PENGARUH ABDOMINAL STRETCHING EXERCISE TERHADAP PENURUNAN NYERI DISMENORE PADA REMAJA DI DESA PERTUMBUKAN KECAMATAN WAMPU KABUPATEN LANGKAT PROVINSI SUMATERA UTARA TAHUN 2024
Keywords:
Abdominal Stretching, Dismenore, Remaja Putri, Penyakit KandunganAbstract
Latar Belakang: Dismenore atau nyeri menstruasi merupakan masalah ginekologi yang paling umum dialami oleh remaja putri, yang sering kali berdampak pada penurunan produktivitas dan gangguan aktivitas sehari-hari. Penanganan non-farmakologi menjadi pilihan utama untuk meminimalkan efek samping obat-obatan kimia. Abdominal stretching exercise merupakan salah satu teknik latihan fisik yang dirancang untuk meningkatkan vaskularisasi dan relaksasi otot-otot uterus guna mengurangi intensitas nyeri. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh abdominal stretching exercise terhadap penurunan nyeri dismenore pada remaja di Desa Pertumbuhan, Kecamatan Wampu, Kabupaten Langkat, Provinsi Sumatera Utara Tahun 2024. Metode: Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain Quasy Experiment menggunakan rancangan one group pre-test and post-test design. Populasi dalam penelitian ini adalah remaja putri yang mengalami dismenore primer. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling. Skala nyeri diukur menggunakan Numeric Rating Scale (NRS) sebelum dan sesudah intervensi. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji statistik Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan rata-rata skor nyeri yang signifikan setelah responden melakukan abdominal stretching exercise selama durasi yang ditentukan. Latihan peregangan otot perut ini membantu pelepasan hormon endorfin yang berfungsi sebagai pereda nyeri alami dan melancarkan aliran darah di area panggul. Kesimpulan: Ada pengaruh yang signifikan dari pemberian abdominal stretching exercise terhadap penurunan intensitas nyeri dismenore pada remaja putri. Intervensi ini direkomendasikan sebagai salah satu bentuk asuhan mandiri bagi remaja di Desa Pertumbuhan untuk mengatasi dismenore secara efektif, aman, dan tanpa biaya.
References
Anurogo, D., dan Wulandari, A. (2021). Cara Jitu Mengatasi Nyeri Haid. Yogyakarta: Penerbit Andi.
Dahlan, A., dan Syahminan, T. (2023). Pengaruh Latihan Peregangan Perut Terhadap Penurunan Intensitas Nyeri Haid (Dismenore) pada Remaja Putri. Jurnal Kesehatan Reproduksi Indonesia, 12(2), 115–124.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022). Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2021. Jakarta: Kemenkes RI.
Kusmiran, E. (2021). Kesehatan Reproduksi Remaja dan Wanita. Jakarta: Salemba Medika.
Lowdermilk, D. L., Perry, S. E., dan Cashion, M. C. (2020). Maternity & Women's Health Care (12th ed.). St. Louis: Elsevier.
Manurung, H R, et al (2022) “Intervention Effects in Using an Application Compared with a Module with Pictures on Knowledge, Attitude, and Practice of the Pregnant Women in North Sumatra, Indonesia,” Open Access Macedonian Journal of Medical Sciences, 10, pp. 121–125. Available at: https://doi.org/10.3889/oamjms.2022.8125.
Notoatmodjo, S. (2018) Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarat: PT Rineka Cipta.
Saryono, dan Waluyo, A. (2022). Efektivitas Teknik Abdominal Stretching dalam Menurunkan Prostaglandin dan Nyeri Dismenore. Jurnal Kebidanan dan Keperawatan, 14(1), 45–52.
Sinaga, S.N. (2021) “The Relationship of the Quality Dimensions of Antenatal Care Services with the Satisfaction of Pregnant Women in Trimester Iii in the Work Area in the Hutabayu Puskesmas, Simalungun Regency in 2021,” Science Midwifery, 9(2), pp. 571–577. Available at: https://doi.org/10.35335/midwifery.v9i2.853.
WHO (2023) Nursing Care mortality rates, World Health Forum.