201143@mitrahusada.ac.id Erin Padilla Siregar erinpadilla@mitrahusada.ac.id Fiska Surya Nesa 2319201023@mitrahusada.ac.id Khairunnisa 2319201032@mitrahusada.ac.id Samidawati 2519201441@mtrahusada.ac.id Sartika 2519201446@mitrahusada.ac.id Shinta Anzani 2519201452@mitrahusada.ac.id <p style="font-weight: 400;"><strong>Latar Belakang:</strong> Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih tingginya angka kejadian anemia pada ibu hamil yang berkontribusi terhadap morbiditas ibu dan janin. <strong>Tujuan:</strong> Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan faktor risiko usia, paritas, dan usia kehamilan dengan kejadian anemia pada ibu hamil di PMB Desi S Sembiring, Kecamatan Lubuk Pakam, Kabupaten Deli Serdang tahun 2025. <strong>Metode:</strong> Penelitian menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan <em>cross-sectional</em>. Populasi adalah seluruh ibu hamil yang berkunjung, dengan sampel sebanyak 49 responden yang diambil menggunakan teknik <em>purposive sampling</em>. Analisis data menggunakan uji <em>Chi-Square.</em> <strong>Hasil:</strong> Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 49 responden, sebanyak 23 orang (46,9%) mengalami anemia. Terdapat hubungan yang signifikan antara usia ibu (p=0,015), paritas (p=0,004), dan usia kehamilan (p=0,010) dengan kejadian anemia. Ibu hamil dengan usia berisiko (&lt;20 atau &gt;35 tahun), paritas ≥ 3, dan usia kehamilan trimester I dan II memiliki risiko lebih tinggi mengalami anemia, <strong>Kesimpulan:</strong> Terdapat hubungan yang signifikan antara usia ibu, paritas, dan usia kehamilan dengan kejadian anemia. Disarankan adanya peningkatan konseling gizi dan pemantauan kepatuhan konsumsi tablet Fe bagi ibu hamil.</p> 2026-01-23T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Prosiding Forum Ilmiah dan Diskusi Mahasiwa https://prosidingmhm.mitrahusada.ac.id/index.php/forisma/article/view/1357 HUBUNGAN KLASIFIKASI KEJANG TERHADAP PERKEMBANGAN ANAK DI WILAYAH KERJA PMB JENNY ARMAN KECAMATAN BATANG KUIS KABUPATEN DELI SERDANG PROVINSI SUMATERA UTARA TAHUN 2025 2026-01-18T23:19:46+07:00 Novita Sari Eufrasia Sitohang 2219201084@mitrahusada.ac.id Herna Rinayanti Manurung hernarinayanti@mitrahusada.ac.id Jenny Arman 2419201296@mitrahusada.ac.id Chandra Siagian chandrasiagian@mitrahusada.ac.id Toga Adi Putra Sinaga togaadiputra@mitrahusada.ac.id Siska Wulandari Telaumbanua 2519201461@mitrahusada.ac.id Syke Shelia Putri 2519201496@mitrahusada.ac.id <p><strong>Latar Belakang:</strong> Kejang demam merupakan kelainan neurologis yang paling sering dijumpai pada anak usia 6 bulan hingga 5 tahun. Gangguan pada masa emas pertumbuhan ini dapat berdampak jangka panjang terhadap kualitas perkembangan anak di masa depan. <strong>Tujuan:</strong> Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara klasifikasi kejang dengan perkembangan anak di Wilayah Kerja PMB Jenny Arman tahun 2025. <strong>Metode:</strong> Jenis penelitian ini adalah deskriptif analitik. Populasi penelitian adalah anak dengan riwayat kejang di wilayah tersebut, dengan pengambilan data karakteristik subjek dan status perkembangan menggunakan instrumer KPSP. Analisis data menggunakan uji statistik untuk melihat hubungan antar variabel. <strong>Hasil:</strong> Mayoritas responden adalah anak usia &gt;1 tahun (72%) dan berjenis kelamin laki-laki (53%). Klasifikasi kejang terbanyak adalah kejang sederhana (72%), dan mayoritas anak memiliki perkembangan yang sesuai atau meragukan (81%). Hasil uji statistik menunjukkan <em>p-value</em> sebesar 0,032 (p &lt; 0,05), yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara klasifikasi kejang dengan perkembangan anak. <strong>Kesimpulan:</strong> Terdapat hubungan antara klasifikasi kejang dengan perkembangan anak. Tenaga kesehatan dan orang tua diharapkan dapat memantau perkembangan anak secara rutin untuk mencegah dampak jangka panjang dari kejang.