Manajemen asuhan kebidanan pada by Ny. S dengan Asfiksia Neonaturum di Ruanga Picu Rumah sakit Haji medan

Manajemen asuhan kebidanan pada by Ny. S dengan Asfiksia Neonaturum di Ruanga Picu Rumah sakit Haji medan

Authors

  • natalya rut naomi nainggolan STIKes Mitra Husada Medan
  • Sonia Novita Sari STIKes Mitra Husada Medan
  • Retno Wahyuni STIKes Mitra Husada Medan
  • Hilda Irmayani STIKes Mitra Husada Medan
  • Vika Anasyah Sipayung STIKes Mitra Husada Medan
  • Uci Putri Marsha STIKes Mitra Husada Medan
  • Marhamah Siregar STIKes Mitra Husada Medan
  • Lia Susanti Wijaya STIKes Mitra Husada Medan

Keywords:

Asfiksia Neonatorum, Manajemen Asuhan Kebidanan, Bayi Baru Lahir, PICU

Abstract

Abstrak

Asfiksia neonatorum merupakan keadaan kegawatdaruratan pada bayi baru lahir yang ditandai dengan kegagalan pernapasan spontan dan teratur setelah lahir sehingga menyebabkan hipoksia, hiperkapnia, dan asidosis. Kondisi ini dapat menyebabkan gangguan fungsi organ vital bahkan kematian apabila tidak ditangani secara cepat dan tepat. Tujuan studi kasus ini adalah untuk menggambarkan manajemen pengasuhan kebidanan pada bayi Ny. S dengan asfiksia neonatorum di ruang PICU RSU Haji Medan Provinsi Sumatera Utara Tahun 2025. Metode penelitian menggunakan pendekatan studi kasus dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, pemeriksaan fisik, dan telaah rekam medis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bayi lahir dengan kondisi tidak menangis, pernafasan tidak teratur, sianosis, tonus otot menurun, nilai APGAR rendah, dan memerlukan tindakan resusitasi serta oksigenasi intensif. Setelah dilakukan penatalaksanaan sesuai standar pelayanan kebidanan dan pedoman resusitasi neonatus, kondisi bayi mengalami perbaikan bertahap dengan peningkatan respon, stabilitas respirasi, dan perbaikan tanda vital. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu penanganan yang cepat, tepat, serta sesuai standar sangat berpengaruh dalam meningkatkan outcome bayi dengan asfiksia neonatorum.

Kata kunci: Asfiksia Neonatorum, Manajemen Asuhan Kebidanan, Bayi Baru Lahir, PICU

References

Demelash, H., Motbainor, A., & Nigatu, D. (2020). Risk factors for low birth weight in developing countries. BMC Pregnancy and Childbirth, 20(1), 1–12.

Kozuki, N., Katz, J., & Lee, A. C. (2021). Relationship between maternal characteristics and neonatal

outcomes. International Journal of Gynecology & Obstetrics, 154, 21–29.

Lawn, J. E., Blencowe, H., & Oza, S. (2022). Progress and priorities in reducing neonatal mortality. The Lancet, 400, 1930–1945.

Murniati, L., Taherong, F., & Syatirah, S. (2021). Manajemen asuhan kebidanan pada bayi baru lahir dengan asfiksia: Literature review. Jurnal Midwifery, 3(1), 32–41.

Palupi, J., & Maryanti, S. A. (2020). Risiko kejadian asfiksia neonatorum pada ketuban pecah dini. Jurnal MID-Z, 3(1), 1–6.

UNICEF. (2021). Low birthweight: Country, regional and global estimates. UNICEF.

World Health Organization. (2012). Guidelines on basic newborn resuscitation. WHO.

World Health Organization. (2022). Newborns: Improving survival and wellbeing. WHO.

World Health Organization. (2023). Preterm birth and low birth weight fact sheet. WHO

Aina, T.D. (2024) “Asuhan Kebidanan Bayi Baru Lahir Pada Bersalin Dewi Sundari Kota Tanjung Balai Tahun 2020,” Journal Farmasi dan Kesehatan1(1),pp. 8–14.

Berglund, S. et al. (2008) “Neonatal resuscitation after severe asphyxia - A critical evaluation of 177 Swedish cases,” Acta Paediatrica, International Journal of Paediatrics, 97(6), pp. 714–719. Available at: https://doi.org/10.1111/j.1651-2227.2008.00803.x.

Blencowe, H. et al. (2013) “Born Too Soon: The global epidemiology of 15 million preterm births,” Reproductive Health, 10(SUPPL. 1), pp. 1–14. Available at: https://doi.org/10.1186/1742-4755-10-S1-S2.

Conde-Agudelo, A. and Díaz-Rossello, J.L. (2016) “Kangaroo mother care to

reduce morbidity and mortality in low birthweight infants,” Cochrane Database of Systematic Reviews, 2016(8). Available at: https://doi.org/10.1002/14651858.CD002771.pub4.

Damanik, N.S. et al. (2024) “Risk factors for transient tachypnea of newborns in the NICU room at Sylvani Hospital, Pahlawan Village, North Binjai District, Binjai City in 2024,” Science Midwifery, 12(5), pp. 1840–1846. Available at: https://doi.org/10.35335/midwifery.v13i2.1783.

Ekasari, W.U. et al. (2024) “‘ a Nalisis Faktor Y Ang M Empengaruhi a Sfiksia P Ada B Ayi B Aru L Ahir a Term ,’” Jurnal Ilmu Kebidanan, 8, pp. 22–28.

Lydia Lestari, D. (2024) “Asfiksia Neonatorum,” Scientific Journal, 3(1), pp. 08–15. Available at:

https://doi.org/10.56260/sciena.v3i1.124.

Prastudia, K., Binuko, E. and Susanti, F. (2024) “ASFIKSIA SEDANG PADA BAYI BARU LAHIR Moderate Asphyxia In Newborn,” pp. 388–396.

Sinaga, R. et al. (2025) “CONTINUOUS OBSTETRIC CARE ( CONTINUITY OF CARE ) IN NEWBORNS WITH MILD ASPHYXIA AT PRATAMA NIAR CLINIC MEDAN INDONESIA 2025,” 5.

Surbakti, I. et al. (2025) “Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kejadian Asfiksia Neonatorum di RSUD DR Tengku

Mansyur Kota Tanjung Balai Tahun 2023,” Jurnal Siti Rufaidah, 3(1), pp. 21–35. Available at: https://doi.org/10.57214/jasira.v3i1.172.

Surbakti, I.S. et al. (2025) “Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kejadian Asfiksia Neonatorum di Puskesmas Pagar Merbau Kec . Pagar Merbau Kab . Deli Serdang Provinsi spontan dan teratur segera setelah lahir . Sehingga bayi tidak dapat memasukkan oksigen,” Nursing Applied Juornal, 3.

Downloads

Published

2026-02-17