IMPLEMENTASI ASUHAN KEPERAWATAN GERONTIK DALAM PENATALAKSANAAN HIPERTENSI PADA LANSIA PROVINSI SUMATERA UTARA MEDAN JOHOR TAHUN 2025

Authors

  • Ave Grace Yael Cintya Br Simbolon simbolon Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Medan
  • Lisdayanti Simanjuntak Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Medan
  • Najwa Norena Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Medan
  • Vina Tambunan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Medan
  • Daniel Capah Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Medan
  • Netty Hutasoit Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Medan
  • Sanni Sihombing Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Medan

Keywords:

Keywords: elderly, hypertension, gerontic nursing care, service excellent,communitas, Kata kunci: lansia, hipertensi, perawatan keperawatan geriatrik, pelayanan prima,komunitas

Abstract

Hypertension is one of the most common non-communicable diseases among the elderly and is often referred to as a silent killer due to its minimal symptoms and high risk of complications. Elderly individuals are particularly vulnerable to hypertension because of physiological changes associated with the aging process. This article aims to describe the implementation of gerontic nursing care based on a service excellent approach for an elderly patient with hypertension at the UPTD Pelayanan Sosial Lanjut Usia Binjai, North Sumatra Province. This study employed a case study method using the nursing process approach, which included assessment, nursing diagnosis, planning, implementation, and evaluation. The results showed that the main nursing problems identified were acute pain related to increased cerebral vascular pressure and the risk of falls associated with postural blood pressure changes. Nursing interventions focused on pain management, blood pressure monitoring, fall prevention, health education, and emotional support. The application of holistic and patient-centered nursing care contributed to improved comfort, better blood pressure control, and increased patient understanding of hypertension management. In conclusion, gerontic nursing care based on service excellent principles plays an important role in improving the quality of nursing services and supporting the health and well-being of elderly patients with hypertension.

 

Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang paling banyak dialami oleh lanjut usia dan sering disebut sebagai silent killer karena gejalanya yang minimal namun berisiko tinggi menimbulkan komplikasi. Lansia sangat rentan mengalami hipertensi akibat perubahan fisiologis yang terjadi selama proses penuaan. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan asuhan keperawatan gerontik berbasis service excellent pada seorang pasien lansia dengan hipertensi di UPTD Pelayanan Sosial Lanjut Usia Binjai, Provinsi Sumatera Utara. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan yang meliputi pengkajian, diagnosis keperawatan, perencanaan, implementasi, dan evaluasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masalah keperawatan utama yang ditemukan adalah nyeri akut berhubungan dengan peningkatan tekanan vaskuler serebral dan risiko jatuh akibat perubahan tekanan darah postural. Intervensi keperawatan difokuskan pada manajemen nyeri, pemantauan tekanan darah, pencegahan risiko jatuh, edukasi kesehatan, serta dukungan emosional. Penerapan asuhan keperawatan yang holistik dan berpusat pada pasien terbukti meningkatkan kenyamanan, mengontrol tekanan darah, serta meningkatkan pemahaman pasien mengenai pengelolaan hipertensi. Kesimpulannya, asuhan keperawatan gerontik berbasis service excellent memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan keperawatan dan mendukung kesehatan serta kesejahteraan lansia dengan hipertensi.

References

Aryati. 2015. Metodologi Penelitian Kualitatif Dalam Bidang Kesehatan Ibu dan Anak. Nuha Medika. Yogyakarta Kumutha, Aruna, dan Poongodi. 2014. Effectiveness of the progressive muscle relaxation technique on stress and blood pressure among elderly with hypertension, IOSR Journal of Nursing and Health Science (IOSRJNHS), vol. 3, issue 4, p. 1-6. Kusniawati A. 2017. Pangan dan Gizi untuk Kesehatan.

Azizah, N. (2021). Pelaksanaan Senam Lansia Untuk Peningkatan Kualitas Hidup Lansia _ Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR).

Jeanny Rantung. (2025). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Risiko Terjadinya Hipertensi pada Mahasiswa Fakultas Ilmu Keperawatan di Universitas Advent Indonesia _ Jurnal Impresi Indonesia.

Martt RS. 2015. Principle Of Nutritional and Assesment. Oxford University Press. New York. Syahmara. 2015. Pengaruh pemberian multi gizi mikro terhadap hematokrit, leukosit dan trombosit pada wanita prakonsepsi di Kota Medan. (Thesis). Universitas Sumatera Utara.Medan. Rasyid SR, Bhatta J, Timilsina DP. 2016. Factors associated with nutritional status of women of reproductive age group in

MUJIADI. (2022). Buku Ajar - Keperawatan Gerontik _ E-Book Penerbit STIKes Majapahit.

Nortajulu, B. (2022). Faktor - Faktor Yang Sembiring, A., & tim. (2021). Terapi akupresur pada penderita hipertensi rural, India. Asian fasific journal of health sciences. vol 4 (4): 19 – 24

Raseni Anggita. (2023). Pengaruh_Konseling_Farmasis_Terhadap_Kep.

rosmega. (2024). Faktor Yang Berhubungan Dengan Hipertensi Pada Lansia di Puskesmas Sialang Buah Kec.

SGDS. (2025). SDGs Kehidupan yang Sehat dan Sejahtera – Sekolah Vokasi IPB.

Sinaga, SN, et al. (2022). The Increase of Knowledge, Attitude, and Practice of Husbands toward the Prenatal Care of their Wives Using the Illustrations Having the Local Cultural Nuance. Open Access Macedonian Journal of Medical Sciences, 10(E), 525–530. https://doi.org/10.3889/oamjms.2022.8092

sn sinaga. (2025). MANAJE~1.

Who. (2025). Lansia Umur Berapa_ Kenali Batasan dan Klasifikasinya.

Downloads

Published

2026-01-23