IDENTIFIKASI MASALAH ANEMIA PADA IBU HAMIL DAN UPAYA PENINGKATAN LITERASI KESEHATAN DI WILAYAH KERJA UPT PUSKESMAS MEDAN JOHOR TAHUN 2025
Keywords:
Anemia, Ibu Hamil, Tablet FE, Kepatuhan KonsumsiAbstract
Pemerintah menargetkan penurunan prevalensi anemia pada ibu hamil melalui distribusi 90 tablet tambah darah, namun pada kenyataannya masih terdapat kesenjangan berupa tingginya angka kejadian anemia dan rendahnya kepatuhan konsumsi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi masalah anemia serta mengevaluasi upaya peningkatan literasi kesehatan melalui penyuluhan di wilayah kerja UPT Puskesmas Medan Johor tahun 2025. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif observasional dengan pendekatan survei lapangan. Populasi penelitian adalah seluruh ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Medan Johor dengan sampel sebanyak 35 responden yang diambil melalui teknik purposive sampling. Kriteria inklusi meliputi ibu hamil yang melakukan kunjungan antenatal dan bersedia menjadi responden, sedangkan kriteria eksklusi adalah ibu hamil dengan komplikasi medis berat. Data primer dikumpulkan melalui wawancara, pemeriksaan kadar hemoglobin digital, dan evaluasi hasil penyuluhan, sementara data sekunder diperoleh dari laporan Kesehatan Ibu dan Anak tahun 2024. Analisis data menggunakan analisis univariat untuk menggambarkan distribusi frekuensi variabel penelitian. Hasil penelitian menunjukkan adanya kesenjangan klinis di mana ditemukan 107 kasus anemia ringan sepanjang tahun 2024 dengan puncak 9 kasus pada Desember 2024. Masalah utama yang teridentifikasi adalah rendahnya kepatuhan akibat efek samping obat dan minimnya dukungan keluarga. Namun, upaya peningkatan literasi melalui seminar menunjukkan hasil positif di mana 80% audiens mampu memahami definisi, gejala, dan pencegahan anemia pasca-intervensi. Sebagai kesimpulan, identifikasi masalah menunjukkan bahwa anemia dipengaruhi oleh faktor perilaku dan pengetahuan, yang dapat diperbaiki melalui edukasi terstruktur. Penguatan Kelas Ibu Hamil dan monitoring tablet tambah darah secara digital sangat direkomendasikan untuk menutup kesenjangan antara target program dan realitas di lapangan.
References
Gustiani, R., Qudratullah, F., & Sundari, D.
T. (2025). Edukasi terpadu tentang anemia pada ibu hamil sebagai langkah awal mencegah kehamilan risiko tinggi. Communnity Development Journal, 6(6), 6282–6285.
Halisah. (2025). The educational effectiveness of the attitude approach model to the compliance of pregnant women consuming Fe. Innovative Approaches in Health Science Journal, 2((1)), 15–22.
Kemenkes RI. (2020). Pedoman pelayanan antenatal, persalinan, nifas, dan bayi baru lahir (Revisi ke-). Kementerian Kesehatan RI.
Laila, E. F. (2025). Faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan ibu hamil dalam mengonsumsi tablet tambah darah. Journal of Midwifery Care, 5(02), 308–317.
Nainggolan, C. M. F., Situmorang, T. S., Rumondang, Sinaga, A., Telaumbanua, M., Riani, & Sahlan, U. N. (2025). Continuity Of Care For Pregnant Women With A Breast Milk Dam At Pratama Niar Clinic , Medan Amplas District, Medan City Year 2025. The 5th Mitra Husada Health International Conference (MiHHICo), 5(1), 828–833.
Simaremare, T., Manurung, K., & Sitorus, M. E. J. (2023). Faktor yang Mempengaruhi Kepatuhan Ibu Hamil dalam Mengkonsumsi Tablet Fe dan Kaitannya dengan Kejadian Anemia pada Ibu Hamil. Jurnal Ilmiah Kesehatan Rustida, 10(2), 96–104.
Sinaga, S. N., Harahap, Y. R., Hamidah, Cibro, E., Umaira, N., Nazira, I., & Nurazizah. (2025). Continuity Of Care
In Ny . S Age 34 Years Old With Mild Anemia DiPMB Hamidah , Kec . Medan Maimun, Medan City, North Sumatra In 2025. The 5th Mitra Husada Health International Conference (MiHHICo), 5(1), 496–499.
UNICEF. (2024). Laporan Tahunan 2024 Indonesia. https://www.unicef.or.id.
UU Nomor 4 Tahun 2019 Tentang Kebidanan (2019).
World Health Organization 2025. (2025). Implementation guidance on transitioning to midwifery models of care. World Health Organization.