KONTRIBUSI BIDAN DALAM MENINGKATKAN RESILIENSI KESEHATAN IBU HAMIL MELALUI PELAYANAN KEGAWATDARURATAN PASCABENCANA LONGSOR DI DESA BONANDOLOK, KECAMATAN SITAHUIS, KABUPATEN TAPANULI TENGAH, TAHUN 2026

Authors

  • Eni Angraini Situmeang Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Flora Medan
  • Nafhani Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Flora Medan
  • Veronica Tamba Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Flora Medan
  • Dewi Wihana Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Flora Medan
  • Lisa Wati Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Flora Medan
  • Maimunah Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Flora Medan
  • Annisa Namirah Nasution Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Flora Medan

Keywords:

Bidan, Ibu Hamil, Resiliensi Kesehatan, Bencana Longsor, Kegawatdaruratan Kebidanan

Abstract

Bencana longsor yang melanda Desa Bonandolok, Kecamatan Sitahuis, Kabupaten Tapanuli Tengah, Provinsi Sumatera Utara pada tahun 2025 telah menyebabkan wilayah tersebut mengalami kerusakan parah. Sejumlah rumah warga tertimbun material tanah dan batu, sehingga banyak keluarga kehilangan tempat tinggal dan terpaksa mengungsi. Akses jalan dan fasilitas umum juga mengalami kerusakan, yang berdampak pada terganggunya pelayanan kesehatan, khususnya bagi kelompok rentan seperti ibu hamil. Dari hasil pendataan dan pemeriksaan awal pascabencana, terlihat adanya dampak besar baik secara fisik maupun psikologis pada ibu hamil, seperti kecemasan, kelelahan, serta keluhan kehamilan yang berpotensi meningkatkan risiko komplikasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi kondisi kesehatan ibu hamil serta mendeskripsikan peran bidan dalam meningkatkan resiliensi kesehatan ibu hamil melalui pelayanan kegawatdaruratan kebidanan pascabencana longsor di Desa Bonandolok, Kecamatan Sitahuis, Kabupaten Tapanuli Tengah tahun 2025 Metode: Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil yang terdampak bencana longsor dan berada di Desa Bonandolok, Kecamatan Sitahuis, Kabupaten Tapanuli Tengah pada tahun 2025. Sampel penelitian terdiri dari 27 orang ibu hamil terdampak bencana yang mengikuti kegiatan skrining kesehatan dan pelayanan kegawatdaruratan kebidanan pascabencana. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik accidental sampling, yaitu ibu hamil yang secara kebetulan ditemui di lokasi pengungsian atau wilayah terdampak dan memenuhi kriteria inklusi pada saat pelaksanaan kegiatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 27 ibu hamil terdampak bencana longsor, sebagian mengalami tekanan darah di atas normal dan anemia, serta keluhan fisik dan psikologis seperti kelelahan, pusing, dan kecemasan pascabencana. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh stres pascabencana, keterbatasan akses pelayanan kesehatan, serta terganggunya pemenuhan gizi selama masa pengungsian.

References

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). (2020). Rencana nasional penanggulangan bencana 2020–2024. Jakarta: BNPB.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). (2025). Potensi dan kejadian bencana hidrometeorologi di Indonesia. Jakarta: BNPB.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2018). Pedoman teknis pelayanan kesehatan reproduksi pada kondisi darurat dan bencana. Jakarta: Direktorat Kesehatan Keluarga.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2020). Pedoman pelayanan antenatal terpadu. Jakarta: Kemenkes RI.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022). Pedoman pelayanan kesehatan ibu dan anak pada situasi bencana. Jakarta: Kemenkes RI.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Petunjuk teknis pelayanan kesehatan reproduksi pada kondisi darurat dan bencana. Jakarta: Direktorat Kesehatan Keluarga.

Notoatmodjo, S. (2018). Metodologi penelitian kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.

Rahayu, S., & Yulastini, F. (2025). Dampak bencana terhadap kesehatan ibu hamil dan risiko komplikasi kehamilan. Jurnal Kesehatan Ibu dan Anak, 12(1), 45–53.

Ristrini, R., & Oktarina, R. (2019). Peran tenaga kesehatan dalam pelayanan kesehatan ibu dan anak pada situasi bencana. Buletin Penelitian Sistem Kesehatan, 22(3), 187–195.

Sugiyono. (2019). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana. (2007). Jakarta: Sekretariat Negara Republik Indonesia.

United Nations Office for Disaster Risk Reduction (UNDRR). (2015). Sendai framework for disaster risk reduction 2015–2030. Geneva: UNDRR.

World Health Organization. (2016). Pregnant women in disasters: Risk reduction, emergency preparedness, and response. Geneva: WHO. World Health Organization. (2018).

Managing complications in pregnancy and childbirth: A guide for midwives and doctors. Geneva: WHO.

World Health Organization. (2022). Standards for improving quality of maternal and newborn care in health facilities. Geneva: WHO.

Yuliana, D., & Prasetyo, A. (2021). Dukungan psikososial pada ibu hamil pascabencana alam. Jurnal Kebidanan dan Keperawatan, 13(2), 89–97.

Downloads

Published

2026-02-17