FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN BAYI BERAT LAHIR RENDAH (BBLR) DI RSU CITRA MEDIKA KECAMATAN PERCUT SEI TUAN PROVINSI SUMATERA UTARA TAHUN 2024
Keywords:
BBLR, Anemia, Usia Gestasi, RSU Citra Medika, Percut Sei TuanAbstract
Latar Belakang: Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) tetap menjadi masalah kesehatan global yang berkontribusi signifikan terhadap angka kematian dan kesakitan neonatal. Faktor ibu, janin, dan lingkungan berperan penting dalam menentukan berat badan lahir. Di RSU Citra Medika, yang melayani wilayah padat penduduk di Percut Sei Tuan, angka kejadian BBLR memerlukan pemantauan serius guna menekan komplikasi jangka panjang. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian BBLR di RSU Citra Medika, Kecamatan Percut Sei Tuan, Provinsi Sumatera Utara pada tahun 2024. Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian analitik observasional dengan desain case-control. Populasi penelitian mencakup seluruh ibu yang melahirkan di RSU Citra Medika selama tahun 2024. Sampel terdiri dari kelompok kasus (ibu dengan bayi BBLR) dan kelompok kontrol (ibu dengan bayi berat lahir normal). Data diperoleh dari rekam medis dengan variabel penelitian meliputi usia ibu, paritas, usia gestasi, kadar hemoglobin (anemia), dan status gizi (LILA). Hasil: Analisis statistik menggunakan uji chi-square menunjukkan bahwa faktor yang paling dominan mempengaruhi kejadian BBLR adalah usia gestasi (prematuritas), kadar hemoglobin ibu (anemia pada kehamilan), dan status gizi ibu (). Ibu dengan anemia memiliki risiko lebih tinggi melahirkan bayi BBLR akibat gangguan suplai nutrisi melalui plasenta. Kesimpulan: Usia gestasi dan status anemia ibu merupakan faktor risiko utama kejadian BBLR di RSU Citra Medika. Disarankan bagi tenaga kesehatan untuk meningkatkan kualitas asuhan antenatal (Antenatal Care) melalui pemantauan status gizi dan pemberian tablet tambah darah secara intensif untuk mencegah kelahiran bayi dengan berat rendah
References
Cunningham, F. G., Leveno, K. J., Bloom, S. L., Dashe, J. S., Hoffman, B. L., Casey, B. M., & Spong, C. Y. (2022). Williams Obstetrics (26th ed.). McGraw-Hill Education.
Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara. (2023). Profil Kesehatan Provinsi Sumatera Utara Tahun 2022. Medan: Dinkes Sumut.
Kemenkes RI. (2024). Memperlancar Produksi ASI.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2021). Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran: Tata Laksana Pre-Eklamsia. Jakarta: Kemenkes RI.
Manggala, A. K., et al. (2020). Risk Factors Associated with Severe Preeclampsia. Journal of Pregnancy, 2020, 1-6.
Manuaba, I. G. B. (2019). Ilmu Kebidanan, Penyakit Kandungan, dan KB untuk Pendidikan Bidan. Jakarta: EGC.
Prawirohardjo, S. (2020). Ilmu Kebidanan. Jakarta: PT Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo.
Riyanto, A. (2022). Aplikasi Metodologi Penelitian Kesehatan. Yogyakarta:
Nuha Medika.
Simanullang, E. (2019). HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU HAMIL TENTANG HIPERTENSI DALAM KEHAMILAN TERHADAP RESIKO PREEKLAMSIA BERAT. Excellent Midwifery Journal, 2.
Sinaga, SN, et al. (2022). The Increase of Knowledge, Attitude, and Practice of Husbands toward the Prenatal Care of their Wives Using the Illustrations Having the Local Cultural Nuance. Open Access Macedonian Journal of Medical Sciences, 10(E), 525–530. https://doi.org/10.3889/oamjms.2022.8092
World Health Organization. (2023). Trends in Maternal Mortality 2000 to 2020: Estimates by WHO, UNICEF, UNFPA, World Bank Group and UNDESA/Population Division. Geneva: WHO.
Hutahaean, N. (2022). Hubungan Umur Dan Paritas Ibu Bersalin Dengan Preeklamsia Di Klinik Pratama Martua Sudarlis Medan Tahun 2022. Excellent Midwifery Journal, 5(2), 65-75.
Tambunan, E. S. M. Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Solusio Plasenta Di Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik Tahun 2023.
WHO. (2023). Nursing Care mortality rates. World Health Forum.