ANALISIS FAKTOR KETUBAN PECAH DINI PADA IBU BERSALIN DI RSIA GRIYA MEDIKA BATAM PROVINSI KEPULAUAN RIAU TAHUN 2025

Authors

  • Ade Safitri Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Medan
  • Juliana Munthe Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Medan
  • Alvin Adelia Cahyaningtyas Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Medan
  • Zunianti Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Medan
  • Nuraini Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Medan
  • Irawati Sinurat Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Medan
  • Indah Rasima Rahayu Br Manjorang Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Medan

Keywords:

Ketuban Pecah Dini, Faktor Risiko, Ibu Bersalin

Abstract

Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia tahun 2025 mencapai 189 per 100.000 kelahiran hidup dan tertinggi kedua di Asia Tenggara setelah Timor Leste. Hal ini jauh dari target SDGs di bawah 70 pada 2030. Ketuban Pecah Dini (KPD) berkontribusi signifikan terhadap morbiditas dan kematian maternal-neonatal dengan prevalensi 13,1-14,6% kelahiran di Indonesia tahun 2020-2021 yang dipengaruhi faktor seperti usia ibu lanjut, riwayat kehamilan patologis, infeksi, dan trauma. Survei awal di RSIA Griya Medika Batam menemukan 5 kasus KPD dari 30 ibu bersalin tahun 2025 dengan faktor usia muda, trauma, dan beberapa tidak diketahui. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor KPD pada ibu bersalin di RSIA Griya Medika Batam, Provinsi Kepulauan Riau tahun 2025. Metode peneliian menggunakan desain kuantitatif kasus-kontrol observasional, populasi dan sampel total 30 ibu bersalin ber-KPD dengan kuesioner. Hasil menunjukkan hubungan signifikan antara usia ibu (>35 tahun, p<0,05), riwayat kehamilan patologis (p=0,010) dengan KPD tidak signifikan untuk pendidikan (p=0,240) dan pekerjaan (p=0,815). Kesimpulannya, usia lanjut dan riwayat kehamilan patologis merupakan faktor risiko utama KPD dan diperlukan skrining dini dan edukasi prenatal sebagai upaya pencegahan.

 

References

Fadila, Woro Isti Rahayu, M.H.K.S. (2020) Penerapan Metode Naive Bayes dan Skala Likert Pada Aplikasi Prediksi Kelulusan Mahasiswa.

Ika Damayanti Sipayung et al. (2022) “Gambaran Pengetahuan Ibu Bersalin Tentang Ketuban Pecah Dini di RSIA Artha Mahinrus Medan Tahun 2022,” Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kesehatan, 1(2), pp. 286–294. Available at: https://doi.org/10.55606/jurrikes.v1i2.1729.

Kemenkes RI (2023) Mengenal Ketuban Pecah Dini.

Nurmalina Hutahaean (2022) “HUBUNGAN UMUR DAN PARITAS IBU BERSALIN DENGAN PREEKLAMSIA DI KLINIK PRATAMA MARTUA SUDARLIS MEDAN TAHUN 2022,” Excellent Midwifery Journal, 2(8.5.2017), pp. 2003–2005.

Olirk, B.T. et al. (2025) “Maternal occupation and risk of adverse fetal outcomes in Tanzania: A hospital-based

cross-sectional study,” PLoS ONE, 20(3 March), pp. 1–14. Available at: https://doi.org/10.1371/journal.pone.0319653.

Pinem, S. (2024) “srilina pinem.”

Rahmadani, S. (2023) “1997-Article Text-10217-1-10-20241130 (2),” 5(47), pp. 47–54. Available at: https://doi.org/10.36082/jmswh.v5i1.1997.

Rinayanti, H. (2025) “herna rinayanti ketuban pecah dini - Google Scholar.”

Sinaga, siti nurmawan (2025) “siti nurmawan sinaga persalinan prematur - Google Cendekia.”

Sugai, S. et al. (2023) “Pregnancy outcomes at maternal age over 45 years: a systematic review and meta-analysis,” American Journal of Obstetrics and Gynecology MFM, 5(4), p. 100885. Available at: https://doi.org/10.1016/j.ajogmf.2023.100885.

Syairaji, M. et al. (2024) “Trends and causes of maternal mortality in Indonesia: a systematic review,” BMC Pregnancy and Childbirth, 24(1), pp. 1–14. Available at: https://doi.org/10.1186/s12884-024-06687-6.

WHO (2025) Upaya Indonesia Segera Meningkatkan Kesehatan Reproduksi, Ibu, Bayi Baru Lahir, Anak, dan Remaja.

Downloads

Published

2026-02-17