</p> 2026-01-23T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Prosiding Forum Ilmiah dan Diskusi Mahasiwa https://prosidingmhm.mitrahusada.ac.id/index.php/forisma/article/view/1368 INOVASI MANAJEMEN KLINIS NYERI AKUT DAN PENCEGAHAN SEPSIS PASCA SECTIO CAESAREA SEBAGAI STRATEGI PENURUNAN AKI SESUAI SDGS 2026-01-19T06:21:28+07:00 Hafizah Pandiangan 2219201037@mitrahusada.ac.id Mesrida Simarmata mesridasimarmata@mitrahusada.ac.id Indira Virli Ananda 2419201024@mitrahusada.ac.id Sapta Fadila Karin saptafadila@mitrahusada.ac.id Bekti Pratiwi 2519201126@mitrahusada.ac.id Ayu Gokma Tua Lumban Batu 2519201119@mitrahusada.ac.id Hetty Mariyany Sitompul 2519201223@mitrahusada.ac.id <p>Infeksi maternal merupakan komplikasi utama post sectio caesarea dengan prevalensi nyeri akut nifas 72,4 persen dan sepsis luka operasi 12 persen yang berkontribusi signifikan terhadap Maternal Mortality Rate melalui mekanisme endometritis puerperal progresif. &nbsp;Penelitian studi kasus deskriptif kualitatif ini secara metodologis mengkaji efektivitas pendekatan inovatif pengendalian nyeri klinis dengan mobilisasi dini bertahap sebagai intervensi primer kebidanan yang terpadu dengan pencegahan progresi sepsis luka pascaoperasi melalui implementasi kerangka kerja tujuh tahapan Helen Varney yang dikoordinasikan bidan profesional terhadap kasus Ny. H (primipara, indeks massa tubuh 20,8) pada periode nifas awal pasca tindakan SC elektif di Unit Rawat Inap Jabal Uhud RSU Haji Medan, November 2025. Pengkajian triangulasi bidan (wawancara, TTV q4jam, observasi, rekam medis) mengidentifikasi nyeri NRS 5/10 + leukositosis 14.200/μL. Intervensi utama mobilisasi dini H+6 jam (miring→duduk→jalan 10m, aliran vena ↑35%) + edukasi asepsis 2x/hari, bonding skin-to-skin, relaksasi napas, posisi menyusui lateral, monitoring tanda bahaya. Hasil 72 jam: nyeri NRS 3/10 (↓40%), TD 140/78 mmHg, luka kering tanpa eritema, mobilisasi mandiri, IMD 8x/24 jam, rawat inap ↓1,8 hari, kepuasan 92%. Manajemen nyeri mobilisasi dini efektif cegah sepsis, optimalkan pemulihan nifas, dukung SDGs 3 sesuai PNUP Kemenkes RI 2025.</p> 2026-01-23T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Prosiding Forum Ilmiah dan Diskusi Mahasiwa https://prosidingmhm.mitrahusada.ac.id/index.php/forisma/article/view/1375 KESEHATAN SEBAGAI BENTENG NASIONAL: SINERGI KE-BIJAKAN RESPON DARURAT BENCANA DAN PENYAKIT DEGEN-ERATIF UNTUK PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN 2026-01-19T11:33:03+07:00 Maslan Pangaribuan maslanpangaribuan@gmail.com Iga Putri igaputrii0209@gmail.com <p>Kesehatan merupakan pilar strategis dalam menjaga ketahanan nasional dan mendukung pembangunan berkelanjutan. Indonesia sebagai negara rawan bencana dihadapkan pada tantangan ganda, yaitu tingginya risiko bencana alam serta meningkatnya prevalensi penyakit degeneratif akibat transisi demografi dan epidemiologi. Kondisi ini menuntut adanya sinergi kebijakan antara sistem respon darurat bencana dan upaya pencegahan serta pengendalian penyakit degeneratif agar sistem kesehatan nasional menjadi lebih tangguh dan adaptif. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis peran kesehatan sebagai benteng nasional melalui integrasi kebijakan respon darurat bencana dan pengendalian penyakit degeneratif dalam mendukung pembangunan berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode telaah pustaka dan analisis dokumen kebijakan dari sumber nasional dan internasional yang relevan dalam lima tahun terakhir. Hasil kajian menunjukkan bahwa sinergi kebijakan lintas sektor mampu meningkatkan efektivitas layanan kesehatan, memperkuat ketahanan sistem kesehatan, serta berkontribusi terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya tujuan ke-3. Kesimpulan dari kajian ini menegaskan bahwa kesehatan memiliki peran strategis sebagai benteng nasional, sehingga diperlukan penguatan koordinasi kebijakan, integrasi layanan, dan pendekatan promotif-preventif yang berkelanjutan.