MODIFIKASI PENYULUHAN DENGAN PENERAPAN BERBASIS KELUARGA SIAGA DALAM PENDETEKSIAN RESIKO GAWAT DARURAT DALAM KEHAMILAN DI KLINIK PRATAMA MAMAVINA KOTA MEDAN PROVINSI SUMATERA UTARA
Keywords:
Kehamilan risiko tinggi; Kegawatdaruratan obstetri; Tanda bahaya kehamilan; Pendidikan kesehatan; Pelatihan bidanAbstract
Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kemandirian masyarakat dalam mendeteksi risiko gawat darurat kehamilan serta meningkatkan pengetahuan dan keterampilan bidan dalam penanganan awal kegawatdaruratan. Metode kegiatan meliputi pemberian materi, diskusi, dan pelatihan keterampilan (Training of Trainer) mengenai kehamilan risiko tinggi, penyebab kematian maternal, dan berbagai kondisi gawat darurat seperti preeklampsia–eklamsia, hiperemesis gravidarum berat, perdarahan kehamilan, infeksi, serta komplikasi persalinan dan nifas. Kegiatan sosialisasi tanda bahaya kehamilan juga diberikan kepada ibu hamil di klinik.
Evaluasi kuantitatif dilakukan melalui tingkat kehadiran, pretest–posttest pengetahuan, serta penilaian keterampilan bidan. Evaluasi kualitatif diperoleh dari keterlibatan peserta dalam diskusi. Sebanyak 30 ibu hamil mengikuti kegiatan ini, melebihi target 25 peserta, dengan antusiasme dan partisipasi yang sangat baik. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan pada pengetahuan ibu hamil dan bidan serta meningkatnya kemampuan bidan dalam memperagakan keterampilan yang dilatihkan.
Kegiatan ini terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman ibu hamil mengenai risiko tinggi dan tanda bahaya kehamilan, serta memperkuat keterampilan bidan dalam deteksi dini kegawatdaruratan. Pelatihan dan edukasi berkesinambungan direkomendasikan untuk mendukung upaya penurunan morbiditas dan mortalitas maternal.
References
Azlina, F. A. (2018). Penggunaan Maternal Emergency Screening (MES) sebagai Upaya Deteksi Dini pada Kegawatdaruratan Kehamilan. Dunia Keperawatan, 6(1), 49. https://doi.org/10.20527/dk.v6i1.5083
Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul. (2021). Profil Kesehatan Kabupaten Bantul Tahun 2021. Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul.https://dinkesarsip.bantulkab.go.id/filestorage/dokumen/2021/05/Profil%20Kesehatan%202021.pdf
Istiqomah, A. N.(2020). Deteksi Dini Faktor Risiko Ibu Hamil Melalui Sistem Pendampingan di Puskesmas Piyungan Jurnal Kesehatan Madani Medik, 11(01), 85–96.
Kasiati, K., Sukesi, S., & Jeniawaty, S. (2021). Pelatihan Peningkatan Kemampuan Ibu Hamil dalam Deteksi Dini Kegawatdaruratan Maternal Neonatal di Puskesmas Jagir, Surabaya. 2-TRIK: TunasTunas Riset Kesehatan, 11(1),71.https://doi.org/10.33846/2trik11114
Kementrian Kesehatan Republik Indonesia, K. K. R. I. (2020). Pelayanan Kesehatan Ibu di Fasilitas Kesehatan Dasar dan Rujukan. Kemenkes RI.
Latif ME, A. (2015). Parental presence on neonatal intensive care unit clinical bedside rounds: Randomised trial and focus group discussion. Arch Dis Child Fetal Neonatal Ed, 100, F203-F209.
Maryuni, & Anggraeni, L. (2020). Pentingnya Deteksi Dini Tanda-Tanda Bahaya Kehamilan Pada Ibu Hamil(p. 21). Universitas Binawan.
Megawati. (2017). Manajemen Asuhan Kebidanan Antenatal Care Pada Ibu Hamil Trimester II Dengan Flour Albus Patoligis Tanggal 20 Maret -9 April 2017 di Rsud Haji Makassar. Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar.
Nilakesuma. (2018). Maternity References on the maternal mortality: Decision making pattern perpecrive. Jurnal Kedokteran Dan Kesehatan Indonesia, 89-94.
Nilakesuma, N. F., Susilawati, D., Zalmawita, W., & Salsabila, N. (2020). Upaya Peningkatan Penjaringan Ibu Hamil Resiko Tinggi di Pulau Batam Kurao. LPPM Universitas Putera Batam, 2(2), 4.
Notoadmojo, S. (2012). Promosi Kesehatan dan Perilaku Kesehatan.PT Rineka Cipta.
Vinny Alvionita, Manapa, E. S., Ahmad, M., Werna Nontji, Deviana SorayaRiu, & Usman, A. N. (2020). Pengembangan Modul Deteksi Risiko Perdarahan Pada Kehamilan Efektif Meningkatkan Pengetahuan Ibu Hamil. Oksitosin : Jurnal Ilmiah Kebidanan, 7(2), 134–148. https://doi.org/10.35316/oksitosin.v7i2.659.