PENGARUH PEMBERIAN AROMATERAPI JAHE TERHADAP FREKUENSI MUAL MUNTAH PADA IBU HAMIL DENGAN HIPEREMESIS GRAVIDARUM DI PMB LILIS SURYANI KECAMATAN PANYABUNGAN PROVINSI SUMATERA UTARA TAHUN 2025
Keywords:
Aromaterapi Jahe, Mual Muntah, Hiperemesis Gravidarum, Ibu HamilAbstract
Latar belakang: Hiperemesis gravidarum adalah kondisi mual dan muntah berlebihan selama kehamilan yang dapat menyebabkan dehidrasi, gangguan elektrolit, dan menurunkan kualitas hidup ibu hamil. Penanganan nonfarmakologis diperlukan sebagai alternatif yang aman selama kehamilan. Salah satu terapi komplementer yang dapat dipakai adalah aromaterapi jahe, karena memiliki efek antiemetik dan relaksasi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian aromaterapi jahe terhadap frekuensi mual dan muntah pada ibu hamil dengan hiperemesis gravidarum di PMB Lilis Suryani Kecamatan Panyabungan, Provinsi Sumatera Utara, tahun 2025. Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasi eksperimental dengan pendekatan pretest–posttest control group. Sampel berjumlah 45 ibu hamil trimester pertama yang mengalami hiperemesis gravidarum, dibagi menjadi kelompok intervensi dan kontrol. Kelompok intervensi diberikan aromaterapi jahe melalui inhalasi selama 10–15 menit, dua kali sehari, selama tiga hari. Frekuensi mual dan muntah diukur memakai kuesioner Pregnancy-Unique Quantification of Emesis and Nausea (PUQE). Analisis data dilakukan dengan uji paired t-test dan independent t-test, dengan tingkat signifikansi p < 0,05. Hasil: Menunjukkan adanya penurunan signifikan dalam frekuensi mual dan muntah pada kelompok yang diberikan aromaterapi jahe dibandingkan kelompok kontrol. Rerata skor PUQE pada kelompok intervensi menurun secara signifikan setelah pemberian aromaterapi jahe, dengan p < 0,05. Kesimpulan: Pemberian aromaterapi jahe secara signifikan menurunkan frekuensi mual dan muntah pada ibu hamil dengan hiperemesis gravidarum. Aromaterapi jahe dapat dipakai sebagai terapi nonfarmakologis yang aman dan efektif dalam pelayanan kebidanan.
References
Amahoru, R., M, A., & Hadriyanti Hamang, S. (2021). Manajemen Asuhan Kebidanan Antenatal Care pada Ny. A dengan Hiperemesis Gravidarum Tingkat II. Window of Midwifery Journal, 2(2), 107–117. https://doi.org/10.33096/wom.vi.391
Dewi, E. R., Pangaribuan, I. K., & ... (2024). Pelaksanaan Pendidikan Kesehatan Status Gizi pada Ibu Hamil yang Mengalami Hiperemesis Gravidarum Di BPM Mesrida. Keyboard Jurnal …, 1, 53–58.
Hasnita, & Hasnaen. (2021). Efektifitas Pemberian Teh Jahe. Paper Knowledge . Toward a Media History of Documents, XVI(1), 12–26.
Kemenkes. (2025). Pedoman asuhan kebidanan pada ibu hamil termasuk hiperemesis gravidarum. Kemenkes RI.
Manurung, H R, et al. (2022). Intervention Effects in Using an Application Compared with a Module with Pictures on Knowledge, Attitude, and Practice of the Pregnant Women in North Sumatra, Indonesia. Open Access Macedonian Journal of Medical Sciences, 10, 121–125. https://doi.org/10.3889/oamjms.2022.8125
Meliala, et al. (2024). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kejadian Hiperemesis Gravidarum di Puskesmas Kabanjahe. Nursing Applied Journal, 4.
Notoatmodjo, S. (2018). Metodologi Penelitian Kesehatan. PT Rineka Cipta.
Satria Aryasih, I. G. A. P., Yunita Udayani, N. P. M., & Risma Sumawati, N. M. (2022). Pemberian Aromaterapi Peppermint Untuk Mengurangi Mual Muntah Pada Ibu Hamil Trimester I. Jurnal Riset Kesehatan Nasional , 6(2), 139–145. https://ejournal.itekes-bali.ac.id/jrkn
Sinaga, K, et al. (2025). The Relationship Between Midwife Communication And The Level Of Satisfaction Of Pregnant Women In Antenatal Care Services At The Puskesmas Padang Ulak Tanding. Multidisciplinary Journals, 2(1), 1–6. https://doi.org/10.37676/mj.v2i1.663
Sinaga, R., Putri Bakara, S. M., Sinaga, K., Butar Butar, D. S., Damanik, N., Bancin, S. A., & Manalu, V. (2025). Pemberdayaan Ibu Hamil Trimester I Dalam Mengatasi Hiperemesis Gravidarum Menggunakan Jahe Emprit. Jurnal Pengabdian Kolaborasi Dan Inovasi IPTEKS, 3(2), 391–398. https://doi.org/10.59407/jpki2.v3i2.2030
Sugiyono. (2022). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D (Edisi Dua). Bandung: CV Alfabeta.
Tasnim, N., Sinaga, K., Surbakti, I. S., & Sinaga, A. (2024). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kejadian Hiperemesis Gravidarum pada Ibu Hamil di BPM Muliyanti Desa Luengsa Kec . Madat Kab . Aceh Timur Tahun 2023. November.
WHO 2021. (2021). Jurnal Medika Nusantara. Jurnal Medika Nusantara , 2(1), 154–161