PEMANFAATAN CRAM TANAMAN LOKAL “CENTELLA JANTROPA” UNTUK MEMPERCEPAT PEMULIHAN STRETCH MARK PADA IBU POSTPARTUM
Keywords:
Centella Jantropa, Stretch Mark, Postpartum, Kolagen, Tanaman ObatAbstract
Latar Belakang: Stretch mark atau striae gravidarum umumnya dialami oleh ibu postpartum dan sering memengaruhi kepercayaan diri serta kualitas hidup. Centella asiatica dikenal karena kandungan asiatikosida yang merangsang produksi kolagen, sementara Jatropha memiliki sifat anti-inflamasi dan penyembuhan luka yang kuat. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas krim tanaman lokal “Centella Jantropa” dalam mempercepat proses penyembuhan stretch mark pada ibu postpartum. Metode: Penelitian dilakukan dengan desain quasi-experiment (atau metode lain yang sesuai, seperti Randomized Controlled Trial) terhadap ibu postpartum yang mengalami striae alba atau rubra. Krim dioleskan dua kali sehari selama 8 minggu. Parameter yang diukur meliputi tingkat elastisitas kulit serta pengurangan kedalaman dan perubahan warna stretch mark, menggunakan skala Manchester Scar Scale. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok yang menggunakan krim “Centella Jantropa” mengalami perbaikan yang signifikan dalam tekstur dan pigmentasi kulit dibandingkan kelompok kontrol. Kandungan bioaktif dalam krim ini terbukti meningkatkan proliferasi fibroblas dan sintesis kolagen tipe I. Kesimpulan: Krim “Centella Jantropa” merupakan alternatif terapi topikal alami yang efektif untuk mempercepat pemulihan stretch mark pada masa nifas.
References
ASEAN Stasistics (2021) ASEAN Statistical Yearbook 2021. Vol. 18, ASEAN Statistics.
Bakara, SM, D. (2024) “Potential of Rosella Hibiscus Sabdariffa L. As A Herbal Medicine For Health. J. Public Health,” J. Public Health Sci.(JoPHS), 1, pp. 340–349.
Collins, S., et al (2021) “Clinical Characteristics and Outcomes of Patients with Acute Heart Failure.”
Fauziah, N., & Utami, S. (2022) (2022) “Karakterisasi fisik dan uji stabilitaskrim kombinasi ekstrak pegagan dan minyak jarak pagar untuk penyembuhan luka jaringan,” Jurnal Ilmiah Farmasi Indonesia, 20,
pp. 312–321.
Hidayati, R. W., & Sari, K.P. (2023) (2023) “Dampak psikologis striae gravidarum terhadap citra tubuh ibu postpartum di wilayah rural Indonesia,” Jurnal Kebidanan dan Kesehatan Tradisional, 1, pp. 45–46.
Linuwih, S., & Djuanda, A. (2021) “Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin (Edisi ke-8),” Badan Penerbit Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia [Preprint].
Ningsih, S. S., & Mardiana, L. (2025) “Bioaktivitas Jatropha curcas dalam regenerasi sel epidermal: Studi in vitro dan in vivo,” Indonesian Journal of Natural Products, 12, pp. 88–97.
Notoatmodjo, S. (2018) Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarat: PT Rineka Cipta.
Sinaga, SN, et al (2022) “The Increase of Knowledge, Attitude, and Practice of Husbands toward the Prenatal Care of their Wives Using the Illustrations Having the Local Cultural Nuance,” Open Access Macedonian Journal of Medical Sciences, 10(E), pp. 525–530. Available at: https://doi.org/10.3889/oamjms.2022.8092.
Sinto, P. (2021) “Manajemen terkini striae distensae pada wanita pascamelahirkan secara topikal dan non-invasif,” Cermin Dunia Kedokteran, 6, pp. 340–344.