ASUHAN KEBIDANAN BERKELENJUTAN (CONTINUITY OF CARE) PADA NY.S DENGAN HYPERMESIS GRAVIDARUM DI KLINIK PRATAMA ELVI DIANA KELURAHAN KWALA BEKALA KECAMATAN MEDANJOHOR SUMATERA UTARA TAHUN 2025
ASUHAN KEBIDANAN BERKELENJUTAN (CONTINUITY OF CARE) PADA NY.S DENGAN HYPERMESIS GRAVIDARUM DI KLINIK PRATAMA ELVI DIANA KELURAHAN KWALA BEKALA KECAMATAN MEDANJOHOR SUMATERA UTARA TAHUN 2025
Keywords:
ibu hamil, hypermesis gravidarum, asuhan kebidanan berkelanjutanAbstract
Pendahuluan Hiperemesis gravidarum merupakan kondisi mual dan muntah berlebihan pada kehamilan yang dapat menyebabkan dehidrasi, gangguan elektrolit, penurunan berat badan, serta berisiko menimbulkan komplikasi pada ibu dan janin. Asuhan kebidanan berkelanjutan (Continuity of Care) merupakan pelayanan kebidanan yang dilakukan secara berkesinambungan mulai dari masa kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir hingga pelayanan keluarga berencana. Studi kasus ini membahas pelaksanaan asuhan kebidanan berkelanjutan pada Ny. S dengan hiperemesis gravidarum di Klinik Elvi Diana Kecamatan Medan Johor Tahun 2025. Tujuan asuhan ini adalah untuk melaksanakan asuhan kebidanan Continuity of Care pada Ny. S yang dimulai dari masa kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir sampai pelayanan keluarga berencana dengan menggunakan manajemen kebidanan tujuh langkah Helen Varney dan pendokumentasian SOAP. Metode Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan deskriptif melalui pengkajian, identifikasi masalah dan kebutuhan, antisipasi masalah potensial, tindakan segera, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi asuhan kebidanan.Hasil Hasil asuhan menunjukkan bahwa dengan pelaksanaan asuhan kebidanan secara berkesinambungan, kondisi ibu dan bayi dapat dipantau secara optimal, keluhan hiperemesis gravidarum dapat ditangani sesuai standar pelayanan kebidanan, serta tidak ditemukan komplikasi lanjutan pada ibu maupun bayi. Asuhan kebidanan Continuity of Care memberikan kontribusi dalam meningkatkan mutu pelayanan kebidanan serta mendukung upaya peningkatan kesehataniibudabayi.Kesimpulan Pendekatan ini memungkinkan deteksi dini, penanganan yang tepat, serta pencegahan komplikasi sehingga kondisi ibu dan bayi dapat terpantau secara optimal. Asuhan kebidanan berkelanjutan berperan penting dalam meningkatkan mutu pelayanan kebidanan dan mendukung upaya peningkatan kesehatan ibu dan bayi.
References
kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2021). Pelayanan Kesehatan Ibu Hamil, Bersalin, Nifas, Bayi Baru Lahir dan Keluarga Berencana. Jakarta: Kemenkes RI.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Buku Kesehatan Ibu dan Anak. Jakarta: Kemenkes RI.
Prawirohardjo, S. (2020). Ilmu Kebidanan. Jakarta: PT Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo.
World Health Organization. (2020). Maternal Mortality. Geneva: WHO.
Masruroh. (2016). Hiperemesis Gravidarum dan Faktor yang Mempengaruhi. Jurnal Kebidanan, 5(2), 45–52.
memburuk saat kehamilan ( Aril , 2017 ). Berdasarkan data studi pendahuluan di Desa Bangun Rejo , mayoritas ibu hamil mengatakan kurang paham mengenai Hiperemesis Gravidarum tahun 2023 . Oleh karena itu , pemberian Komunikasi Informasi dan Edukasi ( KIE ) kepada ibu hamil tentang Hiperemesis Gravidarum
Sinaga, K., Surbakti, I. S., & Sinaga, A. (2024). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kejadian Hiperemesis Gravidarum pada Ibu Hamil di Puskesmas Pagar Merbau Kabupaten Deli Serdang Provinsi Sumatera Utara Tahun 2023. 2, 127–140.
World Health Organization (WHO). (2021). Tantangan Proses Implementasi Program Penurunan Angka Kematian Ibu. Jurnal Penelitian Kesehatan, 12(1), 21–25.