OPTIMALISASI SISTEM KEGAWATDARURATAN KESEHATAN DALAM MEMBANGUN RESILIENSI NASIONAL TERHADAP BENCANA ALAM
Keywords:
Kata Kunci: Bencana Alam, Kegawatdaruratan, Resiliensi Nasional,Abstract
Indonesia termasuk negara dengan tingkat bencana yang tinggi, baik bencana alam maupun non-alam. Berdasarkan catatan Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, sepanjang tahun 2024 tercatat kurang lebih 2.700 kejadian bencana, dengan kejadian banjir sebagai yang paling dominan (857 kejadian), disusul angin puting beliung (453 kejadian) dan kebakaran hutan serta lahan (442 kejadian). Metode penelitian yang di lakukan adalah study literatur, sumber data diperoleh dari basis data ilmiah seperti Google Scholar, PubMed, dan Portal Garuda, serta dokumen yang diterbitkan oleh lembaga terkait. Hasil penelitian berdasarkan jurnal yang telah di rivew, penanganan bencana di bidang kesehatan masih menghadapi berbagai keterbatasan, terutama dalam pemenuhan kebutuhan kelompok rentan seperti perempuan, anak-anak, penyandang disabilitas, dan lanjut usia. Kesiapan sistem kesehatan dalam menghadapi situasi bencana belum sepenuhnya memadai. Maka dari itu partisipasi kelompok rentan dalam seluruh proses pengurangan risiko bencana sangat diperlukan agar penanganan bencana lebih tepat sasaran dan inklusif. Serta optimalisasi sistem kegawatdaruratan kesehatan perlu didukung oleh pemanfaatan teknologi, peningkatan kapasitas tenaga kesehatan melalui pelatihan dan simulasi secara rutin, serta kebijakan yang berkesinambungan.
References
REFERENSI
Achmad Kusyairi, A. F. (2025). Support System Kebencanaan Di Rumah Sakitkabupaten Probolinggo. Jurnal Kesehatan Tambusai.
Bappenas. (2023). Luncurkan Rancangan Akhir RPJPN 2025-2045, Presiden Paparkan Visi Indonesia Emas 2045.
BNBP. (2025). Buku Data Bencana Indonesia Tahun 2024.
Brury A. Husaini, S. S. (2025). Enhancing hospital disaster resilience: Key indicator identification and framework innovation. Jurnal Of Disaster Risk Studies .
dr. Siti Nadia Tarmizi, M. (2024, Oktober 04). Wamenkes Tekankan integrasi NCC, PCC, PSC, 119 Untuk
Kegawatdaruratan Terpadu.
Gulo, K. (2022). Analisis Kesiapsiagaan Manajemen Kegawatdaruratan Dan Bencana Berdasarkan Hospital Safety Index (HSI) PAHO/WHO DI RS DKT
DR. Soetarto Yogyakarta. Jurnal Kebijakan Kesehatan Indonesia : JKKI.
Kemenkes. (2024). Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu (SPGDT). Jakarta.
Putri Hasanah Harahap, Y. D. (2025).
Kesiapsiagaan Bencana: Langkahpenting Untuk Mengurangi Risiko. Medic Nutrica.