DETERMINAN KEJADIAN HIPERTENSI PADA IBU HAMIL TRIMESTER KEDUA DAN KETIGA DI PUSKESMAS LAU BALANG KABUPATEN KARO TAHUN 2025

Authors

  • Novi Kristiani Zai Stikes mitra husada medan
  • Mediana Sembiring
  • Nur Della Syahputri
  • Rosa Ningsih
  • Qanita shaliha
  • Widiawati
  • Henny Rista

Keywords:

Kadar Hemoglobin, Anemia, Abortus, Ibu Hamil, Usia Ibu

Abstract

Latar belakang Oleh tingginya Angka Kematian Ibu di Indonesia, di mana hipertensi atau tekanan darah tinggi menjadi salah satu penyebab utama kematian ibu setelah perdarahan dan infeksi. Ibu hamil pada usia kandungan trimester kedua dan ketiga sangat rentan mengalami kenaikan tekanan darah karena adanya perubahan besar dalam kerja jantung dan volume darah. Di Puskesmas Lau Balang sendiri, survei awal menunjukkan bahwa hampir separuh dari ibu hamil yang diperiksa menderita hipertensi kehamilan. Oleh karena itu, penelitian ini Bertujuan untuk mencari tahu faktor-faktor apa saja yang menyebabkan atau berhubungan dengan kejadian darah tinggi pada ibu hamil di wilayah tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian observasional analitik dengan pendekatan waktu satu titik atau cross sectional. Penelitian melibatkan total 96 responden ibu hamil yang terdiri dari 48 ibu dengan hipertensi dan 48 ibu tanpa hipertensi sebagai pembanding. Data dikumpulkan melalui pengisian kuesioner dan pemeriksaan fisik, kemudian dianalisis menggunakan uji statistik untuk melihat hubungan antar variabel yang diteliti.. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar ibu hamil yang menderita hipertensi berada pada usia berisiko, yaitu di bawah 20 tahun atau di atas 35 tahun. Selain itu, faktor keturunan atau riwayat darah tinggi dalam keluarga juga ditemukan sangat berpengaruh terhadap kondisi ibu saat hamil10101010. Ibu dengan berat badan berlebih atau obesitas serta mereka yang memiliki kebiasaan mengonsumsi garam secara berlebihan juga terbukti memiliki risiko yang jauh lebih tinggi untuk mengalami kenaikan tekanan darah. Kurangnya aktivitas fisik harian juga menjadi salah satu pemicu terjadinya hipertensi pada responden di lokasi penelitian. Kesimpulan dari penelitian ini adalah faktor usia yang berisiko, adanya riwayat kesehatan keluarga, berat badan yang tidak ideal, serta gaya hidup yang kurang sehat seperti konsumsi garam berlebih dan kurang gerak merupakan penentu utama terjadinya hipertensi pada ibu hamil di Puskesmas Lau Balang13. Sebagai saran, pihak puskesmas diharapkan dapat melakukan pemeriksaan dini yang lebih ketat bagi ibu hamil yang memiliki risiko-risiko tersebut agar komplikasi kehamilan dapat dicegah lebih awal. Para ibu hamil juga sangat dianjurkan untuk lebih menjaga pola makan dan tetap aktif bergerak selama masa kehamilan.

References

Mouliza, Nurul, and Siti Aisyah, ‘Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Hipertensi Pada Kehamilan Trimester Iii Di Rsu Sundari Medan’, Jurnal Kesehatan Indra Husada, 9.2 (2021), pp. 89–97, doi:10.36973/jkih.v9i2.328

Prasetyorini, Heny, ‘Jurnal Manajemen Asuhan Keperawatan Jurnal Manajemen Asuhan Keperawatan’, 1 (2018), pp. 13–22

Nadialista Kurniawan, R. A. Hipertensi Dalam Kehamilan. Ind. High. Educ. 3, 1689–1699 (2021).

Haslan, H. & Trisutrisno, I. Dampak Kejadian Preeklamsia dalam Kehamilan Terhadap Pertumbuhan Janin Intrauterine. J. Ilm. Kesehat.

Sandi Husada 11, 445–454 (2022).

Muhamad Asrul, Arifin Andika P., Heber, E. A. M. Sentri : Jurnal Riset Ilmiah.

Sentri J. Ris. Ilm. 1, 17–34 (2022).

Wang, W. et al. Epidemiological trends of maternal hypertensive disorders of pregnancy at the global, regional, and national levels: a population‐based study. BMC Pregnancy Childbirth 21, 1–10 (2021).

Haidar Alatas, M. Hipertensi Pada Kehamilan. Herb-Medicine J. 2, 27–51 (2019).

Kemenkes RI. Profil Kesehatan Indonesia 2020. Pusdatin.Kemenkes.Go.Id vol.

(2020).

Kemenkes RI. Profil Kesehatan Indonesia 2021. Pusdatin.Kemenkes.Go.Id (2021).

Downloads

Published

2026-01-23