HUBUNGAN RIWAYAT ABORTUS TERHADAP KEJADIAN BAYI BERAT LAHIR RENDAH DI RSU WAHYU KECAMATAN MEDAN TEMBUNG PROVINSI SUMATERA UTARA
Keywords:
Riwayat Abortus ; BBLR ; ANC ; Malnutrisi ; Ibu HamilAbstract
Bayi berat lahir rendah yaitu dimana kondisi bayi dengan bayi berat saat lahir kurang dari <25000 gram .Kondisi ini dapat disebabkan beberapa faktor diantaranya saat ibu hamil (malnutrisi,anemia pada ibu hamil dan abortus), kelahiran prematur dan gangguan plasenta yang meghambat penyampain nutrisi kepada bayi (Juliana, 2022). Untuk melaharkan bayi yang sehat, ibu memerlukan nutrisi yang dan pola istirahat yang cikup, pemeriksaan ANC yang benar dan cukup, dan lingkungan yang bersih. Di tingkat global ,tingkat penurunan rata-rata tahunan ( AARR) pada prevalensi Bayi Berat Lahir Rendah hanya sebesar 0,030 % per tahun anatara tahun 2012 dan 2020, namun diperlukan AARR sebesar 1,96% per tahun antara tahun 2012 dan 20230 untuk memenuhi angaka AHA. (Unicef, 2023)
Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif untuk mendapatkan gambaran hubungan riwayat abortus terhadap kejadian bayi berat lahir rendah yang akurat dari sebuah karakteristik masalah yang mengklarifikasikannya dalam bentuk data. Desain penelitian ini observasional analitik menggunakan case control dengan pendekatan secara retrospektif
Berdasarkan hasil uji statistik menggunakan chi-square didapatkan hasil p-value: 0,003 (p-value:0,05) yang artinya ada hubungan antara riwayat abortus terhadap kejadian BBLR di RSU Wahyu Medan Tembung. Hal ini menyatakan bahwa Ha diterima dan H0 ditolak.
Berdasarkan Hasil penelitian tentang hubungan riwayat abortus terhadap kejadian BBLR di RSU Wahyu dari 34 responden,dapat disimpulkan bahwa besarnya riwayat abortus beresiko melahirkan bayi berat lahir rendah (BBLR) yang disebabkan oleh riwayat abortus pada kehamilan sebelumnya serta beresiko mengalami gangguan vaskuler dan menurunkan fungsi alat reproduksi dan hormonal pada masa kehamilan dan hal ini menjadikan faktor utama dari bayi berat lahir rendah (BBLR) di RSU Wahyu Medan Tembung.
References
Agung, S. (2021). Metodologi penelitian kedokteran dan kesehatan (S. Agung (ed.); 1st ed.). https://www.google.co.id/books/edition/PENGANTAR_METODOLOGI_PENELITIAN_KEDOKTER/UTplEAAAQBAJ?hl=en&gbpv=1&dq=metodologi penelitian kedokteran dan kesehatan&pg=PT12&printsec=frontcover
Amelia, sylvi wafda nur. (2019). asuhan kebidanan kasus kompleks maternal dan neonatal (D. intan kusuma dewi , s.s. (ed.); pertama). pustaka baru press.
Anna, S. (2023). Buku ajar kegawatdaruratan maternal neonatal (B. Ida (ed.); 1st ed.). https://books.google.co.id/books?id=wnfXEAAAQBAJ&pg=PA217&dq=Bblr+ismawati&hl=en&newbks=1&newbks_redir=0&source=gb_mobile_search&sa=X&ved=2ahUKEwj8hcvm1peHAxURzjgGHWBqAi8Q6AF6BAgJEAM#v=onepage&q=Bblr ismawati&f=false
Dewi, vivian nanny lia. (2024). asuhan neonatus bayi dan anak balita (A. Suslia (ed.)).