</p> 2026-02-17T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Prosiding Forum Ilmiah dan Diskusi Mahasiwa https://prosidingmhm.mitrahusada.ac.id/index.php/forisma/article/view/1379 FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENERAPAN EARLY WARNING SYSTEM (EWS) DI RSUD PERDAGANGAN KECAMATAN BANDAR KABUPATEN SIMALUNGUN TAHUN 2025 2026-01-19T17:27:18+07:00 Mastiur Limbong 2419201612@mitrahusada.ac.id Febriana Sari febrianasari@mitrahusada.ac.id winandaenjelitanababan 2419201069@mitrahusada.ac.id Juliana Munthe julianamunthe@mitrahusada.ac.id Nurlisma Sari 2519201715@mitrahusada.ac.id Nuha Fatimah Azzahrah 2519201041@mitrahusada.ac.id Pashya Evelina Pasaribu 2519201044@mitrahusada.ac.id <p> </p> <p><em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Latar Belakang: Early Warning System (EWS) merupakan sistem penilaian klinis terstruktur yang digunakan untuk mendeteksi secara dini perburukan kondisi pasien melalui pemantauan tanda-tanda vital secara sistematis. Penerapan EWS yang optimal berperan penting dalam menurunkan angka kejadian kegawatdaruratan, henti jantung, serta kematian di rumah sakit. Namun pelaksanaan EWS di rumah sakit daerah masih menunjukkan variasi dan belum sepenuhnya berjalan sesuai standar, yang dipengaruhi oleh berbagai faktor baik dari tenaga kesehatan maupun sistem pendukung pelayanan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan penerapan Early Warning System (EWS) di RSUD Perdagangan Kecamatan Bandar Kabupaten Simalungun Tahun 2025. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross sectional. Penelitian dilaksanakan di RSUD Perdagangan Kecamatan Bandar Kabupaten Simalungun pada tahun 2025. Populasi penelitian adalah seluruh perawat yang bertugas di ruang rawat inap, dengan teknik pengambilan sampel total sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner untuk menilai pengetahuan, sikap, pelatihan, beban kerja, dan dukungan manajemen, serta lembar observasi untuk menilai penerapan EWS. Data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara pengetahuan perawat, sikap perawat, pengalaman pelatihan EWS, beban kerja, serta dukungan manajemen dengan penerapan Early Warning System (p &lt; 0,05). Faktor pelatihan dan pengetahuan perawat merupakan faktor yang paling dominan berhubungan dengan penerapan EWS. Kesimpulan: Penerapan Sistem Peringatan Dini di RSUD Perdagangan Kecamatan Bandar Kabupaten Simalungun dipengaruhi oleh berbagai faktor yang saling berkaitan. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan pelatihan EWS secara berkesinambungan, penguatan pengawasan klinis, serta dukungan manajemen rumah sakit untuk mengoptimalkan penerapan EWS dan meningkatkan keselamatan pasien.</span></span></em></p> <p> </p> 2026-02-17T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Prosiding Forum Ilmiah dan Diskusi Mahasiwa https://prosidingmhm.mitrahusada.ac.id/index.php/forisma/article/view/1385 LITERATUR REVIEW STRATEGI PENURUNAN ANGKA KEMATIAN IBU DAN BAYI MELALUI DETEKSI DINI TANDA BAHAYA KEHAMILAN 2026-01-19T18:09:55+07:00 hutri bancin 25191009@mitrahusada.ac.id Emilda 2519103005@mitrahusada.ac.id Evi Kurniawati 2519103006@mitrahusada.ac.id Fatimah 2519103007@mitrahusada.ac.id Heli Shintia Sinaga 2519103008@mitrahusada.ac.id Siti Nurmawan Sinaga sitinurmawan@mitrahusada.ac.id Imran Saputra Surbakti imransurbakti@mitrahusada.ac.id <p>Angka Kematian Ibu (AKI)&nbsp; pada tahun 2023 tercatat sebesar 4.482 kasus. Tingginya AKI dipengaruhi oleh berbagai faktor, sehingga diperlukan upaya berkelanjutan untuk menurunkan resiko kematian ibu dan bayi. Lebih dari 40% perempuan hamil berpotensi mengalami komplikasi selama masa kehamilan, dan sekitar 15% diantaranya merupakan kondisi serius yang dapat mengancam keselamatan ibu dan janin . organisasi Kesehatan Dunia (World health organization / WHO) melaporkan bahwa setiap tahun sekitar setengah juta perempuan meninggal akibat komplikasi kehamilan dan persalinan, dengan 99% kasus terjadi di negara berkembang. Ol eh karena itu , diperlukan upaya strategis untuk meningkatkan kesehatan ibu hamil melalui pendekatan kolaborasi interprofesional serta meningkatkan pengetahuan mengenai deteksi dini dan penanganan komplikasi kehamilan. Peningkatan pemanfaatan fasilitas pelayanan kesehatan oleh masyarakat khususnya melalui layanan antenatal yang menekankan pengenalan resiko tinggi pada ibu hamil dengan metode skrining atau deteksi dini dengan menggunakan buku KIA maupun pemeriksaan rutin menjadi langkah penting dalam mendeteksi sedini mungkin , memantau kondisi kehamilan serta menjaga kesehatan ibu agar terhindar dari kompikasi.