PENDEKATAN PELAYANAN PRIMA DALAM ASUHAN KEPERAWATAN JIWA PADA PASIEN SKIZOFRENIA DENGAN HALUSINASI PNDENGARAN DI RSJ PROF. DR. MUHAMMAD ILDREM SUMATERA UTARATAHUN 2025
Keywords:
Halusinasi pendengaran, Skizofernia, Asuhan keperawatan jiwa, Service excellent, Studi kasusAbstract
Gangguan persepsi berupa halusinasi pendengaran sering ditemukan pada pasien skizofrenia dan dapat memengaruhi kemampuan berpikir, kondisi emosional, serta hubungan sosial individu. Prevelensi gangguan jiwa,khususnya skizofrenia dengan halusinasi pendengaran, masih cukup tinggi di Indonesia dan memerlukan penatalaksanaan keperawatan jiwa yang komprehensif dan berorientasi pada pelayanan service excellent. Laporan kasus ini bertujuan untuk menggambarkan manajemen asuhan keperawatan jiwa yang service excellent pada Tn.A dengan masalah gangguan persepsi sensori berupa halusinasi pendengaran di Ruang Sorik Merapi 2 UPTD Khusus RSJ Prof. Dr. Muhammad Ildrem Provinsi Sumatera Utara. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan yang meliputi pengkajian, penetapan diagnosis keperawatan, perencanaan intervensi, implementasi, dan evaluasi. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan status mental, dan studi dokumentasi rekam medis. Hasil pengkajian menunjukkan Tn.A mengalami halusinasi pendengaran berupa suara bisik-bisikan yang menyuruh dia untuk menjauh pada semua orang,dengan riwayat tidak kepatuhan minum obat dan pasien ini pun perawatan berulang. Masalah keperawatan utama yang diidentifikasi pada pasien adalah gangguan pada persepsi sensori yang ditandai dengan munculnya halusinasi pendengaran. Intervensi keperawatan dilakukan melalui strategi pelaksanaan (SP) meliputi identifikasi halusinasi, teknik menghardik, kepatuhan minum obat, bercakap-cakap dengan orang lain, serta aktivitas terjadwal. Evaluasi menunjukkan adanya penurunan intensitas halusinasi, peningkatan kemampuan klien dalam mengontrol halusinasi, dan perbaikan interaksi sosial. Kesimpulan dari laporan kasus ini adalah penerapan manajemen asuhan keperawatan jiwa yang service excellent mampu membantu
References
Cahayatiningsih, D., & Rahmawati, A. N.(2023).Studi Kasus Implementasi
Bercakap-cakap pada Pasien Halusinasi PendeCahayatiningsih, D., & Rahmawati, A. N. (2023). StudiKasus Implementasi Bercakapcakap pada Pasien Halusinasi Pendengaran. Jurnal Penelitian
Perawat Profesional, 5(2), 743– 748. https://d. Jurnal Penelitian
Perawat Profesional, 5(2), 743– 748.
Gustina, Ade, E. (2025). Pengabdian Kepada Masyarakat Terapi Aktivitas Kelompok Stimulasi Persepsi Sensori Pada Pasien Halusinasi Pendengaran Di Rumah Sakit Jiwa Prof.Dr.Muhammad Ildrem Medan. Jurnal Pengabdian Masyarakat, 2(2), 228–234.
Harun, S. N. A. D. (2024). Implementasi Terapi Generalis Pada Pasien Halusinasi Pendengaran Terhadap
Tingkat Halusinasi. Jurnal Madising Na Maupe (JMM), 2, 192–196. Juni
N. (2024). SENTRI : Jurnal Riset
Ilmiah.3(6).
P, N. A., & Rahmawati, A. N. (2022). Studi Kasus Halusinasi Pendengaran
Pada Pasien Schizofrenia A Case Study Of Auditory Hallucination In Schizofrenia Patients Program Studi Profesi NersUniversitas Harapan Bangsa perilaku seseorang yang dengan tiba-tiba adanya. 10, 20–27.
Rosada1.Titi. (2025). Asuhan Keperawatan Pada Ny. N Dengan Masalah Utama Gangguan Sensori Persepsi : Halusinasi Pendengaran Akibat Skizofrenia Paranoid Di Ruang Dewaruci Rsjd Dr. Amino Gondohutomo Provinsi Jawa Tengah. Jurnal Praba : Jurnal Rumpun Kesehatan Umum, 3(September) Pada Klien Gangguan Halusinasi Pendengaran. Prosiding Seminar
Sari, P. N., & Lestari, R. (2023). Penerapan asuhan keperawatan jiwa berorientasi service excellent pada pasien skizofrenia. Jurnal Keperawatan Profesional, 4(2), 134–142.
Simamora, R. H., & Manalu, N. V. (2021). Pendekatan keperawatan holistik pada pasien gangguan jiwa berat. Jurnal Keperawatan Holistik, 5(1), 1–8.
Wahyuni, S., & Hidayat, A. A. (2022). Dukungan keluarga dan kekambuhan pada pasien
skizofrenia dengan halusinasi pendengaran. Jurnal Keperawatan Medikal Bedah dan Jiwa, 10(2), 67–75.
Yuliana, D., & Kurniawan, T. (2024). Terapi nonfarmakologis dalam menurunkan intensitas halusinasi pendengaran. Jurnal Keperawatan Jiwa Terapan, 7(1), 22–30.
Haddock, G., Eisner, E., Boone, C., Davies, G., Coogan, C., & Barrowclough, C. (2021). Engagement and outcome in cognitive behavioural therapy for psychosis. British Journal of Psychiatry, 219(3), 1–7.
Jauhar, S., McKenna, P. J., Radua, J., Fung, E., Salvador, R., & Laws, K. R. (2022). Cognitive–behavioural therapy for the symptoms of schizophrenia: Systematic review and meta-analysis. Psychological Medicine, 52(2), 1–11.
Kishi, T., & Iwata, N. (2021). Antipsychotic treatment for schizophrenia: Current status and future perspectives. Neuropsychiatric Disease and Treatment, 17, 2749–2761.
World Health Organization. (2022). Guidelines on mental health at work. WHO Pres
Jernita Manullang, Siti Nurmawan Sinaga, Hari Wiyatmini, Lenny Saragih, Yossi Oktaria Saragih, Rahmat Rafli and Desi D. Siburian (2025). “ENTAL HEALTH NURSING CARE MANAGEMENT FOR MR. M WITH
LOW SELF-ESTEEM AT PROF. DR. MUHAMMAD ILDREM MENTAL HOSPITAL, MEDAN, NORTH SUMATRA PROVINCE”, Mitra Husada Health Internasional Conference (MIHHICo), 5(1), pp. 133–138.