Dinkes Sumut. (2022). Profil Kesehatan Provinsi Sumatera Utara. Dinkes Sumut, 2, 1–466.
Iin, W. (2023). buku ajar kegawat daruratan maternal dan neonatal (S. Yuli (ed.); 1st ed.).
iin wahyuni, dita selvia aditia. (2022). Buku Ajar kegawatdaruratan matwrna dan neonatal (Y. Setyaningsih (ed.)).
Ismawati. (2023). BBLR (P. A. silistyorin. cahyo Ismawati (ed.); 1st ed.).
Juliana, M. (Ed.). (2022). buku ajar asuhan kebidanan (2nd ed.).
Kementrian Kesehatan. (2022). Profil Kesehatan.
Ketut, S. (2022). Populasi-sampel teknik sampling dan bias dalam penelitian (R. Erang (Ed.); 1st ed.).
Ketut, S. (2023). metododlogi penelitian kesehatan (M. Lidya (Ed.); 1st ed.).
Marpuah, Tuti Farida, E. A. (2023). Hubungan Riwayat Abortus ,Usia Keahamilan dan kunjungan ANC Dengan Kejadian Berat Badan Lahir Rendah ( BBLR ) di Wilayah Kerja Puyskesmas Tanjung Batu Tahun 2023. 184–191.
Menteri Kesehatan Republik Indonesia. (2020). Permenkes 320 tahun 2020.
Mnuaba. (2007). kuliah obstetri (1st ed.). https://www.google.co.id/books/edition/Pengantar_Kuliah_Bstertetri/KSu9cUd-cxwC?hl=en&gbpv=1&dq=akibat riwayat abortus dengan bblr&pg=PP6&printsec=frontcover
Nugroho, D. taufa. (2024). patologi kebidanan.
proverawati atikah.ismiwati cahyo. (2023). BBLR (3rd ed.).
Ratri, P. A. (2024). Hubunga Riwayat Abortus Dengan Kejadian Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) Di RS PKU Muhammdiyah Gamping. 15(1), 42–52.
Rendah, L., Di, B., Pku, R. S., & Gamping, M. (2024). Available online at
https://stikesmus.ac.id/jurnal/index.php/JKebIn/index. 15(1), 42–52.
Rupdi, lumban siantar. (2022). Buku ajar asuhan kebidanan kegawatdaruratan maternal dan neonatal (I. Tyiara (Ed.); 1st ed.).
Rupdi, L. S. (2022). Asuhan kebidanan kegawatdaruratan maternal dan neonatal (I. Tiara (Ed.); 1st ed.). https://www.google.co.id/books/edition/Buku_ajar_asuhan_kebidanan_kegawatdarura/r1ObEAAAQBAJ?hl=en&gbpv=1&dq=buku bblr&pg=PP1&printsec=frontcover
SDGs Sustainable Development Goals. (2023).
Siti, R. (2024). Konsep dasar teori kehamilan ,persalinan,bayi baru Agung, S. (2021). Metodologi penelitian kedokteran dan kesehatan (S. Agung (ed.); 1st ed.). https://www.google.co.id/books/edition/PENGANTAR_METODOLOGI_PENELITIAN_KEDOKTER/UTplEAAAQBAJ?hl=en&gbpv=1&dq=metodologi penelitian kedokteran dan kesehatan&pg=PT12&printsec=frontcover
Amelia, sylvi wafda nur. (2019). asuhan kebidanan kasus kompleks maternal dan neonatal (D. intan kusuma dewi , s.s. (ed.); pertama). pustaka baru press.
Anna, S. (2023). Buku ajar kegawatdaruratan maternal neonatal (B. Ida (ed.); 1st ed.).
Dewi, vivian nanny lia. (2024). asuhan neonatus bayi dan anak balita (A. Suslia (ed.)).
Dinkes Sumut. (2022). Profil Kesehatan Provinsi Sumatera Utara. Dinkes Sumut, 2, 1–466.
