ANALISIS PRE MARITAL SCREENING PROGRAM PENCEGAHAN STUNTING PADA CATIN PUTRI DI DUSUN IV SUKO BENO KECAMATAN STABAT KABUPATEN LANGKAT TAHUN 2024

Authors

  • Sudarianti
  • Siti Nurmawan
  • Repi Mariska Purba
  • Ayu Revayanti Lumban Tobing
  • Ayu Sasrawati Damanik
  • Alfina
  • Endang Sriwanti Manik

Keywords:

Skrining Pranikah,Stunting,Catin Putrï,Pencegahan Stunting,Status gizi

Abstract

Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kurang gizi terutama pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), yaitu dari janin hingga anak berusia 2 tahun. Calon pengantin harus mengetagui gejala stunting yaitu perkembangan otak yang tidak optimal pada anak, gangguan pada pertumbuhan fisik dan metabolisme anak, serta berisiko membuat anak lebih mudah sakit dan kurang produktif ketika dewasa nanti. Sebagai calon ibu, catin juga perlu memahami tentang periode 1000 Hari Pertama Kehidupan (1000 HPK). 1000 HPK merupakan suatu periode emas pertumbuhan dan perkembangan yang dimulai semenjak terbentuknya janin hingga anak berusia 2 tahun. Hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2021 yang dilaksanakan Kementerian Kesehatan, angka prevalensi stunting di Indonesia pada 2021 sebesar 24,4%, atau menurun 6,4% dari angka 30,8% pada 2018. Pemerintah mempunyai target untuk menurunkan prevalensi hingga 14% pada tahun 2024. Artinya, harus menurunkan prevalensi sebesar 10,4% dalam 2,5 tahun ke depan, yang tentu saja ini menjadi tantangan bagi semua pihak untuk mencapainya. Dalam hal ini Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) sebagai ketua tim pelaksana penanganan stunting harus didukung seluruh kementrian/lembaga terkait sesuai tugas pokok dan fungsi masing-masing (Amin, 2022).. Tujuan:Menganalisis Premarital Screening Program Pencegahan stunting pada catin putri di Dusun IV suka beno kecamatan Stabat Kabupaten Langkat Tahun 2024. Metode: Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan penelitian Retrospektif. Desain penelitian ini dilakukan dengan pendekatan cross sectional. Hasil:Berdasarkan hasil penelitian ini, upaya promotif dan preventif harus dilakukan tenaga kesehatan untuk menurunkan angka kejadian stunting yaitu pencegahan anemia terhadap calon ibu hamil dengan pemberian suplemen zat besi pada calon pengantin serta konseling pada calon pengantin untuk meningkatkan asupan gizi seimbang terutama sumber mineral zat besi yang bersumber dari makanan seperti protein hewani dan sayuran hijau. Hasil analisa menggunakan chi-square, didapat P-Value = 0,008 sehingga p-value <α (0,008 <0,05) maka dapat disimpulkan terdapat hubungan riwayat hb ibu saat hamil dengan kejadian stunting pada anak usia 1-3 tahun di Wilayah Kerja Puskesmas Kalirejo Kab. Pesawaran Tahun 2019

References

Adethia, K. and others (2024) “The Relationship Between Maternal Characteristics and Stunting Incidence,” Journal of Public Health Science [Preprint].

Azizah, N. et al. (2021) “PENINGKATAN KUALITAS KESEHATAN IBU DAN ANAK MELALUI PEMANFAATAN BUKU KIA ( KESEHATAN IBU DAN ANAK ) UNTUK,” 4, pp. 350–353.

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (2021a) “Calon Pengantin Hindari Stunting.” Jakarta: Dithanrem BKKBN.

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (2021b) “Panduan Pelaksanaan Pendampingan Keluarga dalam Upaya Percepatan Penurunan Stunting di Tingkat Desa/Kelurahan.”

Dewi, E.R. and others (2025) “Peran Kelas Ibu Balita sebagai Media Edukasi Pencegahan Stunting,” HealthCaring: Jurnal Ilmiah Kesehatan [Preprint].

Dina Putriati, Ester Simanullang, Herna Rinayanti Manurung, Anggun Lestari, Angresya Kembaren, A.M. (2022) “FAKTOR YANG MEMPERNGARUHI PEMANFAATAN BUKU KESEHATAN IBU DAN ANAK (KIA) PADA IBU BALITA DI PUSKESMAS RAWA BENING

TAHUN 2022,” pp. 21–26.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (2018) “Situasi Balita Pendek (Stunting) di Indonesia,” Buletin Jendela Data dan Informasi Kesehatan [Preprint].

Nainggolan, A.W. and others (2023)“Pembinaan Keluarga terhadap Pencegahan Stunting pada Balita,” Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat [Preprint].

Organization, W.H. (2022) WHO Guideline on Preconception Care to Reduce

Maternal and Childhood Mortality and Morbidity. Geneva: World Health Organization. Available at: https://www.who.int.

Mother’s Knowledge in Stunting Prevention,” Journal of Maternal and Child Health Sciences [Preprint].

Sekretariat Wakil Presiden Republik Indonesia (2018) “Peta Jalan Pencegahan Stunting Indonesia 2018--2024.”

Siallagan, R.D., Sinaga, S.N. and Tarigan, E.F. (2024) “E-ISSN : 2828-2809 Pengaruh Edukasi Menggunakan Media Kartu Kuartet Terhadap Pengetahuan Tentang Kehamilan Remaja,” (2018), pp. 110–118.

Siti Nurmawan Sinaga, Nurmalina Hutahaean, Ika Damayanti Sipayung, E. and Simanjuntak, M.S. (2025) “Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Stunting pada Balita di Desa Bangun Rejo Kecamatan Tanjung Morawa Kabupaten Deli Serdang Provinsi Sumatera Utara Tahun 2025 STIKes Mitra Husada Medan , Indonesia,” 4(April).Tim Percepatan Stunting (2020) “Laporan Baseline 2018--2024.”

World Health Organization (2021) “The UNICEF/WHO/World Bank Joint Child Malnutrition Estimates: 2021 Edition.

Downloads

Published

2026-01-23