MANAJEMEN ASUHAN KEBIDANAN PADA AN.A DENGAN ENCEPALOPATHY CEREBRI DI RUANG PICU/NICU DI RSU.HAJI MEDAN PROVINSI SUMATERA UTARA TAHUN 2025

Authors

  • Himawari Sriyani Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Medan
  • Marliani Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Medan
  • Rani Ranian Rohani Pera Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Medan
  • Mahyuni Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Medan
  • Lenny M.Lumbantoruan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Medan
  • Hilda Irmayani Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Medan

Keywords:

Asuhan Kebidanan, Encepalopathy Cerebri, Anak, PICU/NICU

Abstract

Encephalopathy cerebri merupakan gangguan neurologis yang terjadi akibat kerusakan otak pada masa prenatal, perinatal, atau neonatal dini dan dapat berkembang menjadi cerebral palsy, sehingga memerlukan penanganan intensif di ruang PICU/NICU. Kondisi ini menuntut manajemen asuhan kebidanan yang komprehensif, berkesinambungan, dan kolaboratif untuk menjaga stabilitas kondisi anak serta mencegah komplikasi lanjutan. Artikel ini bertujuan untuk menggambarkan manajemen asuhan kebidanan pada An. A dengan encephalopathy cerebri yang dirawat di ruang PICU/NICU RSU Haji Medan Provinsi Sumatera Utara tahun 2025. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus, menggunakan data sekunder berupa rekam medis, catatan asuhan kebidanan, dokumentasi pelayanan, serta literatur yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa asuhan kebidanan yang meliputi pengkajian menyeluruh, identifikasi masalah, perencanaan, implementasi, dan evaluasi asuhan berperan penting dalam pemantauan fungsi neurologis, pencegahan komplikasi, serta dukungan perawatan lanjutan. Kesimpulan menunjukkan bahwa manajemen asuhan kebidanan yang tepat dan terintegrasi sangat diperlukan pada anak dengan encephalopathy cerebri di ruang PICU/NICU untuk meningkatkan keselamatan dan kualitas hidup anakKegawatdaruratan pada kesehatan ibu dan anak masih menjadi permasalahan utama dalam sistem pelayanan kesehatan, khususnya di negara berkembang. Tingginya angka kematian ibu dan bayi sebagian besar disebabkan oleh keterlambatan dalam mengenali tanda bahaya, keterbatasan akses pelayanan, serta kurang optimalnya respons pelayanan kesehatan.. Kegawatdaruratan dapat meningkatkan kesiapsiagaan tenaga kesehatan, mempercepat proses penanganan dan rujukan, serta meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya deteksi dini kondisi kegawatdaruratan.. Selain itu, koordinasi antar tenaga kesehatan dan fasilitas pelayanan berperan penting dalam menurunkan risiko komplikasi berat pada ibu anak. Kesimpulan dari artikel ini menegaskan bahwa penguatan sistem respons kegawatdaruratan merupakan strategi penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan ibu dan anak, namun masih diperlukan upaya berkelanjutan dalam hal peningkatan sumber daya, monitoring dan evaluasi program.

References

Admasu, K., Haile, D., & Mekonnen, N. (2021). Maternal risk factors associated with obstetric complications among pregnant women. BMC Pregnancy and Childbirth, 21(1), 1–9. https://doi.org/10.1186/s12884-021-03745-6

Kassebaum, N. J., Bertozzi-Villa, A., Coggeshall, M. S., Shackelford, K. A., Steiner, C., Heuton, K. R., ... Lozano, R. (2020). Global, regional, and national levels and causes of maternal mortality. The Lancet, 395(10225), 236–247. https://doi.org/10.1016/S0140-6736(19)32283-0

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Profil kesehatan Indonesia tahun 2022. Jakarta: Kemenkes RI.

Mulyani, E., Handayani, S., & Rahayu, D. (2020). Hubungan tingkat pendidikan ibu dengan pemanfaatan pelayanan

kesehatan maternal. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 15(2), 120–128. https://doi.org/10.15294/kemas.v15i2.23456

Nurhayati, S., Widyaningsih, A., & Lestari, P. (2021). Faktor risiko komplikasi kehamilan pada ibu hamil. Jurnal Kesehatan Reproduksi, 12(1), 45–54. https://doi.org/10.22435/kespro.v12i1.4567

Putri, D. A., & Sari, R. P. (2022). Hubungan paritas dengan kejadian komplikasi persalinan. Jurnal Kebidanan Indonesia, 13(2), 89–97. https://doi.org/10.36419/jki.v13i2.567

Rahmawati, I., Sulastri, D., & Hidayat, A. (2024). Determinan kegawatdaruratan obstetri pada pelayanan kesehatan maternal. Jurnal Kesehatan Ibu dan Anak, 18(1), 1–10. https://doi.org/10.30604/jkia.v18i1.789

World Health Organization. (2022). Trends in maternal mortality 2000–2020. Geneva: World Health Organization.

World Health Organization. (2023). Strategies toward ending preventable maternal mortality. Geneva: World Health Organization.

Yuliana, R., Pratiwi, N. L., & Handayani, L. (2021). Pendidikan ibu dan keterlambatan penanganan kegawatdaruratan obstetri. Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional, 16(3), 150–158 https://doi.org/10.21109/kesmas.v16i3.4321

Downloads

Published

2026-02-17