PENGARUH PIJAT OKSITOSIN PADA IBU NIFAS UNTUK MENINGKATKAN PRODUKSI ASI DI UPTD PUSKESMAS SIMPANG KIRI

Authors

  • Sarmaini Akademi Kebidanan Medica Bakti Persada
  • Marince Kudadiri Akademi Kebidanan Medica Bakti Persada
  • Ricca Nophia Amra Akademi Kebidanan Medica Bakti Persada
  • Riana Angriani Akademi Kebidanan Medica Bakti Persada
  • Intan Meli Saputri TJ Akademi Kebidanan Medica Bakti Persada
  • Isra Prisiska Akademi Kebidanan Medica Bakti Persada

Keywords:

Ibu Nifas, Pijat Oksitosin untuk produksi ASI, ASI

Abstract

Keberlangsungan masa menyusui eksklusif sering kali terhambat oleh rendahnya volume produksi ASI, yang menjadi alasan bagi 38% ibu di Indonesia untuk berhenti memberikan ASI. Stimulasi melalui Pijat Oksitosin pada jalur tulang belakang hingga area costae kelima-keenam ditujukan untuk memfasilitasi pelepasan hormon oksitosin. Selain memberikan efek penenang bagi ibu, teknik ini terbukti efektif dalam mendukung kecukupan produksi air susu ibu. Analisis mengenai pengaruh intervensi pijat oksitosin terhadap kecukupan produksi ASI pada ibu nifas diselenggarakan di UPTD Puskesmas Simpang Kiri. Melalui desain non-equivalent control group dalam kerangka penelitian kuantitatif eksperimen semu, data dikumpulkan dari populasi ibu nifas yang mengalami insufisiensi laktasi di bulan Agustus. Sebanyak 20 responden dilibatkan sebagai sampel, di mana alokasi subjek dibagi menjadi dua kategori, yakni kelompok eksperimen dan kontrol dengan jumlah masing-masing 10 responden. Teknik consecutive sampling diaplikasikan untuk menentukan sampel di lokasi penelitian UPTD Puskesmas Simpang Kiri. Dalam periode lima hari, prosedur pijat oksitosin diberikan kepada kelompok eksperimen sebanyak dua kali sehari, yang dikontraskan dengan pemberian asuhan perawatan payudara pada kelompok kontrol. Melalui uji Mann-Whitney, ditemukan korelasi positif yang sangat signifikan antara pijat oksitosin dengan kelancaran produksi ASI pada tahun 2025 dengan p-value = 0,000. Saran praktis yang diajukan adalah pentingnya diseminasi informasi mengenai teknik ini kepada masyarakat oleh tenaga medis guna mendukung kemandirian keluarga dalam perawatan masa nifas.

References

Afriany, F. S., Nurrohmah, A., & Utami, N. (2024). Penerapan pijat oksitosin terhadap produksi ASI di Ruang Cempaka RSUD Dr. Soehadi Pridjonegoro Sragen. The Journal General Health and Pharmaceutical Sciences Research, 2(3), 56–65.

https://doi.org/10.57213/tjghpsr.v2i1.395

Anggraini, D. S., & Nugraha, N. D. (2023). Effectiveness of oxytocin massage on breast milk excretion in postpartum mothers. Professional Health Journal, 4(2), 268–272. https://doi.org/10.54832/phj.v4i2.367

Doko, T. M., Aristiati, K., dan Hadisaputro, S. (2019). Pengaruh pijat oksitosin yang dilakukan suami terhadap peningkatan produksi ASI pada ibu nifas. Jurnal Keperawatan Silampari, 2(2), 66–86. https://doi.org/10.31539/jks.v2i2.529

Dwi Kurnia, R. (2022). Pengaruh pijat oksitosin terhadap kelancaran ASI pada ibu post partum primipara di Moty Care Baby, Kids & Mom Ciangsana tahun 2022. Akademi Kebidanan KerisHusada, 9.https://ojs.akbidkerishusada.ac.id/index.php/jurnalilmiahkesehatan/article/download/46/35/74

Fara, Y. D., Sagita, Y. D., & Safitry, E. (2022). Implementation of oxytocin massage to boost breast milk production. Jurnal Maternitas Aisyah (JAMAN AISYAH), 3(1), 20–26. https://doi.org/10.30604/jaman.v3i1.404

Fatrin, T. (2022). Perbandingan efektivitas pijat oksitosin dan perawatan payudara dalam meningkatkan kelancaran produksi ASI pada ibu nifas (pasca melahirkan). Jurnal Penelitian Perawat Profesional, 4(2), 61–70. http://jurnal.globalhealthsciencegroup.com/index.php/JPPP/article/download/83/65

Feriyal, D. (2022). Faktor-faktor yang memengaruhi ibu tidak memberikan ASI eksklusif di Desa Sukra Wetan, Kecamatan Sukra, Kabupaten Indramayu, tahun 2022. Jurnal Kesehatan, 1(9), 1033–1042.