&nbsp; Tujuan literature review ini adalah untuk mengoptimalkan kesehatan ibu hamil melalui interprofesional collaboration serta peningkatan pemahaman tentang deteksi dini komplikasi kehamilan. Metode yang digunakan adalah literature review yang didapatkan dari 7 artikel melalui google scholar, garuda dalam rentang tahun 2020- 2025. Hasil dari literature review diketahui bahwa tingkat pengetahuan ibu hamil meningkat 70% mengenai pengetahuan upaya pencegahan kematian ibu dan bayi melalui pelayanan kegawatdaruratan kebidanan. Kesimpulannya dari kegiatan ini menunjukkan bahwa program pengabdian masyarakat yang dilakukan &nbsp;dapat meningkatkan pengetahuan dan kesadaran ibu hamil tentang pentingnya deteksi dini kegawatdaruratan kehamilan sehingga komplikasi dapat dicegah lebih awal dan kesehatan ibu dan bayi terjaga dengan optimal.</p> <p>&nbsp;</p> 2026-02-17T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Prosiding Forum Ilmiah dan Diskusi Mahasiwa https://prosidingmhm.mitrahusada.ac.id/index.php/forisma/article/view/1401 SKRINING KESEHATAN RESPON KEGAWATDARURATAN DAN PENYAKIT DEGENERATIF PASCA BANJIR BANDANG DI DESA GAROGA KECAMATAN BATANGTORU KABUPATEN TAPANULI SELATAN 2026-01-20T13:01:43+07:00 Nadine Nadine Meydiana nadinemydian29@gmail.com Yaumil Fauziah yaumil.fauziah9@gmail.com Vita Sagala sagalavit@gmail.com Nursahyati nursahyatiyati@gmail.com Eni Angraini Situmeang eniangrainisitumeang@gmail.com Nurhaida Br Kaban nurhaidakaban@gmail.com Yulia Fatma Nasution yuliafatmanst@gmail.com <p>Banjir bandang dan longsor yang menerjang Desa Garoga, Kabupaten Tapanuli Selatan, kini membuat wilayah tersebut seperti kota mati. Desa ini terletak di perbatasan antara Kabupaten Tapanuli Tengah dan Tapanuli Selatan. Rumah warga yang semula tinggal kini lenyap, diganti oleh area tanah kosong yang dipenuhi tanah lumpur berwarna coklat pekat. Kerusakan juga terjadi pada akses dan fasilitas umum serta rumah warga setempat. Dari data sementara hasil pendataan pemerintah, terlihat kerugian besar baik secara materi maupun secara mental dan psikologis. Setelah bencana, banyak warga mengalami gangguan psikologis seperti kecemasan yang berdampak pada kesehatan fisik, seperti hipertensi dan penyakit degeneratif lainnya. Tujuan dari pengabdian kepada masyarakat adalah meningkatkan kesehatan warga dan pengetahuan tentang penanganan pasca bencana. Metode kegiatan dimulai dengan survei masalah mitra (da mpak bencana, SDM, dan korban), persiapan lokasi dan sarana prasarana, pemeriksaan kesehatan, edukasi tentang penyakit degeneratif, serta evaluasi. Hasil kegiatan screening menunjukkan bahwa dari 60 orang yang diperiksa, 30 orang memiliki tekanan darah tinggi, 2 orang kadar gula darah tinggi, 16 orang kolesterol tinggi, dan 10 orang asam urat tidak normal. Setelah screening, dilanjutkan dengan pembagian sembako.</p> 2026-02-17T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Prosiding Forum Ilmiah dan Diskusi Mahasiwa https://prosidingmhm.mitrahusada.ac.id/index.php/forisma/article/view/1410 ANALISIS PRE MARITAL SCREENING PROGRAM PENCEGAHAN STUNTING PADA CATIN PUTRI DI DUSUN IV SUKO BENO KECAMATAN STABAT KABUPATEN LANGKAT TAHUN 2024 2026-01-22T16:22:29+07:00 Sudarianti 2319201557@mitrahusada.ac.id Siti Nurmawan sitinurmawan@mitrahusada.ac.id Repi Mariska Purba 2219201093@mitrahusada.ac.id Ayu Revayanti Lumban Tobing 2519201006@mitrahusada.ac.id Ayu Sasrawati Damanik 2519201122@mitrahusada.ac.id Alfina 2519201003@mitrahusada.ac.id Endang Sriwanti Manik 2519201178@mitrahusada.ac.id <p>Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kurang gizi terutama pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), yaitu dari janin hingga anak berusia 2 tahun. Calon pengantin harus mengetagui gejala stunting yaitu perkembangan otak yang tidak optimal pada anak, gangguan pada pertumbuhan fisik dan metabolisme anak, serta berisiko membuat anak lebih mudah sakit dan kurang produktif ketika dewasa nanti. Sebagai calon ibu, catin juga perlu memahami tentang periode 1000 Hari Pertama Kehidupan (1000 HPK). 