HUBUNGAN DUKUNGAN SUAMI DENGAN PEMERIKSAAN INSPEKSI VISUAL ASAM ASETAT DALAM DETEKSI DINI KANKER LEHER RAHIM IBU

Authors

  • Safira Sarnima Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Medan
  • Yasrida Nadeak Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Medan
  • Ade Safitri Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Medan
  • Dewi Pramata Rostandi Laia Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Medan
  • Dionisia Atirina Laia Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Medan
  • Intan Suharni Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Medan

Keywords:

Kanker Leher Rahim, Pemeriksaan IVA, Dukungan Suami, Deteksi Dini, Kesehatan Reproduksi Perempuan

Abstract

Kanker leher rahim, atau kanker serviks, tetap menjadi ancaman utama dalam kesehatan reproduksi global dan penyebab utama kematian wanita, terutama di negara berkembang. Secara klinis, penyakit ini sering berstatus laten dalam waktu yang lama, sehingga dapat dicegah dan diobati jika terdeteksi pada stadium pra-kanker melalui deteksi dini yang sistematis. Salah satu metode skrining paling efektif di layanan kesehatan primer adalah inspeksi visual dengan asam asetat (IVA). Meskipun murah, mudah dilakukan, dan hasilnya langsung, pelaksanaan metode ini sering terhambat oleh faktor sosiokultural, seperti rendahnya partisipasi masyarakat akibat hambatan psikologis dan kurangnya motivasi dari luar. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam hubungan antara dukungan suami dan perilaku ibu dalam melakukan pemeriksaan IVA. Dalam masyarakat patriarki, suami sering menjadi pengambil keputusan utama, termasuk dalam akses layanan kesehatan reproduksi istri. Dengan studi kasus naratif dan pendekatan manajemen kebidanan pola pikir Varney, penelitian ini mengeksplorasi dinamika interaksi pasangan untuk menentukan prioritas kesehatan. Penelitian ini berfokus pada empat dimensi dukungan suami: dukungan emosional yang memberi rasa aman; informasi tentang bahaya kanker; dukungan instrumental berupa penyediaan biaya dan transportasi; dan penilaian yang memotivasi tindakan preventif. Hasil penelitian menunjukkan korelasi positif yang sangat kuat antara kualitas dukungan suami dan tingkat kepatuhan ibu menjalani skrining. Ibu yang mendapatkan dukungan lengkap dari pasangannya cenderung lebih percaya diri dan bersedia melakukan pemeriksaan IVA tanpa rasa malu atau takut. Sebaliknya, kurangnya literasi kesehatan pada suami sering menjadi hambatan bagi istri mengakses deteksi dini. Kesimpulan studi ini menegaskan bahwa keterlibatan aktif suami bukan hanya faktor pendukung, tetapi juga pilar utama dan elemen kunci keberhasilan program pencegahan kanker serviks nasional. Oleh karena itu, strategi asuhan kebidanan ke depan harus mengintegrasikan konseling berbasis pasangan untuk menciptakan lingkungan keluarga yang mendukung kesehatan reproduksi perempuan.

References

Dinas Kesehatan Provinsi Riau (2023) Profil Kesehatan Provinsi Riau Tahun 2022. Pekanbaru: Dinkes Riau.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (2023) Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran: Tata Laksana Kanker Serviks. Jakarta: Kemenkes RI.

Manurung, HR, et al (2020) “Pengaruh Pengawasan Klinis Terhadap Morbiditas Maternal Di Puskesmas Medan Amplas,” Excellent midwifery journal, 3, pp. 69–78.

Saifuddin, A. B. (2021) Buku Panduan Praktis Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka.

Sinaga, S.N. (2021) “The Relationship of the Quality Dimensions of Antenatal Care Services with the Satisfaction of Pregnant Women in Trimester Iii in the Work Area in the Hutabayu Puskesmas, Simalungun Regency in 2021,” Science Midwifery, 9(2), pp. 571–577. Available at: https://doi.org/10.35335/midwifery.v9i2.853

Sinaga, R., Simanullang, E., et al. (2024) ‘Edukasi Pasangan dalam Upaya Peningkatan Cakupan Skrining IVA di Pelayanan Primer’, Jurnal Kebidanan

Suarni, L., and Tambunan, S. (2022) ‘Hubungan Dukungan Suami Dengan Perilaku Ibu Dalam Deteksi Dini Kanker Serviks Melalui Metode IVA’, Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat, 5(3), pp. 210–218

Yatim, S. (2022) ‘Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Cakupan Pemeriksaan IVA di Wilayah Kota Pekanbaru’, Jurnal Kesehatan Masyarakat Riau, 4(1), pp. 88–95.

WHO (2023) Nursing Care mortality rates, World Health Forum.

Downloads

Published

2026-02-12