FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN RETENSIO PLASENTA PADA IBU BERSALIN DI RSUP HAJI ADAM MALIK MEDAN TAHUN 2024

Authors

  • Indri Heny Damanik Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Medan
  • Rinayanti Manurung Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Medan
  • Desiyanti Rajagukguk Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Medan
  • Hesti Desmawati Gulo Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Medan
  • Pina Febrianti Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Medan
  • Yuli Kartika Tindaon Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Medan

Keywords:

Retensio Plasenta, Faktor Risiko, Ibu Bersalin, Kuretase, RSUP Haji Adam Malik

Abstract

Latar Belakang: Retensio plasenta merupakan kegagalan lepasnya plasenta dalam waktu 30 menit setelah bayi lahir, yang menjadi penyebab signifikan perdarahan pasca persalinan (postpartum hemorrhage). Di RSUP Haji Adam Malik Medan, sebagai rumah sakit rujukan utama, kasus retensio plasenta seringkali datang dengan kondisi penyerta yang kompleks. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian retensio plasenta pada ibu bersalin di RSUP Haji Adam Malik Medan pada tahun 2024. Metode: Jenis penelitian ini adalah survei analitik dengan desain case-control. Populasi penelitian mencakup seluruh ibu bersalin yang tercatat di rekam medis tahun 2024. Sampel diambil dengan teknik random sampling yang terdiri dari kelompok kasus (ibu dengan retensio plasenta) dan kelompok kontrol (ibu tanpa retensio plasenta). Variabel yang diteliti meliputi umur ibu, paritas, riwayat kuretase, jarak kehamilan, dan riwayat persalinan sesar. Hasil: Analisis data menunjukkan bahwa faktor risiko yang paling berpengaruh terhadap kejadian retensio plasenta adalah riwayat kuretase sebelumnya (), paritas tinggi (grandemultipara), dan usia ibu di atas 35 tahun. Riwayat trauma pada endometrium (akibat kuretase atau tindakan intrauterin sebelumnya) terbukti meningkatkan risiko perlekatan plasenta yang abnormal. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara riwayat kuretase dan paritas dengan kejadian retensio plasenta. Disarankan bagi tenaga kesehatan untuk memperketat skrining pada ibu hamil dengan riwayat obstetri tersebut guna persiapan manajemen kala III yang lebih waspada di fasilitas rujukan.

References

Cunningham, F. G., et al. (2022). Williams Obstetrics (26th edition). New York: McGraw-Hill Education.

Kemenkes RI. (2022). Profil Kesehatan Indonesia 2021. In Pusdatin.Kemenkes.Go.Id.

Notoatmodjo, S. (2018). Metodologi Penelitian Kesehatan. PT Rineka Cipta.

Prawirohardjo, S. (2023). Ilmu Kebidanan Sarwono Prawirohardjo (Edisi Terbaru). Jakarta: PT Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo.

Simanullang, E., Linda, L., & Sinaga, K. (2022). Pengaruh Aroma Terapi Mawar Terhadap Tingkat Kecemasan Ibu Bersalin Kala I. Indonesian Health Issue, 1(1), 90–97. https://doi.org/10.47134/inhis.v1i1.16

Sinaga, R, et al. (2024). Pengaruh Terapi Birthball terhadap Kemajuan Persalinan Kala I pada Ibu Bersalin di Pustu Bangun Rejo Kecamatan Tanjung Morawa Kabupaten Deli Serdang Provinsi Sumatera Utara Tahun 2024. Jurnal Sains Dan Kesehatan, 8(1), 91–101. https://doi.org/10.57214/jusika.v8i1.549

Siregar, R. A., et al. (2025). Pengaruh Riwayat Kuretase dan Paritas terhadap Risiko Perlekatan Plasenta Abnormal pada Ibu Bersalin. Jurnal Publikasi Kebidanan Indonesia, 12(2), 88-95.

Sugiyono. (2018). Metode Penelitian Kuantitatif. Alfabeta.

Tuz zahroh, Y. A. qomariah, Situmorang, T. S., Ernamari, E., Sibarani, L. E., & Manisa, I. (2022). Edukasi Pemilihan Penolong Persalinan Di Desa Pasar Iii Natal Kecamatan Natal Kabupaten Mandailing Natal Tahun 2022.

Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR), 5, 1–10. https://doi.org/10.37695/pkmcsr.v5i0.1835

WHO. (2023). Nursing Care mortality rates. World Health Forum.

Downloads

Published

2026-02-12