Fidiawati, R., Sanjaya, R., Veronica, S. Y., Febriyanti, H., dan Pringsewu, U. A. (2022). Faktor-faktor terkait pemberian ASI eksklusif pada ibu primipara. Ners Akademika, 1(1), 23–28. https://doi.org/10.35912/nersakademika.v1i1.1764

Hidayah, A., & Anggraini, R. D. (2023). Pengaruh pijat oksitosin terhadap produksi ASI pada ibu nifas di BPM Noranita Kurniawati. Journal of Education Research, 4(1), 234–239. https://doi.org/10.37985/jer.v4i1.154

Indrayani, T., & Anggita, P. H. (2019). Pengaruh pijat oksitosin dan pijat payudara terhadap produksi ASI ibu postpartum di RB

Citra Lestari Kecamatan Bojonggede Kota Bogor tahun 2018. Journal for Quality in Women's Health, 2(1), 65–73. https://doi.org/10.30994/jqwh.v1i2.30

Fatrin, T. (2022). Perbandingan efektivitas pijat oksitosin dan perawatan payudara dalam meningkatkan kelancaran produksi ASI pada ibu nifas (postpartum). Jurnal Penelitian Perawat Profesional, 4(2), 61–70. Tersedia di http://jurnal.globalhealthsciencegroup.com/index.php/JPPP/article/download/83/65

Feriyal, D. (2022). Faktor-faktor yang mempengaruhi ibu untuk tidak memberikan ASI eksklusif di Desa Sukra Wetan, Kecamatan Sukra, Kabupaten Indramayu, tahun 2022. Jurnal Kesehatan, 1(9), 1033–1042.

Fidiawati, R., Sanjaya, R., Veronica, S. Y., Febriyanti, H., & Pringsewu, U. A. (2022). Faktor-faktor yang berhubungan dengan pemberian ASI eksklusif pada ibu primipara. Ners Akademika, 1(1), 23–28. https://doi.org/10.35912/nersakademika.v1i1.1764

Hidayah, A., & Anggraini, R. D. (2023). Pengaruh pijat oksitosin terhadap produksi ASI pada ibu nifas di BPM Noranita Kurniawati. Journal of Education Research, 4(1), 234–239. https://doi.org/10.37985/jer.v4i1.154

Indrayani, T., & Anggita, P. H. (2019). Pengaruh pijat oksitosin dan pijat payudara terhadap produksi ASI ibu postpartum di RB Citra Lestari Kecamatan Bojonggede Kota Bogor tahun 2018. Journal for Quality in Women's Health, 2(1), 65–73. https://doi.org/10.30994/jqwh.v1i2.30

Ismanti, R., & Musfirowati, F. (2021). Pengaruh pijat oksitosin terhadap produksi ASI pada ibu postpartum: tinjauan pustaka. Jurnal Rumpun Ilmu Kesehatan, 1(1), 68–77. https://doi.org/10.55606/jrik.v1i1.1542

Komalasari, E., & Riona, H. (2020). Faktor-faktor penyebab kejadian stunting pada balita. Jurnal Ilmiah Kebidanan Imelda, 1(2), 45–49.

Lampung, D. P. (2022). Profil Dinas Kesehatan Provinsi Lampung. Dinkes Provinsi Lampung.

Mariyami, T., & Sanjaya, R. (2022). The relationship between low birth weight (LBW) and breastfeeding status with the occurrence of stunting in infants under two years old. Journal of Current Health Sciences, 2(1), 13–18. https://doi.org/10.47679/jchs.202231

Nurainun, E., & Susilowati, E. (2021). Pengaruh pijat oksitosin terhadap produksi ASI pada ibu nifas: Tinjuan pustaka. Jurnal Kebidanan Khatulistiwa, 7(1) 20–26.

Rahmatia, S., Hariani, H., Mawaddah, N., & Mustari, N. (2022). Pengaruh pijat oksitosin terhadap kelancaran produksi ASI pada ibu postpartum. Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar, 13(2), 225. https://doi.org/10.32382/jmk.v13i2.3015

Saputri, I. N., Ginting, D. Y., dan Zendato, I. C. (2019). Pengaruh pijat oksitosin terhadap produksi ASI pada ibu postpartum. Jurnal Kebidanan Kestra (JKK), 2(1), 68–73. https://doi.org/10.35451/jkk.v2i1.249 Sungkar,

N. L., & Gati, N. W. (2023) melakukan studi tentang penerapan pijat oksitosin oleh suami terhadap produksi ASI pada ibu nifas di Desa Ngrukuh, Kabupaten Klaten, yang dipublikasikan dalam Jurnal Mahasiswa Ilmu Kesehatan, volume 1, edisi 4, halaman 193–203. Selain itu, Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023 juga menjadi sumber data terkait kondisi kesehatan di Indonesia RI.

Zulfatunnisa’, N., dan Dewi, W. P. (2024). Efektivitas pijat oksitosin oleh suami terhadap produksi ASI pada primipara. Jurnal Kebidanan Indonesia, 15(2), 164. https://doi.org/10.36419/jki.v15i2.1101 Region.http://www.wpro.who.int/internet/resources.ashx/NUT/Global+Facts+and+Figures.pdf [diakses 9 April 2018]

Downloads

Published

2026-02-17