FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN MOLAHIDATIDOSA DI RUMAH SAKIT UMUM PUSAT HAJI ADAM MALIK PROVINSI SUMATERA UTARA TAHUN 2024

Authors

  • Oktavania Damanik Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Medan
  • Siti Nurmawan Sinaga Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Medan
  • Ngarap Muliana Romaito Harahap Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Medan
  • Dwi Vivi Nainggolan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Medan
  • Melia Ningsih Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Medan
  • Efryanti Kristin Pakpahan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Medan

Keywords:

Molahidatidosa, Faktor Risiko, Ibu Hamil, RSUP Haji Adam Malik, Sumatera Utara.

Abstract

Latar Belakang: Molahidatidosa merupakan neoplasma trofoblas jinak yang berpotensi menjadi ganas jika tidak ditangani dengan tepat. Faktor risiko kejadian ini bersifat multifaktorial, mulai dari aspek biologis hingga gaya hidup. Sebagai rumah sakit rujukan tersier di Sumatera Utara, RSUP Haji Adam Malik menangani berbagai kasus molahidatidosa dengan tingkat kompleksitas yang bervariasi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian molahidatidosa di RSUP Haji Adam Malik Provinsi Sumatera Utara pada tahun 2024. Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian analitik observasional dengan desain case-control. Kelompok kasus adalah ibu dengan diagnosis molahidatidosa, sedangkan kelompok kontrol adalah ibu dengan kehamilan normal. Data dikumpulkan melalui rekam medis pasien selama periode tahun 2024. Variabel yang dianalisis meliputi usia ibu, paritas, riwayat obstetri (keguguran sebelumnya), status gizi (IMT), dan tingkat pendidikan/sosial ekonomi. Hasil:Analisis data menggunakan uji chi-square menunjukkan bahwa faktor risiko yang signifikan terhadap kejadian molahidatidosa adalah usia ibu ekstrem (<20 tahun atau >35 tahun), riwayat kehamilan mola sebelumnya, dan paritas tinggi (). Selain itu, terdapat kecenderungan hubungan antara status gizi yang buruk (defisit vitamin A dan karoten) dengan peningkatan risiko pembentukan trofoblas yang abnormal. Kesimpulan: Usia reproduksi yang tidak aman dan riwayat obstetri buruk merupakan faktor risiko utama molahidatidosa di RSUP Haji Adam Malik. Disarankan perlunya peningkatan deteksi dini melalui pemeriksaan USG pada awal trimester pertama, terutama pada ibu dengan faktor risiko tinggi, untuk mencegah komplikasi lebih lanjut.

References

Fara, Y.D. et al. (no date) “Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Ungu (ABDI KE UNGU) GIZI SEIMBANG PADA IBU HAMIL,” Journal Homepage, pp. 170–174. Available at: http://journal.aisyahuniversity.ac.id/index.php/Abdi.

Kemenkes RI (2022) Profil Kesehatan Indonesia 2021, Pusdatin.Kemenkes.Go.Id.

Prawirohardjo, S. (2022). Ilmu Kebidanan. Jakarta: PT Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo.

Proverawati, A. (2021). Anemia dan Anemia Kehamilan. Yogyakarta: Nuha Medika.

Rukiyah, A. Y., dkk. (2021). Asuhan Kebidanan II (Persalinan). Jakarta: Trans Info Media.

Simarmata, M., & Panjaitan, E. (2024). Factors Influencing The Incidence Of Cervical Cancer In Patients At Adam Malik Hospital. INTERNATIONAL JOURNAL OF MIDWIFERY RESEARCH, 4(2

Simarmata, B. M. (2025). Bunga Rampai Pengelolaan Kesehatan Ibu Hamil Dengan Komplikasi.

Sinaga, R. et al. (2025) “Pemberdayaan Ibu Hamil Trimester I Dalam Mengatasi Hiperemesis Gravidarum Menggunakan Jahe Emprit,” Jurnal Pengabdian Kolaborasi dan Inovasi IPTEKS, 3(2), pp. 391–398. Available at: https://doi.org/10.59407/jpki2.v3i2.2030.

WHO (2023) Nursing Care mortality rates, World Health Forum.

Downloads

Published

2026-02-12