FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PEMILIHAN ALAT KONTRASEPSI IMPLANT PADA PASANGAN USIA SUBUR DI KELURAHAN DOLOK SINUMBAH KABUPATEN SIMALUNGUN PROVINSI SUMATERA UTRA TAHUN 2024

Authors

  • Muzyati Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Medan
  • Marliani Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Medan
  • Indira Virli Ananda Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Medan
  • Siti Nurmawan Sinaga Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Medan
  • Sapta Fadila Karin Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Medan
  • Santi Olivia Lumbantoruan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Medan
  • ria larasati Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Medan

Keywords:

Kontrasepsi Implan, Pasangan Usia Subur PUS), Pengetahuan , Sikap, Dukungan Suami

Abstract


Program Keluarga Berencana (KB) merupakan inisiatif strategis pemerintah Indonesia untuk meningkatkan taraf kesejahteraan masyarakat melalui edukasi pernikahan dan pengaturan jarak kelahiran. Upaya ini bertujuan utama membantu pasangan usia subur dalam merencanakan kehamilan sekaligus mencegah kehamilan yang tidak direncanakan guna meningkatkan kesehatan ibu dan anak. Implementasi program KB juga menjadi kunci dalam mengendalikan angka kelahiran dan pertumbuhan penduduk yang masif di Indonesia. Selain aspek kependudukan, KB berperan krusial dalam menekan angka kematian ibu yang sering kali dipicu oleh kondisi "4 Terlalu" (4T). Kondisi tersebut mencakup usia melahirkan yang terlalu muda atau tua, jumlah anak yang terlalu banyak, serta jarak antar kehamilan yang terlalu rapat. Melalui pengaturan reproduksi yang tepat, keluarga diharapkan dapat memiliki masa depan yang lebih terjamin dan berkualitas.Salah satu pilihan metode jangka panjang yang efektif adalah kontrasepsi implan, yaitu batang plastik kecil berisi hormon progestin yang dipasang di bawah kulit lengan. Metode ini sangat efisien karena mampu mencegah kehamilan dengan tingkat kegagalan yang sangat rendah, yakni hanya 0,05 persen. Hormon yang dilepaskan secara bertahap bekerja dengan cara mengentalkan lendir serviks sehingga sperma sulit menembus rahim.



References

Situmorang, K., Sembiring, N. M. P., & Hanim, H. (2023). Hubungan Penggunaan Kontrasepsi Implant Dengan Kenaikan Berat Badan Pada Wanita Usia Subur (WUS) Di Klinik Pratama Elvi Diana Kota Medan 2023. BEST Journal

(Biology Education, Sains and Technology), 6(2), 654-660.

Aisyah, S. (2024). HUBUNGAN PENGGUNAAN KONTRASEPSI IMPLANT DENGAN KENAIKAN BERAT BADAN PADA WANITAUSIA SUBUR. Journal Of Midwifery Sempena Negeri, 4(1)

Pandiangan, N. Hubungan Pemakaian Kontrasepsi Hormonal Jenis Suntik Dengan Kejadian Keputihan Pada Akseptor Kb Di PMB Mei Leli Kec. Batangtoru Kab. Tapanuli Selatan Tahun 2023.

Hanna, A. (2012). Hubungan Beberapa Faktor Akseptor dengan Pemilihan Alat Kontrasepsi Suntik pada Wanita PUS Keluarga PRA Ks dan Ks1 di Kelurahan Pongangan Triwulan I 2012. Jurnal Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro, 1(2), 18751.

Tungga, S., Kenjam, Y., & Sirait, R. W. (2023). Faktor-Faktor Yang Berhubungan dengan Penggunaan Alat KB di Wilayah Kerja Puskesmas Naibonat Tahun 2021. SEHATMAS: Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat, 2(1), 87-94.

Bakara, Z. A., Purnama, E., Ernamari, E., & Rista, H. (2024). Pengaruh senam hamil terhadap penurunan nyeri punggung bawah pada ibu hamil trimester II di Puskesmas Kota Rih Pekan Kabupaten Serdang Bedagai Tahun 2022. Jurnal Mahasiswa Ilmu Kesehatan, 2(2), 01-12.

Sembiring, R. M., Sembiring, I. S., Manurung, B., Sinaga, R., Barutu, R., & Silaen, H. Y. (2023). Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Ibu Hamil Dalam Melakukan Perawatan Payudara Di Bidan Praktek

Mandiri Bena Handayani Desa Lama Kec Hamparan Perak Tahun 2023. Journal Clinical Pharmacy and Pharmaceutical Science, 2(2), 25-34.

Downloads

Published

2026-02-17