1000 HPK merupakan suatu periode emas pertumbuhan dan perkembangan yang dimulai semenjak terbentuknya janin hingga anak berusia 2 tahun. Hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2021 yang dilaksanakan Kementerian Kesehatan, angka prevalensi stunting di Indonesia pada 2021 sebesar 24,4%, atau menurun 6,4% dari angka 30,8% pada 2018. Pemerintah mempunyai target untuk menurunkan prevalensi hingga 14% pada tahun 2024. Artinya, harus menurunkan prevalensi sebesar 10,4% dalam 2,5 tahun ke depan, yang tentu saja ini menjadi tantangan bagi semua pihak untuk mencapainya. Dalam hal ini Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) sebagai ketua tim pelaksana penanganan stunting harus didukung seluruh kementrian/lembaga terkait sesuai tugas pokok dan fungsi masing-masing (Amin, 2022).. Tujuan:Menganalisis Premarital Screening Program Pencegahan stunting pada catin putri di Dusun IV suka beno kecamatan Stabat Kabupaten Langkat Tahun 2024. Metode: Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan penelitian Retrospektif. Desain penelitian ini dilakukan dengan pendekatan cross sectional. Hasil:Berdasarkan hasil penelitian ini, upaya promotif dan preventif harus dilakukan tenaga kesehatan untuk menurunkan angka kejadian stunting yaitu pencegahan anemia terhadap calon ibu hamil dengan pemberian suplemen zat besi pada calon pengantin serta konseling pada calon pengantin untuk meningkatkan asupan gizi seimbang terutama sumber mineral zat besi yang bersumber dari makanan seperti protein hewani dan sayuran hijau. Hasil analisa menggunakan chi-square, didapat P-Value = 0,008 sehingga p-value &lt;α (0,008 &lt;0,05) maka dapat disimpulkan terdapat hubungan riwayat hb ibu saat hamil dengan kejadian stunting pada anak usia 1-3 tahun di Wilayah Kerja Puskesmas Kalirejo Kab. Pesawaran Tahun 2019</p> 2026-01-23T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Prosiding Forum Ilmiah dan Diskusi Mahasiwa https://prosidingmhm.mitrahusada.ac.id/index.php/forisma/article/view/1413 EFEKTIVITAS METODE PEER EDUCATION TERHADAP PENINGKATAN BREASTFEEDING SELF-EFFICACY (BSE) DI DESA FADORO LASARA KOTA GUNUNG SITOLI PROVINSI SUMATERA UTARA TAHUN 2025 2026-01-22T19:03:59+07:00 Jusniati Malau 2319201689@mitrahusada.ac.id Siti Nurmawan Sinaga sitinurmawan@mitrahusada.ac.id Nia Habeahan 2219201078@mitrahusada.ac.id Imran Saputra Surbakti imransurbakti@mitrahusada.ac.id Nisa Arisma Malau 2219201081@mitrahusada.ac.id Ella Permata Sari 2519201170@mitrahusada.ac.id Jahrona Julianti Sari Siregar 2519201292@mitrahusada.ac.id <p>Menyusui secara eksklusif selama 6 bulan pertama merupakan standar normatif WHO yang menurunkan risiko penyakit, kematian maternal-infantil, dan stunting hingga 30,1%, meskipun cakupan di Indonesia hanya 44,36% (2018), dengan target 63,9% (2023) dan 41,8% di Sumatera Utara. Rendahnya breastfeeding self-efficacy (BSE) menjadi faktor utama, dipengaruhi kurangnya pengetahuan dan dukungan. Sebagaimana survei pendahuluan di Desa Fadoro Lasara, Kota Gunung Sitoli sebanyak 36 ibu hamil pada tahun 2025 dan 30 bayi non-ASI eksklusif pada tahun 2024 karena kurangnya pengetahuan. . Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas metode peer education terhadap peningkatan Breastfeeding Self-Efficacy (Bse) di Desa Fadoro Lasara Kota Gunung Sitoli. Metode penelitian menggunakan rancangan quasi-eksperimental Pre-Post Test Design, dengan populasi seluruh ibu hamil di Desa Fadoro Lasara sebanyak 36 orang dan sampel diambil dari seluruh populasi menggunakan teknik total sampling. Hasil penelitian menunjukkan karakteristik responden mayoritas usia 26-35 tahun pendidikan menengah, tidak bekerja, dan nullipara.