FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERAWATAN LUKA PERINEUM PADA IBU NIFAS DI BPM INDAH SARI DESA NAGA TIMBUL KECAMATAN TANJUNG MORAWA KABUPATEN DELI SERDANG TAHUN 2023
Keywords:
Ibu Nifas, Perawatan Luka Perineum, Pengetahuan, Pendidikan, UmurAbstract
Masa nifas merupakan fase krusial pascapersalinan yang ditandai dengan proses involusi atau pemulihan organ reproduksi. Penatalaksanaan luka perineum yang tidak adekuat berisiko memicu infeksi sekunder, hemoragi, serta menghambat durasi penyembuhan jaringan. Mengingat masih terbatasnya pemahaman ibu nifas mengenai teknik perawatan luka yang tepat, penelitian mengenai faktor-faktor yang memengaruhi perilaku perawatan luka perineum menjadi sangat esensial. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi berbagai faktor yang berhubungan dengan praktik perawatan luka perineum pada ibu nifas di BPM Indah Sari, Desa Naga Timbul, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang, Tahun 2023. Temuan menunjukkan mayoritas responden berada pada kategori usia tidak berisiko (57,7%), berpendidikan tinggi (57,7%), memiliki tingkat pengetahuan baik (55,8%), dan berstatus bekerja (59,6%). Hasil analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan yang signifikan secara statistik antara variabel usia ($p=0,025$), pengetahuan ($p=0,001$), dan tingkat pendidikan ($p=0,001$) terhadap perawatan luka perineum. Sebaliknya, variabel status pekerjaan ($p=0,826$) tidak menunjukkan hubungan yang signifikan. Dapat disimpulkan bahwa usia, tingkat pendidikan, dan pengetahuan merupakan faktor determinan dalam perawatan luka perineum pada ibu nifas, sementara faktor pekerjaan tidak memiliki pengaruh yang signifikan. Tenaga kesehatan disarankan untuk mengoptimalkan pemberian edukasi serta penyuluhan secara intensif guna membekali ibu nifas dengan kemampuan perawatan mandiri yang tepat.
References
Girum, T., & Wasie, A. (2017). Correlates Of Maternal Mortality In Developing Countries : An Ecological Study In 82 Countries. 1–6. Https://Doi.Org/10.1186/S40748-017-0059-8
Istiningsih, T., Herlinadiyaningsih, & Batu, K. L. (2024). Faktor Risiko Terjadinya Perdarahan Post Partum Di Uptd Rsud Puruk Cahu Kabupaten Murung Raya. 8(2), 110–117.
Kumun, P., Korelatif, D., Kumun, P., Sampling, R., Tau, K., Kumun, P., Kumun, P., & Kumun, P. (2022). Penderita Skizofrenia Di Wilayah Kerja Puskesmas Kumun Tahun 2022. 2, 705–713.
Laila Safitri, K. S., Merawati, D., & Surbakti, I. S. (2022). Efektifitas Daun Sirih Merah (Piper Crocotum) Terhadap Penyembuhan Luka Perineum Di Desa Banjar Aur Kec. Batahan Kab. Mandailing Natal. 9(1), 30–35.
Manik, R. (2024). Buku Ajar Asuhan Kebidanan Persalinan Dan Bayi Baru Lahir.
Mei, N., Terhadap, P., Ruptur, K., Pada, P., Di, B., Cibiuk, P., & Garut, K. (2024). Sentri : Jurnal Riset Ilmiah. 3(5), 2276–2289.
Muttaqin, F. Z. (2023). Hubungan Berat Badan Lahir Bayi Dengan Kejadian Perdarahan Postpartum Primer Di Rsia Ananda Makassar.
Notoatmodjo. (2014). No Title. 10–25.
Notoatmodjo. (2023). No Title. 8–22.
Pemiliana, P. D., Sarumpaet, I. H., & Ziliwu, D. S. (2019). Faktor - Faktor Yang Berhubungan Dengan Ruptur Perineum Pada Persalinan Normal Di Klinik Niar Medan Tahun 2018 Article History : Address : Email : Phone : 2(2), 170–182.
Sari, I. (2014). Pada Ibu Bersalin. 13(25).
Shinta Devi, B. M. (2023). Jurnal Ilmu
Kedokteran Dan Kesehatan Indonesia Pengaruh Air Rebusan Daun Sirih Hijau Dalam Mempercepat Penyembuhan Luka. 3(1), 55–58.
Silaban, F. (2022). Pengaruh Pijat Perineum Terhadap Ruptur Perineum Pada Ibu Hamil Trimester Iii Di Klinik Bidan Fryanti Silaban Tahun 2022.
Simanjuntak, L. (2020). Pengetahuan Ibu Nifas Tentang Makanan Pantangan Dalam Proses Penyembuhan Luka Perineum Di Dusun Iii Desa Bakaran Batu Tahun 2019. 7(April), 27–32.