UPAYA PROMOTIF PENCEGAHAN STUNTING MELALUI EDUKASI GIZI SEIMBANG DI RUNDENG KOTA SUBULUSSALAM TAHUN 2026

Authors

  • Khairani Lingga Akademi Kebidanan Medica Bakti Persada
  • Fitriani Bancin Akademi Kebidanan Medica Bakti Persada
  • Rahayu Ningsih Akademi Kebidanan Medica Bakti Persada
  • Santiana Akademi Kebidanan Medica Bakti Persada
  • Eli Suyiyanti Akademi Kebidanan Medica Bakti Persada
  • Suang Akademi Kebidanan Medica Bakti Persada

Keywords:

Edukasi Gizi, Gizi Seimbang, Promotif, Stunting

Abstract

Manifestasi status gizi individu dipengaruhi secara linear oleh pola konsumsi pangan, sehingga implementasi nutrisi seimbang menjadi instrumen krusial dalam mitigasi stunting. Selain faktor asupan, kondisi patologis seperti penyakit infeksi turut memberikan kontribusi langsung terhadap profil nutrisi. Upaya pemenuhan gizi di tingkat rumah tangga sangat bergantung pada literasi kesehatan orang tua, khususnya peran ibu dalam mengkurasi asupan nutrisi yang proporsional bagi balita. Urgensi intervensi edukatif mengenai nutrisi berimbang didasari oleh rendahnya literasi gizi orang tua serta implikasi negatif yang ditimbulkannya. Program edukasi ini idealnya diinisiasi sejak fase pra-konsepsi hingga anak mencapai usia dua tahun (1000 Hari Pertama Kehidupan) guna menjamin kematangan tumbuh kembang yang optimal. Lebih lanjut, internalisasi prinsip gizi seimbang harus diadopsi oleh seluruh unit keluarga secara inklusif di setiap jenjang usia. Sebagai langkah konkret, program penyuluhan dilakukan bagi orang tua di PAUD Terpadu Sabila untuk mengakselerasi pemahaman mendalam mengenai pola konsumsi sehat. Keberhasilan intervensi edukatif ini diukur melalui instrumen evaluasi pre-test dan post-test yang didistribusikan kepada responden. Hasil komparasi data mengungkapkan adanya transformasi pemahaman gizi yang sangat signifikan di kalangan orang tua. Secara spesifik, tingkat literasi gizi dalam kategori "baik" yang awalnya hanya mencapai 51% pada fase awal, mengalami eskalasi yang impresif hingga mencapai angka 100% setelah seluruh rangkaian penyuluhan dituntaskan.

References

Aisyah IS, Yunianto AE. Hubungan antara asupan energi dan protein dengan kejadian stunting pada balita berusia 24-59 bulan di Kelurahan Karanganyar, Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya. Jurnal Kesehatan Komunitas Indonesia. 2021;17(1):240–6.

Kurniasih D, Hilmansyah H, Astuti MP, Imam S. Sehat dan Bugar Berkat Gizi Seimbang. Dalam buku yang diedit oleh Soekirman dan Afriansyah N. Jakarta: PT Gramedia; 2010, halaman 1–144.

Menteri Kesehatan RI. Kementerian Kesehatan RI. 2019. hlm. 1–33. Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 28 Tahun 2019 tentang Angka Kecukupan Gizi yang Dianjurkan untuk Masyarakat Indonesia.

Natara AI, Siswati T, Sitasari A. Hubungan antara asupan zat gizi makro dan mikro dengan kejadian stunting pada balita usia 12-59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Radamata. Journal of Nutrition College. 2023;12(3):192–7.

Trihono, Thaha AR, Musadad A, Junaidi P, Kusnanto H, Sugihantono A, dkk. Kementerian Kesehatan RI, Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan. 2024. Halaman 1–964 Survei Kesehatan Indonesia (SKI) dalam Angka.

Yuliantini E, Kamisah, Maigoda TC, Ahmad A. Hubungan Asupan Makanan dengan Kejadian Stunting di Keluarga Nelayan Kota Bengkulu. AcTion: Jurnal Nutrisi Aceh. 2022;7(1):79–88.

Downloads

Published

2026-02-17