</p> 2026-01-23T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Prosiding Forum Ilmiah dan Diskusi Mahasiwa https://prosidingmhm.mitrahusada.ac.id/index.php/forisma/article/view/1417 ANALISIS FAKTOR KETUBAN PECAH DINI PADA IBU BERSALIN DI RSIA GRIYA MEDIKA BATAM PROVINSI KEPULAUAN RIAU TAHUN 2025 2026-01-23T19:48:09+07:00 Ade Safitri 2419201082@mitrahusada.ac.id Juliana Munthe julianamunthe@mitrahusada.ac.id Alvin Adelia Cahyaningtyas 2319201002@mitrahusada.ac.id Zunianti 2319201084@mitrahusada.ac.id Nuraini 2519201042@mitrahusada.ac.id Irawati Sinurat 2519201237@mitrahusada.ac.id Indah Rasima Rahayu Br Manjorang 2519201230@mitrahusada.ac.id <p>Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia tahun 2025 mencapai 189 per 100.000 kelahiran hidup dan tertinggi kedua di Asia Tenggara setelah Timor Leste. Hal ini jauh dari target SDGs di bawah 70 pada 2030. Ketuban Pecah Dini (KPD) berkontribusi signifikan terhadap morbiditas dan kematian maternal-neonatal dengan prevalensi 13,1-14,6% kelahiran di Indonesia tahun 2020-2021 yang dipengaruhi faktor seperti usia ibu lanjut, riwayat kehamilan patologis, infeksi, dan trauma. Survei awal di RSIA Griya Medika Batam menemukan 5 kasus KPD dari 30 ibu bersalin tahun 2025 dengan faktor usia muda, trauma, dan beberapa tidak diketahui. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor KPD pada ibu bersalin di RSIA Griya Medika Batam, Provinsi Kepulauan Riau tahun 2025. Metode peneliian menggunakan desain kuantitatif kasus-kontrol observasional, populasi dan sampel total 30 ibu bersalin ber-KPD dengan kuesioner. Hasil menunjukkan hubungan signifikan antara usia ibu (&gt;35 tahun, p&lt;0,05), riwayat kehamilan patologis (p=0,010) dengan KPD tidak signifikan untuk pendidikan (p=0,240) dan pekerjaan (p=0,815). Kesimpulannya, usia lanjut dan riwayat kehamilan patologis merupakan faktor risiko utama KPD dan diperlukan skrining dini dan edukasi prenatal sebagai upaya pencegahan.</p> <p> </p> 2026-02-17T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Prosiding Forum Ilmiah dan Diskusi Mahasiwa https://prosidingmhm.mitrahusada.ac.id/index.php/forisma/article/view/1423 OPTIMALISASI PERAN BIDAN DALAM DETEKSI DINI PREEKLAMPSIA SEBAGAI UPAYA PENGUATAN KESEHATAN IBU MENUJU INDONESIA EMAS 2045 2026-01-26T19:37:35+07:00 Febronia marinta febrionamarnita@mitrahusada.ac.id Isyos sari sembiring isyossari@mitrahusada.ac.id Niken Ernanda 2419201012@mitrahusada.ac.id Novia Awalyah 2219201080@mitrahusada.ac.id Dewi Fatimatuzzahro 2419201012@mitrahusada.ac.id Fitri Arrahmi 2419201018@mitrahusada.ac.id Halimah 2519201016@mitrahusada.ac.id <p>Preeklampsia merupakan salah satu penyebab utama kematian ibu di Indonesia dan secara global. Deteksi dini melalui pelayanan antenatal care (ANC) yang berkualitas menjadi strategi penting untuk mencegah komplikasi maternal dan perinatal. Bidan berperan sebagai tenaga kesehatan lini terdepan dalam melakukan skrining, pemantauan, edukasi, dan rujukan ibu hamil yang berisiko preeklampsia, khususnya di tingkat pelayanan kesehatan primer. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bukti ilmiah mengenai optimalisasi peran bidan dalam deteksi dini preeklampsia sebagai upaya penguatan kesehatan ibu menuju Indonesia Emas 2045. Metode penelitian yang digunakan adalah literature review dengan pendekatan. Hasil kajian menunjukkan bahwa peningkatan kompetensi bidan melalui pelatihan berkelanjutan, penerapan skrining tekanan darah dan proteinuria secara terstandarisasi, continuity of midwifery care, serta edukasi ibu hamil yang efektif berkontribusi signifikan terhadap peningkatan deteksi dini preeklampsia. Optimalisasi peran bidan melalui dukungan kebijakan dan penguatan kapasitas sangat penting dalam menurunkan angka kematian ibu dan mendukung pembangunan kesehatan ibu yang berkelanjutan.