KESEHATAN SEBAGAI BENTENG NASIONAL: SINERGI KE-BIJAKAN RESPON DARURAT BENCANA DAN PENYAKIT DEGEN-ERATIF UNTUK PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN

Authors

  • Maslan Pangaribuan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Medistra Indonesia
  • Iga Putri Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Medistra Indonesia

Keywords:

Ketahanan Kesehatan, Respon Darurat Bencana, Penyakit Degeneratif, Kebijakan Kesehatan, Pembangunan Berkelanjutan

Abstract

Kesehatan merupakan pilar strategis dalam menjaga ketahanan nasional dan mendukung pembangunan berkelanjutan. Indonesia sebagai negara rawan bencana dihadapkan pada tantangan ganda, yaitu tingginya risiko bencana alam serta meningkatnya prevalensi penyakit degeneratif akibat transisi demografi dan epidemiologi. Kondisi ini menuntut adanya sinergi kebijakan antara sistem respon darurat bencana dan upaya pencegahan serta pengendalian penyakit degeneratif agar sistem kesehatan nasional menjadi lebih tangguh dan adaptif. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis peran kesehatan sebagai benteng nasional melalui integrasi kebijakan respon darurat bencana dan pengendalian penyakit degeneratif dalam mendukung pembangunan berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode telaah pustaka dan analisis dokumen kebijakan dari sumber nasional dan internasional yang relevan dalam lima tahun terakhir. Hasil kajian menunjukkan bahwa sinergi kebijakan lintas sektor mampu meningkatkan efektivitas layanan kesehatan, memperkuat ketahanan sistem kesehatan, serta berkontribusi terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya tujuan ke-3. Kesimpulan dari kajian ini menegaskan bahwa kesehatan memiliki peran strategis sebagai benteng nasional, sehingga diperlukan penguatan koordinasi kebijakan, integrasi layanan, dan pendekatan promotif-preventif yang berkelanjutan.

References

Aldrich, D. P., & Meyer, M. A. (2015). Social capital and community resilience. American Behavioral Scientist, 59(2), 254–269.

Bloom, D. E., Cafiero-Fonseca, E. T., Candeias, V., et al. (2020). Economics of non-communicable diseases in Indonesia. World Economic Forum Report.

Fang, H., & Rizzo, J. A. (2021). Health systems resilience: Conceptual framework and policy implications. Health Policy, 125(9), 1159–1166.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022). Profil Kesehatan Indonesia. Jakarta: Kemenkes RI.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Rencana Strategis Kesehatan Nasional. Jakarta: Kemenkes RI.

Lal, A., Erondu, N. A., Heymann, D. L., Gitahi, G., & Yates, R. (2021). Fragmented health systems in COVID-19: Rectifying the misalignment between global health security and universal health coverage. The Lancet, 397(10268), 61–67.

Nugroho, R., & Suryani, A. (2021). Kebijakan publik dan ketahanan kesehatan nasional. Jurnal Administrasi Publik, 16(2), 101–114.

United Nations. (2021). The Sustainable Development Goals Report. New York: United Nations.

World Bank. (2022). Building resilient health systems. Washington, DC: World Bank.

World Health Organization. (2020). Operational framework for building health system resilience. Geneva: WHO.

World Health Organization. (2021). Noncommunicable diseases country profiles. Geneva: WHO.

World Health Organization. (2023). Health emergency and disaster risk management framework. Geneva: WHO.

Downloads

Published

2026-02-17