Iin, W. (2023). buku ajar kegawat daruratan maternal dan neonatal (S. Yuli (ed.); 1st ed.).
iin wahyuni, dita selvia aditia. (2022). Buku Ajar kegawatdaruratan matwrna dan neonatal (Y. Setyaningsih (ed.)).
Ismawati. (2023). BBLR (P. A. silistyorin. cahyo Ismawati (ed.); 1st ed.).
Juliana, M. (Ed.). (2022). buku ajar asuhan kebidanan (2nd ed.).
Kementrian Kesehatan. (2022). Profil Kesehatan.
Ketut, S. (2022). Populasi-sampel teknik sampling dan bias dalam penelitian (R. Erang (Ed.); 1st ed.).
Ketut, S. (2023). metododlogi penelitian kesehatan (M. Lidya (Ed.); 1st ed.).
Marpuah, Tuti Farida, E. A. (2023). Hubungan Riwayat Abortus ,Usia Keahamilan dan kunjungan ANC Dengan Kejadian Berat Badan Lahir Rendah ( BBLR ) di Wilayah Kerja Puyskesmas Tanjung Batu Tahun 2023. 184–191.
Menteri Kesehatan Republik Indonesia. (2020). Permenkes 320 tahun 2020.
Mnuaba. (2007). kuliah obstetri (1st ed.). https://www.google.co.id/books/edition/Pengantar_Kuliah_Bstertetri/KSu9cUd-cxwC?hl=en&gbpv=1&dq=akibat riwayat abortus dengan bblr&pg=PP6&printsec=frontcover
Nugroho, D. taufa. (2024). patologi kebidanan.
proverawati atikah.ismiwati cahyo. (2023). BBLR (3rd ed.).
Ratri, P. A. (2024). Hubunga Riwayat Abortus Dengan Kejadian Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) Di RS PKU Muhammdiyah Gamping. 15(1), 42–52.
Rendah, L., Di, B., Pku, R. S., & Gamping, M. (2024). Available online at
https://stikesmus.ac.id/jurnal/index.php/JKebIn/index. 15(1), 42–52.
Rupdi, lumban siantar. (2022). Buku ajar asuhan kebidanan kegawatdaruratan maternal dan neonatal (I. Tyiara (Ed.); 1st ed.).
Rupdi, L. S. (2022). Asuhan kebidanan kegawatdaruratan maternal dan neonatal (I. Tiara (Ed.); 1st ed.). https://www.google.co.id/books/edition/Buku_ajar_asuhan_kebidanan_kegawatdarura/r1ObEAAAQBAJ?hl=en&gbpv=1&dq=buku bblr&pg=PP1&printsec=frontcover
SDGs Sustainable Development Goals. (2023).
Siti, R. (2024). Konsep dasar teori kehamilan ,persalinan,bayi baru
lahir,nifas dan keluarga berencana (Moh.Narsarudin (Ed.); 1st ed.).
Taufan Nuggroho. (2024). patologi kebidanan (N. Taufan (Ed.); 1st ed.).
Unicef. (2023). Unicef.
Wahyuni, W., Fauziah, N. A., & Romadhon, M. (2021). Hubungan Usia Ibu, Paritas Dan Kadar Hemoglobin Dengan Kejadian Bayi Berat Lahir Rendah (Bblr) Di Rsud Siti Fatimah Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2020. Jurnal Keperawatan Sriwijaya, 8(2), 1–11. https://doi.org/10.32539/jks.v8i2.15297
Wita, S. (2022). asuhan kebidanan neonatus ,bayi,balita dan anak prasekolah (A.Khairunisa (Ed.); 1st ed.).
Wita Solama,rhipiduri rivanica, dkk. (2022). asuhan kebidanan neonatus,bayi,balita dan anak prasekolah ( ai siti Khairunisa (Ed.); pertama).