</p> <p>&nbsp;</p> <p>&nbsp;</p> 2026-02-17T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Prosiding Forum Ilmiah dan Diskusi Mahasiwa https://prosidingmhm.mitrahusada.ac.id/index.php/forisma/article/view/1428 LITERATUR REVIEW DAMPAK BENCANA ALAM TERHADAP KESEHATAN REPRODUKSI DAN PERINATAL 2026-01-27T22:43:42+07:00 Mawar Lasria Pradifta Simatupang 2519103012@mitrahusadamedan.ac.id Rosmani Sinaga rosmanisinaga@mitrahusada.ac.id Imran Saputra Surbakti imransurbakti@mitrahusada.ac.id Maya Sari Hasibuan 2519103013@mitrahusada.ac.id Kristina Ria Tambunan 2519103010@mitrahusada.ac.id Martha M Sirait martha@mitrahusada.ac.id <p>Latar Belakang: Kelompok maternal dan neonatal merupakan populasi yang paling rentan terhadap dampak kesehatan saat bencana alam terjadi. Gangguan pada infrastruktur kesehatan, sanitasi yang buruk, serta stres psikososial yang ekstrem dapat memicu berbagai komplikasi kesehatan reproduksi dan luaran perinatal yang buruk. Metode: Tinjauan Literatur Naratif dilakukan untuk mensintesis bukti dari studi kohort terbaru, tinjauan sistematis, desain metode campuran, dan penelitian kualitatif yang mengeksplorasi hasil reproduksi dan perinatal terkait bencana. Hasil: Temuan menunjukkan hubungan yang konsisten antara paparan bencana dan hasil yang merugikan, termasuk kelahiran prematur, berat badan lahir rendah, gangguan menstruasi, infeksi genital, dan peningkatan stres prenatal. Kerusakan infrastruktur kesehatan, akses perawatan antenatal yang terbatas, perpindahan penduduk, dan sanitasi yang tidak memadai semakin memperburuk kerentanan ibu. Risiko terbesar terjadi di lingkungan dengan sumber daya terbatas dan selama paparan trimester pertama. Kesimpulan: Bencana alam menghasilkan risiko multidimensional bagi kesehatan reproduksi dan perinatal. Implementasi Manajemen Bencana yang tepat, pengintegrasian dukungan kesehatan mental, dan penerapan kebijakan yang responsif gender sangat penting untuk mengurangi bahaya bagi ibu dan bayi baru lahir.</p> 2026-02-17T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Prosiding Forum Ilmiah dan Diskusi Mahasiwa https://prosidingmhm.mitrahusada.ac.id/index.php/forisma/article/view/1435 PENGARUH BABY SPA TERHADAP KUALITAS TIDUR BAYI USIA 3-6 BULAN DI PRAKTEK MANDIRI BIDAN IRMA SUSKILA MARELAN PROVINSI SUMATERA UTARA TAHUN 2025 2026-02-04T06:50:08+07:00 Yulinesti Lase 2419291789@mitrahusada.ac.id Mediana Br Sembiring medianasembiring@mitrahusada.ac.id Tiara Dinda Siregar 2319201072@mitrahusada.ac.id Hillden J.Silitonga 2319291925@mitrahusada.ac.id Dara Lestari 24199291972@mitrahusada.ac.id Dian Purwanti 2519291956@mitrahusada.ac.id Putri Inaiya Siregar 2419291949@mitrahusada.ac.id <p>Kualitas tidur optimal memainkan peran krusial dalam mendukung pertumbuhan serta perkembangan bayi, khususnya pada rentang usia 3–6 bulan yang menjadi periode kritis bagi perkembangan neurologis. Baby spa, sebagai intervensi nonfarmakologis yang mengintegrasikan pijat bayi dan hidroterapi, diyakini mampu meningkatkan kualitas tidur melalui efek relaksasi dan kenyamanan. Penelitian ini bertujuan mengungkap pengaruh baby spa terhadap kualitas tidur bayi usia 3–6 bulan di Praktik Mandiri Bidan Irma Suskila Marelan, Provinsi Sumatera Utara, pada tahun 2025. Penelitian bersifat kuasi-eksperimental dengan desain pre-test dan post-test pada kelompok kontrol. Sampel terdiri dari 34 bayi, dibagi rata menjadi kelompok intervensi (17 bayi menerima baby spa) dan kelompok kontrol (17 bayi). Data dikumpulkan melalui kuesioner serta lembar observasi kualitas tidur bayi. Hasil menunjukkan bahwa pada pra-intervensi, sebagian besar bayi (55,9%) mengalami kualitas tidur kurang, tetapi pasca-intervensi baby spa selama 10 hari, kualitas tidur meningkat nyata dengan 61,8% bayi mencapai tidur baik. Uji t independen mengonfirmasi perbedaan signifikan antara kelompok intervensi dan kontrol (p = 0,000). Disimpulkan bahwa baby spa secara signifikan meningkatkan kualitas tidur bayi usia 3–6 bulan, sehingga direkomendasikan sebagai intervensi nonfarmakologis untuk meningkatkan kesejahteraan bayi.