ASUHAN KEBIDANAN BERKELANJUTAN (CONTINUITY OF CARE) PADA NY.H DENGAN HIPERMESIS GRAVIDARUM GRADE II DI KLINIK PRATAMA ELVI DIANA KEL.KWALABEKALA KEC.MEDAN JOHOR KOTA MEDAN SUMATERA UTARA TAHUN 2026
ASUHAN KEBIDANAN BERKELANJUTAN (CONTINUITY OF CARE) PADA NY.H DENGAN HIPERMESIS GRAVIDARUM GRADE II DI KLINIK PRATAMA ELVI DIANA KEL.KWALABEKALA KEC.MEDAN JOHOR KOTA MEDAN SUMATERA UTARA TAHUN 2026
Keywords:
Hipermesis Gravidarum, Continuity of care, Asuhan Kebidanan Berkelanjutan, KehamilanAbstract
Hiperemesis gravidarum merupakan kondisi mual dan muntah berlebihan pada kehamilan yang dapat mengganggu kondisi umum ibu serta berdampak terhadap kesehatan ibu dan janin apabila tidak ditangani secara tepat. Asuhan kebidanan berkelanjutan (Continuity of Care) merupakan pelayanan kebidanan yang diberikan secara komprehensif dan berkesinambungan mulai dari masa kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir hingga pelayanan keluarga berencana. Studi kasus ini membahas pelaksanaan Asuhan Manajemen Kebidanan Berkelanjutan (Continuity of Care) pada Ny. H usia 19 tahun dengan diagnosis Hiperemesis Gravidarum Grade II di Klinik Pratama Elvi Diana, Medan Tahun 2025. Tujuan asuhan ini adalah untuk melaksanakan asuhan kebidanan berkelanjutan pada Ny. H yang dimulai sejak masa kehamilan trimester I hingga pelayanan keluarga berencana dengan menggunakan manajemen kebidanan tujuh langkah menurut Helen Varney dan pendokumentasian SOAP. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan deskriptif melalui pengkajian, identifikasi masalah dan kebutuhan, antisipasi masalah potensial, tindakan segera, perencanaan, pelaksanaan, serta evaluasi asuhan kebidanan. Hasil asuhan menunjukkan bahwa pelaksanaan asuhan kebidanan secara berkesinambungan mampu memperbaiki kondisi kesehatan ibu, mencegah terjadinya komplikasi, meningkatkan kesiapan ibu dalam menghadapi persalinan, masa nifas, perawatan bayi baru lahir, serta membantu ibu dalam merencanakan penggunaan kontrasepsi. Pemantauan yang dilakukan secara kontinu memungkinkan bidan mendeteksi masalah sejak dini dan memberikan intervensi yang tepat sesuai prinsip evidence based practice.
References
Munthe, J. (2021). Science Midwifery, 9, 588-594. STIKes Mitra Husada Medan Repository.
Dewi, E. R., Pangaribuan, I. K., Sinuhaji, L. N. B., Siska S. T. Ginting, Nur Azizah, & … (2024).
(Yusida et al., 2024)
Rosmani Sinaga, Junida Laia (Nilan Sari et al., 2025)
(Tasnim et al., 2024)
Amalia, R., Siregar, R., & Hutabarat, M. (2022). Asuhan kebidanan Continuity of Care (COC) dalam upaya penurunan angka kematian ibu dan bayi. Jurnal Kebidanan, 8(2), 115–122.
Astuti, N., Sari, D., & Rahmawati, I. (2020). Perubahan psikologis ibu hamil dan dampaknya terhadap proses kehamilan. Jurnal Kesehatan Ibu dan Anak, 14(1), 45–52.
Elza Fitri, N., Rahayu, S., & Lestari, M. (2023). Asuhan kebidanan berkelanjutan (Continuity of Care). Jakarta: EGC.
Gusti, A., Mulyani, S., & Pratiwi, L. (2022). Asuhan kebidanan kehamilan berbasis kompetensi (Edisi ke-3). Jakarta: Salemba Medika.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2021). Pelayanan kesehatan ibu hamil, bersalin, nifas, bayi baru lahir dan keluarga berencana. Jakarta: Kemenkes RI
Rusdiah, Fitriani, W. N., & Sugiharti. ,(2022). Faktor yang Berhubungan dengan Terjadinya Hiperemesis Gravidarium. Indonesian Journal of Midwifery Scientific, 1(November), 1–5.