MANAJEMEN ASUHAN KEBIDANAN PADA NY. S G3 P2 A0 DENGAN HIPEREMESIS GRAVIDARUM PADA IBU HAMIL TRIMESTER I DI RUANG IGD UPTD KHUSUS RSU HAJI MEDAN

Authors

  • Nita Nasefa Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Medan
  • Friza Novita Sari Situmorang Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Medan
  • Nurannisa Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Medan
  • Salsavira Nazla Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Medan
  • Ririn Rosalina Sihombing Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Medan
  • Ronia Rika Siagian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Medan
  • Tambok Rosmawati Br Gultom Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Medan

Keywords:

Hiperemesis gravidarum, manajemen kebidanan, penatalaksanaan, RSU Haji Medan

Abstract

Latar Belakang: Hiperemesis Gravidarum (HG) merupakan manifestasi klinis mual dan muntah berat yang melampaui kondisi fisiologis emesis gravidarum pada umumnya. Kondisi patologis ini secara sistemik memicu dehidrasi berat, ketidakseimbangan elektrolit, defisit nutrisi, hingga penurunan berat badan yang signifikan, sehingga sering kali memerlukan intervensi medis di lingkungan rumah sakit. Secara global, prevalensi HG tercatat pada kisaran 0,8%–3,2% dari total kehamilan. Namun, disparitas data yang tajam ditemukan di wilayah lokal, di mana angka kejadian di Provinsi Sumatera Utara dilaporkan mencapai 59% dan Kota Medan sebesar 35%. Tingginya prevalensi ini di tingkat regional menunjukkan urgensi klinis yang memerlukan pendekatan preventif, deteksi dini yang presisi, serta manajemen asuhan yang tepat guna. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran komprehensif mengenai penatalaksanaan asuhan kebidanan pada kasus Hiperemesis Gravidarum dan menganalisis urgensi asuhan terintegrasi dalam menekan angka morbiditas maternal di tatanan klinis. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan laporan kasus (case study) dengan metode manajemen kebidanan komprehensif. Lokus penelitian berada di RSU Haji Medan selama periode tahun 2024, di mana data klinis dianalisis secara deskriptif untuk memberikan wawasan tentang pola penanganan pasien HG. Hasil: Di RSU Haji Medan pada tahun 2024, insidensi HG dilaporkan berada pada angka 0,5%–2% dari total kunjungan ibu hamil, dengan 0,32% di antaranya merupakan kasus berat yang memerlukan rawat inap intensif akibat gangguan metabolisme yang mengancam stabilitas hemodinamik ibu. Temuan ini mengindikasikan bahwa meskipun angka hospitalisasi relatif rendah dibandingkan prevalensi kota, tingkat keparahan kasus yang ada tetap memerlukan pengawasan ketat. Kesimpulan: Tingginya kesenjangan data antara tingkat nasional dan lokal di Sumatera Utara menekankan perlunya standarisasi edukasi antenatal dan penanganan dini. Implementasi asuhan kebidanan yang terintegrasi dan berkesinambungan terbukti menjadi instrumen vital dalam meminimalkan risiko komplikasi sistemik pada ibu hamil dengan Hiperemesis Gravidarum, sekaligus memastikan optimalisasi kesejahteraan janin selama masa gestasi.

References

Amahoru, R., M, A., & Hadriyanti Hamang, S. (2021). Manajemen Asuhan Kebidanan Antenatal Care pada Ny. A dengan Hiperemesis Gravidarum Tingkat II. Window of Midwifery Journal, 2(2), 107–117. https://doi.org/10.33096/wom.vi.391

ASEAN Stasistics. (2021). ASEAN Statistical Yearbook 2021. Vol. 18, ASEAN Statistics.

Dewi, E. R., Pangaribuan, I. K., & ... (2024). Pelaksanaan Pendidikan Kesehatan Status Gizi pada Ibu Hamil yang Mengalami Hiperemesis Gravidarum Di BPM Mesrida. Keyboard Jurnal …, 1, 53–58.

Hasnita, & Hasnaen. (2021). Efektifitas Pemberian Teh Jahe. Paper Knowledge . Toward a Media History of Documents, XVI(1), 12–26.

Kemenkes. (2025). Pedoman asuhan kebidanan pada ibu hamil termasuk hiperemesis gravidarum. Kemenkes RI.

Kemenkes RI. (2022). Profil Kesehatan Indonesia 2021. In Pusdatin.Kemenkes.Go.Id.

Meistin, S., Hondro, K., Sinar, V., Pasaribu, O., & Purba, E. M. (2022). Factors Associated with the Irregularity of Antenatal Care Visits at the Amandraya Health Center in South Nias Regency in 2022. 13(02), 904–911.

Meliala, et al. (2024). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kejadian Hiperemesis Gravidarum di Puskesmas Kabanjahe. Nursing Applied Journal, 4.

Mulya, S. (2020). Excellent Midwifery Jurnal. 6(2), 1–7.

Simanullang, E., & Sari, F. (2024). Hubungan Status Nutrisi terhadap Hiperemesis Gravidarum pada Ibu Hamil di Puskesmas Langsa Lama Kota Langsa Tahun 2023. 2(4).

Sinaga, R., Putri Bakara, S. M., Sinaga, K., Butar Butar, D. S., Damanik, N., Bancin, S. A., & Manalu, V. (2025). Pemberdayaan Ibu Hamil Trimester I Dalam Mengatasi Hiperemesis Gravidarum Menggunakan Jahe Emprit. Jurnal Pengabdian Kolaborasi Dan Inovasi IPTEKS, 3(2), 391–398. https://doi.org/10.59407/jpki2.v3i2.2030

Sugiyono. (2020). Metodologi Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R & D.

Tasnim, N., Sinaga, K., Surbakti, I. S., & Sinaga, A. (2024). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kejadian Hiperemesis Gravidarum pada Ibu Hamil di BPM Muliyanti Desa Luengsa Kec . Madat Kab . Aceh Timur Tahun 2023. November.

Downloads

Published

2026-02-17