LITERATURE RIVIEW HUBUNGAN KETUBAN PECAH DINI DENGAN KEJADIAN ASFIKSIA PADA NEONATORUM

Authors

  • Elisyah Nova Siagian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Medan
  • Dr. Drs Imran Saputra Surbakti Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Medan
  • E.Tiomarlina Sitorus Pane Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Medan
  • Eka Kristiyanti Gea Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Medan
  • Eka Masita Dongma Tampubolon
  • Ramadani Syahfitri Sitepu Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Medan
  • Ade Rachmat Yudiyanto Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Medan

Keywords:

Ketuban Pecah Dini, Asfiksia Neonatorum

Abstract

Asfiksia neonatorum merupakan salah satu penyebab utama mordibitas dan mortalitas pada bayi baru lahir, terutama di negara-negara berkembang. Risiko asfiksia pada bayi dipengaruhi oleh kondisi kesehatan ibu selama kehamilan, termasuk adanya komplikasi obstetri. Ketuban pecah dini (KPD) telah diidentifikasi sebagai salah satu faktor yang berperan dalam meningkatkan kejadian asfiksia neonatorum. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi hubungan antara kejadian ketuban pecah dini (KPD) dan risiko asfiksia pada bayi baru lahir melalui pendekatan tinjauan literatur. Metode penelitian adalah tinjauan literatur dilakukan dengan mencari artikel dan jurnal ilmiah dari database seperti PubMed dan Google Scholar yang diterbitkan antara tahun 2016 hingga 2024. Kata kunci yang digunakan meliputi "ketuban pecah dini" dan "Asfiksia Neonatorum." Studi yang memenuhi kriteria inklusi dianalisis secara deskriptif untuk menilai hubungan antara KPD dan asfiksia neonatorum

References

Amniotic Fluid And AsphyxiaIn NewbornInThPerinatology Room." Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal Of Nursing) 9.3 (2023): 149-155.

Deviana, M. (1996). Ketuban Pecah Dini (KPD) Sebagai Determinan Kejadian Asfiksia Pada Bayi Baru Lahir Di RSUD Panembahan Senopati Bantul. Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia, 6(6).

Elisabet, E., Rosmawaty, R., & Hamdiyah, H. (2023). Hubungan Ketuban Pecah Sebelum Waktunya dengan Asfiksia Neonatorum Pada BBLR. Jurnal Kesehatan Tambusai, 4(2), 2026-2073.

Fransiska, Intan Ayu, Rosita Khaerina, and Kristiani Murti Kisid. "Ketuban Pecah Dini berhubungan dengan Lama Persalinan dan Asfiksia Neonatorum." PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan 10.1 (2024): 142-148.

Frelestanty, E., & Haryanti, Y. (2021). Hubungan BBLR dan KPD dengan Asfiksia Neonatorum. Jurnal Kebidanan: Jurnal Ilmu Kesehatan Budi Mulia, 11(2), 151- 157.

Kusumawati, A. R., Rahmatika, S.D., & Kumalasary, D.(2022). Hubungan Ketuban Pecah Dini Dengan Kejadian Asfiksia Neonatorum Di Rumah Sakit Panti Abdi Dharma Kota Cirebon Tahun 2022. Jurnal Dunia Kesmas,11(4).

Lestariningsih, Yanu Yufita. "Hubungan Ketuban Pecah dengan Kejadian Asfiksia Neonatorum di RSUD Kabupaten Kediri Tahun 2016." Jurnal Kebidanan Midwiferia 3.2 (2017): 19-28.

Mardiyanti, L. ., & Iis Sri Hardiati. (2023). Hubungan Ketuban Pecah Dini Dengan Kejadian Asfiksia Pada Bayi Baru Lahir Di Ruang Perinatologi : The Relationship between Early Rupture of Amniotic Fluid and Asphyxia in Newborn in The Perinatology Room. Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing), 9(Supp-1), 149-155. https://doi.org/10.33023/jikep.v9i3.1601

Ningsih, D. A. (2022). Hubungan Anemia dan kejadian ketuban pecah dini dengan kejadian Asfiksia Neonatorum.Prepotif : Jurnal Kesehatan Masyarakat, 6(3).

Tunggal, T., Dewi, V. K., Wulandari, W., & Sari, S. Y. (2022). Faktor Risiko Yanhg Berhubungan Dengan Asfiksia Neonatorum. Journal of Midwifery and Reproduction, 5(2), 58-65.

Downloads

Published

2026-02-17