ANALISIS FAKTOR KONSELING KELUARGA BERENCANA TERHADAP PEMILIHAN METODE KONTRASEPSI PADA PASANGAN USIA SUBUR DI UPTD PUSKESMAS LUMBAN LOBU KECAMATAN BONATUA LUNASI KABUPATEN TOBA TAHUN 2025

Authors

  • Necia Pratilia Siagian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Medan
  • Mastaida Tambun Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Medan
  • Siti Alza Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Medan
  • Era Irene Limbong Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Medan
  • Erika Tona Simanjuntak Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Medan
  • Nenang Manik Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Medan
  • Lely Maria Hutapea Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Medan

Keywords:

Konseling Keluarga Berencana, Pemilihan Metode Kontrasepsi, Pasangan Usia Subur, Program KB

Abstract

Latar belakang Tingginya angka pertumbuhan penduduk di Indonesia menjadi perhatian serius, salah satunya ditangani dalam program Keluarga Berencana (KB), pemilihan metode kontrasepsi pada pasangan usia subur (PUS) tidak hanya dipengaruhi oleh faktor tertentu saja. ketersediaan alat kontrasepsi, melainkan juga oleh kualitas konseling yang diberikan oleh petugas kesehatan. Konseling yang efektif berperan penting dalam membantu individu memahami jenis-jenis kontrasepsi, manfaat, kontraindikasi, serta efek sampingnya, sehingga dapat mengambil keputusan secara rasional dan sukarela. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh konseling keluarga berencana terhadap pemilihan metode kontrasepsi pada pasangan usia subur di UPTD Puskesmas Lumban Lobu, Kecamatan Bonatua Lunasi, Kabupaten Toba tahun 2025. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah quasi eksperimen dengan desain pretest–posttest with control group. Jumlah sampel sebanyak 67 responden yang ditentukan menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner, sedangkan analisis data dilakukan dengan uji paired sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konseling keluarga berencana memiliki pengaruh yang signifikan terhadap pemilihan metode kontrasepsi.Sebagian besar responden mengalami peningkatan pemahaman dan perubahan keputusan dalam memilih jenis kontrasepsi setelah menerima konseling. Kesimpulan Konseling keluarga berencana terbukti berpengaruh signifikan terhadap peningkatan pengetahuan, pengambilan keputusan, serta pemilihan metode kontrasepsi pada pasangan usia subur. Konseling yang efektif mampu membantu responden memahami jenis, manfaat, dan efek samping kontrasepsi sehingga mereka dapat memilih metode yang paling sesuai dengan kebutuhan. (Nurjanah & Adriana, 2022) Saran Disarankan agar tenaga kesehatan meningkatkan kualitas konseling KB melalui pendekatan yang lebih komunikatif dan sesuai kebutuhan klien. Pasangan usia subur juga diharapkan lebih aktif mencari informasi dan mengikuti sesi konseling sebelum menentukanmetode kontrasepsi.

References

Bernadus, J. D., Agnes, M., & Gresty, M. (2016). Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Pemilihan Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (Akdr) Bagi Akseptor Kb Di Puskesmas Jailalolo. Jurnal Keperawatan, 1(1).

Bkkbn. (2016). Rencana Strategis Badan Kependudukan Dan Keluarga Berencana Nasional Tahun 2015--2019.

Bkkbn. (2018). Survei Demografi Dan Kesehatan Indonesia 2017.

Dewi, E. R., Purnamasari, E., Arihta, S. B., & Lidya, W. (2023). The Relationship Between The Use Of Injectable Type Hormonal Contraceptives And The Incidence Of Vaginal Discharge In Family Planning Acceptors At The Namutrasi District Health Center . Sei Bingai District . Step Up. 67–71.

Di, K., Kerja, W., & Pemurus, P. (2022). Midwifery And Complementary Care. 1(2), 71–75.

Faridah, U. (2018). Hubungan Antara Dukungan Suami Dengan Pemilihan Metode Kontrasepsi Pasca Persalinan. Jurnal Kebidanan Dan Keperawatan,5(1), 49–58.

Manurung, H. R. (2020). The Relationship Between Excellent Midwifery Services With The Level Of Kb Acceptors Satisfaction In Public Health Center Hamparan Perak Deli Serdang District Year 2019.

Maritalia, D. (2017). Asuhan Kebidanan Pada Ibu Nifas (S. Riyadi (Ed.)). Gosyen Publishing.

Marpaung, S., Tambun, M., Tinggi, S., Kesehatan, I., Husada, M., Kuranji, P. T., Maro, K., Ilir, S., Hari, K. B., Unit, S., Sebo, M., District, I., & Regency, B. H. (2025). Pengaruh Faktor Internal Dan Faktor Eksternal Terhadap. 2(1), 30–37.

Nasution, M. N., Nainggolan, A. W., Siahaan, S. A., Juwita, S., Pardosi, S., Zebua, G. E., & Mukarromah, S. (2022). Pegasing Kabupaten Aceh Tenggara Tahun 2022.

Nurjanah, S., & Adriana, N. P. (2022). The Effect Of Counseling On Family Planning Acceptors In Decision Making On Contraceptive Devices During The Postpartum Period. 1(6), 593–602.

Sari, M., Tambun, M., Tinggi, S., Kesehatan, I., Husada, M., Timur, A., & Regency, E. A. (2025). Pengaruh Faktor Dukungan Keluara Dengan Aktif. 2(1), 38–44.

Sdki. (2017). Survey Demografi Dan Kesehatan Indonesia (Sdki).

Sinaga, A., Sinaga, K., Sitorus, R., & Surbakti, I. S. (2024). Penyuluhan Dan Safari Keluarga Berencana Dalam Meningkatakan Penggunaan Kb Implan Dan Iud Di Klinik Pratama

Elvi Diana Kecamatan Medan Johor , Kota Medan Tahun 2024 Ada Yang Diingat . Implant

Sinaga, S. N., Siagian, A., Nurmaini, N., & Badaruddin, B. (2022). The Increase Of Knowledge , Attitude , And Practice Of Husbands Toward The Prenatal Care Of Their Wives Using The Illustrations Having The Local Cultural Nuance. 10, 525–530.

Wahyuni, R., Tetti Seriati Situmorang, & Eva Ratna Dewi. (2022). Hubungan Tingkat Pengetahuan Dan Sikap Ibu Pasangan Usia Subur (Pus) Terhadap Penggunaan Alat Kontrasepsi Di Desa Rambung Sialang Hilir Tahun 2021. Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kesehatan, 1(2), 170–176. Https://Doi.Org/10.55606/Jurrikes.V1i2.438

World Family Planning. (2022).

Downloads

Published

2026-02-17