HUBUNGAN ANTARA SIKAP IBU DENGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF PADA BAYI 6-12 BULAN

Authors

  • Rahel Rita Swanty Manullang Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Medan
  • Rasmi Manullang Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Medan
  • Sisdekya Gracella Purba Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Medan
  • Feprika Yanti Munthe Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Medan
  • Annisa Fitri Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Medan
  • Aqilah Desky Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Medan

Keywords:

Sikap Ibu, ASI Eksklusif, Bayi 6-12 Bulan, Kesehatan Ibu dan Anak.

Abstract

Latar Belakang: Memberikan Air Susu Ibu (ASI) secara eksklusif merupakan investasi terbaik untuk kesehatan dan kelangsungan hidup anak. Meski manfaatnya sudah terbukti secara klinis, cakupan ASI Eksklusif masih sering di bawah target global karena berbagai faktor, termasuk faktor internal ibu. Sikap ibu terhadap menyusui sangat penting dalam membentuk niat dan perilaku untuk tetap memberikan ASI hingga bayi berusia 6 bulan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara sikap ibu dan pemberian ASI eksklusif pada bayi usia 6-12 bulan. Metode: Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh ibu dengan bayi usia 6-12 bulan di wilayah terkait. Sampel diambil secara purposive. Instrumen meliputi kuesioner terstruktur untuk mengukur sikap ibu dan lembar observasi/kuesioner untuk status pemberian ASI Eksklusif. Data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Penelitian menunjukkan adanya korelasi signifikan antara sikap ibu dan keberhasilan pemberian ASI Eksklusif. Ibu yang bersikap positif (mendukung) memiliki peluang lebih besar memberikan ASI secara eksklusif dibandingkan yang bersikap negatif. Sikap positif ini dipengaruhi oleh pemahaman ibu tentang manfaat ASI dan dukungan psikologis yang diterima. Kesimpulan: Terdapat hubungan bermakna antara sikap ibu dan pemberian ASI Eksklusif pada bayi 6-12 bulan. Disarankan tenaga kesehatan meningkatkan edukasi dan konseling laktasi sejak masa antenatal agar sikap positif ibu terbentuk, sehingga target cakupan ASI Eksklusif tercapai, menekan angka stunting dan meningkatkan kesehatan bayi.

References

Manurung, HR, et al. (2022). The effectiveness of neck massage to increasing the total of postpartum breast milk on the first until third days at PMB Medan city. Science Midwifery, 10, 3458–3464.

Notoatmodjo, S. (2018). Metodologi Penelitian Kesehatan. PT Rineka Cipta.

Pratiwi, R., & Wulandari, S. (2021). Determinan Perilaku Ibu dalam Pemberian ASI Eksklusif pada Bayi Usia 6-12 Bulan. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 15, 112–120.

Sinaga, K, et al. (2024). Efektifitas Penggunaan Injeksi Oksitosin pada Penanganan Perdarahan Post Partum di RSU Latersia Binjai Kec . Binjai Kota Binjai Provinsi Sumatera Utara Tahun 2024. Jurnal Siti Rufaidah, 2(2), 29–37.

Situmorang, T S, et al. (2019). Pengaruh Edukasi Berbasis Keluarga Terhadap Pemberian ASI Ekslusif Untuk Optimalisasi Tumbuh Kembang Anak Pada Periode Emas. 10(2), 893–901. https://doi.org/10.33859/dksm.v11i2.696

UNICEF. (2021). Breastfeeding: A Mother’s Gift, for Every Child. New York.

WHO. (2023). Nursing Care mortality rates. World Health Forum.

Downloads

Published

2026-02-12