FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI RENDAHNYA MINAT WANITA USIA SUBUR DALAM MEMILIH ALAT KONTRASEPSI IUD DI DESA URING KECAMATAN PEGASING KABUPATEN ACEH TENGGARA

Authors

  • Malinda Natsya Nasution Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Medan
  • Anna Waris Nainggolan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Medan
  • Sastra Amelia Siahaan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Medan
  • Sri Juwita Stefani Pardosi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Medan
  • Gloria Elza Zebua Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Medan
  • Saqinatul Mukarromah Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Medan

Keywords:

Minat Wanita Usia Subur (WUS), Kontrasepsi IUD, Alat Kontrasepsi Jangka Panjang (AKJP), Dukungan Suami, Pengetahuan Kesehatan Reproduksi.

Abstract

Program Keluarga Berencana (KB) adalah pilar utama dalam mengendalikan pertumbuhan penduduk dan meningkatkan kesehatan ibu serta anak di Indonesia. Salah satu metode kontrasepsi yang paling direkomendasikan secara medis adalah Intrauterine Device (IUD) karena efektivitasnya yang jangka panjang dan efisien. Namun, di Desa Uring, Kecamatan Pegasing, terdapat kesenjangan besar; minat Wanita Usia Subur (WUS) terhadap IUD masih sangat rendah dibandingkan dengan metode hormonal seperti suntik atau pil. Rendahnya minat ini disebabkan oleh kurangnya pengetahuan tentang keunggulan dan cara kerja IUD. Banyak masyarakat terjebak mitos dan persepsi keliru, seperti kekhawatiran alat tersebut bergeser di dalam tubuh atau menyebabkan gangguan kesehatan serius. Ketidaktahuan ini menjadi hambatan psikologis, sehingga mereka lebih memilih metode yang dianggap lebih "aman" meskipun memerlukan pemakaian yang lebih rutin. Dukungan dari lingkungan sosial, terutama suami, juga penting dalam pengambilan keputusan reproduksi. Di Desa Uring, keputusan penggunaan kontrasepsi seringkali tidak hanya bergantung pada istri, tetapi juga sangat dipengaruhi izin atau restu suami. Kurangnya keterlibatan pria dalam edukasi kesehatan reproduksi menyebabkan minimnya dukungan moral, sehingga pasangan lebih memilih kontrasepsi jangka pendek. Faktor ekonomi dan akses juga berpengaruh; meskipun dalam jangka panjang IUD lebih hemat biaya, biaya pemasangan awal dan kekhawatiran efek samping yang mengganggu produktivitas kerja menjadi pertimbangan keluarga. Masyarakat cenderung memilih metode yang prosedurnya dianggap lebih sederhana dan tidak memerlukan tindakan medis yang masih dianggap menakutkan di desa. Secara keseluruhan, rendahnya minat terhadap IUD di Desa Uring pada 2022 disebabkan oleh keterbatasan informasi, pengaruh budaya patriarki, dan ketakutan terhadap prosedur medis. Pendekatan edukasi yang lebih personal dan menyentuh sisi emosional masyarakat sangat dibutuhkan, bukan sekadar sosialisasi formal, agar persepsi negatif bisa dikikis. Dengan pemahaman yang benar, diharapkan kesadaran wanita usia subur untuk beralih ke metode kontrasepsi jangka panjang meningkat demi kesejahteraan keluarga

References

Gustika, S., Yun, D. C., & Nainggolan, A. W. (2024). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Rendahnya Minat Wanita Usia Subur dalam Memilih Alat Kontrasepsi IUD di Desa Uring Kecamatan Pegasing Kabupaten Aceh TenggaraTahun 2022. An-Najat, 2(4), 216-223.

Situmorang, F. N., Nainggolan, A. W., Purba, E. M., Nadeak, Y., Manullang, R., Kurnia, O., & Siadari, Y. (2023). Pemberdayaan Pasangan Usia Subur untuk Berperan Serta Aktif dalam Peningkatan

Penggunaan Alat Kontrasepsi. TAAWUN, 3(01), 73-82.

BKKBN. (2021). Profil Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi di Indonesia. Jakarta: Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional.

Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Tenggara. (2022). Laporan Tahunan Program Kesehatan Ibu dan Anak serta Keluarga Berencana. Kutacane: Dinas Kesehatan.

Hartanto, H. (2021). Keluarga Berencana dan Kontrasepsi. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan.

Marmi. (2016). Pelayanan KB dan Pengendalian Penduduk. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Ningsih, S., & Fitriani, A. (2022). "Analisis Faktor Budaya dan Dukungan Suami terhadap Rendahnya Minat IUD di Wilayah Kerja Puskesmas Aceh". Jurnal Kesehatan Masyarakat dan Kebidanan, 4(2), 112-120.

Priyanti, S., & Irawati, S. (2019). "Pengetahuan, Sikap, dan Minat Ibu dalam Penggunaan Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR)". Jurnal Ilmiah Kesehatan, 12(1), 45-53.

Saifuddin, A. B. (2020). Buku Panduan Praktis Pelayanan Kontrasepsi. Jakarta: PT Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo.

Wulandari, R., dkk. (2022). "Hambatan Psikologis dan Mitos dalam Pemilihan Kontrasepsi

Downloads

Published

2026-02-12