EFEKTIVITAS KOLABORASI DALAM PENINGKATAN KOMPETENSI MAHASISWA KEBIDANAN MELALUI PEMBELAJARAN BERKELANJUTAN DENGAN PERAN DAN TANGGUNG JAWAB BIDAN
Keywords:
Kompetensi Mahasiswa, Pendidikan Berkelanjutan, Kolaborasi, BidanAbstract
Latar Belakang: Transformasi pendidikan kebidanan menuntut mahasiswa tidak hanya menguasai aspek kognitif, tetapi juga kompetensi kolaboratif dalam tim kesehatan. Kurangnya sinkronisasi antara teori pembelajaran dengan peran nyata bidan di lapangan seringkali menjadi hambatan dalam kesiapan kerja lulusan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas metode kolaborasi dalam meningkatkan kompetensi mahasiswa kebidanan melalui model pembelajaran berkelanjutan yang diintegrasikan dengan peran dan tanggung jawab profesional bidan. Metode: Penelitian ini menggunakan desain mixed-methods dengan rancangan quasi-experiment pada mahasiswa tingkat akhir kebidanan. Intervensi berupa model pembelajaran berbasis kasus ( case-based learning) yang melibatkan kolaborasi antara mahasiswa, dosen, dan praktisi bidan di lahan praktik secara berkelanjutan selama satu semester. Kompetensi diukur menggunakan instrumen penilaian klinis terstandar dan kuesioner persepsi peran profesional.
Hasil: Analisis menunjukkan peningkatan signifikan pada skor kompetensi klinis dan manajerial mahasiswa () setelah mengikuti model pembelajaran kolaboratif. Mahasiswa menunjukkan pemahaman yang lebih mendalam mengenai batasan wewenang, tanggung jawab etis, dan pentingnya komunikasi interprofesi dalam menurunkan angka kematian ibu dan bayi. Pembelajaran berkelanjutan memberikan ruang bagi mahasiswa untuk menginternalisasi nilai-nilai profesionalisme bidan secara bertahap.
Kesimpulan:
Kolaborasi antara institusi pendidikan dan praktisi klinis melalui pembelajaran berkelanjutan efektif dalam meningkatkan kesiapan kompetensi mahasiswa. Model ini disarankan untuk diterapkan dalam kurikulum kebidanan guna menghasilkan lulusan yang kompeten dan siap bertanggung jawab secara profesionalReferences
Barr, H., & Low, H. (2019). Introducing Interprofessional Education. Journal of Interprofessional Care, 33(4), 312-315.
Bogren, S., et al. (2019). What is required for implementing the international standard of midwifery education? A qualitative study of midwives' views in Malawi. Women and Birth, 32(4), e443-e452.
Chairiyah Royani. 2022. Peningkatan Pengetahuan Tugas dan Wewenang Bidan Dalam Meningkatkan Kualitas Pelayanan di Ranting Pondok Gede. Artikel Pengabdian Masyarakat. Jayapura.
Gumilar, Rosid, Harsono dan Minsih. 2024. Peranan Supervisi Dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran Berkelanjutan. Jurnal Ilmiah Pendidikan Citra bakti. Surakarta.
Homer, C. S. E. (2016). Models of childbirth care: Best practice for the birth of a tiny human. Journal of
Paediatrics and Child Health, 52(2), 214-216.
Lestari, S., & Susanti, A. (2022). Pengaruh Interprofessional Education (IPE) Terhadap Kesiapan Kolaborasi Mahasiswa Kesehatan. Jurnal Pendidikan Kedokteran Indonesia, 11(2), 145-155
Moran, M., et al. (2020). The role of mentorship in midwifery education: A systematic review. Nurse Education in Practice, 44, 102773.
Nurlina, N., & Rosidah, R. (2023). Tantangan Transformasi Kompetensi Mahasiswa Kebidanan pada Era Digital. Jurnal Kebidanan dan Keperawatan, 14(1), 88-97.
Ufia, Agung dan Wahjoedi. 2024. Meningkatkan Kompetensi Mahasiswa Melalui Program Magang Sebagai Upaya Peningkatan Hard Skill dan Soft. Journal Of Knowledge and Collaboration. Arbain Publishing. Surabaya.
Zulfa, Rizqi dan Nur. 2022. Career Guidance : Strategi Meningkatkan Kompetensi Mahasiswa. Journal UMS. Abdi Psikonomi. Surakarta