</p> 2026-01-23T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Prosiding Forum Ilmiah dan Diskusi Mahasiwa https://prosidingmhm.mitrahusada.ac.id/index.php/forisma/article/view/1439 SENAM IBU HAMIL DAN KETIDAKNYAMANAN IBU HAMIL TRIMESTER TIGA DI UPTD PUSKESMAS PENANGGALAN 2026-02-04T21:42:47+07:00 helvia Brutu helviamandaberutu20.05@gmail.com Ricca Nophia Amra ricca.ubudiah@gmail.com Fitriani Bancin fitribancin03@gmail.com Rasniyati rasniyatip@gmail.com Narniati narniatinahri@gmail.com Apni apnilubis96@gmail.com <p>Masa kehamilan merupakan fase transisi krusial yang mencakup kesiapan fisik serta mental dalam menghadapi proses persalinan. Seiring dengan perkembangan janin, terjadi perubahan anatomis dan fluktuasi hormon yang signifikan, yang sering kali memicu berbagai keluhan fisik seperti edema, kram tungkai, hingga nyeri pada area punggung dan pinggang. Jika tidak ditangani, berbagai ketidaknyamanan tersebut berisiko mengganggu kualitas tidur ibu serta berdampak negatif pada pertumbuhan janin. Sebagai langkah mitigasi, aktivitas fisik berupa senam hamil dapat menjadi solusi relaksasi yang efektif. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan menganalisis dampak pemberian senam hamil dalam mereduksi keluhan fisik pada ibu hamil trimester ketiga, khususnya di wilayah kerja UPTD Puskesmas Penanggalan. Desain penelitian yang digunakan adalah pra-eksperimental yang melibatkan satu kelompok subjek dengan pengukuran awal dan akhir. Sebanyak 12 partisipan dipilih menggunakan metode pengambilan sampel bertingkat (multistage sampling). Lokasi pengambilan data bertempat di UPTD Puskesmas Penanggalan yang berlokasi di Kota Subulussalam. Untuk mengukur efektivitas perlakuan, peneliti menggunakan instrumen penilaian yang diberikan sebelum dan setelah implementasi program senam hamil guna melihat perubahan pada variabel yang diteliti. Uji statistik yang digunakan meliputi uji one sample t test dan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa senam hamil berpengaruh terhadap pengurangan ketidaknyamanan seperti nyeri pinggang (p=0,003), nyeri punggung (p=0,003), pembengkakan kaki (p=0,025), dan kram kaki (p=0,003). Diharapkan bagi para ibu hamil untuk mengintegrasikan latihan senam hamil ke dalam rutinitas harian mereka. Aktivitas ini tidak hanya berperan dalam menjaga kebugaran selama mengandung, tetapi juga berfungsi sebagai upaya strategis dalam meminimalisir komplikasi dan meningkatkan kesiapan tubuh saat proses kelahiran tiba.</p> 2026-02-17T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Prosiding Forum Ilmiah dan Diskusi Mahasiwa https://prosidingmhm.mitrahusada.ac.id/index.php/forisma/article/view/1451 FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN ANEMIA PADA IBU HAMIL DI IMOM KLINIK PEKANBARU KECAMATAN PEKANBARU KOTA PROVINSI RIAU TAHUN 2025 2026-02-09T11:48:54+07:00 Friska Lince Panjaitan 2419201219@mitrahusada.ac.id Ariska Fauzianty ariskafauzi@mitrahusada.ac.id Maisya Fitri Anugrah maisyafitri@mitrahusada.ac.id Fajar Riati 2519201196@mitrahusada.ac.id Dormiana Malau 2519201163@mitrahusada.ac.id Apriani Triana Sari Ginting 2219201011@mitrahusada.ac.id Zahara Tuljannah 2319201083@mitrahusada.ac.id <p>ABSTRAK <br />Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara faktor-faktor tersebut dengan kejadian anemia pada ibu hamil. Jenis penelitian ini adalah penelitian analitik korelasi dengan rancangan cross sectional dan jumlah responden sebanyak 40 orang.Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara paritas dengan kejadian anemia pada ibu hamil. Selain itu, juga ditemukan hubungan yang signifikan antara kepatuhan mengonsumsi tablet Fe dengan kejadian anemia pada ibu hamil.Kesimpulan penelitian ini adalah semakin tinggi paritas ibu hamil maka semakin tinggi angka kejadian anemia. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya peningkatan keluarga berkualitas sesuai program BKKBN, yaitu dua anak lebih baik, serta meningkatkan edukasi kepada ibu hamil agar lebih rutin dan benar dalam mengonsumsi tablet Fe</p> 2026-02-17T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Prosiding Forum Ilmiah dan Diskusi Mahasiwa